Cinta Indira (Iparku Mantan Kekasihku)

Cinta Indira (Iparku Mantan Kekasihku)
Sarapan Bersama


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi Arga bersiap untuk datang kerumah Indi. Dia ingin melanjutkan kemesraannya dengan gadis pujaannya itu. Dia sudah tidak sabar.


"Sayang, aku siap-siap dulu. Sebentar lagi aku akan kerumahmu." Arga mengirimkan pesan pada Indi jam enam pagi.


Indi baru bangun dari tidurnya. Semalam dia tidur nyenyak sekali. Bunyi pesan Arga diponselnya membangunkannya. Dengan segera Indi membuka ponselnya.


"Baiklah, sampai ketemu." jawabnya singkat.


Indi bergegas mandi. Dia tidak ingin Arga melihatnya masih kusut. Hari Minggu biasanya Indi memakai pakaian santai. Tak terkecuali hari ini, Indi memakai baju kaos berwarna putih dan celana pendek warna coklat muda. Rambutnya dijepit bagian atasnya saja, membuat penampilan sederhananya sangat menarik hati.


Indi pergi kepasar terdekat. Hari ini Indi akan memasak untuk sarapan mereka bertiga. Sekali lagi, Indi ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Arga.


Dia kembali dari pasar membawa beberapa bahan masakan lengkap dengan bumbu-bumbunya. Maklum, dihari kerja Indi akan sangat sibuk. Dia tidak pernah punya waktu untuk memasak. Sehingga dia tidak punya apapun yang bisa diolah dari kulkasnya. Kulkasnya penuh berisi biskuit, kacang dan beberapa minuman. Indi dan Lia adalah tukang makan.


Dia membawa semua belanjaannya kedapur kemudian memulai aksinya. Indi lumayan pandai memasak. Ketika dia tinggal didesa bersama orang tuanya, kerap kali dia membantu ibu dan neneknya memasak. Keahlian memasak dia dapatkan dari neneknya. Masakan nenek sangat enak.


"Li, kamu telpon Doni gih, suruh dia kesini. Kita sarapan bareng." Kata Indi pada Lia yang sedang membantunya memasak.


"Haha... sebelum kakak kasi tahu, aku sudah mengiriminya pesan untuk datang kesini." Kata Lia.


"Oh baguslah...."


"Tapi kak, habis makan aku sama Doni mau jalan-jalan ya... Aku sudah janji mau kepantai sama dia." Sambung Lia.


"Oke... tidak masalah." Indi mengerlingkan matanya.


"Kak Indi masih hutang cerita nih..." Lia masih penasaran.


"Cerita apa?" Indi pura-pura lupa.


"Hmmm... kakak mulai deh." Lia mulai gemas dengan kakaknya.


"Ya... oke kakak cerita. Kemarin dia bilang I Love You sama kakak." Serentak mereka berdua menghentikan aktifitas memasak mereka dan saling berpandangan.


"Trus, kak Indi jawab apa?"


"Kakak juga bilang hal yg sama." Jawab Indi ragu-ragu


"Artinya, kakak sudah jadian?" Lia senang mendengar kakaknya sudah menemukan tambatan hati yang baru.


"Hhmm... entahlah. Belum ada pembicaraan tentang itu." Indi mengangkat bahunya kemudian dia melanjutkan memasak.


"Aku doakan yang terbaik untuk kakak ya...Kakak pantas bersanding dengan Pak Arga. Dia orang baik." Lia memeluk kakaknya.


"Ada angin apa kamu tumben puji Arga? Biasanya kamu selalu mengomel tentang dia."

__ADS_1


"Dia memang menyebalkan dan dingin. Tapi, dia cukup baik hati. Apalagi kalau dibandingin dengan mantan kakak yang br****ek itu."


"Sudah jangan bahas dia lagi." Nada Indi agak tinggi. Bahkan membahas laki-laki itu saja sudah membuatnya naik darah.


"Maaf kak."


"Trus...kakak kemana saja kemarin?"


"Kakak menonton film di bioskop. Trus kami makan. Udah gitu aja."


"Ngucapin cintanya dimana?" Lia benar-benar ingin tahu secara detail bahkan jika Indi mampu, Lia juga ingin Indi menceritakan berapa jumlah langkah kaki mereka hari itu.


Indi tersenyum malu mendengar pertanyaan Lia. Tiba-tiba memorinya memutar kembali ke malam itu.


"Kak...malah bengong." Lia menyadarkan Indi dari lamunannya.


"Itu didepan rumah. Waktu itu...." Indi belum selesai dengan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


Tok...tok..tok..


"Biar kakak saja yang buka. Itu pasti Arga. Kamu bantu kakak rapikan masakannya dimeja makan." Kata Indi.


Lia mengangguk menyetujui perintah Indi.


Indi merapikan rambutnya sedikit, kemudian berlari kearah suara. Segera dia membuka pintu.


"Selamat pagi....." Sambut Indi.


"Hey....selamat pagi." Arga agak terbata-bata karena dia masih berada dialam bawah sadar akibat terhipnotis oleh kecantikan Indi.


"Ayo masuk."


Arga segera masuk keruang tamu. Kemudian dia duduk disofa.


"Aku tinggal sebentar ya, kamu disini saja dulu." Indi berlari kearah dapur untuk menyelesaikan masakannya sedikit lagi.


Tak lama kemudian, Doni datang. Doni sedikit agak kaget melihat Arga ada disana. Doni adalah teman sekelas Lia sewaktu SMA. Otomatis, dia juga mengenal Arga sebagai mantan gurunya. Namun Arga tak sekaget Doni. Arga sudah tahu Doni dan Lia pacaran sejak mereka kelas tiga SMA.


"Jadi teman kencan Kak Indi kemarin, Pak Arga?" Doni bertanya-tanya dalam hati.


"Pak Arga... Kenapa Pak Arga ada disini?" Doni mencari jawaban atas pertanyaannya, apakah Arga adalah teman kencan Indi atau bukan.


"Sama seperti kamu, mencari seorang wanita. Tapi yang pasti yang aku cari bukan si gadis lolipop itu." Arga tertawa terbahak-bahak diiringi oleh Doni.


"Pak Arga masih inget aja."

__ADS_1


"Iyalah, dia muridku yang paling aneh. Ternyata kalian masih bersama ya? aku pikir kalian sudah putus. Haha..." Arga tertawa meledek mereka.


"Berani sekali bicara begitu." Lia menyahut sambil berjalan kearah ruang tamu. Dia menatap Arga dengan tatapan mengajak duel.


"Kalian ini kalau ketemu pasti saja bertengkar. Nggak ditelepon, nggak didepan mata." Indi menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Iya Li, dia calon iparmu lho. Nggak boleh bertengkar begitu." sambung Doni.


Kali ini Arga yang merasa dirinya sedang diospek.


"Nah, kebetulan Doni sudah datang dan makanan sudah siap, kita sarapan bareng yuk... Aku dan Lia sudah memasak untuk kalian." Indi dan Lia mengajak mereka keruang makan.


Arga dan Doni hanya mengikuti mereka.


Pertemuan kedua ini, Arga tidak terlalu canggung lagi dengan Indi. Begitu sebaliknya.


Arga duduk disebelah Indi, sedangkan Doni duduk didepan Arga, membuatnya bersebelahan dengan Lia.


Mereka makan sambil berbincang-bincang. Tampak tawa menghiasi meja makan itu.


"Masakan kak Indi enak." Doni memuji.


"Ya kan Pak Arga?" Doni lanjut menggoda Arga.


"Aku juga bantu lho." Lia melirik kearah Doni menanti pengakuan.


"Emm...iya, enak banget. Ini makanan kesukaanku." Arga mengacungkan jempolnya.


"Wah... kebetulan sekali aku masak makanan kesukaanmu. Padahal aku nggak tahu makanan kesukaanmu." Indi terlihat puas karena Arga menyukai masakannya.


Indi memasak sayur sup, udang asam manis dan rendang ayam. Arga sangat suka makan udang asam manis.


"Bagaimana keadaan sekolah setelah kami tinggalkan Pak?" tanya Doni.


"Sekolah masih sama seperti hari terakhir kalian berada disana." sahutnya.


"Oh iya, kalian bukan muridku lagi. Jangan panggil aku Pak ya...Kakak aja." Arga meminta pada Lia dan Doni.


"Baik kak." Lia dan Doni serempak. Meskipun ini terasa aneh, tapi tidak apa-apalah.


Selesai makan, Lia dan Doni beranjak kepantai seperti yang dia katakan sebelumnya.


Tinggallah Arga dan Indi berdua lagi dirumah itu.


"Kemana lagi kita hari ini?"

__ADS_1


~Terimakasih sudah membaca. Terimakasih sudah vote, like dan comments. Terimakasih sudah menandai sebagai favourite. Semoga terhibur 😚😘~


__ADS_2