
Ponsel Indi berbunyi. Dia melihat ada pemberitahuan dimedia sosialnya. Rupanya pemberitahuan bahwa Edwin Wahyudinata menerima permintaan pertemanannya.
Tak lama kemudian, muncul sebuah pesan.
*"Hallo Indi, kamu temannya Arga ya?" tulis Edwin.
"Pacar kak....pacar..." Indi menggerutu dalam hati. Tapi dia ingat pesan Arga, tidak boleh menceritakan apapun tentang hubungan mereka pada Edwin.
~"Iya kak, saya temannya Arga. Kak Edwin kakaknya Arga ya?" Indi membalas.
*"Iya, aku kakaknya. Kamu masih sekolah atau sudah kerja?" tanya Edwin lagi.
~"Sudah kerja kak" Indi membalas singkat. Kenapa Kak Edwin mengintrogasinya? Apa Kak Edwin tahu mereka pacaran? Apa Arga diam-diam cerita pada Kak Edwin? Tapi tidak mungkin. Arga sendiri yang melarangnya untuk bercerita.
*"Kerja dimana?"
~"Di perusahaan Xilo kak"
*"Wah hebat kamu. Itu kan perusahaan besar. Tidak gampang bisa masuk keperusahaan itu. Kamu pasti sangat pintar." pujinya. Edwin rupanya tahu tempat kerja Indi. Jelas saja, perusahaan itu perusahaan besar. Cabangnya ada diseluruh dunia.
~"Tidak juga kak. Jangan berlebihan. Hanya kebetulan saja saya beruntung diterima disana. Kakak sendiri kerja dimana?"
*"Aku sedang merantau di negeri unta"
Rupanya Edwin sedang bekerja disebuah hotel besar diluar negeri.
~"Kakak juga keren" Indi tulus memuji calon iparnya.
*"Kamu ada nomor WA?"
~"Ada kak, kakak boleh simpan nomor ini." Indi memberikan nomor ponselnya pada Edwin. Kemudian Edwin segera menyimpannya.
*"Aku kerja dulu ya... lain kali kita sambung lagi." Edwin menutup halaman sosial medianya.
Indi senang bisa dekat dengan keluarga Arga. Dengan begitu, ketika dia menjalin hubungan yang lebih serius dengan Arga, dia tidak perlu canggung lagi dengan keluarga Arga.
***
Lia sedang jalan-jalan dipantai bersama Doni menikmati hari libur mereka. Dari tadi mereka bermain ombak, membangun istana pasir dan saling kejar-kejaran seperti yang ada difilm romantis.
Sudah dua jam mereka ada dipantai. Mereka sudah sedikit lelah.
Lia dan Doni duduk diatas pasir sambil menyeruput es kelapa muda mereka.
"Li, Kak Indi pacaran sama Kak Arga?"
"Entahlah, tadi sih Kak Indi bilang mereka belum jadian, tapi sudah saling menyatakan cinta"
__ADS_1
"Kasihan kak Indi." kata Doni.
"Kenapa?"
"Kak Arga sebenarnya sudah punya pacar. Kak Indi tahu nggak?" ungkap Doni
Mata Lia mendadak membelalak. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Artinya, Indi akan merasakan sakit hati lagi.
"Kamu tahu darimana Don?"
"Bu Hera sendiri yang bilang padaku kalau dia dan Kak Arga pacaran"
"Bu Hera, mantan guru geografi kita itu?"
Doni menganggukkan kepala.
"Sebaiknya kita kasi tahu Kak Indi nggak?" tanya Lia pada Doni ragu-ragu. Dia tidak ingin kakaknya sakit hati lagi. Baru saja kakaknya mulai menata hidupnya kembali. Tapi Lia juga tidak mau kakaknya disakiti.
"Menurutku sih, sebelum hubungan mereka lebih jauh lagi, Kak Indi akan semakin sakit hati. Lebih baik kita kasi tahu dia" Doni menjawab sangat mantap.
"Aku takut, nanti kak Indi akan sedih."
"Itu akan lebih baik daripada kakakmu hidup dalam kebohongan Kak Arga si raja playboy." Doni juga sebenarnya sudah menyayangi Indi seperti kakaknya sendiri. Dia tidak ingin calon kakak iparnya menderita. Mengingat Doni sangat tahu persis bagaimana kehidupan cinta Indi sebelumnya.
"Baiklah. Nanti kamu bantu aku sampaikan pada Kak Indi ya. Aku tak sanggup." ucap Lia lirih.
Doni tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang sangat menyayangi kakaknya itu.
*Dirumah Indi*
Sore itu, Lia dan Doni sudah kembali dari jalan-jalan. Mereka berbincang bertiga diruang tamu. Tampak Lia menatap Doni, memberi isyarat untuk memulai percakapan tentang Arga dan Hera.
"Kak Indi...."
"Yaa..." Indi menyahut sambil mengganti channel di tvnya.
"Aku mau bicara sesuatu yang serius. Tapi kakak janji ya jangan marah." ucap Doni penuh ketakutan.
"Kamu mau bicara apa? Kamu nggak akan bilang kamu menghamili Lia kan?" Indi berbicara santai setengah mengancam.
"Hmm.... Kak Indi ngawur. Mana mungkin aku melakukan itu." Doni cemberut. Kok malah dirinya yang kena tuduh.
Indi ketawa terbahak-bahak melihat muka masam Doni.
"Kak Indi tahu nggak kalau Kak Arga sudah punya pacar?" Doni berkata to the point.
Indi terperanjat mendengar apa yang baru saja diucapkan Doni. Tapi Indi berpikir, apakah yang dimaksud adalah dirinya?
__ADS_1
"Pacar? tahu."
"Kan aku pacarnya." ucap Indi dalam hati sambil tersenyum nakal.
"Kak Indi... aku serius." ucap Doni.
" Iya.. iya... kakak akan serius mendengarkan. Siapa pacarnya?"
"Sebenarnya aku tidak ingin memberitahu kakak karena kami tidak ingin membuat kakak sakit hati. Tapi kami rasa kakak harus tahu."
Indi mendengarkan dengan serius. Sepertinya Doni memang ingin berkata serius.
"Apa yang ingin kamu kasi tahu pada kakak?"
"Itu... Pak Arga. Aku tidak tahu Pak Arga sudah jadian sama kakak atau belum. Tapi Pak Arga sudah pacaran dengan Bu Hera, guru geografi disekolah."
Deg!
Kaki Indi terasa melemah, dia tidak mampu berdiri.
"Kamu serius?" tanya Indi.
"Aku sangat serius. Bu Hera sendiri yang cerita padaku."
Kemudian Doni mengambil ponselnya dan tampak memencet-mencet sesuatu.
"Ini kakak lihat saja profil sosial medianya Bu Hera" Doni menyodorkan ponselnya dengan halaman sosial media milik Hera.
Tangan Indi gemetar. Indi mengambil ponsel itu dari Doni. Dia melihat halaman sosial media Hera. Indi menaik turunkan layar bagai seorang detektif yang sedang mencari bukti. Beberapa kali Hera juga menulis status-status mesra tentang dirinya dan Arga. Dia juga sering mengunggah foto mesranya dengan laki-laki yang baru saja menjadi kekasih Indi. Dan ada satu dari foto itu baru saja diunggahnya. Baru diunggah beberapa menit yang lalu. Dalam foto itu, Arga memakai baju yang sama dengan yang dia pakai tadi sebelum meninggalkan rumahnya. Artinya, foto itu baru saja diambil mereka. Arga sedang bersama wanita itu.
Kaki Indi semakin lemah. Dia tidak mampu lagi berdiri. Hati Indi seketika luluh lantah berkeping-keping. Harapannya untuk bahagia bersama Arga kandas begitu saja. Kenapa Arga tega melakukan ini semua? Kenapa Arga mempermainkannya? Setelah satu bulan mereka melewati hari bersama-sama. Dan baru kemarin mereka berdua mengucapkan cinta. Berpelukan seakan tidak ada yang bisa memisahkan, tapi ini kenyataannya lain. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
Indi tak mampu lagi berpikir. Dia juga tak sanggup lagi meneruskan pencariannya. Beberapa foto yang sudah dilihatnya saja sudah cukup untuk menoreh hatinya. Membuat luka yang sangat dalam. Sakit sekali, tapi tak berdarah.
Indi mengembalikan ponsel Doni dan berjalan dengan gontai.
"Lelucon macam apa ini?" pikirnya.
~*****Semoga kalian tidak pernah bosan ya readers sayang***~**
Update cast Edwin yaa..
Nama : Edwin Wahyudinata
Umur : 26 tahun
Pekerjaan : PMI (Pekerja Migran Indonesia)
__ADS_1