Cinta Indira (Iparku Mantan Kekasihku)

Cinta Indira (Iparku Mantan Kekasihku)
Interview


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikan Indi, dia akan mengantar Edwin untuk melamar ke agent kapal pesiar. Edwin sudah menyiapkan surat lamarannya dan dia juga sudah berpakaian sangat rapi. Pagi-pagi sekali Edwin sudah sampai dirumah Indi.


Indi juga sudah bersiap-siap. Mereka rupanya sudah janjian sebelumnya, Edwin akan menjemputnya hari ini jam tujuh pagi. Indi juga sengaja mengambil cuti selama tiga hari dari tempat kerjanya untuk menemani Edwin.


Setelah keduanya siap, mereka berangkat menaiki motor matic Edwin. Indi dibonceng, dia hanya menjadi petunjuk arah.


Dalam waktu setengah jam, mereka sudah sampai disana. Edwin ditemani Indi masuk kesebuah kantor besar. Itulah agent untuk bekerja kekapal pesiar idaman banyak orang. Tampak puluhan orang berpakaian rapi sudah hadir dan antri disana.


Edwin datang disaat yang tepat. Hari ini ada interview dengan pihak pengelola kapal. Kebetulan sekali, jadi Edwin tidak perlu menunggu berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk mendapatkan tes wawancara itu karena pihak pengelola kapal biasanya datang beberapa bulan sekali saja.


Atas permintaan staff front office kantor tersebut, Indi menunggu diluar kantor sedangkan Edwin harus menunggu diruang tunggu yang sudah disediakan didalam kantor.


"Doakan aku." Edwin tersenyum meminta doa dari Indi. Dia akan menjalani tes wawancara hari ini. Lebih cepat daripada yang dia bayangkan.


"Pasti. Doaku menyertaimu." Indi membalas senyum Edwin.


Kemudian Edwin masuk kembali kedalam ruang tunggu.


Kantor tersebut terletak disebuah kompleks mall yang besar. Meskipun begitu, Indi sendirian diluar.


Dia duduk ditaman sambil memainkan ponselnya. Satu jam, dua jam berlalu, belum juga ada tanda-tanda Edwin muncul dari kantor itu.


Indi berjalan mondar mandir sambil melirik keruang tunggu. Edwin masih duduk manis disana bersama puluhan orang lainnya. Ada yang baru datang, ada juga yang sudah selesai diwawancara dan siap meninggalkan tempat itu. Semakin siang kantornya semakin ramai.


Indi merasa bosan. Dia berjalan masuk kedalam mall dan keliling disana sendiri. "Sebaiknya aku ke supermarket saja." pikir Indi.


Dia segera menuju supermarket yang berada dilantai paling bawah. Dia membeli beberapa minuman dan makanan ringan. Dia sudah tahu minuman kesukaan Edwin ketika mereka pergi ke minimarket malam itu.


Sesudah belanja, Indi kembali berjalan menuju kantor agent. dia duduk di barisan kursi yang tidak jauh dari kantor itu.


"Aku baru beli minuman. Kalau kamu haus, keluar ya. Aku ada didekat pintu." Indi mengirimkan pesan itu pada Edwin. Dia tahu Edwin pasti sangat kehausan berada didalam sana.


Dalam waktu sekejap, Edwin muncul dihadapannya.


"Mana minumanku?" katanya.


Indi menyerahkan satu plastik berisi banyak makanan dan minuman.


"Kamu pilih saja." kata Indi.


Edwin mengambil satu minuman kesukaannya dan duduk disebelah Indi. Dia segera membuka tutup botol dan meneguk isinya.


"Masih lama?" tanya Indi.


"Kurang tahu. Mungkin aku harus menunggu beberapa orang lagi sebelum giliranku. Kenapa? Kamu bosan ya?" Edwin mengelus-elus rambut Indi.

__ADS_1


"Tidak juga. Aku akan tunggu." Sahut Indi penuh senyuman.


"Aku masuk dulu ya. Terimakasih minumannya." Edwin bangkit berdiri dan berjalan menuju kantor tempatnya menunggu tadi.


Indi hanya tersenyum melihat Edwin berjalan menjauhinya. Dalam hatinya terus berdoa semoga Edwin berhasil.


***


Didalam ruangan, satu demi satu kandidat dipanggil untuk memasuki ruang khusus. Disana sudah ada pengelola kapal yang akan mewawacarai semua peserta.


Ada yang didalam hanya sebentar, ada yang agak lama. Edwin memperhatikan setiap orang yang keluar dadi ruangan itu. Dari ekspresi mereka, Edwin sudah bisa menebak keputusan user (orang yang mewawancarai mereka).


Edwin tampak gugup. Tapi mengingat Indi sedang menunggunya diluar, Edwin merasa memiliki kekuatan untuk melewati hari ini dengan sangat baik.


"Edwin Wahyudinata." Seorang staff front office memanggil namanya.


Edwin berdiri menghampiri perempuan itu.


"Silahkan masuk." Ucapnya.


Edwin melangkah menuju ruangan yang ditunjukan.


Dia melihat dua orang warga negara asing berpenampilan rapi siap membombardirnya dengan sejuta pertanyaan.


Team user melontarkan beberapa pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Edwin terhadap posisi yang dia lamar.


Beberapa kali mereka menganggukkan kepala tanda setuju dengan setiap penjelasan Edwin atas pertanyaan yang mereka lontarkan.


Mereka kagum pada Edwin. Dari caranya menjawab pertanyaan dan rincian jawaban disetiap pertanyaannya, mereka bisa menarik kesimpulan bahwa Edwin adalah salah satu calon crew mereka yang berkompetensi tinggi.


Hampir setengah jam mereka mewawancarai Edwin. Team user merasa sudah cukup karena masih banyak kandidat yang harus mereka wawancarai. Mereka menyerahkan surat lamaran Edwin yang sudah diisi kode khusus oleh team user.


"Serahkan ini pada staff front office. Sampai jumpa dikapal." kata salah seorang user dalam Bahasa Inggris.


"Terimakasih." Jawab Edwin.


Edwin tersenyum puas. Kata-kata team user tadi berarti dia diterima. "Yessss" Edwin bersorak dalam hati.


Kemudian dia menyerahkan surat lamaran itu kepada staff front office sesuai dengan perintah team user.


"Selamat bapak Edwin, anda diterima. Nanti pihak kami akan menghubungi anda melalui telepon untuk proses lebih lanjut. Harap selalu mengaktifkan ponsel anda." ucap seorang staff.


"Baik, terimakasih. Sekarang apa yang harus saya lakukan?"


"Anda sudah boleh meninggalkan tempat ini dan menunggu telepon dari kami." katanya.

__ADS_1


"Paling lambat dalam tiga hari kerja, kami akan menghubungi anda." Sahut staff front office tersebut.


Edwin segera keluar menemui Indi yang sudah sedari tadi menunggunya.


Indi melemparkan senyum ketika melihat Edwin berjalan mendekatinya.


"Sudah dapat giliran?" tanya Indi.


"Sudah. Aku sudah selesai interview." ucapnya.


"Trus, bagaimana hasilnya?"


"Coba kamu tebak."


"Kamu pasti diterima kan?" Indi sangat yakin.


"Ini semua karena doamu." Kata Edwin.


"Ah... nggak juga. Karena kamu memang berkompetensi. Selamat ya... kamu memang luar biasa." Ucap Indi.


Tubuh Edwin terasa gatal ingin memeluk Indi. Tapi dia harus tahan karena mereka sedang berada ditempat umum.


"Mau kemana kita sekarang?" tanya Indi.


"Makan dulu, setelah itu terserah kamu mau kemana." Edwin meraih tangan Indi dan menggandengnya.


Jantung Indi berdegup kencang. Dia menoleh Edwin seolah memastikan apakah Edwin dengan sengaja atau tidak memegang tangannya.


Edwin tahu Indi sedang memperhatikannya dan pasti Indi kaget karena dengan tiba-tiba dia menggenggam tangan Indi dengan erat.


"Biarkan saja aku pegang tangan ini." Kata Edwin sambil berjalan menuju parkir motor.


Indi berjalan disebelah Edwin. Dia berusaha mengontrol detak jantungnya yang dibuat tidak karuan oleh Edwin.


"Mau makan apa?" tanya Edwin.


"Apa saja terserah kamu."


"Aku suka soto ayam. Sudah lama aku tidak makan makanan itu. Kamu mau makan soto ayam?" Edwin memberikan ide.


Sebenarnya Indi tidak suka makan soto ayam. Tapi demi Edwin, baiklah dia akan coba.


"Iya, aku ikut." jawabnya.


~Happy reading readers sejati ❤️~

__ADS_1


__ADS_2