Cinta Mika

Cinta Mika
Bab 1


__ADS_3

Mikayla Adelia yang biasa di panggil Mika adalah seorang gadis cantik dan pintar, tinggi Mika sekitar 165cm dengan berat badan yang porposional, rambutnya hitam panjang dengan model potongan V jadi rambut bagian depannya terlihat panjang dibawah bahu sedangkan bagian belakangnya terurai panjang hampir menyentuh pinggangnya, kulitnya putih, mika bermata bulat dan indah, dia adalah anak dari seorang karyawan biasa. Mika tumbuh di keluarga yang sederhana tapi berkecukupan, dia adalah anak tunggal.


Kemudian Davi Cakra Susanto, pria muda tampan berbadan atletis, tingginya sekitar 185cm lebih, berkulit putih.


Davi juga anak tunggal, namun ia dari keluarga yang cukup kaya, ayahnya adalah CEO dari sebuah perusahaan dimana ayahnya mika bekerja.


Perbedaan usia antara Mika dan Davi adalah 5 tahun.


Saat ini usia Mika 23th, dia bekerja di salah satu stasiun TV swasta sebagai programmer.


Sedangkan Davi masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas XI ( 2 SMA).


Prolog


Saat itu usia Mika 11th tapi dia sudah duduk dikelas VII (1smp) karena Mika adalah murid yang pintar. Hari itu hari minggu, ayah mika Fatir mengajak istri (Lena ibu Mika) dan anaknya pergi ke pesta ulang tahun anak atasannya.


Sampailah di depan gerbang rumah yang sangat besar dengan gaya klasik yang megah dan sudah sangat ramai dengan tamu undangan, tamu undangan yang menghadiri pesta ulang tahun itu adalah kolega dan karyawan pilihan dari Cakra.corp milik bapak Adrian Susanto.


Semua undangan yang hadir memberikan kado dan ucapan selamat kepada anak yang hari itu berusia 6th dia bernama Davi Cakra Susanto putra semata wayang dari bapak Adrian Susanto dan ibu Amalia Dewanti.


Di acara tersebut ada pertunjukan sulap yang membuat heboh semua anak tamu undangan tak terkecuali Mika, tetapi disaat semua anak antusias melihat pertunjukan tersebut tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak.

__ADS_1


"Aaaaaaaaa..." Teriak takut dan kaget Davi, saat itu dia berdiri tepat di samping Mika. Mika pun tampak kaget dengan suara teriakan Davi itu, dan dilihatnya seekor ular besar yang sedang menghampiri Davi saat itu, semua anak pun berhamburan tapi hanya Mika yang tetap berdiri di sana dan sontak Mika ngambil sebatang kayu didekatnya dan mengusir paksa ular tersebut, seketika Davi memeluk Mika erat dengan sangat ketakutan, Mika yang juga takut hanya bisa mendorong ular tersebut agar tidak melukai dia dan Davi.


Tiba-tiba seorang pria paruh baya berlari dan langsung menangkap ular besar tersebut dan memasukannya ke dalam karung, orang tersebut adalah si pesulap tadi, karena ular itu adalah miliknya yang belum dia keluarkan saat atraksi tapi entah mengapa ular itu malah keluar dari kandangnya dan hampir melukai Davi.


Bapak Adrian pun sangat marah dan murka saat tau kejadian itu dan akhirnya secara paksa dia menyuruh karyawannya untuk membubarkan pesta tersebut.


Saat Fatir ingin beranjak pulang dan membawa Lena dan Mika dia pun berhenti setelah tau namanya dipanggil oleh Adrian "Pak Fatir tunggu" Adrian setengah berteriak karena jarak Adrian dan Fatir yang agak jauh.


"Ya Pak ada apa?" Tanya Fatir sambil melangkah menemui Adrian.


"Apakah anakmu tidak apa-apa? Apa ada yang luka?" Tanya Adrian dengan wajah khawatir.


"Tidak Pak anak saya tidak apa-apa dan tidak terluka sedikitpun" jawabnya Fatir.


"Aku dan istriku sangat berterimakasih kepada anakmu yang telah berani menyelamatkan anakku".. Adrian berkata sambil membelai lembut puncak kepala Mika dan mengulurkan tangan ke arah Mika.


Mika pun dengan senyum manisnya ngambil uluran tangan Adrian sambil mendekatkan punggung tangan Adrian ke dahinya, seraya mencium tangan tanda kesopanannya.


Lalu seorang anak pun berlari dan langsung memeluk Mika dan berkata "Kakak aku sangat suka padamu, kamu seperti superhero kak, terimakasih ya ka telah membantuku" ucap Davi sambil memeluk Mika erat, dan Mika pun membalas pelukan itu sambil tersenyum.


Setelah kejadian itu keluarga Adrian sangat dekat dengan keluarga Fatir, Davi anak Adrian sekaligus anak dari atasan Fatir sering sekali bermain hingga menginap di rumah Fatir. Fatir dan Lena pun sudah menganggap Davi seperti anak mereka. Dan begitu pula sebaliknya Mika yang sudah dianggap anak oleh Adrian dan Amalia, sering sekali Mika menginap dan bahkan mereka selalu mengajak Mika ke luar negeri saat liburan bersama Davi.

__ADS_1


Mika sangat menyayangi Davi seperti adiknya sendiri, dan Davi pun menganggap Mika sebagai kakak perempuannya. Karena kebetulan mereka berdua adalah anak tunggal jadi Mika dan Davi secara tidak sadar saling menyayangi dan membutuhkan satu sama lain.


Semua itu berjalan bertahun-tahun dan saat Davi mau masuk SMP, secara kebetulan pak Adrian sedang membuka cabang di Luar negeri dan dia sendiri yang menghandle kantor cabang miliknya sebelum dipercayakan ke orang lain, jadi Davi pun ikut bersekolah di luar negeri.


Sejak berada di negara XX dan terpaksa berpisah dengan keluarga Mika, Davi menjadi sosok yang pemurung. Hari-hari yang dia lalui pun terasa sepi. Adrian dan Amalia pun sangat sedih melihat perubahan anak semata wayangnya itu.


"Ayang (panggilan kesayangan Davi dari kecil oleh Mami dan Papinya, bahkan keluarga Mika dan Mika pun sering memanggil Davi dengan sebutan itu) apakah kamu mau kembali ke kota A dimana kita dulu tinggal?" tanya lembut Amalia kepada anaknya.


"Gak kok Mih.. Aku ingin di sini saja bersama Mami dan Papi" jawab Davi dengan senyum yang dipaksakan.


"Katakanlah nak apa yang kamu inginkan Mami dan Papi pasti akan membantumu nak". ucap Amalia ke Davi sambil mengelus puncak kepala Davi.


"Apakah kamu kangen dengan Mika dan Ayah Bunda ( panggilan Davi ke ayah bunda Mika) kamu di kota A?" tanya Amalia lagi dengan penuh khawatir.


"Tidak Mih... Mami tenang saja ya.. Aku kalau kangen mereka kan bisa langsung telepon atau mengirim pesan lewat sosmed Mih" jawab Davi dengan senyum yang lagi lagi di paksakan.


Berkali-kali Davi ditanya oleh Amalia apa dia menginginkan pindah kembali ke kota A, tapi Davi tidak pernah mau karena Davi tidak ingin mengganggu pekerjaan kedua orangtuanya.


Davi adalah anak yang mandiri dan penurut, dia tidak pernah mengecewakan kedua orang tuanya, karena dia sadar kedua orang tuanya hanya akan mengandalkan dia nanti saat mereka sudah tua.


Davi selalu menelpon Fatir dan Lena hampir setiap bulan, hanya untuk menanyakan kabar mereka. Sebulan sekali menurut Davi cukup, karena dia tidak mau mengganggu mereka. Tetapi saat dia telpon Ayah bundanya di Jakarta tidak pernah sekalipun dia berbicara dengan Mika, entah mengapa saat dia telpon Mika tidak pernah ada di tempat. Dan saat Davi mengirim pesan melalui email atau media sosial apapun Mika pun tidak pernah membalasnya.

__ADS_1


Davi hanya akan sibuk stalker atau mengintip akun akun medsos Mika saat dia rindu dengan Mika, dan sayangnya Mika tidak pernah meng-upload foto atau video akan dirinya, dan hanya tulisan tulisan penyemangat saja yang terpampang di akun medsos Mika.


__ADS_2