
Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt
Ponsel Leo berdering dengan getaran.
"Iya ka.. 15 menit lagi ya".. ucap Leo ke penelpon di seberang sana yang tak lain Radit.
Radit akan menjemput Leo, karena mobil Leo sedang di bengkel cat. Saat pergi ke pesta Andre Leo satu mobil dengan Fabian, dan karena Radit sedang keluar dengan Doni jadi sekalian pulang Radit menjemput Leo.
"Sorry ya.. kakak gue telpon" ucap Leo, saat ini Leo tidak seperti Leo yang biasa. Biasanya Leo cuek dan datar di samping wanita, tapi saat bersama Mika ia terlihat kikuk.
"Gapapa Yo santai aja.." ucap Mika dengan senyuman yang membuat jantung Leo berdetak cepat. "Gue ke Davi dulu ya Yo".. pamit Mika dan langsung menuju Davi. Davi menyambut Mika, tangan Mika langsung digenggam oleh Davi.
"Kaya orang mau nyebrang aja Dav.. hahaha" ucap Fabian dan Rangga pun tertawa, tapi Gladis langsung pergi entah kemana.
"Dia kenapa?" Tanya Mika yang dengan sikap Gladis.
"Biasa Mik, mungkin PMS kali hahaha" ucap Rangga asal, dan semua tertawa.
Tak lama satu persatu undangan pun pamit, Mika dan Davi pun pamit ke Andre. Davi yang selalu menggandeng tangan Mika menuju ke mobilnya bersamaan dengan Leo yang memang sudah dijemput oleh Radit.
Radit melihat ke arah Leo, tapi matanya tertuju ke arah gadis disebelah temannya Leo, yaitu Mika.
"Itu Mika bukan sih??... Apa gue ga salah liat??" Gumam Radit sambil terus memperhatikan Mika. Tiba-tiba Leo masuk ke dalam mobil dengan wajah sedih. Radit langsung terfokus ke Leo.
"Kenapa?" Selidik Radit.
"Ga papa cuma capek" jawab Leo.
Radit langsung menatap ke depan dia mencari-cari keberadaan Mika. Dia turun dari mobilnya dan menengok kanan dan kiri tapi Mika sudah tak ada di sana. Ya jelas saja sudah tidak ada, karena Mika sudah masuk kedalam mobil Davi dan mereka sudah di jalan menuju rumah Mika.
"Kenapa Kak?" Tanya leo bingung melihat kelakuan kakaknya.
"Ga apa-apa mungkin aku salah lihat" jawab Radit. Mereka langsung menuju apartemennya untuk istirahat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Mika dan Radit telah sampai di kediaman Fatir. Saat itu Fatir sudah menunggu Mika di depan rumahnya.
"Maaf Yah aku kemaleman antar Mika.." ucap Davi seraya mencium punggung tangan Fatir, diikuti oleh Mika.
__ADS_1
"Ga papa.. kamu nginep di sini aja ya Yang udah malam takut ada apa-apa" ucap Fatir.
"Ga usah Yah takut ngerepotin.. aku pulang aja.." jawab Davi menolak sopan.
"Udah masuk ayo.. masukkan juga mobil kamu" Fatir yang memaksa.
"Iya.. ayo cepat gih masukin mobilnya ke dalam.." ucap Mika yang membantu Fatir membukakan pintu gerbang rumahnya.
Davi pun tak bisa menolak dan memang dia juga sudah mengantuk.
"Kamu tidur di kamar Mika aja yah, kamar tamunya lagi di renovasi. Nih ayah bawain kaos ganti buat tidur" ucap Fatir sambil memberikan pakaiannya untuk Davi kenakan.
Davi kaget mendengar ucapan Fatir yang menyuruhnya tidur di kamar Mika. Pikirannya langsung melayang-layang entah kemana.
"Ayah tidur dulu ya...hoaaam.." ucap Fatir seraya menguap dan langsung masuk ke kamarnya.
"Makasih Yah.." ucap Davi.
Mika dengan cuek pergi ke kamarnya disusul oleh Davi.
"Kamu duluan aja Yang ke kamar mandi bersih-bersih.. oh iya sikat giginya di laci, ini handuknya" ucap Mika sambil memberikan handuk ke tangan Davi, lalu membersihkan makeup di wajahnya. Davi tak menjawab dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Selang beberapa menit Davi keluar kamar mandi sudah mengganti bajunya.
"Kamu mau tidur dimana?" Tanya Mika tanpa menoleh ke Davi dan sedang mengambil pakaian di lemari.
"Di sini aja.." tunjuk Davi ke sofa disamping ranjang.
Mika menganggukkan kepalanya dan memberi Davi bantal, guling dan selimut untuknya.
"Aku cuci muka dulu ya.." ucap Mika dan langsung masuk ke kamar mandi.
Davi merebahkan tubuhnya di atas sofa, dia menatap langit-langit kamar Mika, mengingat kembali masa kecilnya bersama Mika. Dulu dia sering sekali menginap di rumah Fatir, dan selalu tidur bersama Mika.
"Apa Ayah dan Mika masih menganggap aku anak-anak ya?.. Kok cuek banget menyuruh aku tidur satu kamar dengan Mika... Ckckck aku juga laki-laki normal.. dasar Ayah ga peka!!" Kesal Davi dalam hati.
Mika keluar dari kamar mandi, dan langsung mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur.
__ADS_1
"Met istirahat ya Yang" ucap Mika lembut, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menyelimuti dirinya, lalu tak lama Mika pun berada di alam mimpi.
Davi yang lelah pun langsung terlelap, tapi satu jam kemudian ia terbangun. Ia mencoba untuk tidur kembali tetapi gagal, akhirnya ia bangun dari sofa dan berjalan mendekati Mika yang sudah terlelap. Davi duduk di pinggir ranjang sambil menatap Mika yang sedang terlelap, entah apa yang dipikirkannya Davi mengecup kening Mika, lalu mengelus rambut Mika.
Mika yang merasa tersentuh rambutnya mengerjapkan matanya, mata Mika yang terbuka, membuat Davi kaget dan langsung bangun dari duduknya.
"Kenapa?? Kamu ga bisa tidur hmm?" Tanya Mika dengan suara berat khas orang bangun tidur.
Mika bangun dan duduk menyender di kepala ranjang.
"Kamu lapar?" Tanya Mika lagi ke Davi.
"I iya.." hanya itu yang bisa di jawab Davi.
"Yuk ke bawah cari makanan" ajak Mika. Dan Davi hanya menganggukkan kepalanya.
Mika turun dari ranjangnya lalu berjalan menuju dapur, tetapi sesaat dia berhenti di depan pintu kamarnya.
"Gendong aku dong Yang"... Pinta Mika manja. "Kamu kuat ga? Hehehe" tanya Mika.
Davi kaget dan panik, hatinya sangat senang mendengarnya. Tanpa menjawab ia langsung membungkuk membelakangi Mika tepat di depan Mika berdiri. Mika melompat pelan, kedua tangannya melingkar di leher Davi, kepalanya menyender di pundak Davi. Sedangkan kedua tangan Davi menyangga kaki Mika agar tidak terjatuh.
"Kamu masih ngantuk Ka?" Tanya Davi dengan lembut.
"Dikit... Hehe.. Hebat adik kecilku ini sudah lebih besar dan kuat bisa gendong aku" ucap Mika sambil tertawa kecil.
"Iya dong.." jawab Davi bangga.
Davi menuruni satu persatu anak tangga, lalu berjalan menuju dapur, dan menurunkan Mika di atas kursi dekat meja makan. Mika mengecek makanan yang ada di dapur, dan matanya tertuju pada mie instan.
"Mau makan ini ga?" Tanya Mika sambil menunjukkan beberapa bungkus mie instan. Davi pun menjawab dengan anggukan dan senyuman manisnya.
Lalu mika memasakannya mie instan tersebut, tak butuh waktu lama mienya pun siap dihidangkan. Mika memberi satu mangkok penuh di depan Davi, lalu Davi memakannya.
Tiba-tiba... Ceteeek..
________
__ADS_1
Hayoo.. bunyi apakah itu????...