Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 33


__ADS_3

Mika duduk di samping pintu masuk Mall, ia sedang memesan ojek online untuk pulang. Di pangkuannya juga ada kotak berisi kue kesukaan ia dan bundanya, setelah ia memesan ojek online tak berapa lama driver ojek online tersebut menghubungi Mika. Mika yang saat itu ingin menerima panggilan dari sang driver, tiba-tiba seseorang menghampiri Mika dan menarik tangan Mika hingga kue yang berada di pangkuan Mika terjatuh, lalu Mika dimasukkan ke dalam mobil milik seseorang tersebut.


Mika kaget ingin rasanya ia berteriak, tetapi saat ia mendongakkan kepalanya melihat siapa orang yang menariknya, mulutnya seperti terkunci. Mika yang kaget dan panik hanya bisa diam dan mengikuti kemauan Radit, ya seseorang yang menarik Mika adalah Radit.


Flashback


Radit dan Doni akan meninjau tempat di sebuah Mall di kota ini, mereka sudah ada janji dengan seorang klien. Saat Anto akan menurunkan Radit dan Doni di depan Mall, tiba-tiba Radit melihat Mika. Dengan cepat ia menghampiri Mika, ia pun mendengar bunyi ponsel Mika. Radit mengira itu panggilan dari Davi.


"Oh janjian dengan si bocah ternyata dia ga masuk kerja!!" Batin Radit yang kesal.


Ia langsung menarik Mika dan memasukan Mika ke mobilnya, karena situasi depan Mall tidak terlalu ramai jadi Radit dengan mudah menarik Mika tanpa ada yang memperhatikannya.


Flashback off


Di dalam mobil sudah ada Radit yang masih memegang tangan Mika, Doni dan Anto di depan.


"Don turun.. gantiin gue meeting sama pak Kemal, Anto anter gue ke pantai x" perintah Radit.


"Dit.. jangan gini kita omongin baik-baik oke, kasian Mika ketakutan!" Ucap Doni agak keras.


"Berisik.. turun Lo Don!!" Usir Radit ke Doni.


Doni pun akhirnya mengikuti perintah Radit ia menggantikan Radit untuk bertemu salah satu kliennya di Mall A. Lalu ia mengirim pesan ke Anto.


Doni : "To jangan jauh-jauh dari Radit.. kalo ada apa-apa segera Lo telpon gue.. inget kalo Radit kasar ke Mika cepet Lo tolongin Mika.. oke!!!"


Anto : "siap pak"


Anto mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan standard, di dalam mobil, Radit terlihat sangat emosi, beberapa kali ia memukul kursi di depannya.


Mika yang takut mencoba untuk tenang. Ia mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafas dalam dan membuangnya pelan-pelan.


"Pak maaf tangan saya sakit, bisakah bapak melepaskannya?" Pinta Mika pelan dan lembut.

__ADS_1


Radit yang mendengar permintaan Mika langsung menoleh dan menatap mata Mika, tatapan Radit yang awalnya sangat tajam dan menyayat berangsur-angsur berubah seperti biasanya tatkala ia melihat sedikit senyum di wajah Mika. Ya saat Mika ditatap oleh Radit Mika melemparkan senyum kecil agar Radit tak marah dan juga untuk menghilangkan rasa takutnya. Dan entah mengapa senyum Mika seakan menghipnotis Radit sehingga emosinya mereda.


"Kamu menghindari aku Mik?" Tanya Radit yang sudah tidak emosi.


Anto yang melihat perubahan wajah Radit dari kaca spion sedikit menghela nafas karena bos nya sudah tidak emosi.


"Pak Radit liat mba Mika senyum sedikit langsung luluh, benar-benar ajaib cinta ya.." batin Anto.


"Mik.. jawab!! Kamu menghindar dari aku?" Tanya Radit lagi.


"Ga kok.. ini buktinya aku ga kabur, masa di bilang menghindar?" Ucap mika dengan hati-hati.


"Terus kenapa ga masuk kerja?" Tanya Radit lagi.


"Oh itu karena aku lagi datang bulan pak.. hehe tadi pagi perut aku kram jadi aku ambil cuti pak.." Mika tertawa kecil, memang benar saat ini Mika sedang datang bulan jadi itu yang di jadikan alasan Mika.


"Kok bapak sih??" Radit yang mengerutkan dahinya.


"Ada pak Anto kan pak jadi kita ga berdua... Hehehe " jawab Mika santai dan tertawa kecil. Anto hanya diam pura-pura tidak dengar.


"Pengen makan kue mas, biasa kalau orang lagi datang bulan itu pengen yang manis-manis. Terus kalau pesan online kadang rusak kuenya jadi mengurangi tampilan dan rasanya mas.." penjelasan Mika yang asal, entah otaknya tiba-tiba mengarang indah, semata-mata agar Radit tak marah dan ia ingin pulang.


"Terus mana kuenya?" Tanya Radit lagi yang melihat tidak ada kue di tangan Mika.


"Ih mas parah banget sih.. tadi tuh kuenya jatoh gara-gara mas tarik aku!! Hufft masa ga liat!" Ucap Mika yang kesal.


Radit diam dan mengingat-ingat kejadian tadi. Dan akhirnya ia ingat kotak yang di pangkuan Mika.


"Hehe maaf ya Mik.. nanti kita beli kue yang kamu suka ya" ucapnya sambil tersenyum. Mika mengiyakannya dan mereka pun tertawa bersama.


Mika yang melihat senyuman dan tawa Radit sedikit lega, karena emosi Radit sudah reda. Begitu pula Anto, ia juga sangat lega bahwa bos nya sudah tidak emosi.


Anto yang sudah bertahun-tahun menjadi driver pribadi Radit sangat tahu bagaimana kalau Radit emosi. Menurut Anto bos nya itu kalau emosi kaya orang kesurupan, sangat mengeringkan.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di sebuah pantai. Radit mengajak Mika turun dari mobilnya. Mereka berjalan di pinggir pantai, sesekali mereka terlihat tertawa bersama dan saling bercanda. Setelah berjalan di pantai dan bergandengan tangan, mereka berhenti di sebuah cafe di pinggir pantai dengan pemandangan matahari terbenam. Mereka memilih kursi dimana terlihat jelas matahari terbenam, Mika diam dan terpukau melihatnya. Radit yang tak menyia-nyiakan kesempatan itu langsung mengambil ponselnya dan mengambil foto Mika yang sedang menatap matahari terbenam. Tentu saja tanpa sepengetahuan Mika.


seorang pramusaji mendatangi mereka dan mencatat pesanan Radit dan Mika. Setelah itu mereka kembali terdiam.


"Mik.. kenapa blokir nomor aku?" Tanya Radit yang memecahkan diam antara Radit dan Mika.


Mika panik dan berpikir keras untuk mencari alasan agar Radit tak marah.


"Hah... Masa mas?" Tanya balik Mika yang pura-pura tidak tahu.


"Bohong kamu... Kamu marah kan sama aku!!" Ucap Radit yang memang benar.


Mika hanya diam dan menganggukkan kepalanya pelan. "Duuuuh Mika bodoh nanti dia marah lagi!!" Batin Mika yang berteriak.


Huuuuuft Radit menghela nafasnya kasar.


"Maaf Mik, maafkan aku.." ucap Radit seraya memegang tangan dan mencium punggung tangan Mika.


Sontak Mika kaget atas apa yang dilakukan Radit. Mika menarik tangannya dari genggaman Radit. Membuat mata Radit membulat dan terlihat emosi.


"Sudah mas jangan dibahas.. tangan aku juga masih sakit, udah gitu kamu tambah lagi tadi tarik aku.. nih liat tangan aku sakit tau!!" Gerutu Mika yang memperlihatkan pergelangan tangannya yang lebam berwarna merah kebiruan.


"Astaga ini serius Mik aku yang melakukannya?" Tanya Radit kaget dan mengelus lembut tangan Mika yang lebam. "Kita ke dokter aja ya Mik biar cepet sembuh" ucap Radit.


"Ga usah mas" ucap Mika yang mencoba menarik tangannya kembali.


Tak lama seorang pramusaji datang membawa minuman dan makanan yang mereka pesan, lalu mempersilahkan mereka untuk menyantapnya.


Mika makan makan perlahan, sedangkan Radit belum memulainya ia menatap wajah Mika, tatapan yang sulit diartikan. Lalu..


"Mik.. ada hubungan apa kamu sama bocah temennya Ade aku itu?!!


Jedeeeeer mika kaget atas pertanyaan itu...

__ADS_1


Kira-kira jawab apa ya si Mika...


__ADS_2