Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 31


__ADS_3

Davi sengaja berada di luar kamar agar Mika yang sedang tidur tidak terganggu. Ia menerima panggilan video dari nama 'harus diangkat', karena penasaran siapa sipenelpon itu.


Radit : "mana Mika??" Tanya Radit angkuh..


Davi tersentak kaget ia membulatkan matanya, lalu tersenyum kecut.


Davi : "hei orang ga tau malu, jangan pernah ganggu Mika lagi atau gue bakalan laporin Lo ke polisi!!!" Ucapan Davi yang mengancam Radit.


Radit : "hahaha dasar bocah kurang ajar!!. Awas Lo ya!!" Ancam Radit yang tak mau kalah.


Davi menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum kecut dengan mata yang sinis, lalu langsung mematikan panggilan tersebut dan memblokir nomor itu.


Lalu ia kembali ke kamarnya dan istirahat di kursi di samping Mika dan memegang tangan Mika, hingga ia pun tertidur.


Paginya Mika bangun terlebih dahulu, ia melihat Davi yang tertidur di kursi sampingnya dan menggenggam tangannya, ia tersenyum lalu membelai lembut rambut Davi. Mika duduk di ranjang mendekatkan wajahnya ke telinga Davi, lalu membangun kan Davi dari tidurnya.


"Yang bangun, Yang bangun tidurnya pindah sini di kasur" ucap Mika lembut dan membuat mata Davi mengerjap.


"Kamu udah bangun.. masih pagi tidur lagi aja.." ucap Davi seraya mengucek matanya.


"Sini kamu pindah di kasur jangan di kursi nanti pegel.." ucap Mika sambil menepuk kasur di sampingnya.


Davi pun akhirnya pindah dan tiduran di atas ranjang itu, ia bersebelahan dengan Mika. Davi menghadap Mika, ia menarik pelan lengan Mika hingga Mika berada di dalam pelukannya, wajah mika berada di dada Davi, hembusan nafasnya sangat terasa di dada Davi yang seakan-akan menyentuh ke dalam hati Davi. Salah satu tangan Davi membelai lembut rambut Mika. Mika pun membalas pelukan Davi dan tersenyum bahagia merasakan hangatnya perasaan saat ini.


"Tidur lagi aja ya.." ucap Davi dan Mika menganggukkan kepalanya.


Tak lama terdengar nafas Davi yang teratur, menandakan Davi telah memasuki alam mimpi. Mika pelan-pelan melepaskan pelukannya, ia dengan hati-hati memindahkan tangan Davi. Lalu Mika bangkit dari tempat tidur itu. Ia pergi ke kamar mandi, mencuci wajahnya yang sembab karena menangis. Lalu ia keluar kamar mandi, menuju pintu yang mengarah ke luar dan duduk di kursi yang ada di balkon kamar Davi.


Huuuft Mika membuang nafasnya panjang. "Itu pak Radit kenapa sih?.. kenapa emosi? Kenapa mendorong dan memperlakukan Davi seperti itu? Apa yang harus aku lakukan? Aku juga sudah memukulnya, pasti dia tambah marah!.. Tuhan apa yang harus aku lakukan??" Gumam Mika dalam hati.


Mika duduk hampir dua jam hingga pukul tujuh pagi. Davi mengerjapkan matanya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, ia tak menemukan keberadaan Mika. Lalu saat ia ingin mengecek kamar mandi, ia melihat Mika yang sedang duduk di kursi balkon, Mika duduk dengan menekuk dan memeluk kakinya hingga ke dada lalu menaruh dagunya di atas lututnya dan menatap kosong ke depan.


"Ngapain di situ? Nanti masuk angin, sini masuk Ka kita sarapan dulu yah.." ajak Davi.


Mika menganggukkan kepalanya dan masuk kembali ke dalam kamar Davi, lalu Davi menekan tombol telpon intercom membuat panggilan ke dapur, dan meminta bi Minah membawakan mereka sarapan. Mika dan Davi keluar kamar dan duduk di ruang televisi di depan kamar Davi, tak lama bi Minah datang membawa nampan berisi sarapan untuk mereka berdua.

__ADS_1


Bi Minah melihat tangan Mika yang memar berwarna merah ke biruan.


"Astaga non Mika tangannya memar begitu, pasti jatohnya kenceng banget ya?" Khawatir bi Minah ke Mika.


Mika bingung atas pertanyaan bi Minah tapi ia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Apa ga ke dokter aja atau bibi panggil tukang urut ya takutnya ada bagian yang keseleo" tawaran bi Minah yang ingin membantu.


"Hehe ga usah Bi.. aku udah ga papa kok.. abis sarapan aku juga akan pulang" ucap Mika dengan senyuman.


"Kok cepet-cepet sih non, den.. eh bibi kan masih kangen.. iya kan den?" ucap bi Minah dengan tertawa kecil, Mika dan Davi pun tertawa.


"Bibi tau aja hahaha" ucap Davi dengan tertawa.


Bi Minah pamit meninggalkan mereka dan kembali bekerja di bawah. Mika dan Davi memakan omlet sosis buatan bi Minah dengan lahap. Setelah selesai Mika menatap Davi dengan tatapan yang sulit diartikan. Davi yang sadar akan tatapan Mika lalu menatap balik wajah Mika.


"Kenapa?" Tanya Davi lembut.


"Kamu ga tanya aku tentang kemarin?" Ucap Mika.


"Dia itu atasan aku di kantor, aku ga tau kenapa dia gitu ke aku.. beberapa bulan terakhir aku sering sekali melakukan pekerjaan yang mengharuskan aku bersama dengannya." Kenang Mika.


"Aku juga ga tau dia ternyata kakak dari Leo, memang ia adalah orang yang dingin dan sedikit aneh tetapi ia tidak pernah berbuat jahat kepadaku.." lanjut Mika.


Davi lalu menghela nafasnya kasar.


"Ternyata adik dan kakak sama saja.. sama-sama gila!!" Ucap Davi.


"Maksud kamu Yang?" Tanya Mika.


"Kamu tau Ka, si Leo itu pernah mengambil foto kamu saat di rumah Andre lalu ia mempostingnya di akun ig nya".. ucap Davi.


Mika membulatkan matanya..


"Lalu kamu diam saja?" Tanya Mika penasaran, ia sudah duduk menghadap wajah Davi.

__ADS_1


"Ya.. aku diamkan saja.. " ucap Davi sambil menghela nafasnya panjang dan menatap ke langit-langit ruangan.


"Oh gitu.. kenapa kamu diamkan?" Tanya Mika dengan wajah yang sudah cemberut. Entah mengapa ada rasa kecewa di hati Mika mendengar ucapan Davi tadi.


"Ya aku bingung harus berbuat apa? Aku hanya berpikir bahwa ia hanya pengagum kamu aja, toh yang sebenarnya dekat sama kamu cuma aku kan?!!!" Ucapan Davi diselingi dengan pertanyaan yang masuk ke dalam hati Mika.


"Iya cuma kamu aja yang selama ini selalu ada di samping aku, sejak kamu kembali ke negara ini" ucap Mika tersenyum...


"Makanya jangan jauh-jauh dari aku ya Yang!" Kata-kata Mika yang membuat Davi tersentuh. Lalu memeluk Mika erat dan di balas pelukannya oleh Mika.


"Antar aku pulang ya.." pinta Mika seraya tersenyum.


Davi menganggukkan kepalanya. Tapi wajahnya masih datar seperti masih ada yang ingin dia sampaikan.


"Ka.. terus besok apa yang akan kamu lakukan kalau boleh aku tahu..?" Tanya Davi penasaran.


"Aku mungkin mau cuti dulu.. lalu aku akan resign Dav.." ucap Mika dengan wajah datarnya.


"Apapun yang kamu lakukan aku pasti selalu disamping kamu Ka.." ucap Davi dengan lembut lalu mengecup kening Mika.


Cup.. kecupan yang mendarat di kening Mika membuat Mika mematung. Davi lalu berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya meninggalkan Mika yang mematung.


"Aku mandi dulu ya.." ucap Davi tanpa menoleh dan pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya.


Mika yang tersadar dari lamunannya berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.


"Dia mencium aku lagi.." gumam Mika dan senyum tercipta di wajahnya. Wajah Mika pun memerah seketika wajahnya panas.


"Perasan apa ini?? Kok jantung aku dag Dig dug gini... Apa aku ada rasa dengan si anak kecil itu???" Batinnya....


___________


Gimana kira-kira perasaan apa ya???


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ka...

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungannya..


__ADS_2