Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 21


__ADS_3

Davi menerima suapan dari Mika, dan mereka pun makan bersama bergantian dengan Mika yang memegang sendok.


Setelah selesai makan, mika mengajak Davi untuk turun ke ruang tengah, di sana sudah ada ayah Fatir dan bunda Lena sedang asik minum teh dah menonton TV. Lalu Davi dan Mika bergabung dengan mereka duduk di sebelah Lena.


"Udah pada bangun" ucap Lena.


"Maaf Bun aku benar-benar capek jadi kesiangan bangunnya" alasan Mika.


"Aku juga maaf Bun tadi ketiduran.." ucap Davi.


"Yang kamu ga mandi dulu? Tadi kan abis lari keringatan" ucap Fatir ke Davi.


"Nanti aja Yah aku mandi di rumah aja... Mm sekalian aku pamit dulu Yah, Bun" pamit Davi ke orang tua Mika.


"Kok cepet-cepet sih?" Jawab Ayah Fatir dan bunda Lena berbarengan. Tapi Davi hanya tersenyum.


Davi mencium punggung Fatir dan Lena pamit untuk pulang, sedangkan Mika mengantar Davi hingga gerbang rumah.


"Nanti malam bisa ga kamu ikut aku ke ultahnya Andre?" Tanya Davi ke Mika sebelum masuk ke mobilnya.


"Bisa... Jam berapa?" Jawab Mika santai.


"Mmm tapi ada dress code nya Ka, harus serba hitam.. kamu ada dress hitam?" ucap Davi.


"Ada kok tenang aja.. kamu gimana apa sudah ada baju yang cocok buat nanti malam?" Tanya balik Mika ke Davi. Tapi Davi hanya menggelengkan kepalanya.


"Nanti jam 3 sore aku jemput ya Ka.. kita beli baju yang sesuai dress code nya.. Mau ga?" Ucap Davi.


"Oke.." Mika mengiyakannya.


______________


Di apartemen Radit..


Radit keluar kamarnya dan melihat, Leo, Fabian, Denis, dan Rangga sedang bermain game console di depan tv.


"Siang ka..." Sapa mereka berbarengan. Dan di jawab hanya dengan anggukan kepala oleh Radit. Mereka sudah terbiasa dengan sifat dan sikap Radit yang seperti itu.


"Pada mau makan siang apa?? Leo tolong pesan makanan untuk makan siang kita semua ya" perintah Radit ke Leo dan Leo pun mengiyakannya.

__ADS_1


Selang beberapa waktu pesanan mereka pun tiba, Radit mengajak teman-teman Leo untuk makan bersama di meja makan. Mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan Radit membuka pembicaraan, padahal mereka tau kalau kakak dari Leo ini jarang sekali bicara.


"Kalian tim basket kok cuma berempat? Apa Andre sekarang sudah mau ikutan main basket?" Tanya Radit dengan wajah datarnya sambil meminum minuman kaleng dingin.


"Hahahha Andre mana mau ikutan basket ka.." ucap Rangga diiringi tawa dari empat orang itu. Radit tau sifat Andre karena Andre dan Leo sudah lama menjadi sahabat.


"Terus satu lagi mana?" Tanya Radit lagi.


"Ada kak tapi kayanya susah deh dekat sama Leo.. hehe" kali ini Denis yang bersuara dengan tertawa menyindir.


"Apaan.. kenapa gue?" Reaksi Leo yang tak terima.


"Kenapa sama ini anak?" Selidik Radit.


"Leo naksir pacarnya Davi kak hahahaha" jawab Rangga diiringi dengan tawa Rangga, Denis, dan Fabian.


Radit menyipitkan matanya melirik Leo seakan meminta penjelasan.


"Hehe cewenya cantik kak, aku kayanya love at first sight deh" ucap Leo malu-malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Radit menggelengkan kepalanya, lalu berdiri dan mengacak-acak rambut Leo. "Nanti ajak juga dia main ke sini" perintah Radit dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Leo.


"Ka.. aku nanti mau ke ultahnya Andre.. mungkin pulang telat" pamit Leo ke Radit, Radit menganggukkan kepalanya.


__________________


Tepat pukul tiga sore Davi menjemput Mika, dan meminta izin ke Fatir dan Lena untuk pulang telat. Mereka membeli kemeja dan gaun berwarna hitam, kemeja hitamnya tersebut memakai aksesoris bordir hitam yang sama pada gaun tanpa lengan dan panjang di bawah lutut yang akan Mika kenakan, dan itu menadakan bahwa pakaian mereka memang sengaja di design khusus untuk pasangan atau sepasang kekasih.


Setelah selesai mendapatkan pakaian yang akan di pakai nanti, Davi dan Mika menuju ke kediaman Adrian. Saat itu Mika di sambut oleh bi Minah dan beberapa art di rumah tersebut.


"Bi Minah.... Masih ingat aku ga?" Tanya Mika dengan senyuman termanisnya.


"Pasti lah... Cantik banget non Mika!" Jawab bi Minah. Mika langsung memeluk bi Minah. "Non bi Minah bau minyak goreng, nanti non Mika jadi bau" ucap bi Minah.


"Ga kok.. aku ke atas dulu ya Bi.." pamit Mika menuju kamar Davi bersama Davi di sampingnya.


"Udah lama banget aku ga kesini.." Mika menjatuhkan dirinya ke atas kasur dan Davi pun ikut merebahkan diri di samping Mika.


Tatapan mata mereka bertemu, tiba-tiba wajah keduanya pun memerah. Davi langsung bangkit dari samping Mika, ia membuang mukanya panik.

__ADS_1


"Ka kamu mandi dulu aja.. "perintah Davi.


"Iya aku mandi dulu ya, minta handuknya" ucap Mika, dan Davi langsung menyerahkan handuk dan jubah handuk dari dalam lemarinya.


Davi keluar kamar menuju dapur dan mengambil minuman kaleng dingin untuk menghilangkan paniknya.


"Den Davi.. ini bibi antar ke atas ya cemilannya.." ucap bi Tati salah satu art di kediaman Davi, dan Davi hanya menganggukkan kepalanya.


Bi Tati meninggalkan minuman, cemilan dan buah di meja depan kamar Davi. Saat Davi kembali ke kamarnya dan memasukan nampan berisi makanan yang di bawa bi Tati tadi ke kamarnya, betapa kagetnya ia yang melihat Mika sudah rapih dengan gaun dan make up naturalnya, sedangkan tangannya masih sibuk menata rambutnya.


Davi yang terpesona akan kecantikan Mika berdiri mematung di depan pintu kamarnya.


Tiba-tiba..


Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt diiringi dering handphone Davi. Ada panggilan video masuk dari Amalia mamihnya Davi.


"Halo sayang lagi apa?" Tanya Amalia di seberang sana.


"Mih... Liat deh ini siapa?" Ucap Davi seraya menunjukkan wajah Mika yang sudah cantik.


"Anak gadis mamih... Cantik banget.." ucap Amalia, Mika yang antusias melambaikan tangannya.


"Hai mih.. kangen deh" ucap Mika manja.


"Mamih juga kangen banget sama kamu sayang... Kalian mau kemana?" Tanya Amalia penasaran.


"Mau ke pesta ultah Andre mih temen aku" jawab Davi.


"Oke.. nanti telpon mamih ya.. kalian hati-hati." Ucap Amalia dan memutuskan panggilan video tersebut.


Mika duduk di ranjang dan berdampingan dengan Davi agar bisa satu frame saat panggilan video tadi, ternyata membuat jantung Davi berdetak kencang tak karuan, Davi pun mematung sejenak. Tatapan mata Davi sangat sulit untuk diartikan, Mika pun menatap Davi, tetapi......


_______________


Terimakasih untuk semua yang sudah mampir dan membaca tulisan saya yang masih buruk ini.. Maklum pemula 😅 jadi kalau ada salah-salah kata harap dimaklumi ya..


jangan lupa tinggalkan jejak ya kak minta kritik dan sarannya, juga jangan lupa untuk like dan jadikan novel ini favorit kamu ya agar selalu tahu kapan saya Up lagi..


Jika berkenan tolong Vote novel ini.. terimakasih atas kunjungannya 🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2