Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 11


__ADS_3

*Toko buku yang mereka kunjungi ini ada di dalam sebuah Mall jadi jangan kaget ya kalau mereka lagi di dalam Mall.


"Pulang mas" jawab Mika singkat. Tetapi tiba-tiba terdengar bunyi KRIIIIIYUUUUUUK......


"Duh.." panik Mika sambil memegang perutnya yang keroncongan.


"Wah mending kita makan dulu ya di Restoran depan itu... hahaha sepertinya perut kamu sudah meronta-ronta minta diisi itu" ledek Radit dengan tawanya. Mika hanya menganggukkan kepalanya karena malu kalau perutnya ga bisa dikondisikan dengan benar.


"Asem nih perut bikin malu aja" gumam Mika yang masih terdengar jelas oleh Radit dan membuat Radit tertawa. Entah mengapa saat Radit bersama Mika dia selalu tertawa, padahal Radit dikenal sebagai orang yang dingin dan tegas.


Mereka pun berjalan menuju restoran tersebut, dan saat sampai di restoran tersebut, restoran terlihat ramai karena memang sudah masuk jam makan siang. Setelah mereka duduk seorang pramusaji restoran mendatangi mereka seraya menunjukkan buku menu dan dengan sigap siap untuk mencatat menu yang dipesan oleh Mika dan Radit.


Mika memesan 1 porsi sirloin steak dengan mushroom sauce dengan tingkat kematangan medium well dan segelas ice lemon tea, sedangkan Radit memesan sirloin steak barbeque sauce dengan tingkat kematangan medium, dan ice tea. Jelas saja mereka memesan steak karena memang restoran yang mereka kunjungi adalah restoran steak.


Tidak harus menunggu lama mungkin hanya sekitar 15 menit saja pesanan mereka sudah datang. Mika makan dengan nikmat dan membuat Radit tersenyum karena gemas, menurut Radit cara makan Mika itu terlihat menggemaskan, padahal jika dilihat oleh orang lain mungkin terlihat biasa saja.


"Gimana enak ga?" tanya Radit yang memecahkan keheningan itu.


"Enak mas.. nih cobain deh..aaaa" ucap Mika yang dengan tanpa sadar mendekatkan potongan daging steaknya ke mulut Radit, membuat Radit kaget dan langsung membuka mulutnya memakan daging yang disuapi oleh Mika. Kebiasaan Mika saat bersama Davi jika makan bersama pasti Mika sering menyuapi Davi hanya untuk sekedar berbagi dan Davi pun melakukan hal yang sama, tapi entah mengapa Mika sekarang melakukan itu ke Radit, apa mungkin karena Mika merasa nyaman, dia pun tidak tahu.


"Gimana enak ga?" tanya Mika santai dengan senyuman yang menambah kecantikan wajah Mika.


"Uhuk....uhuk..." Radit batuk dan hampir tersedak, dan dengan segera Mika memberikan minuman ke arah Radit.


"Nih mas minum dulu... pelan-pelan ya".. ucap Mika khawatir.


Wajah Radit langsung memerah saat melihat perhatian yang diberikan oleh Mika. Jantung Radit berdetak kencang membuatnya gugup dan hampir tersedak.


"Makasih ya.." dengan suara yang rendah Radit mengatakan ucapan terimakasih nya. Mika hanya membalas dengan senyuman dan mereka melanjutkan makannya, hingga selesai.


"Habis ini kamu mau kemana mik?? Biar aku antar ya.." ucap Radit ke Mika yang sontak membuat Mika kurang nyaman, karena bagaimanapun juga Radit adalah atasan Mika jadi itu membuat Mika kurang nyaman bila harus bersamanya.


"Ga usah mas, habis ini mau pulang aja.. saya pesan taksi online aja" jawab Mika sopan.

__ADS_1


"Loh sekalian aja... udah pokoknya aku antar, kamu mau pulang kan?" paksa Radit, dan Mika hanya menjawab dengan anggukan kepalanya, dan sedikit memonyongkan bibirnya kesal. Terlihat menggemaskan di mata Radit membuat Radit tak hentinya tersenyum.


_____________


Saat di jalan suasana canggung terjadi, kebanyakan Mika hanya melihat ke jalan saja sedangkan Radit hanya fokus menyetir.


Ting.. Ting... suara pesan di aplikasi WhatsApp ponsel Mika, dengan santai Mika membaca dan membalasnya.


Bunda : Sayang kamu masih di jalan?


Mika : Iya Bun kenapa?


Bunda : Kalau bisa bunda titip jeruk peras ya 2 kilo, buat ayah nih. Kayanya masuk angin jadi ingin minum jeruk panas buatan bunda.


Mika : Kalau bisa ya bund, tapi Mika usahain.


Bunda : oke hati-hati nak.


"Siapa???" tanya Radit datar dengan lirikan tajam.


"Oh ini bunda... mmm Mas tolong turunkan aku di toko buah Berkah ya setelah lampu merah di depan" jawab Mika seraya menunjuk ke arah depan jalan.


"Kenapa??" selidik Radit menyipitkan matanya dan mengerutkan dahinya.


"Bunda aku titip jeruk buat ayah soalnya ayah masuk angin" jujur Mika ke Radit.


Entah mengapa Radit terlihat tidak percaya, dan malah berpikir bahwa Mika habis chat dengan lelaki lain. Dia menarik nafas dalam dan membuangnya kasar menahan emosinya yang tak wajar.


"Kamu serius itu dari bunda kamu??" ucap nya dengan nada yang agak kesal.


Mika bingung kenapa Radit seperti itu, padahal tadi dia sangat baik ke Mika. Tatapan matanya pun berubah tajam membuat Mika takut dan gugup.


"Serius... nih..." seru Mika dengan memperlihatkan chatnya bersama bundanya.

__ADS_1


Radit tak menjawab dia hanya melirik layar ponsel Mika dan di sudut bibirnya terukir senyum kecil yang membuat Radit seketika berubah, tatapan yang tajam tadi hilang berubah menjadi hangat kembali. Saat sampai di toko buah Berkah, Mika turun dan berniat mengambil belanjaan yang tadi ia beli di toko buku yang berada di kursi belakang.


"Kamu mau ngapain?" tanya Radit.


"Mau ambil buku yang tadi di beli" dengan polosnya Mika menjawab.


"Nanti aja yu turun.." ajak Radit ke Mika yang masih bingung.


"Mas aku turun di sini aja, mas lanjutin aja jalannya.. ini makasih ya" ucap Mika yang mengangkat plastik belanjaan bukunya.


Tetapi Radit langsung memegang tangan Mika saat Mika hendak turun dari mobilnya. "Kamu ini.. katanya mau beli buah kok malah jadi gini?" kesal Radit.


Mika mengerutkan dahinya, "ini orang kenapa sih?? kaya salah makan!!" gerutu Mika dalam hati.


"Ih mas maunya gimana sih? bingung aku" tanya Mika yang memang bingung.


"Aku antar kamu beli buah terus antar kamu pulang!! Apa jangan-jangan kamu bohong ya?" ketus Radit dengan nada agak tinggi.


"Bohong apanya??.. Serah deh mas" jawab Mika pelan seraya membuka pintu mobil dan turun. Mika sangat aneh dengan sikap Radit yang memaksa seperti itu. "Lah kita kan ga deket-deket amat kok dia gitu sih.. aneh" gumamnya dalam hati.


Mika memilih jeruk peras tersebut dan memberikan langsung ke penjualnya untuk di timbang dan membayarnya. tetapi saat akan membayar Radit langsung menyela Mika dan langsung menyodorkan uang ke si penjual. Radit langsung membayar buah yang Mika akan beli, itu membuat Mika kurang nyaman.


"Duh.. Mas kok di bayarin sih" kesal Mika.


"Udah yu.." ucap Radit yang tidak memperdulikan omongan Mika dan langsung menenteng plastik jeruk itu. Lalu Radit membukakan pintu mobilnya agar Mika masuk kembali ke dalam mobil.


Mika hanya bisa menghela nafasnya kasar, dia tidak nyaman dengan perlakuan Radit kepadanya. Saat mika masuk dalam mobil Mika mengucapkan terimakasih ke Radit, dan Radit membalas dengan mengusap puncak kepala Mika dan sedikit mengacak rambutnya. Mika yang kaget spontan memundurkan kepalanya dan langsung merapihkan rambutnya.


"Duh jadi berantakan dong" kesal Mika dengan wajah cemberutnya. Radit yang melihat itu malah tertawa.


Diperjalanan pulang hanya hening yang tercipta di mobil Radit, dan tak terasa Mika telah sampai di depan Rumahnya. Sontak Mika kaget dan bingung kenapa Radit bisa tahu letak Rumahnya sedangkan sedari tadi Mika sepertinya belum memberi tahu alamat lengkap rumahnya.


"Lah kok bisa tahu rumah aku di sini??" bingung Mika ke Radit, tetapi Radit yang di tatap Mika hanya diam saja seperti seakan-akan sudah biasa mengantar Mika. Dengan cepat Mika mengambil belanjaannya di kursi jok belakang penumpang.

__ADS_1


__ADS_2