
Keesokkan harinya di Stasiun televisi X tempat Radit dan Mika bekerja, Radit yang sedang fokus pada layar laptopnya kaget saat Doni terburu-buru masuk tanpa mengetuk pintu.
"Dit.. nih!!" Doni yang terengah-engah karena habis berlari meletakkan sebuah surat kehadapan Radit.
Radit membelalakkan matanya. Wajahnya memerah menahan emosi.
"APA INI?" teriak Radit ke Doni.
"Sabar Dit.. ini gue dapet dari Anita atasannya Mika, saat gue ke divisinya.
"Gak bener kan ini Don?!! Kemarin dia ga ngomong apa-apa!!" ucap Radit bingung dan emosi.
Radit langsung mencoba menelpon Mika tetapi tidak bisa karena nomor teleponnya sudah di blokir Mika. Lalu dia menyuruh Doni menelpon Mika tetapi nomor Doni pun diblokir Mika.
"Don siapin mobil, gue mau ke rumahnya!!!" Ucap Radit yang sedang merapikan pakaiannya.
"Nanti ada meeting Dit.. abis meeting aja ya!" Rayu Doni.
"Sekarang Don sebelum kesabaran gue hilang!!" Ancam Radit.
Dan Doni pun menyetujuinya, ia menelpon Anto dan mengantarkan Radit ke rumah Mika. Di dalam perjalanan Radit hanya diam dan sesekali menghela nafas panjang, mencoba meredakan emosinya.
Sesampainya di kediaman Mika, Radit dan Doni turun. Doni memencet bel rumah Mika, tak lama bi Sumi muncul dari dalam.
"Cari siapa ya mas?" Tanya bi Sumi.
"Mika ada?" Tanya Radit antusias.
"Mas siapa ya?" Tanya bi Sumi tanpa menjawab Radit.
"Saya teman kantornya.. Bu maaf ini penting.. bisa tolong cepat dipanggilkan Mika?" Pinta Radit yang tak sabar. Doni memegang bahu Radit, agar Radit bersabar.
"Maaf mas mba mika sudah pergi dari pagi" ucap bi Sumi.
"Kemana? Tolong beri tahu saya kemana Mika pergi?!!" Tanya Radit yang sedikit berteriak seraya memegang tangan bi Sumi yang sedang memegang teralis besi gerbang rumah Mika.
Bi Sumi kaget dan agak takut, ia mundur selangkah dan tangannya ia taruh di belakang, pasalnya tatapan Radit yang tajam dan suaranya yang sudah agak membentak bi Sumi.
"Saya ga tau mas tadi pagi mba Mika bawa koper besar diantar sama ibu dan mas Davi, mereka pergi pagi-pagi sekali.." ucap bi Sumi.
"Kalau ada pesan biar saya sampaikan atau mas nya telpon langsung ke mba Mika saja" ucap bi Sumi lagi.
Radit mendengus kesal. Doni takut Radit tambah kesal, ia memutuskan untuk pergi dari kediaman Mika setelah mengucapkan terimakasih ke bi Sumi.
__ADS_1
Doni menyuruh Anto membawa mereka kembali ke kantornya. Diperjalanan Radit terlihat begitu emosi.
"Don.. suruh orang buat cari Mika secepatnya!!" Perintah Radit ke Doni.
"Ok Dit.. jangan mikir yang aneh-aneh Dit mungkin aja Mika ada perlu jadi pergi bentar, ntar malem mungkin dah balik lagi!" Ucap Doni mencoba menenangkan.
"Feeling gue gak enak Don!" Ucap Radit yang masih emosi.
Flashback
Mika yang baru saja sampai di rumahnya setelah pergi ke pantai bersama Radit, ternyata sudah ditunggu oleh Fatir dan Lena di ruang tengah.
"Sayang.. kamu baru pulang?" Tanya Lena.
"Iya bund baru saja.." jawab Mika seraya mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Mik.. besok pagi antar bunda ya ke rumah uti ( kata lain dari eyang putri, uti adalah ibu dari Fatir yang tak lain adalah nenek Mika)".. pinta Lena ke Mika.
"Sama siapa aja bund?" Tanya Mika.
"Sama kamu aja kita refreshing... Kan kamu udah resign kan?!" Jawab Lena.
"Iya bund.. Mika mau ikut hehe makasih Bun".. ucap Mika dengan senang.
Mika yang masih duduk di ruang tengah bersama Fatir dan Lena melihat layar ponselnya, lalu ia menerima panggilan telepon tersebut.
"Halo Dav.. " sapa Mika ke Davi.
"Lagi apa?? Besok ada waktu ga? Aku libur soalnya.." tanya Davi dari seberang sana.
"Besok aku sama bunda mau ke kota C.. mau nengok Uti.. kamu mau ikut?" Tanya Mika.
"Mau... Mau tapi emang boleh?" Davi yang balik bertanya.
Mika langsung me load speaker panggilan telepon tersebut agar Fatir dan Lena mendengarnya.
"Bunda ini si Ayang mau ikut.. bolehkan?" Tanya Mika ke Lena dan masih menggenggam ponselnya agar jelas Davi mendengar suaranya.
"Boleh dong.." ucap Fatir dan Lena berbarengan.
"Yang kamu libur?" Tanya Fatir.
"Iya Yah aku libur satu Minggu setelah ujian kemarin" jawab Davi dari seberang sana.
__ADS_1
Fatir dan Lena menyuruh Davi untuk datang ke kediaman Fatir pukul lima pagi, mereka harus berangkat pagi agar tidak terjebak macet. Davi menawarkan diri akan mengantarkan Mika dan Lena dengan mobilnya dan akan menyetir sendiri. Sebelumnya mereka keberatan dengan usul Davi yang akan mengantarkan mereka tetapi Davi menyakinkan mereka dan Fatir, Lena dan Mika akhirnya setuju.
Paginya.. pukul lima pagi Davi sudah sampai di rumah Fatir. Fatir, Lena, Mika dan Davi sarapan pagi dan bersiap untuk berangkat ke kota C.
"Yang.. Ayah minta maaf ya ga bisa ikut, soalnya pekerjaan Ayah banyak sekali.." ucap Fatir ke Davi.
"Gak papa Yah tenang aja.. aku akan jaga Bunda dan Mika" ucap Davi dengan percaya diri.
"Terimakasih ya.. nanti kalau kamu lelah menyetir, minta Mika untuk gantiin kamu ya!! Jangan di paksakan pokoknya, apalagi kalau kamu mengantuk cepat-cepat untuk istirahat dulu ya..!" Ucap Fatir mengingatkan ke Davi.
"Tenang saja Yah ... Hehe" ucap Davi.
Mereka pun berangkat menuju kota C tanpa Fatir.
Flashback off
_________________
Sesampainya di kota C
Davi, Mika dan Lena telah sampai di depan rumah yang tidak terlalu mewah tetapi juga tidak sederhana untuk ukuran rumah di kota C. Mobil yang dikendarai Davi telah dimasukkan kedalam halaman rumah tersebut, terlihat seseorang yang sudah lanjut usia berdiri di depan pintu masuk rumah didampingi 2 asisten rumah tangganya. Ya itu adalah Rahma yang tak lain adalah Uti, nenek Mika.
Uti sangat senang sekali melihat menantu dan cucu-cucunya datang, Davi yang sedari kecil sering sekali dibawa oleh keluarga Fatir untuk menginap di rumah Rahma (Uti), sudah dianggap seperti cucunya sendiri. Mereka memeluk Rahma dan mencium punggung tangannya secara bergantian.
"Ibu apa kabar?" Tanya lembut Lena.
"Baik sayang... Kamu sama cucu-cucu ku apa kabar?" Tanya balik Rahma seraya memeluk Lena.
"Uti aku kangen banget sama Uti .. " peluk Mika manja.
"Uti juga kangen... " Ucap Rahma yang memeluk dan mengusap rambut Mika.
"Kalau sama aku Uti ingat ga?" Lirih Davi malu-malu.
"Pasti dong ingat kamu cucuku yang paling tampan" seru Rahma yang memeluk Davi dan mengecup kening Davi.
Setelah beramah tamah dengan Rahma mereka makan siang bersama, karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. Setelah makan siang mereka bersama duduk di taman belakang rumah Rahma, di taman tersebut terdapat bale bale yang di bawahnya ada kolam ikan koi. Mereka saling bersenda gurau di atas bale-bale sambil sesekali memberi makan ikan.
"Uti.. aku tinggal di sini sementara boleh?" Tanya Mika yang sontak membuat semua orang diam.
__________
Maaf ya semuanya author lagi kurang enak badan jadi agak telat update nya... mohon bersabar ya..
__ADS_1
Terimakasih banyak atas kunjungannya... Tolong tinggalkan jejak Like dan Komennya ya.. Jangan lupa untuk vote juga ya..