
Keesokan harinya......
Mika yang sudah bangun sedari tadi, sedang bersiap-siap merias wajahnya dengan makeup tipis dan natural.
"Duh kenapa tumben aku deg degan gini ya untuk meeting hari ini" gumam Mika dengan gugupnya.
Tiba-tiba drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt getar ponsel Mika dibarengi dengan suara ringtone pilihannya. Tanpa melihat siapa penelponnya Mika langsung mengangkatnya seraya berjalan menuju ruang makan untuk sarapan.
"Halo..." sapa Mika.
"Lagi apa?? sudah sarapan belum??" pertanyaan dari si penelepon di seberang sana.
Mika langsung menaikan alisnya dan menjauhi ponsel itu dari telinganya, lalu melihat layar ponsel siapa si penelepon tersebut. Setelah melihat nama dari si penelepon wajah mika pun langsung bingung, dia pun mengerutkan dahi nya.
"Davi???" tanya Mika dengan nada bingung dan merasa aneh.
"Iya lah emang dikira siapa?" tanya Davi agak sinis ke Mika.
"Ngapain pagi-pagi telpon??, sorry ya aku sibuk nanti nanti aja ya telpon lagi" jawab Mika seraya mengakhiri panggilan telepon tersebut.
"Aneh-aneh aja tuh anak.." gumam Mika yang terdengar oleh Lena.
"Kenapa nak? siapa yang aneh?" tanya Lena bingung.
"Itu mah si ayang pagi-pagi telpon cuma tanya aku udah sarapan atau belum... Dasar bocah!" ucap Mika yang menganggap Davi anak kecil usil.
"Hahahaha mungkin dia cuma pengen tahu aja kali nak, lagian kamu ditanyain baik-baik malah jawab gitu" ucap Lena ke mika dengan tertawa terbahak-bahak.
"Aneh aja bund.. ah au ah.." ucap Mika cuek, dan Mika pun melanjutkan sarapannya.
"Bunda, aku udah cantik belum??" tanya Mika sambil berdiri dan berputar ke kanan dan kiri. Mika menggunakan setelan kerja berwarna putih dengan sepatu senada bajunya.
"Cantik dong anak bunda" jawab Lena dengan senyum yang meneduhkan hati Mika.
"Tumben kamu nanya penampilan kamu, biasanya juga main wueeeess aja ke kantor... hahaha" tanya Lena diselingi tawa.
__ADS_1
"Iya cantik banget anak ayah" kata Fatir yang baru saja datang dari kamarnya dan sudah bersiap berangkat ke kantor. "Ada apa nih kok muka kamu sedikit tegang nak?" tanya khawatir Fatir.
"Hari ini aku akan meeting dengan direktur baru yah, tapi gosipnya orangnya dingin kaya gunung es...iiiih" jawab Mika yang menaikan bahunya menggidik tanda takut.
"Oh kalo gitu kamu harus berangkat pagi dong, yuk biar ayah antar sekalian ayah ke kantor" ajak Fatir setelah meneguk secangkir kopi nya. Dan Mika pun mengganggu kan kepalanya tanda setuju.
Lalu mereka pun pamit kepada Lena, Lena yang mencium tangan Fatir dan Fatir yang membalas dengan kecupan di puncak kepala Lena lalu Mika yang mencium punggung tangan Lena dan memeluk Lena.
Setelah sampai di depan kantor Mika, Mika yang baru turun dari mobil ayahnya masih berdiri di samping mobil dan melambaikan tangannya ke arah Fatir dengan senyum manisnya.
Ada yang sedang memperhatikan Mika saat itu, pria tampan dengan setelan jas di dalam mobil yang agak dekat dengan Mika berdiri. Lalu pria tersebut pun turun dan di dampingi sekretarisnya. Pria itu melirik Mika dengan mata yang tajam dan sulit diartikan. Tapi Mika tetap cuek dan berjalan tanpa menoleh ke pria itu sedikit pun.
Pria dengan setelan jas itu adalah Raditya Saka Hermawan usianya 28 tahun, dia adalah direktur baru di tempat bekerja Mika. Raditya biasa di panggil dengan Radit, tingginya sekitar 180cm lebih badannya porposional membuat para karyawan di lobby gedung tersebut melihatnya kagum apalagi para karyawati banyak yang membulatkan mata mereka saat melihat Radit sedang berjalan menuju lift. Mika yang sedang menunggu lift tetap tidak menoleh dengan kedatangan Radit.
Mika yang sedang mengamati chat grup teman kantornya di WhatsApp tampak fokus dengan ponselnya.
Alin
"itu siapa?? ganteng banget."
"iya siapa ya?? ga pernah gue liat yang bening model gitu di kantor ini hahaha"
99+
Tiba-tiba pintu lift pun terbuka Mika pun langsung masuk dan entah mengapa Radit juga masuk ke lift karyawan itu, padahal untuk para petinggi di kantor tersebut ada lift khusus yang dapat mereka gunakan.
Di dalam lift tersebut Mika masih asik dengan ponselnya seraya tersenyum saat membaca chat-chat yang telah dikirim para rekan kerjanya. Tanpa sadar Radit pun terus melirik ke arah Mika dan kadang tersenyum kecil tampak di ujung bibirnya.
Lalu.... "Ehmmm..." tiba-tiba Doni berdehem dan memecahkan keheningan di dalam lift, dan menyadarkan Radit dari pandangannya ke Mika. Mika pun menoleh ke arah deheman itu yang tepat berada di samping kirinya, tapi Mika malah menoleh ke arah Rudi dan tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya dengan sopan. Sontak Doni dan Radit pun membeku sesaat melihat senyum manis Mika. Tidak lama Radit pun menatap Doni dengan tatapan mata yang tajam. Doni pun sampai menggidik ngeri melihatnya.
Tidak lama Mika pun sampai di lantai yang ia tuju di mana meja kantornya, sedangkan Radit dan Doni masih harus 1 lantai lagi di atas.
"Mika tadi lo liat ga cowok ganteng bak model di lobby?" tanya Alin rekan kerja Mika.
"Hah.. ga tau Lin ga sadar w hehehehe.." jawab Mika cuek, dan memang Mika orang yang sangat cuek.
__ADS_1
"Ah parah sih dia mah kacamata kuda Lin.." celetuk Fina ke Alin dan mereka pun tertawa bersama.
Sementara saat Radit dan Doni tiba di lantai yang mereka tuju, mereka pun berjalan menuju ruangan Radit.
Saat di ruangan direktur..
"Don tadi siapa?" tanya Radit ke Doni dengan sinis seraya membuka berkasnya yang sudah ada di meja kerjanya.
"Oh itu programmer baru pak" jawab Doni singkat.
"Kamu kenal dia?" Tanya Radit lagi dan kali ini tanpa menoleh ke Doni dan tetap membaca berkas di mejanya.
"Saya juga baru 2 kali bertemu pak, dan hanya tau namanya saja" jawab Doni lagi, sambil menata berkas yang harus di tanda tangani Radit.
"Siapa???" Radit bertanya lagi ke Doni karena penasaran dengan Mika.
"Mikayla.. pak" jawab Radit singkat.
Entah mengapa Radit sangat penasaran sekali dengan Mika, dari awal Radit melihat mika di depan kantor saat melambaikan tangannya ke arah Fatir.
"Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama ya?" gumamnya dalam hati dan gaya terlihat senyum tipis di ujung bibirnya.
Doni yang melihat atasannya sekaligus teman baiknya itu pun tahu kalau Radit sepertinya suka dengan Mika.
"Pak mau saya cari tahu tentang Mikayla?" tanya Doni langsung ke Radit dan membuat Radit kaget dan malu, muka Radit pun langsung memerah saat itu.
"Tidak perlu... kenapa kamu harus repot-repot mencari tahu tentang seorang karyawati?" ucapnya datar ke Doni.
"Oke.. kalau gitu, mari ke ruang meeting pak" ucap Doni dan langsung mengajak Radit menuju ruang meeting.
Radit dan Doni pun menuju ke ruang meeting yang berada di satu lantai di bawah mereka, tepatnya di lantai tempat Mika bekerja.
Di dalam ruang meeting
Di sana sudah duduk beberapa karyawan, dengan berbagai jabatan, tak terkecuali Mika, Alin dan Fina karena mereka yang sudah di tugaskan dan proyek itu.
__ADS_1
Semua orang berdiri dan mata mereka memandang Radit saat masuk ke dalam Ruangan. Radit pun melihat sepintas Mika saat itu...