Cinta Mika

Cinta Mika
Bab 4


__ADS_3

Davi yang sedari tadi tau ada yang memperhatikan mereka di sudut resto ayam bakar itu, hanya diam dan berpikir "ngapain sih tuh orang kok ngikutin sih" ucap Davi dalam hati.


Davi menatap Mika dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Udah lepas aja rambut kamu, biar jangan kaya nenek nenek gitu" ucap Davi ke Mika.


"Bodo ah biarin aja" jawab Mika sinis dan seketika membuat Davi tersenyum.


"Heh yang kamu kok manggil aku kadang kaka kadang main nama aja, apa kamu udah lupa dulu kamu manggil aku apa?hah?!!!" Tanya mika sewot.


" Lah siapa yang manggil kamu Kaka?" Tanya Davi


"ih nyebelin kamu tuh" kesal Mika.


"Dari dulu sampai sekarang aku manggil kamu Mika kok klo Ka ka itu ya pengucapan nama belakang kamu kan ka jadi kesannya Kaka hahahha" jelas Davi sambil tertawa dan membuat Mika kesal.


"au ah serah aja dah" jawab Mika seraya bangun dari tempat mereka duduk dan melanjutkan belanja mereka untuk Davi.


Di salah satu toko buku


"Titip barang dulu bentar ya" ucap Davi ke Mika dan Mika hanya menganggukkan kepalanya, dan mereka pun masuk untuk membeli keperluan Davi.


"Hay..." Sapa leo ke Mika, Mika pun langsung mendongakan kepalanya melihat orang yang berbicara didepannya.


"Hay.." jawab Mika cuek tapi tetap tersenyum sambil melirik kanan kiri mencari Davi.


"Aku Leo Ferdian" ucap leo sambil mengulurkan tangannya ke Mika, mika tidak berkata apa-apa hanya membalas uluran tangannya.


"Sorry yang tadi beneran ga sengaja, maafin ya" pinta Leo ke Mika.


"ya gapapa kok, oh iya permisi dulu ya" Mika pun langsung pergi meninggalkan Leo ketika sudah melihat Davi, dengan sedikit berlari.


"Kenapa kok ngos-ngosan gitu?" Tanya Davi yang melihat Mika sedikit berlari.


"Gapapa cuma nyari kamu aja, aku kira kamu kemana hehe" jawab Mika dan membuat Davi tersenyum senang.


Davi pun melihat Leo dari jauh tapi hanya diam dan memperhatikan gerak gerik Leo yang sedari tadi mengikuti mereka.


"Udah semua kan?" Tanya mika ke Davi "iya udah" jawab Davi dan langsung menggandeng tangan Mika, Mika yang di gandeng pun cuek dan tidak melepaskannya.


Mereka berjalan beriringan menuju lobby mall agar pak imam menjemput mereka.


___________

__ADS_1


Saat diperjalanan Mika sangat mengantuk dan kelelahan, karena kemarin dia sempat lembur di tempat dia bekerja. Dan tidak perlu waktu lama Mika pun tertidur di bahu Davi. Davi sangat bahagia saat melihat Mika tertidur pulas di bahunya.


Sekitar pukul 8 malam mereka sampai di rumah Mika, tapi Mika masih tertidur pulas.


"Mika... Mika" bisik Davi dekat wajah Mika agar Mika cepat terbangun.


Lalu Mika pun perlahan membuka matanya, mereka pun bertatapan sejenak. "Duh kok tiba-tiba jantung aku kaya gini" gumam Mika dalam hati.


Beberapa saat kemudian mereka pun tersadar dan memalingkan muka masing-masing. Davi pun wajahnya langsung memerah.


Davi mengantarkan Mika masuk kedalam rumah Mika, dan di ruang keluarga sudah duduk Fatir dan Lena yang melihat ke arah Mika dan Davi setelah mereka mengucapkan salam. Mika dan Davi pun menyalami dan mencium punggung tangan Fatir dan Lena secara bergantian.


"Wah jagoan ayah tampan banget nih, tingginya sudah melebihi ayah" ucap kagum Fatir yang sudah 4tahun tidak bertemu dengan Davi. Davi hanya tertawa malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sini duduk yang.. nah sekarang anak bunda sama ayah sudah lengkap" ucap Lena.


Mereka pun berempat mengobrol santai dan diselangi tertawa, hingga harum jam terlihat pukul 10 malam.


"Ayah, bunda aku pamit dulu ya" pamit Davi ke Fatir dan Lena, seraya menyalami dan mencium punggung tangan keduanya secara bergantian.


"Iya yang hati hati ya di jalan" ucap Fatir, Lena dan Mika secara bersamaan. Seraya berjalan mengantar Davi ke depan gerbang rumahnya.


Dan Davi pun mengucapkan salam ke keluarga Fatir, dan masuk kedalam mobilnya. Davi pun meminta maaf ke pak imam yang sudah lama menunggunya.


"Maap ya pak kelamaan tadi hehe" ucap Davi ke pak Imam karena menunggunya lama sampai tertidur di mobil.


Davi melihat jalan melalui jendela samping mobil, tatapannya kosong, karena ia sedang memikirkan mika. Terlihat senyum tipis dari Davi sambil melamun, dan membuat pak imam tersenyum melihat Davi dari kaca spion mobil tersebut.


"Den seneng ya hari ini?" tanya pak imam usil sambil tertawa kecil.


"Hehehe kelihatan ya pak?" dijawab Davi dengan pertanyaan ke pak imam.


"Den kalo diliat liat den Davi cocok banget sama non Mika" ucap pak imam serius.


"HAHAHA... buset dah yang ga ga aja sih pak" tertawa Davi yang mendadak menutupi perasaannya.


"Ih si Aden pake pura-pura" gumam pak imam dalam hati.


_____________


Sesampainya di kediaman Adrian.


Davi yang menebarkan senyumanya ke semua asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya itu tampak begitu senang.

__ADS_1


"Lah itu kenapa sih den Davi pak?" tanya bingung bi Minah ke pak Imam.


"Itu den Davi abis ketemu sama non Mika tadi bi..hehe" jawab pak Imam dengan tawa kecilnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Oalah pantesan udah 4 tahun nahan rindu akhirnya ketemu juga ya pak" ucap bi Minah seraya berjalan masuk ke dalam rumah Adrian.


Davi yang sudah sampai di kamar nya merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Dia tersenyum senyum sendiri melihat layar ponsel yang ada di tangannya.


"Untung aja tadi ga ketahuan aku foto dia hahaha" ucap Davi yang tadi mengambil gambar diri Mika tanpa sepengetahuan Mika. "Aneh kok aku merasa senang banget sih hari ini" masih dengan senyum senang di wajahnya. "Aaaaahhh... aku lupa meminta no ponsel Mika" teriaknya sambil mengacak-acak rambutnya.


Tiba-tiba drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt getar handphone Davi, "nomer siapa ini??" gumam Davi yang bingung.


"Halo...??" sapa Davi ke si penelepon.


"Yang kamu beliin aku sepatu yang tadi di toko sepatu?" Tanya penelpon di seberang sana, yang tak lain adalah Mika.


"Ini MIKA???!!!!" tanya Davi agak berteriak.


"Hmm sapa lagi emangnya yang pernah kamu beliin sepatu?" tanya Mika sinis.


"Hahahaha bukan gitu, tadi tuh aku lupa nanya nomel ponsel kamu, eh ga taunya kamu udah telpon duluan" jawab Davi sambil tertawa.


"Hmmm... jawab lah ini ngapain beliin aku sepatu segala, udah gitu main titip aja ke bi Sumi, ga pake bilang ke aku dulu" gerutu Mika dengan nada kesal. Karena ternyata tadi Davi membelikan sepatu sneakers putih couple untuk dia dan Mika.


"Lupa ya tadi kan aku di toko udah tanya ke kamu, kamu suka ga, terus kamu jawab suka..hehehe" jawab Davi dengan tawa kecilnya.


"Ya aku pikir buat kamu,..... tapi kok kamu tau sih size aku?" tanya Mika bingung.


"Ada deh.... hahahaha..." jawab Davi yang penuh rahasia. Padahal dia sudah melihat size sepatu Mika saat di sudut kamar Mika yang berjejer rapih sepatu sepatu kesayangan Mika.


"Auah serah deh... yaudah istirahat gih.. udah dulu ya.. bye.."ucap mika seraya mengakhiri panggilan nya.


"Hehehehe suaranya Mika cute banget sih bikin gemes..." gumam Davi.


Davi pun mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah itu dia langsung tertidur karena merasa badannya sangat lelah.


_______________


Di kediaman keluarga Fatir


Mika yang sibuk mempersiapkan perkerjaanya untuk besok karena akan ada jadwal meeting esok hari. Mika lulus S1 diusia 21 tahun dan dia adalah salah satu lulusan terbaik di Universitas XX. Karena prestasinya mika pun bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.


"Duh besok katanya akan ada direktur baru yang akan melihat presentasi ku... huuuuft mudah-mudahan aku bisa dan tidak gugup besok" harapan Mika untuk hari esok.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan pekerjaannya Mika yang sudah mandi dan menggunakan piyama itu pun langsung tertidur pulas.


Keesokan harinya......


__ADS_2