Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 25


__ADS_3

"WHAAAAAAT..." Bola mata Radit terbelalak seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Tangannya mengepal, wajahnya memerah marah, lalu ia melempar ponselnya ke sembarang arah.


Radit melihat status story Mika, dalam story itu menunjukkan foto Mika yang sedang berdua dengan Davi tersenyum bahagia, dengan menggunakan pakaian couple. Ya itu foto yang Mika ambil sebelum berangkat ke pesta ulang tahun Andre. Mika dan Davi sama-sama memasang foto itu di story WhatsApp nya.


Radit sangat murka melihat foto itu. Dia berjalan mondar-mandir di depan tv, seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu ia mengambil ponselnya lagi. Karena ponselnya adalah ponsel terbaik keluaran terbaru, jadi lemparan yang cukup kencang tadi dan hanya membentur ke lantai karpet bulu di ruangan tersebut tidak mempengaruhi performa dari ponsel tersebut.


Radit yang sedang marah mencoba menelpon dan membuat panggilan video ke Mika, ia penasaran apa yang sedang dilakukan Mika. Tetapi sayangnya sudah lima kali panggilan video Radit ke Mika belum Mika terima.


"Lagi apa sih dia?!!" Kesal Radit yang berbicara sendiri.


Selang beberapa menit kemudian Radit mencoba membuat panggilan suara ke Mika. Dan akhirnya di terima oleh Mika.


"Halo.." sapa Mika dari seberang sana.


"Kamu kok ga angkat-angkat telpon dari saya?!! Kan sudah saya katakan kamu harus angkat telepon dari saya!!" Ucapan Radit dengan nada keras.


"Iya maaf pak.. ada perlu apa pak?" Tanya Mika sopan.


Radit membuang nafas panjang, mencoba menenangkan diri.


"Kamu dimana?.. saya mau video call!" Pertanyaan dan perintah Radit.


"Maaf pak saya belum mandi jadi silahkan bapak bicara saja, ada perlu apa pak?" Tolak Mika sopan.


Tapi Radit tidak perduli dengan penolakan yang Mika sampaikan.


"Cepat!!!" Perintah Radit.


Dan panggilan telepon itu berubah menjadi panggilan video. Tampak Mika dengan wajah polosnya yang memakai daster tanpa lengan, dengan rambut yang agak berantakan. Radit menahan tawanya saat melihat Mika yang agak cemberut.


"Iya ada apa pak?" Tanya Mika yang sedang menahan kesal.


"Kamu kok jelek banget.. apa kamu dari pagi belum mandi?" tanya Radit dengan tertawa.


"Hari Minggu pak.. dan kalau saya jelek maaf pak, karena sudah dari lahir gini" jawab Mika sinis.


"Kamu kok lucu banget sih Mik, bikin gemes banget" gumam Radit dalam hati.

__ADS_1


"Hahahaha..." Radit tertawa terbahak-bahak. Ia sudah tidak bisa menahan tawanya ketika melihat Mika cemberut.


"Lah pak malah ketawa pak.. maaf pak ada perlu apa?" Tanya Mika yang benar-benar malas untuk berbicara dan berdebat dengan Radit.


Huuuuft Mika membuang nafas panjang, dan malah membuat Radit lebih tertawa terbahak-bahak.


"Pak... Jadi ada perlu apa?" Tanya Mika sopan.


"Duh... Aku jadi lupa mau apa tadi... Gara-gara kamu sih Mik..hehehe" ucap Radit dengan tertawa kecil.


"Ya sudah pak kalau sudah lupa.. saya sudahi dulu ya pak" ucap Mika.


"Oh iya.. Mik kamu tolong antar saya ke galeri lukisan ibu Sonya nanti jam empat sore" perintah Radit.


"Kenapa tidak bersama pak Doni pak??" Tanya Mika.


"Doni ada urusan, lagi pula nanti tim kamu yang akan membuat program acara bersama Bu Sonya." Ucap Radit.


Akhirnya Mika mengiyakannya dengan berat hati.


"Baik pak.. tapi..." Ucap Mika yang terhenti.


"Saya langsung ke galeri Bu Sonya atau ke kantor pak?" Tanya Mika.


"Nanti aku jemput".. ucap Radit yang langsung memutuskan panggilan sepihak.


"Aaaarrrrgggh!!!!" Teriak Mika kesal, karena hari Minggu adalah hari rebahannya tapi dirusak oleh atasannya... "Bos rese!!!!" Kesal Mika sambil mengacak-acak rambutnya.


Lena yang mendengar teriakan Mika langsung menuju ke kamar putri kesayangannya. Tanpa mengetuk Lena langsung memasuki kamar Mika.


"Kenapa sayang??" Tanya Lena khawatir.


"Ga papa Bun cuma kesel aja" jawab Mika yang cemberut.


"Bunda kira kamu kenapa kok teriak-teriak segala... Emang kesel kenapa?" Selidik Lena.


"Bun masa aku harus kerja hari Minggu gini, ih nyebelin banget, acara rebahan aku terganggu".. Ungkap Mika yang menggebu-gebu.

__ADS_1


"Sabar aja sayang.. namanya juga kerja di orang ya gitu, harus banyak sabar.. tapi kalau kamu udah ga suka kerja di sana ya udah resign aja nak gapapa, yang penting hidup happy ya sayang" nasehat Lena yang menenangkan diri Mika.


"Iya Bun.. love you Bun" ucap Mika dan langsung bersiap untuk pergi ke galeri Bu Sonya.


Lena pun meninggalkan kamar Mika. Sedangkan Mika menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap. Sudah pukul 3.15 sore dan tadi Radit sudah memberi tahu Mika bahwa ia sudah di jalan menuju rumah Mika, mungkin sekitar 20-30 menit ia sampai.


Mika yang menggunakan setelan blazer dengan celana pendek senada dengan blazernya yang berwarna baby pink, dengan kemeja putih didalamnya, tak lupa juga heels putih dan tas jinjing berwarna putih. Di dalam tasnya juga sudah tersedia flat shoes.


Benar saja sekitar 20 menit lebih, Radit datang di depan rumah Mika. Ia membawa mobilnya sendiri tanpa Anto. Mungkin karena ini hari libur jadi Anto libur, seperti saat mereka bertemu di toko buku dulu, waktu itu Radit juga menyetir sendiri mobilnya.


Mika pamit ke Fatir dan Lena, lalu bergegas masuk ke dalam mobil mewah Radit. Sebenarnya Radit ingin sekali masuk ke rumah Mika mengenal Ayah dan Bunda Mika tapi Mika tidak pernah menawarkan untuk mampir ke rumahnya bahkan berbasa-basi pun tidak. Ya itu semua karena Mika pikir Radit adalah atasannya jadi Mika tidak pernah menawarkan atau berbasa-basi menyuruh Radit mampir ke rumahnya karena takut kalau Radit malah akan memakinya.


Saat di jalan Radit sering sekali mencuri pandang ke arah Mika. Tapi Mika hanya diam dan memandang arah luar. Lalu dering handphone Mika berbunyi dan bergetar, ia lupa mengubah mode hening di handphonenya.


drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt.


Dengan santai Mika mengangkat telepon itu.. "halo.." sapa Mika.


"Lagi apa?" Tanya Davi dari seberang sana.


"Ehmm..!!" Deheman keras Radit, yang menandakan tidak suka saat Mika menjawab telepon tersebut.


"Aku di jalan, mau ada urusan kantor dulu nanti pas pulang aku telpon oke".. ucap Mika dan Davi hanya mengatakan iya, lalu Mika mengakhiri panggilan telepon tersebut. Mika mengerti maksud deheman Radit, ia tahu kalau Radit menyuruh mematikan ponselnya saat bersama dengannya.


"Siapa Mik?" Selidik Radit, tanpa menoleh ke arah Mika.


"Hah?" Mika yang bingung atas pertanyaan Radit.


"Iya siapa tadi yang telpon kamu?" Tanya Radit lagi.


"Pak ini kan hari Minggu, saya bolehkan masih menyalakan handphone saya?" Tanya balik Mika ke Radit.


Radit agak kesal karena pertanyaannya yang belum di jawab. Dengan kesal ia meminggirkan mobilnya, lalu menatap Mika.


"Saya tanya sekali lagi siapa tadi yang menelpon kamu?!!" Tanya Radit dengan suara yang keras karena sudah emosi..


Lalu bagaimana jawaban Mika?? Kenapa Radit begitu emosi?? Tunggu ya kelanjutannya..

__ADS_1


___________________


Jangan lupa kasih likenya ya, dan jangan lupa pula tinggalkan jejaknya, jika berkenan tolong Vote ya.. terimakasih.


__ADS_2