Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 32


__ADS_3

"Dia mencium aku lagi.." gumam Mika dan senyum tercipta di wajahnya. Wajah Mika pun memerah seketika wajahnya panas.


"Perasan apa ini?? Kok jantung aku dag Dig dug gini... Apa aku ada rasa dengan si anak kecil itu???" Batinnya Mika.


Setelah selesai Davi mandi dan bersiap, ia langsung mengantarkan Mika pulang ke kediaman Fatir. Di dalam perjalanan Mika dan Davi saling diam, mereka terhanyut pada pikiran mereka masing-masing.


Sesampainya di kediaman Fatir. Mika langsung mandi dan membersihkan dirinya, sedangkan Davi langsung pamit pulang. Tak ada yang curiga akan masalah yang telah terjadi dengan Mika.


_____________


Di sisi lain Radit yang sedang kesal karena tak mendapatkan kabar tentang Mika. Ia sudah mencoba berkali-kali menelpon Mika tetapi hasilnya nol, bahkan ia mencoba menelpon dengan nomor telepon lain tetap saja Mika tidak menjawabnya. Lalu ia mencari akun sosial media milik Mika, dan ternyata ia telah di blok juga.


"Baiklah aku akan menunggunya sampai besok.. lihat saja besok!" Ucap Radit pada diri sendiri di dalam kamarnya.


_________________


Keesokan harinya..


Fatir, Lena dan Mika sarapan pagi, terlihat Fatir yang sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, ia dan istrinya terlihat bingung melihat Mika yang masih menggunakan piyama tidurnya.


"Kamu ga ke kantor nak?" Tanya Fatir.


"Ga Yah.. sepertinya aku akan resign saja Yah..." Ucap Mika menunduk.


"Kenapa nak apa ada yang membuat kamu tak nyaman?" Selidik Lena.


"Gak kok Bund, Yah.. aku hanya bosan dan ingin pengalaman baru saja... Hehehe" jawab Mika dengan tertawa kecil.


Fatir dan Lena pun menganggukkan kepala mereka.


"Yang penting kamu bahagia dan nyaman.. Kami akan terus mendukung kamu sayang" ucap Lena dan disetuji Fatir.


Setelah selesai sarapan, Fatir berangkat ke kantor dan Lena pergi menjenguk salah satu temannya yang dirawat di salah satu rumah sakit di kata ini. Sedangkan Mika ia kembali ke kamarnya untuk menelpon Fina.


Fina : "Mik dimana? Masih lama ga nyampenya?"


Mika : "sorry Fin gue ambil cuti hari ini ya"


Fina : "kenapa Lo sakit?"


Mika : "sedikit Fin.. by the way Fin gue minta tolong bisa ga?"

__ADS_1


Fina : "bisalah.. tolong apa?"


Mika : "nanti jam makan siang Lo ke mall A ya nanti ketemu gue di cafe A, bisa ga?"


Fina : "katanya sakit kok minta ketemuan di cafe A?" Ucap Fina bingung.


Mika : "pokoknya nanti gue jelasin dan jangan pernah bilang ke siapapun ya Fin please...!"


Akhirnya sambungan telepon tersebut diakhiri, Fina mengiyakan bahwa nanti siang ia akan bertemu dengan Mika di sebuah cafe di dalam sebuah Mall. Menurut Mika Fina adalah teman yang bisa dipercaya.


______________


Di gedung kantor tempat Mika dan Radit bekerja.


Doni masuk ke ruangan Radit, ia melihat sosok Radit yang mondar-mandir tanpa menghiraukan kedatangan Doni.


"Ehmmm..." Deheman Doni agar Radit menengok ke arah Doni. Tetapi sayangnya Radit hanya melirik dan meneruskan kegiatan mondar-mandirnya.


"Woy Dit kenapa bisa ga duduk diem.. pusing gue liatnya!!" Ucap Doni.


"Panggil Mika Don.. gue mau minta maaf ke dia" ucap Radit yang akhirnya duduk di kursinya.


"Mika cuti Dit.. tadi gue ketemu sama temen satu divisinya" jawab Doni.


"Katanya sih gitu" jawab Doni santai.


Radit diam menunduk ia merasa bersalah atas perlakuannya terhadap Mika kemarin.


"Dit.. kapan Lo mau pindah ke kantor pusat? Di sini kan udah berjalan lancar lagi.. lagi pula ngapain sih Lo pake pura-pura jadi direktur segala padahal kan Lo CEO nya dan ini cuma cabang Lo doang!!" Keluh Doni.


"Kan udah gue bilang 1 bulan lagi.. gue mau liat langsung orang-orang di sini yang bikin kerugian perusahaan.. Lagi pula di sini belum banyak yang tau gue siapa jadi masih enjoy aja" jawab Radit.


"Dulu Lo bilang hanya butuh waktu satu bulan, sekarang udah dua bulan lebih Dit, eh sekarang Lo mau nambah lagi sebulan lagi yang bener Dit!" Keluh Doni lagi.


"Ini semua gara-gara Lo ketemu Mika kan? Jadi Lo betah di sini! Di pusat juga kan harus Lo handle sebelum perusahaan Lo jatuh Dit" Ucap Doni.


Radit diam dan berpikir bahwa benar perkataan Doni.


"Huuuuuft.... (Radit membuang nafasnya kasar) iya gue Minggu depan balik Don..puas Lo!!" Ucap Radit kesal.


________________

__ADS_1


Saat jam makan siang Mika sudah menunggu Fina di cafe A.


"Fin sini..." Panggil Mika ke Fina yang berada di depan pintu masuk cafe.


"Mik.. ada apa sih kok kayanya Lo serius banget sih.. pake minta ketemu di sini segala?" Selidik Fina.


"Fin.. ini gue titip ya tolong kasih ke Bu Anita" ucapan Mika seraya memberi Fina amplop surat pengunduran dirinya.


"Ah gila.. serius Lo Mik?" Fina yang sudah melotot minta penjelasan.


"Gue bosen Fin kerja terus.. makanya pengen istirahat aja dulu.. hehehe" ucap Mika dengan tertawa yang dibuat-buat.


"Ih serius gue nanya.. apa ada yang Lo sembunyiin ya?" Tanya Fina penasaran.


"Tadi pak Doni nanyain Lo, pas gue kasih laporan ke bagian produksi.. mukanya serius banget waktu nanya tentang Lo!" Ucap Fina.


"Hah.. terus Lo jawab apa Fin?" Tanya Mika.


"Ya gue bilang aja Lo cuti.. terus dia tanya 'cuti kenapa?, apa Lo sakit?'.. ya gue jawab, 'mungkin pak saya juga kurang tau'.. gue bilang gitu Mik" jawab Fina sambil memakan makan siangnya yang sudah ia pesan tadi.


"Fin boleh minta tolong lagi ga?" Pinta Mika.


"Apaan? Kok Lo formal banget jadi takut gue hehe" canda Fina.


"Kalau pak Doni atau pak Radit tanya tentang gue, bilang aja Lo ga tau ya.." pinta Mika mengiba.


"Kan feeling gue bener pasti ada sangkut pautnya sama si gunung es rusuh itu kan? (Radit maksudnya)" ucap Fina seraya menepukan tangannya.


"Hehehe iya Fin tapi please ya jangan bilang siapa-siapa" ucap Mika.


"Kalau Lo udah siap cerita kasih tau gue ya Mik" Fina yang membesarkan hati Mika.


"Pasti.. Fin nanti gue ceritain" seru Mika dan mereka pun meneruskan makan siangnya. Dan setelah selesai Fina kembali ke kantornya untuk memberikan amplop surat titipan mika ke Bu Anita.


Mika yang akan pulang dari mall A menyempatkan diri untuk membeli kue kesukaan ia dan bundanya, setelah itu ia keluar dari lobby mall dan duduk di kursi tunggu persis di samping pintu masuk mall tersebut. Mika duduk dan fokus untuk memesan ojek online. Tak lama seorang driver ojek online menghubungi Mika dan akan menjemput Mika di tempatnya sekarang.


Tetapi tiba-tiba seseorang menghampiri Mika dan menarik tangan Mika hingga kue yang Mika bawa terjatuh, lalu Mika dimasukkan ke dalam mobil milik seseorang tersebut. Mika yang kaget dan takut ia bingung harus berbuat apa....


___________________


Siapa hayo... Penasaran ga sih itu siapa???

__ADS_1


Terimakasih banyak atas kunjungannya ya, jangan lupa tinggalkan jejak like nya ka...


__ADS_2