Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 17


__ADS_3

Mereka pun sampai di restoran xx, Radit, Doni dan Mika langsung memesan makanan, lalu tak lama makanan tersebut datang.


Keheningan pun tercipta di meja itu, Radit dan Doni makan dengan lahap, sedangkan Mika terlihat hanya mengacak-acak makanannya. Entah kurang selera atau ada yang dipikirkan Mika, atau mungkin ia masih kesal dengan Radit jadi dia hanya mengacak-acak makanannya. Dan tiba-tiba Radit mendekatkan sendok yang berisi makanan dari piring Radit ke mulut Mika seraya mengucap huruf A.


"Aaaa" ucap Radit sambil mendekatkan sendok ya ke mulut Mika.


Mika yang sedang melamun tanpa sadar membuka mulutnya dan memakan yang di sodorkan Radit. Mika mengunyah makanan tersebut tanpa menoleh ke Radit. Doni yang melihat itu langsung tersedak.


"Uhuk uhuk..." Doni batuk dan menyadarkan Mika dari lamunannya. Dengan cepat mika menyodorkan minuman ke arah Doni, dan menelan makanan yang ada di mulutnya.


"Mm ini pak minum dulu" ucap Mika seraya memberikan gelas minuman ke Doni, Doni langsung mengambil minuman itu dan meminumnya. Radit hanya melirik sekilas ke Doni.


Selang beberapa detik Radit mencoba menyuapi Mika kembali. Mika pun langsung membuka mulutnya dan memakannya. Tapi tak lama dia tersadar, dia langsung mengunyah cepat dan menelan makanan di mulutnya lalu meminum air yang tadi ia pesan.


"Duh bapak kenapa melakukan itu pak, saya kan masih bisa makan sendiri" ucap Mika yang malu karena tanpa sadar menerima suapan dari Radit. Muka Mika terlihat memerah, antara kesal dan malu jadi satu di hatinya. "Asem.. dodol banget sih gue maen nyaplok aja" gerutu Mika dalam hati.


"Dari tadi kamu hanya mengacak-acak makanan kamu" jawab Radit santai.


Lagi-lagi Mika hanya bisa menghela nafas panjang, sedangkan Doni hanya menggelengkan kepalanya. Setelah selesai makan malam, mereka pun mengantar pulang Mika, kali ini Doni bertanya alamat Mika, walaupun sebenarnya tahu dimana letak rumahnya namun Doni takut Mika curiga.


Sesampainya di depan rumah Mika, langsung dengan cepat Mika berpamitan pada mereka bertiga, dan seketika masuk ke dalam rumah.


"Tuh kan ga ada basa-basi nyuruh mampir" ucap Radit dengan senyuman di wajahnya.


Doni yang mendengar perkataan Radit hanya bisa menghela nafas kasar.


"Dit apa sudah segila itu Lo ke dia?" Ucap Doni serius ke Radit.


"Ga usah dibahas.. gue tidur dulu kalau udah sampe bangunin ya!" Perintah Radit.


Doni pun terdiam, ia masih tak menyangka sahabat berubah yang dingin, berwibawa dan sangat hati-hati itu berubah kelakuan seperti anak kecil saat dekat dengan seorang wanita. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke apartemen Radit lalu setelah itu mengantar Doni ke apartemen nya.


_________________


Sementara siang tadi saat di sekolah Davi..


"Dav.. Ke kantin yuk" ajak Rangga ke Davi pada jam istirahat. Dan Davi pun mengiyakannya. Di kantin sudah terlihat sesak, Rangga pun mengedarkan pandangannya ke pojok kantin dimana biasanya tim basket berkumpul saat jam istirahat.

__ADS_1


"Rangga, Davi sini!!!.." teriak Andre sambil melambaikan tangannya.


Rangga dan Davi pun mendekat dan duduk bergabung dengan Andre, Leo, Fabian, dan Denis... Ketika Davi dan Rangga datang, Leo yang sedari tadi tertawa karena candaan Andre tiba-tiba terdiam. Rangga yang menyadari bahwa Leo tidak suka dengan kedatangan Davi berinisiatif untuk membuka pembicaraan.


"Hey yo diem aja?" Ucap Rangga ke Leo, dan memecahkan lamunan Leo.


"Dari tadi gue ketawa mulu, pegel mulut gue Nga" jawab Leo santai."By the way Dav kenapa Lo diem aja sariawan? Apa Lo marah sama gue?" Tanya Leo tanpa basa-basi.


"Kaga lah.. kenapa juga gue harus marah? Hehe" jawab Davi sambil tertawa garing.


"Ya kali aja Lo masih kesel gara-gara pertemuan pertama kita ga enak hehe..." Kali ini Leo yang berbicara dengan tawa garingnya.


"Lupain aja Yo.. ga usah diinget lagi" ucap Davi sambil menepuk bahu Leo.


Tiba-tiba segerombolan siswi menghampiri mereka.


"Hai... Pasti kamu nungguin aku kan Yo!" Ucap genit Agnes seraya duduk di samping Leo dan Andre. Agnes memegang mesra lengan kiri Leo sedangkan tangan kanan Leo sedang asik memakan siomay. Leo hanya diam dan membiarkan Agnes menggandeng tangannya.


Gladis pun langsung duduk menghampiri Davi yang sedang asik melahap mie sotonya. "Enak Dav?" Tanya Gladis dengan nada menyindir, dan Davi hanya menggagukkan kepalanya.


"Nah udah pada ngumpulkan! Gue cuma mau bilang Sabtu besok kalian ke rumah gue ya jam 7 malam, ntar malem gue share undangan nya oke!!" Ucap Andre tiba-tiba, ia hanya mengundang teman-temannya untuk pesta ulang tahunnya yang ke 18.


"Iya gue usahain Dre" jawab Davi, dan yang lain pun mengiyakan akan hadir ke pesta tersebut.


_______________


Kembali di kediaman Fatir..


Mika yang sudah sangat lelah setelah mandi dan melakukan rutinitas sebelum tidurnya mengingat kejadian siang tadi dengan Radit, Mika tak menyangka atasannya itu begitu menyebalkan.


"Dia apa-apaan sih seenaknya saja mentang-mentang direktur.. ih.." gerutu Mika.


Tiba-tiba Ting Ting bunyi notifikasi pesan masuk di aplikasi ponselnya.


Mika mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera. "Si tampan" nama yang di baca Mika.


Si tampan : hei sudah tidur??

__ADS_1


"Ih siapa dia? Kok namanya tampan?" Gumam mika bingung.


Ting Ting.. masuk lagi beberapa pesan dari si tampan.


Si tampan : serius sudah tidur?


Si tampan : hei...


Mika yang merasa tak kenal dengan pengirim pesan dia hanya menaruh handphonenya di atas kasur dan mengacuhkannya, tapi selang beberapa menit kemudian.


Drrrrrrt drrrrrrt getar handphone diiringi ringtone menggema di kamar Mika. Dilihatnya nama sipenelpon "Si tampan" kembali Mika mengerutkan keningnya. Di gesernya ikon berwarna merah, Mika menolak panggilan telepon itu. Tetapi rupanya si penelepon dengan nama 'si tampan' tetap menelpon terus, sehingga telpon ke 5 Mika menerima panggilan telepon tersebut.


"Halo.." sapa Mika.


"Hmmm.." jawab sipenelpon hanya dengan deheman.


"Maaf ada perlu apa anda menelpon saya malam-malam begini?" Tanya Mika yang sudah kesal.


"Hei kamu jangan lupa minum susu hangat sebelum tidur agar tidak masuk angin, karena kehujanan tadi!" Ucap si penelepon di seberang sana.


Mika terdiam sejenak menelaah ucapan orang tersebut, dan mengingat suaranya. Saat ia tersadar Mika langsung duduk tegap di atas kasurnya.


"I... Ini pak Radit?" Tanya Mika panik.


"Hmmm.. sepertinya banyak sekali yang menelpon kamu sehingga kamu tidak hapal suara saya!" Hardik Radit.


Mika hanya menghela nafasnya dengan panjang agar tetap tenang menahan emosi.


"Bukan begitu pak, saya kan baru pertama mendengar suara bapak di telpon jadi tolong dimaklumi jika saya kurang cepat mengenali suara bapak" ucap Mika sopan dan hati-hati.


"Oke kalau begitu, besok jam 8 pagi langsung ke ruangan saya!" Perintah Radit dan langsung memutuskan panggilan telepon tersebut secara sepihak.


Mika bingung dengan kelakuan atasannya itu. Lalu ponsel itu pun kembali berdering, Mika yang masih kesal langsung menerima panggilan telepon tersebut.


__________________


Terimakasih untuk semua yang sudah mampir dan membaca tulisan saya yang masih buruk ini.. Maklum pemula 😅 jadi kalau ada salah-salah kata harap dimaklumi ya..

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya kak minta kritik dan sarannya, juga jangan lupa untuk like dan jadikan novel ini favorit kamu ya agar selalu tahu kapan saya Up lagi..


Jika berkenan tolong Vote novel ini.. terimakasih atas kunjungannya 🙏😊😊😊


__ADS_2