Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 24


__ADS_3

Mika memasakan Davi mie instan, tak butuh waktu lama mienya pun siap dihidangkan. Mika menaruh satu mangkok penuh di depan Davi, lalu Davi memakannya.


"Kamu ga makan?" Tanya Davi, Mika hanya menggelengkan kepalanya.


Davi makan dengan tenang sendok pertama masuk ke dalam mulutnya, senyum merekah di wajahnya, ia sudah lama sekali tidak makan mie instan seperti ini. Lalu ia mendekatkan sendok yang berisi mie ke mulut Mika dan Mika menerimanya. Mereka makan bergantian.


Tiba-tiba... Ceteeek.. Lampu dapur menyala, Lena dan Fatir berdiri di ujung ruangan. Mereka terbangun karena mendengar ada orang di dapur.


"Bunda kira ada maling... Tau taunya kalian toh".. ucap Lena tertawa bersama Fatir.


Lalu Fatir duduk di kursi dekat mereka, sedangkan Lena mengambil air dari dispenser yang berada di dekat meja makan.


"Maaf ya Bun, ..Yah..hehehe.." ucap Mika dan Davi dan mereka pun tertawa.


"Gak papa.. lagi pula ayah juga haus kok... Ga bisa tidur ya Yang?" Tanya Fatir ke Davi, lalu meminum air putih dari tangan Lena. Davi hanya tersenyum memperlihatkan giginya.


"Laper katanya Yah.. " ucap Mika santai.


"Ya udah Bunda sama Ayah masuk lagi ya.. masih jam 3 pagi" pamit lena yang berjalan bergandengan dengan Fatir. Dan dijawab oleh Mika dan Davi dengan anggukan kepala mereka.


Davi dan Mika melanjutkan makannya. Setelah itu Mika langsung merapihkan dan mencuci peralatan yang sudah ia gunakan.


"Mau tidur lagi?" Tanya Mika.


"Iya udah kenyang ngantuk jadinya hehe" jawab Davi.


"Kenyang apanya.. orang kamu malah nyuapin mie nya ke aku" ucap Mika, tapi Davi hanya tersenyum.


"Yuk sini aku gendong lagi" ucap Davi yang sudah membungkuk membelakangi Mika di depan Mika berdiri.


Dengan senang Mika melompat pelan ke punggung Davi. Mika menyenderkan kepalanya di bahu Davi.


"Nyaman banget.. makasih ya Dav.." ucap Mika di dekat telinga Davi.


Jantung Davi langsung menari-nari di dadanya setelah mendengar dan merasakan hembusan kecil nafas Mika.


Sesampainya di kamar Mika, Davi menurunkan Mika di atas kasurnya. Mika langsung mengambil posisi terbaik untuk tidur, Davi duduk di pinggir ranjang dan menyelimuti Mika. Entah apa yang dipikirkan Davi, lalu ia.....

__ADS_1


Cup... Kecupan sekilas mendarat di kening Mika. Sontak Davi terkejut sendiri tetapi anehnya wajah Mika tidak terlihat kaget, Mika malah tersenyum dan mengucapkan selamat istirahat ke Davi. Davi dengan wajah yang memerah langsung mundur dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Davi yang malu langsung menutup wajahnya dengan selimut.


"Kok dia ga marah sih?? Malah tersenyum.. apa gue ga papa melakukan itu" gumam Davi.


Sedangkan Mika sebenarnya kaget, tapi tidak ia perlihatkan ke Davi.


"Dasar... Udah dewasa ternyata si Ayang" gumam Mika dan tersenyum.


Mereka berdua pun masuk ke dalam alam mimpi.


Pukul 7.30 pagi Lena dan Fatir sudah duduk di meja makan. Karena ini adalah hari Minggu jadi Fatir tidak pergi ke kantor tetapi ia akan pergi menemani Lena untuk berbelanja.


"Bentar ya Bun, Ayah mau cek apa mereka sudah bangun" ucap Fatir dan diiyakan oleh Lena.


Fatir menuju kamar Mika, ia mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada respon dari dalam. Akhirnya Fatir membuka pintu kamar Mika dengan pelan. Ia melihat Mika yang sedang terlelap di ranjang dan Davi yang juga masih terlelap di sofa dekat ranjang Mika. Fatir tersenyum, lalu meninggalkan kamar Mika menuju ruang makan.


Lena dan Fatir setelah sarapan langsung pergi berbelanja di pasar tradisional dekat rumahnya.


Davi mengerjapkan matanya, lalu ia mengambil ponselnya di meja depan sofa.


Davi melihat Mika yang masih tertidur pulas. Davi duduk di dekat Mika, menatap wajah Mika yang masih terlelap dan ia mengecup kening Mika. Ya lagi-lagi Davi melakukannya entah apa yang ada dipikirannya sehingga ia suka sekali melakukannya. Ia membelai rambut Mika yang panjang itu.


Karena merasa terusik tidurnya, Mika pun terbangun dari tidurnya. Matanya terbuka pelan, dan senyuman manisnya langsung terukir di wajah cantiknya. Walaupun baru bangun tidur wajah Mika sangat cantik.


"Pagi..." Ucap Mika seraya menggeliat dan merenggangkan otot-ototnya. Lalu senyum secerah mentari pagi terpancar di wajahnya.


Lagi-lagi wajah Davi langsung memerah. "Sarapan yu Ka.." ajak Davi sambil menyembunyikan rasa panik dan kikuknya.


Mika hanya menganggukkan kepalanya, lalu turun dari ranjangnya, menuju ke ruang makan yang ada di lantai bawah.


"Mau aku gendong ga?" Tanya Davi.


"Ga usah aku berat hehe...." Jawab Mika.


Tapi Davi sudah berada di posisi siap menggendong Mika dan berdiri di depan Mika. Tanpa pikir panjang Mika pun melompat ke punggung Davi. Mereka menuju ke ruang makan, saat di ruang makan mereka bertemu dengan Bi Sumi. Davi kaget dan panik tapi tidak dengan Mika, ia hanya cuek dan menyapa Bi Sumi.

__ADS_1


"Pagi bi... Ayah Bunda mana bi?" Tanya Mika dan masih dalam gendongan Davi.


Bi Sumi tersenyum dan menjawab "pergi ke pasar mba.. Itu sarapannya sudah di meja, ada nasi goreng mba .. mau di panasin lagi ga mba?" Ucap bi Sumi.


"Ga usah Bi biar aku aja" ucap Mika sopan yang kini sedang turun dari gendongan Davi.


Mika memanaskan nasi gorengnya dan Davi duduk menunggu Mika di kursi makan. Setelah sarapan, Davi pamit pulang.


"Aku langsung pulang ya.." pamit Davi. Ia tidak bisa berlama-lama dengan Mika, karena jantungnya berdetak kencang, ia pun sebenarnya malu karena kelakuannya yang mencium kening Mika tadi malam saat mika membuka matanya.


"Kok buru-buru.. ga mandi dulu?" Tanya Mika.


"Ga usah ka.. aku pamit ya.. tolong sampaikan ke ayah sama bunda ya" ucap Davi.


Lalu Davi dan Mika menuju ke kamar Mika untuk mengambil tas yang berisi pakaian dan sepatu juga handphoneku. Mika mengiringi kemana Davi berjalan sampai depan gerbang rumahnya, Davi memasuki mobilnya dan pamit ke Mika. Davi yang pergi dan melambaikan tangannya lalu perlahan menghilang membuat hati Mika aneh. Ada rasa yang aneh yang Mika rasakan.


________________


Di apartemen Radit


Leo yang duduk di sofa depan televisi sedang asik memandang beberapa foto Mika yang telah ia ambil tadi malam tanpa sepengetahuan Mika.


"Cantik banget sih..." Gumam Leo seraya membelai layar ponselnya.


Radit yang melihat kelakuan adiknya itu hanya mengerutkan keningnya, alisnya sampai naik sebelah.


"Segitu sukanya kamu sama cewe orang..." Sindir Radit.


"Ganggu aja sih ka!" Ucapnya Leo kesal. Lalu ia kembali ke kamarnya.


Radit hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia mengeluarkan ponselnya melihat aplikasi WhatsApp yang ada di ponselnya. Lalu ia melihat status yang Mika buat.


"WHAAAAAAT..." Bola mata Radit terbelalak seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.


_____________________


penasaran ga sih itu si Radit ngapain??

__ADS_1


Terimakasih banyak atas kunjungannya ya kakak-kakak semuanya... Jangan lupa tinggalkan jejaknya... Silahkan untuk kritik dan sarannya.. jangan lupa like dan vote nya ya terimakasih..


__ADS_2