Cinta Mika

Cinta Mika
Bab 3


__ADS_3

Minggu siang di kediaman Adrian, Davi yang sudah diberi tahu oleh papihnya bahwa dia sudah bisa bersekolah mulai hari Rabu besok, merasa sangat senang. Adrian juga sudah menugaskan beberapa orang kepercayaannya untuk mengurus sekolah anaknya karena dia belum bisa meninggalkan perusahaan nya di London, dan salah satu orang kepercayaannya adalah Fatir.


Kemarin Fatir sudah menelepon Davi untuk membeli segala keperluannya dan akan di dampingi oleh Mika, Davi pun sangat senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan Mika lagi setelah 4th mereka berpisah.


"Aaaaah akhirnya hari ini tiba hahhahahaha" gumam Davi sambil tertawa lepas yang membuat pak imam di depan nya bingung.


"Den hayu berangkat" ucap pak imam seraya membuka pintu mobil bagian belakang, "let's go pak...." Semangat Davi.


Pak imam dan Davi pun berangkat menuju kediaman Mika. Saat di jalan Davi tak hentinya bersenandung membuat pak imam tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya..


Tiba di kediaman Mika


Davi menekan tombol Bell rumah keluarga Fatir, dan dibukakan oleh seorang perempuan paru baya.


"Mau cari siapa ya?" Tanya bi Sumi art yang sudah bertahun-tahun bekerja di keluarga Fatir.


"Bi Sumi ini aku Davi..." Semangat Davi memperkenalkan diri.


"Mas Davi? Kok tinggi amat?? Perasaan dulu mah kecil??" Jawab bi Sumi sambil mengerutkan dahinya dan menatap bingung.


"Ih bi Sumi aku kan udah gede tau ya masa kecil terus... Hahaha" jawab Davi sambil tertawa.


"Eh iya ya ketawanya bener ini mas Davi" ucap bi Sumi sambil membuka gerbang rumah dan langsung di peluk Davi. "Ya ampun ayo mas Davi masuk" bi Sumi pun mempersilahkan Davi duduk dan memberitahukan Lena tentang kedatangan Davi.


"Bu... Bu itu mas Davi udah datang... Ganteng banget mas Davi Bu sampe bi Sumi pangling kirain artis Korea hehe" ucap bi Sumi dengan bahagia. Lena pun langsung melangkah menuju ruang tamunya.


"Ini anak bunda?? Apa bunda ga salah nih?" Seru Lena dari dapur menuju kursi di ruang tamu.


"Ah bunda Davi kangen banget" peluk hangat Davi ke Lena dan di balas oleh Lena.


"Pasti belum ketemu ayah ya yang?" Tanya Lena.


"Iya bund aku belum sempat ketemu ayah mungkin nanti bund" jawab Davi tapi sambil matanya nya lirik kanan kiri dan Lena pun menyadarinya bahwa Davi mencari keberadaan Mika.


"Kamu ke atas aja langsung Mika di atas" ucap Lena ke Davi sambil mengelus punggung Davi.


"oke bund" dan Davi pun beranjak ke atas menuju kamar Mika.


Tok tok tok


Ketuk Davi ke kamar Mika, "iya masuk bund ga di kunci" jawab Mika yang mengira itu Lena bundanya. Mika yang sedang duduk di pinggir ranjang tidur tampak sibuk dengan ponselnya, sehingga dia tidak melihat ke arah pintu.


"Eeehmmm.." deheman Davi yang mengkagetkan Mika dan langsung menoleh ke pintu.

__ADS_1


"Eh siapa Lo? Main masuk aja" tanya Mika yang bingung melihat pria tampan, tinggi sekitar 180an dengan tubuh atletis, memakai celana jeans dan sweater panjang yg kedua tangannya di serut ke arah siku tangannya.


"Taraaaaaam...." Ucap Davi sambil merentangkan kedua tangannya.


"Davi???.... Ya ampun Ayang??? Ini beneran kamu?? Kok berubah banget sih??" Teriakaan Mika dan langsung memeluk Davi dengan riang, dan Davi pun membalas pelukannya erat dan agak mengangkat tubuh mika dan sambil berputar senang mereka.


" Ya ampun si ayang kecil udah berubah sekarang dan sekarang jadi jauh lebih tinggi dari aku"(mika dengan tinggi sekitar 165cm) ucap mika dengan senyuman nya dan menatap Davi dari atas ke bawah.


"Oh iya aku ganti baju dulu kamu di bawah gih tunggu ya 5 menit lagi aku siap, buat antar kamu beli kebutuhan kamu, okay..?" Pinta Mika ke Davi dan Davi pun hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar kamar menuju dapur sambil menemui Lena.


"Bunda lagi masak apa?" Tanya Davi ke Lena, "ini bunda masak sayur kangkung kesukaan kamu yang, nih udah Mateng.. makan dulu ya" ucap Lena ke Davi sambil menuju ruang makan dan diikuti Davi.


"Makasih bund ini mah the best deh" senangnya Davi terpancar dari senyumannya dari tadi Davi pun langsung melahap makanan yang sudah di sendokan oleh Lena. Mika dengan oversize Hoodie berwarna putih dan celana pendek jeans sepatu sneakers putih dan dengan tas selempang kecil warna putih dan dengan rambut digulung seperti celop ala Korea membuat dia cantik dan imut.


"Lah malah makan di sini?" Tanya Mika yang agak kecewa melihat Davi makan siang di rumah, karena Mika ingin sekali mengajak Davi ke restoran kesukaan nya di Mall x.


"Ini enak banget tau, ayo makan dulu" jawab Davi sambil terus mengunyah dan mereka bertiga pun makan siang bersama dengan menu yang sangat sederhana tapi kesukaan Davi.


Mika dan Davi pun pamit ke bunda Lena untuk berangkat menuju mall x. Di dalam mobil Davi dan Mika duduk di belakang sedangkan pak imam fokus menyetir menuju mall x.


"Pak imam ingat aku ga?" Tanya mika penasaran.


"Ya inget banget dong non, masa lupa kan pak imam belum tua tua banget jadi belum pikun hahahaha" jawab pak imam dan mereka bertiga pun tertawa.


"Ehhhmmm fokus amat ke hp aja" Sindi Davi dan membuat Mika sadar bahwa dia salah, " hehe aku lagi fokus balas chat temen kerja aku" jawab Mika.


"Hah serius kamu udah kerja ka??" Tanya Davi agak membulatkan matanya karena baru tahu kalau Mika sudah bekerja, karena selama ini Davi pikir Mika masih kuliah.


"Hehe ya seriuslah" jawab Mika sambil tersenyum dan langsung mendekat ke Davi dan menunjukan layar di ponselnya menunjukan fotonya saat bekerja. "Nih serius tau aku.. percaya kan?" Jawaban Mika sekaligus meyakinkan Davi, tapi Davi yang didekati Mika malah panik karena jantungnya langsung tidak beraturan deg deg deg dan membuat wajahnya memerah.


"Loh kok muka kamu merah sih, kamu sakit atau alergi makanan bunda tadi?" Tanya bingung Mika sambil meletakkan punggung tangan nya ke dahi Davi.


" Aaa apa apaan sih kamu" Davi agak berteriak ke arah Mika yang membuat Mika bingung, tapi pak imam yang sadar alasan Davi seperti itu hanya tersenyum saja.


"Aku serius Davi apa kamu sakit?" Tanya ulang Mika.


"Aku tuh gini karena kamu main Deket Deket aja tau sambil mengipas wajahnya dengan tangan.


"Oh gerah ya maaf ya" ucapan maaf mika ke Davi dan Davi malah membuang mukanya menghadap jalan arah luar.


Sampai di mall


"Aku mau cari sepatu dulu" ucap Davi yang berjalan menuju dalam mall dan diikuti Mika tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


Di sebuah toko sepatu


"Mika... Mika.." panggil Davi ke Mika,


"ya??" Jawab Mika dengan kaget dan bingung, "kok nih anak manggil gue mika aja tumben biasanya manggil Kaka" ucap Mika dalam hati.


"Ini bagus ga?" Tanya Davi.


"Bagus tapi kan sepatu buat sekolah warna hitam kok kamu beli sneakers putih?" Jawab sekaligus tanya Mika ke Davi.


"Kamu suka tapikan modelnya?" Tanya Davi lagi dan dijawab anggukkan oleh mika.


"Ini anak kenapa sih aneh aneh aja" gumam mika dalam hati.


Saat Davi menuju kasir, Mika masih melihat lihat sepatu dan tas sport, tiba-tiba gubrak "aaaawww" teriak Mika pelan tapi terdengar oleh Davi.


"Maaf maaf... Kamu ga papa?" Tanya seseorang yang mengulurkan tangannya setelah menabrak Mika dan membuat Mika jatuh ke lantai, karena tabrakan dengan seseorang yang biasanya lebih besar dari Mika sampai terjatuh bahkan jepit rambutnya yang menggulung rambutnya sampai lepas, dan terurai lah rambut Mika yang panjang hitam dan lebat itu.


Davi pun dengan cepat menepis tangan orang tersebut dan meraih tangan Mika lalu membantunya berdiri.


"Aduh sakit tangan aku Dav" ucap Mika yang meringis sakit karena tangannya menumpu badan nya yang terjatuh.


"Sini coba liat" ucap Davi sambil meniup pelan tangan Mika, dan berlalu ke kasir dengan tetap menggandeng tangan Mika, dan orang yang menabrak mika pun masih diam mematung melihat kecantikan Mika dan harum dari rambut Mika.


Tersentak tersadar orang itu menghampiri Mika dan Davi sambil mengulurkan tangannya "maaf ya maaf saya ga sengaja" meminta maaf ke Mika.


"Ya gapapa" jawab Mika tapi Davi yang menjabat uluran tangan orang tersebut buka mika, mika pun tersenyum melihatnya. Lalu Davi menggandeng tangan Mika dan berlalu dari orang tersebut.


"Ya ampun cantik amat ya tuh cewe" gumam Leo orang yang menabrak Mika tadi.


"Kamu gapapa kan ka?" Tanya Davi cemas setelah mereka membayar belanjaannya dan keluar dari toko sepatu itu.


"Gapapa... Nih sehat sehat aja aku" jawab Mika tapi didalam hatinya dia berkata "si Davi kenapa ya kok manggil gue kadang kaka kadang nama aja, apa kebiasaannya diluar negeri ya.


"Mika kita makan disini aja ya kayanya enak" tanya Davi "okay" jawab Mika sambil mengerutkan dahinya.


Mereka pun memesan ayam bakar, sambil berbincang ringan. Tak lama makanan mereka pun datang, mika langsung menggulung rambutnya tapi karena jepitan rambutnya lepas saat tabrakan tadi jadi Mika hanya menggulung nya seperti gulungan rambut nenek nenek jaman dulu tanpa penjepit apapun.


"Gimana enak ga yang?" Tanya mika ke Davi.


"huuh enak" jawab Davi.


"sebenarnya aku mau ajak kamu ke resto kesukaan aku di depan sana, tapi di sini juga enak sih" ucap Mika ke Davi dan secara tidak sadar Mika pun menyuapi Davi ayam bakar itu dengan tangannya, ya itu memang kebiasaan Mika dari kecil jika dia makan bareng Davi entah mengapa dia sangat suka melihat Davi makan.

__ADS_1


Davi yang sedari tadi tau ada yang memperhatikan mereka di sudut resto ayam bakar itu.


__ADS_2