Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 9


__ADS_3

Saat menunggu lift untuk mengantar mereka kembali ke ruangan, mereka bertemu dengan Radit dan Doni yang ingin meninggalkan kantor.


"Sore pak" seru Fina dan Mika bersamaan.


"Hmm.." jawab Radit dengan tatapan yang terfokus pada Mika.


"Sore, kalian lembur?" tanya Doni ke Mika.


"Iya pak.." Fina yang menjawab sedangkan Mika dengan posisi yang menunduk karena agak kesusahan dengan kantong belanjaan makanan yang dibawanya.


Tiba-tiba Radit mengambil satu kantong yang dipegang Mika dan membuat orang di sekitar situ bingung. Lalu Radit memanggil salah satu security untuk membantu Mika membawakan kantong tersebut.


"Pak tolong bantu mereka.." ucap Radit ke salah satu security itu.


"Siap pak.." jawab security tersebut dan langsung membawakan beberapa kantong dari tangan Mika dan Fina.


"Terimakasih pak" ucap Mika dengan tersenyum dan menundukkan kepalanya nya.


"Hmm.." Jawab Radit dan langsung meninggalkan kantornya untuk pulang.


Sesampainya di ruangan Mika dan Fina pun membuang nafas kasar, mereka berdua bergidik ngeri saat mengingat kejadian tadi.


"Buset Mik jantung gue mau copot rasanya" ucap Fina sambil memegang dada kirinya.


"Sama Fin kaget gue sampe gemetar nih tangan" jawab Mika.


"Ternyata pak Radit baik banget ganteng pula ya walaupun dingin" kagum Fina.


"Dasar".. seru Mika dan mereka pun tertawa.


______________


Di mobil Radit


"Ehm.. Dit kenapa senyum senyum sendiri aja?? masih inget yang tadi?" selidik Doni ke Radit yang sedari tadi senyum sendiri sambil menatap ke luar jendela.


"Berisik!!" seru Radit sedikit membentak Doni dan menghentikan senyumannya, lalu kembali fokus menatap jendela mobil.


"Dit serius.. kamu kayanya tertarik banget sama Mikayla?" tanya Doni ke Radit.


"Emang keliatan?" tanya balik Radit ke Doni.


"Banget... !!" jawab Doni.

__ADS_1


Dan Radit pun hanya senyum sendiri.


Radit dan Doni sangat dekat, Radit yang selalu terlihat dingin sehari-hari tetapi hanya didepan Doni dia menunjukkan pribadi sebenarnya.


______________


Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt


Dengan malas Mika mengangkat panggilan di ponselnya.


"Halo.." sapa Mika.


"Lagi apa?" tanya Davi dari seberang sana.


"Masih di kantor, aku lembur.. tapi sebentar lagi aku pulang" lirih Mika yang sudah lelah.


"Aku jemput ya, share location.. tunggu ya aku berangkat ke sana"... ucap Davi langsung memutuskan panggilan itu sepihak, dan dengan segara berangkat menjemput Mika.


Sesampainya di depan kantor Mika ternyata Mika sudah menunggu Davi, dan Mika pun tidak sendiri tetapi dia bersama Fina yang memang juga akan pulang dengan memesan taksi online.


"Fin bareng aja sama gue ya biar diantar.." ucap Mika ke Fina.


"Ga usah ah takut ganggu hehe..." jawab Fina.


Davi keluar dari mobilnya dan menghampiri Mika dan Fina, kedua Mata Fina pun membulat kaget dia menatap Davi dari atas sampai bawah, melihat Davi yang menggunakan celana pendek dan kaos oblongnya yang memperlihatkan bahwa Davi masih remaja dan Fina yakin bahwa Davi masih usia sekolah.


"Hahahaha..." Mika hanya tertawa mendengarnya.


"Hai.. maaf lama" sapa Davi ke Mika dan Fina.


"Ga kok ini juga baru keluar... oh iya ini kenalin temen aku Fina" jawab Mika, dan mengenalkan Fina di sebelahnya.


"Davi..." Davi memperkenalkan diri dan menyodorkan tangannya dan di sambut langsung oleh Fina.


"Fina..." jawab Fina seraya menyambut uluran tangan Davi tetapi masih berdiri mematung di samping Mika.


"Yuk pulang.." ajak Davi ke Mika, dan Mika melirik ke arah Fina yang mematung setelah melihat Davi dari dekat. Fina sangat terpesona dengan wajah tampan Davi dan sikapnya yang sopan.


"Yuk sekalian Fin.. udah malem ini" ucap Davi lagi.


"Ah gak usah nanti ngerepotin... gue pesan taksi online aja" jawab Fina dan masih menatap dalam ke Davi.


"Jangan ini udah malem.. Yuk sekalian aja.." ucap Davi dan Mika pun menarik tangan Fina agar mengikuti Davi masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Mereka pun langsung pergi menuju rumah Fina, Davi menyetir dengan fokus dan mendengarkan arahan dari Fina. Davi yang memang belum terbiasa dengan jalan di kota ini sangat mengandalkan GPS yang memang terpasang di mobilnya jadi memudahkan dia untuk mengetahui arah tujuan.


Di dalam mobil mereka bertiga pun mengobrol dan bercanda, Davi termasuk orang yang memang gampang bergaul, jadi ia langsung dapat berbaur dengan obrolan Mika dan Fina.


Disela-sela obrolan mereka, Mika bertanya tentang pertandingan basket di sekolah Davi.


"Yang gimana kamu menang ga?" tanya Mika ke Davi.


"Pasti dong.. hehehe" jawab Davi dengan tawa kecilnya.


Fina yang sedari tadi mendengarkan percakapan Davi dan Mika pun mengerutkan keningnya, karena sedari tadi Mika selalu memanggil Davi dengan sebutan 'yang' dan itu seperti singkatan dari kata 'sayang'.


"Apa gue ga salah denger ya? ini Davi adenya Mika apa pacarnya sih" gumam Fina dalam hati.


"By the way Dav mau tanya, Lo kuliah atau masih sekolah?" pertanyaan tiba-tiba dari Fina membuat Davi dan Mika saling tatap.


"Hahaha SMA" jawab Davi santai.


"Wah harusnya Lo manggil gue Kakak Dav.. hehe" ucap Fina diiringi tawa kecilnya.


"Yakin kakak?.. bukannya harusnya Tante??" sambil tertawa terbahak bahak Mika berkata ke Fina.


"Hahahaha nyebelin Lo Mik.. tapi gapapa deh biar awet muda gue".. jawab Fina yang juga tertawa.


Davi pun hanya tertawa mendengarnya. Setelah selesai mengantar Fina, kini Mika dan Davi pun berdua di mobil dan langsung menuju ke kediaman Fatir.


"Mik.. kamu ga malu ngenalin aku ke temen kamu?" tanya Davi lirih.


"Hah?? Kenapa malu?? Kok bisa mikir gitu kenapa sih yang??" tanya Mika dengan wajah khawatir.


"Gapapa.. cuma tadi aku pikir kamu sendirian jadi aku pake baju asal aja" lirih Davi sambil memegang kaos oblong belel (lusuh) karena itu adalah baju kesukaan Davi bila dia akan tidur.


"Mau aku sendirian atau ramean kek.. gak ada tuh urusannya sama malu, yang penting sopan, apalagi masalah baju!! Kecuali kamu ga sopan yang beneran bikin malu baru aku marah dan malu.. ngerti ga?!!" jawab Mika dengan nada yang agak keras.


Sontak membuat mata Davi berbinar senang, dan tak terasa mereka pun sudah sampai tujuan yaitu kediaman Fatir ayah Mika. Davi pun langsung melanjutkan perjalanannya pulang tanpa mampir dulu di rumah Mika karena sudah malam dan jam menunjukkan pukul 10 malam.


Saat sampai di rumahnya Davi langsung menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur nyamannya. Matanya terpejam tapi tidak tidur karena dia masih memikirkan kata-kata yang Mika ucapkan tentang pakaiannya. Jujur saja tadi Davi sempat panik dan ragu karena melihat di sekeliling kantor Mika terlihat orang-orang yang berpakaian rapi, dan saat melihat Mika dengan setelan office nya Davi merasa sangat kecil hati dan malu setelah tersadar dengan apa yang dia kenakan saat itu.


__________________


Hari Sabtu adalah hari libur kantor dan sekolah di kota ini. Mika yang hari ini menjadwalkan dirinya untuk pergi ke toko buku, karena ada beberapa buku dan peralatan yang ingin ia beli.


Di dalam toko buku tersebut, Mika yang tengah asik memilih dan membaca sepintas buku-buku yang tersusun rapih di toko akhirnya menemukan buku yang ia cari secepatnya ia mengambil buku itu di atas rak toko, tetapi ternyata ada seseorang juga yang mengambilnya dan gerakan tarik menarik beberapa detik pun tak terelakan dan kemudian...

__ADS_1


"Kamu!!!" ucap lelaki yang juga mengambil dan menarik buku yang Mika ambil, dengan mata membulat penuh karena kaget.


"Loh??......


__ADS_2