Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 12


__ADS_3

"Lah kok bisa tahu rumah aku di sini??" bingung Mika ke Radit, tetapi Radit yang di tatap Mika hanya diam saja seperti seakan-akan sudah biasa mengantar Mika. Dengan cepat Mika mengambil belanjaannya di kursi jok belakang penumpang.


"Makasih banyak Mas" ucap Mika yang langsung kabur keluar dari mobil dengan cepat dan masuk ke dalam rumahnya yang pintu gerbang nya sudah di buka oleh Bi Sumi art di kediamannya, hingga Radit pun belum sempat mengatakan apapun.


"Dasar.. Dia ga nawarin aku untuk mampir" gumam Radit dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.


Radit pun berlalu menuju apartemen mewahnya. Sesampainya di sana Radit langsung menuju ke kamarnya dengan wajah sumringah, senyum di wajahh Radit belum hilang karena di dalam pikirannya ia masih mengingat wajah Mika yang cantik dan mengemaskan. Tanpa disadari Radit ada Leo yang sedari tadi duduk di sofa sambil menonton TV dan melihat Radit yang melewatinya dengan wajah berseri-seri yang sangat jarang sekali terlihat sejak dulu.


"kenapa tuh kak Radit senyum-senyum sendiri??? Kok ngeri ya gue liatnya" gumam Leo dalam hati, dan menggidikan bahunya ngeri.


Radit yang berbunga-bunga menjatuhkan dirinya ke atas ranjang kesayangannya, dia menatap langit-langit kamarnya sambil membayangkan wajah Mika. Hingga ia disadarkan dengan bunyi dering handphone di saku celananya.


Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt getar yang mengiringi dering handphonenya. Radit melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Hmm..." sapanya hanya dengan deheman.


"Bro ga kemana-mana? jangan lupa nanti malam hadir diundangan Pak Rinto" ucap Doni mengingatkan.


"Males ah... udah tolong di wakilkan aja.. jangan buat mood gue yang lagi bagus ini ilang" gerutu Radit.


"Wuih ada apa nih? boleh tau ga?" selidik Doni.


"Mmm tadi gue habis jalan sama Mika" ucap Radit dengan wajah berseri-seri.


"Wooow gimana ceritanya?..." semangat Doni penasaran.


" Dah besok aja.. Capek nih" ketus Radit dan langsung memutuskan panggilan sepihak. Doni sudah terbiasa dengan perlakuan Radit yang seperti itu jadi tidak mempersalahkannya.


________________


Mika yang sudah siap akan tidur mengingat kembali kejadian tadi sore, dia bingung dari mana Radit tau letak rumah nya. Awalnya Mika tidak ambil pusing tetapi jika dipikir-pikir sangat aneh seorang atasan tau rumah bawahannya yang bukan apa-apa.

__ADS_1


"Ih aku kan cuma res resan kerupuk di kaleng biskuit... udah ah ga usah mikir yang aneh aneh deh Mik" ucapnya pada diri sendiri.


Lalu dia menerima panggilan telepon dari Davi, dan mereka janjian untuk menonton film di bioskop di salah satu mall besok.


_________________


Di gedung Bioskop Minggu siang


Mika yang mengenakan tank top hitam di balut kaos sabrina oversize berwarna putih sehingga terlihat bahu kirinya samar karena kadang tertutup oleh rambut Mika yang panjang tergerai, dan celana pendek jeans yang jauh di atas lututnya juga sneakers putih pemberian Davi yang sama dengan Davi alias couple, juga tidak lupa sling bag putih. Mika suka sekali pakaian yang berwarna putih dan itu membuat kulit Mika menjadi lebih cerah lagi. Sedangkan Davi menggunakan kaos putih dibalut dengan jaket dan celana pendek jeans dan juga sneakers putih yang sama dengan Mika ( padahal mereka ga janjian loh pake sepatu pemberian Davi itu).


Mika duduk menunggu Davi yang sedang membeli cemilan juga minuman untuk mereka, dan tak lama film yang akan mereka tonton akan dimulai. Sesegera mungkin Mika dan Davi menunju kursi tengah yang sudah ia pesan tadi, dan film bergenre sci fi itu pun dimulai.


Di dalam ruangan tersebut tampak Radit, Doni, Leo dan Rangga, mereka berempat tanpa disadari, juga ada di dalam satu ruangan bersama Mika dan Davi. Radit dan Doni memang sudah menunggu film itu di putar di bioskop tersebut sedangkan Leo dan Rangga juga ingin ikut karena setelah itu mereka akan bertemu teman-temannya untuk merayakan kemenangan atas pertandingan basket mereka kemarin dulu.


Setelah hampir dua jam film itu diputar akhirnya film tersebut selesai, dan beberapa penonton juga sedang antri untuk keluar melalui pintu keluar. Radit tiba-tiba mengerutkan dahinya sepertinya ia melihat sosok Mika dari kejauhan bersama seorang pria dengan bergandengan tangan, tetapi ia ragu kalau itu adalah Mika.


"Ah ga mungkin kayanya bukan Mika" gumam Radit dalam hati dengan tetap berpikir positif.


"Hmm.. pulangnya jangan malam-malam" tegas Radit.


Mereka berempat pun berpencar arah. Tak sengaja saat Mika dan Davi berdiri menunggu lift mereka bertemu Leo dan Rangga. Leo langsung membulatkan bola matanya saat melihat Mika, ia mengingat jelas wajah cantik Mika, gadis yang pernah ia tabrak tak sengaja di toko sepatu waktu dulu.


"Eh kamu.. " ucap Leo seraya memegang tangan Mika.


Sontak Mika kaget, ia langsung melepaskan tangan Leo, dan Davi pun langsung menggeser tubuh Mika kebelakang tubuhnya. Mika tertutup sempurna dari belakang tubuh Davi yang bidang. Tak sempat Mika berbicara Davi langsung memprotek Mika.


"Kenapa nih?" tanya Davi agak keras. Sontak Davi terkejut melihat yang memegang tangan Mika tadi adalah Leo si kapten basket di sekolahnya.


"Davi??"


"Leo??"

__ADS_1


Ucap Davi dan Leo bersamaan.


Rangga hanya membulatkan matanya dan tatapan bingung, sementara Mika menggeser badannya sedikit agar bisa melihat apa yang terjadi.


"Leo.. ada apa nih?" tanya Davi bingung.


"Oh sekarang gue inget Dav gue pernah ketemu Lo dimana hahaha.." ucap Leo sambil tertawa untuk mengurangi kikuknya. Tapi Davi hanya bingung dan mengerutkan keningnya.


"Dulu ga sengaja gue pernah nabrak dia (menunjuk ke arah Mika) di toko sepatu.. inget ga?" terang Leo.


"Oh iya.. hehehe" jawab Davi dengan tertawa kecil.


"Mmm Dav.. itu cewe Lo?" selidik Rangga.


"Oh iya.. ini kenalin... Mik ini temen aku" ucap Davi ke Mika seraya menggandeng tangan Mika.


"Mika..." ucap Mika memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya, tak lupa senyum manisnya menghiasi wajah cantiknya.


Leo dan Rangga pun menyambut uluran tangan Mika serta menyebutkan nama mereka.


"Leo"


"Rangga" ucap Leo dan Rangga bergantian.


"Dav.. Lo ga lupa kan janji pada mau ngumpul di cafe xx di bawah?" tanya Rangga ke Davi.


"Hah?" bingung Davi dengan mengerutkan dahinya.


"Jaelah... Seriusan Lo ga baca chat grup? Yaudah hayo ah udah pada ngumpul semua nih" ucap Rangga seraya menarik Leo dan Davi.


Rangga, dan Leo memimpin jalan menuju ke cafe xx yang berada di lantai 1 mall tersebut, sedangkan Davi hanya mengikuti mereka dengan tetap menggandeng tangan Mika. Sesekali Leo menoleh kebelakang mencuri pandang ke Mika. Tapi Mika tidak perduli dan hanya sibuk membalas chat di ponselnya dengan satu tangan, karena tangannya yang satu lagi di genggam erat oleh Davi. Sedangkan Davi agak merasa kurang nyaman dengan tingkah Leo.

__ADS_1


Sesampainya di cafe xx, terlihat teman-teman sekolah Davi yang sudah berkumpul...


__ADS_2