
Priiiiiiiiiiiit..... bunyi peluit ditiup oleh pak Ikbal.
Pertandingan pun dimulai, dan dimulai pula teriakan-teriakan para siswi untuk memberi dukungan ke Davi dan Rangga. Dan hanya dalam waktu 10 menit yang di berikan oleh pak Ikbal Davi telah mengalahkan Rangga dan membuat pak Ikbal menyetujui Davi masuk tim utamanya.
"Ok kamu lusa harus siap untuk tanding dengan SMA NUSA BANGSA.. dan kamu Leo kamu harus kasih tau Davi apa yang harus dia lakukan.. saya tinggal dulu karena masih banyak urusan ok... sampai ketemu pulang sekolah ya anak-anak." ucap pak Ikbal.
Davi dan teman-teman barunya nya pun sangat senang, mereka berlima beriringan untuk pergi ke kantin.
Banyak sekali yang memperhatikan mereka saat di kantin.
"Siapa tuh wiiih ganteng banget"
"wah kalah Leo gantengnya"
"Oh murid baru itu dari luar negeri pantes ganteng"
"Kayanya pengganti si Septian tuh"
"Wah ini mah pangeran"
Bisik-bisik para siswi di kantin. Mereka berlima pun cenderung acuh dan dengan santainya bercanda sambil menyantap makanan yang mereka pesan.
Dan bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran akan dimulai lagi. Mereka berjalan memasuki kelas masing-masing.
Di kelas Davi memikirkan sesuatu yang mengganjal pikiran nya.
"Kayanya bener deh gue pernah liat tuh si Leo kapan ya" gumam Davi dalam hati.
Dan begitu pun Leo yang memikirkan hal yang sama.
"Fab kayanya gue pernah tuh liat Davi dimana ya? kalo gue inget-inget kok gue agak kesel ya bro?" ucap Leo ke Fabian.
"Udah ga usah diinget dari pada Lo kesel bro" jawab Fabian santai.
_________________
Pukul 3.15 sore waktu pulang sekolah tiba
Anggota Tim basket pun berkumpul di lapangan dan memulai ekskul mereka.
Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt
"Permisi pak saya jawab telpon dulu pak soalnya orang rumah saya belum tau kalau saya pulang telat pak" izin Davi ke pak Ikbal dan pak Ikbal pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Halo..." sapa dari Davi.
__ADS_1
"Yang gimana lancar ga sekolah nya?" tanya Mika penasaran ke Davi dari seberang sana.
"Lancar dong, aku langsung masuk tim basket hehe" Jawab Davi sombong.
"Okay mantab kalo gitu, bye...." ucap Mika dan langsung diputus sepihak, membuat Davi mengerutkan dahinya saat menatap layar ponselnya.
Davi dan teman-teman barunya pun melanjutkan permainan basketnya hingga pukul 5 sore.
__________________
Sementara Mika yang sedang duduk di depan halte, sedang menunggu ojek online untuk pulang ke rumahnya. Tidak menunggu lama datanglah si pengemudi ojek online tersebut, Mika pun langsung menggunakan helm yang diberikan oleh pengendara sepeda motor tersebut, dan langsung duduk di belakang pengemudi dengan santai tanpa ragu. Ternyata tidak jauh dari Mika ada Radit dan Doni di dalam sebuah mobil, Radit sangat mengamati Mika.
"Don itu siapa lagi yang jemput dia (Mika), kok naik motor apa ga takut jatuh? Kemana yang biasa jemput kok ga dijemput? Apa kita ajak pulang bareng aja supaya dia aman??" bertubi-tubi pertanyaan dari Radit untuk Doni tanpa menoleh ke Doni dan tetap fokus ke Mika.
"Tenang aman itu ojek online.. yuk kita pulang aja." Ajak Doni
"ikutin dia dulu, bener aman ga!!" perintah Radit dan diikuti oleh supirnya, Doni pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Ribet dah kalo udah gini mah..ckckck" gumam Doni dalam hati.
Mereka pun mengikuti Mika hingga Mika benar benar aman sampai rumah, dan setelah itu Radit, Doni dan supir supirnya pun pergi dan mengantarkan Raditya pulang.
______________
Tampak Radit yang baru sampai di apartemennya di sambut oleh adik laki-lakinya yang tidak kalah tampan seperti Radit. Ya Radit tinggal berdua dengan sang adik yaitu Leo Saka Hermawan, mereka hanya tinggal berdua sejak kematian kedua orang tua mereka karena kecelakaan.
"Kak tumben pulang cepat" ucap Leo.
"hmm.." Radit hanya menjawab dengan dehemannya, dan Leo pun sudah terbiasa dengan itu karena dia tau bahwa kakaknya itu sangat dingin.
"Kak lusa aku mau tanding basket, mungkin pulangnya telat ya".. izin Leo ke kakaknya.
"hmm.." jawaban Radit seraya masuk ke kamarnya untuk istirahat dan mandi.
Ya begitulah suasana di apartemennya mereka jarang sekali mengobrol karena Radit dan Leo yang memang enggan untuk saling bicara.
_______________
Di kediaman Fatir
Mika yang baru selesai makan malam dan hendak istirahat menerima panggilan video call dari Davi.
"kamu lagi apa?" ucap Davi dari seberang sana.
"Baru aja mau ke kamar mandi sikat gigi" jawab Mika cuek.
__ADS_1
"abis itu ngapain lagi?" tanya Davi.
"Tidur cape.. kenapa?" jawab Mika dan langsung to the poin ke Davi.
"aku cuma mau bilang, tadi aku diterima di tim basket dan bentar lagi langsung ikut tanding, aku juga udah punya banyak teman... oh iya aku juga kangen makan ayam bakar kaya waktu itu, Minggu kita makan bareng ya... oke?!!" pemberitahuan Davi ke Mika, itu sih alasannya aja kangen ayam bakar padahal Davi ingin bertemu Mika.
"Sip... Okay" jawab Mika dan langsung memutuskan panggilan tersebut sepihak.
Mika pun langsung melakukan ritualnya sebelum tidur seperti menggosok gigi dan memakai skincare malam sebelum tidur.
_________________
Tiba waktu pertandingan basket antara sekolah SMA NUSA BANGSA dan SMA DARMA BAKTI yang di selenggarakan di SMA NUSA BANGSA.
Sorak Sorai para siswa NUSA BANGSA untuk menyemangati tim mereka, tapi beberapa siswi malah menyemangati tim Davi dan kawan-kawan yang jelas rival mereka. Itu karena tim dari SMA DARMA BAKTI yang terlihat seperti artis KPop mereka tampan tampan dan berkharismatik.
Pertandingan pun berjalan lancar dan sportif, dan di menangi oleh tim Davi dan kawan-kawan nya, sorak Sorai untuk mereka pun tak henti-hentinya dan banyak para siswi yang mengabadikan momen tersebut dengan mengambil foto tim DARMA BAKTI dengan ponsel mereka.
"Ih cakep banget sih itu mau dong salah satu nya aja"
"gue mau itu Davi ya ampun pengen pacar kaya gitu"
"si Leo juga oke kalo gue sih"
"gue itu yang lagi minum ya ampun kenapa minum aja kaya iklan sih"
Begitulah ucapan dari para siswi sekolah SMA NUSA BANGSA, mereka sangat mengagumi tim lawannya.
_______________
Sementara Mika di kantornya terlihat sangat sibuk, divisinya sedang melakukan proyek terbaru dan itu membuat Mika dan teman-teman satu divisinya harus lembur. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, sebagian karyawan sudah mulai berhamburan pulang.
"Kayanya kita bakalan lembur nih persen makanan yuk" ajak Fina dan rekan kerja yang lainnya. Mika dan semuanya pun setuju, mereka memesan makan malam dan cemilan untuk menemani lembur mereka.
Setelah hampir setengah jam datanglah pesanan mereka, Mika dan Fina ditugaskan untuk mengambil pesanan mereka di lobby lantai dasar kantor tersebut.
Mika dan Fina masing-masing membawa kantong-kantong besar yang berisi makanan yang mereka pesan.
"Mik bisakan? hati-hati ya" ucap Fina yang melihat Mika agak kesusahan.
"Bisa kok tenang aja" jawab Mika dengan riang.
Saat menunggu lift untuk mengantar mereka kembali ke ruangan mereka tiba-tiba bertemu dengan Radit dan Doni yang ingin meninggalkan kantor.
Dan..
__ADS_1