Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 36


__ADS_3

"Uti.. aku tinggal di sini sementara boleh?" Tanya Mika yang sontak membuat semua orang diam.


"Loh nak maksud kamu apa?" Tanya Lena bingung, karena Mika belum membicarakannya.


Bukan hanya Lena yang kaget, Davi dan Rahma pun ikut kaget mendengar ucapan Mika. Davi yang duduk persis di samping Mika langsung memiringkan duduknya dan menatap mata Mika penuh tanya, seakan tahu maksud tatapan Davi, Mika langsung menggenggam tangan Davi seakan berbicara bahwa nanti ia akan menjelaskannya.


Lena yang tetap bingung akan ucapan putrinya menatap Mika dan Davi bergantian.


"Yang kamu tahu kenapa Mika bilang gitu?" Tanya Lena ke Davi, Davi menoleh ke Lena dan menggelengkan kepalanya.


"Bun, Davi ga tahu apa-apa, ini tuh keinginan aku Bun.. aku ingin suasana baru aja biar hilang penatnya..hehe" ucap Mika ke Lena.


"Tapi Ayah belum tau nak, nanti Ayah marah, dan nanti Bunda sendiri di rumah!" Lirih Lena dengan mata berkaca-kaca.


"Sabar sayang.. mungkin cucuku yang cantik ini cuma ingin refreshing aja, toh tinggal di rumah Utinya bukan di tempat lain!" Ucap Rahma menenangkan Lena.


"Bunda.. kaya aku bakalan kemana aja.. hahahha padahal cuma mau tinggal sementara di rumah Uti aja Bunda udah melo gini apalagi nanti kalau aku nikah dan tinggal sama suami aku hahaha.." canda Mika yang bukannya mencairkan suasana malah menjadi bumerang baginya.


"Emang kamu mau nikah sama siapa?? Siapa yang mau nikahin anak Bunda yang manja kaya gini?" Ucap Lena agak keras dan malah membuat semua orang tertawa kecuali Mika yang cemberut.


"Ih bunda jahat... Kalau nanti ga ada yang mau nikahin aku ya aku minta kamu aja Yang, yang harus nikahin aku hehehehe" ucap Mika santai dengan tertawa.


Davi langsung mematung mendengar ucapan Mika.


"Tuh si Ayang juga ga mau tuh nikahin kamu Mik... Hehehe" ucap Rahma yang menggoda cucunya Mika.


"Utiiiiii... Kok ikutan Bunda sih!" Mika yang cemberut dan melipat tangannya di dada. Sedangkan Davi ikut tertawa bersama Lena dan Rahma.

__ADS_1


"Ih kamu Yang malah ketawa, jadi beneran kamu ga mau nikahin aku?hah?" Tanya Mika yang kesal.


"Mau.. Aku mau nanti kalau Ayah dan Bunda izinin aku ya" ucap Davi dengan tertawa kecil, padahal dalam hatinya ia serius mengatakan itu.


"Hus... Mika.. kamu ini asal banget sih!" Seru Lena.


" Mik... Kalau kamu serius ingin tinggal di sini nanti Bunda bilang ke Ayah yah, biar Ayah izinin kamu.." ucap Lena dengan lembut seraya membelai lembut rambut Mika.


Mika langsung menganggukkan kepalanya dan memeluk Lena, Rahma tersenyum melihat menantu dan cucunya itu. Tak terasa matahari sudah terbenam dan hari pun sudah malam, Rahma menyuruh Lena, Mika, dan Davi istirahat di kamar yang sudah di siapkan asisten rumah tangga Rahma. Mika tidur bersama Lena di kamar milik Ayah Mika dulu, sedangkan Davi tidur di kamar tamu.


Saat tengah malam sekitar pukul satu dini hari Mika terbangun karena haus, ia keluar kamar dengan pelan agar tidak membangunkan Lena yang sudah terlelap. Saat Mika menuju dapur ia melihat Davi yang sedang duduk di kursi makan.


"Loh kamu ngapain Yang?" Tanya Mika.


Sontak Davi kaget, ia langsung menoleh ke arah suara Mika.


"Duh kaget... Aku haus Ka.." ucap Davi yang memang sedang memegang gelas berisi air di tangannya. Mika tertawa kecil saat mendengar keluhan Davi.


"Yang kamu mau tahu kenapa aku milih tinggal sementara di sini?" Tanya mika pelan.


"Iya, kalau boleh aku mau tahu alasannya, tapi itu juga kalau kamu gak keberatan untuk cerita ke aku" lirih Davi hati-hati, karena tidak mau membuat Mika merasa gak nyaman.


"Aku mau ngumpet dari si gila itu dulu Yang" jawab Mika singkat.


"Hmm.. baiklah memang kamu harus menjauh dari dia Ka, aku takut kamu terluka karena dia" ucap Davi yang memandang lurus ke depan.


"Tenang aja Yang, aku gak akan kenapa-kenapa.. hmm... Kan ada kamu yang selalu di samping aku kan!" Ucapa Mika serius menatap ke arah Davi.

__ADS_1


"Iya aku pasti akan selalu di samping kamu.." ucap Davi lalu menggenggam tangan Mika lembut. Mika pun tersenyum. Dan beberapa saat mereka berdua terdiam dan terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


"Yaudah istirahat lagi gih" Mika yang menyuruh Davi untuk kembali istirahat ke kamarnya, dan langsung berdiri meninggalkan Davi untuk kembali ke kamarnya. Tetapi langkahnya terhenti karena Davi memegang tangan Mika.


"Kenapa?" Tanya Mika lembut, seraya membalikkan badannya.


"Ka... Ucapan aku serius yang tadi di depan Bunda dan Uti... Kamu tunggu aku ya paling tidak tunggu aku lulus SMA... Oke?!" Jawab Davi yang berdiri menghadap Mika, dan mendaratkan kecupan di kening Mika.


Cup.... Mika mematung seketika. Wajah Mika pun langsung memerah hingga ke telinga, Davi yang melihatnya pun tersenyum, dan berlalu meninggalkan Mika. Mika masih mematung saat melihat Davi masuk ke dalam kamar tamu dan menutup pintu kamar tersebut. Selang beberapa detik Mika tersadar dari lamunannya, ia menghentakkan kakinya ke lantai. Perasaan Mika campur aduk antara kesal dan senang atas perlakuan Davi terhadapnya.


"Ih dia nyebelin banget sih, main cium cium aja... Huh!!" Gerutu Mika.


Lalu Mika yang agak kesal menuju kamar tamu tempat Davi istirahat. Entah karena kesal atau apa Mika malah menuju kamar itu bukan langsung ke kamar yang ditempati oleh Lena.


"Awas aja tuh si Ayang!!" Kesal Mika.


Mika membuka pintu kamar tamu, dan melihat Davi yang sedang duduk di pinggir ranjang dan bertelanjang dada. Davi membuka kaos yang ia pakai karena merasa gerah, bahwasanya kamar yang ia tempati ternyata AC nya mati. Mika yang sudah membuka pintu kamar tersebut dengan tergesa-gesa dan menghampiri Davi tetapi kakinya malah tersandung.


Mika yang tersandung oleh kakinya sendiri hampir saja jatuh ke lantai, untungnya Davi segera menangkap tubuh Mika, dan memeluknya erat. Mika kaget dan langsung menjauhkan tubuhnya dari Davi.


"Duh kamu kok ga pelan-pelan sih Ka? Hampir aja jatuh!" Omel Davi ke Mika.


"Kamu ngapain sih buka baju gitu, mau pamerin perut kotak-kotak itu hah?!!" Sewot Mika yang bukan berterima kasih karena Davi sudah menangkapnya agar tak terjatuh.


"Hahahaha" Davi tertawa terbahak-bahak, "Ka ini AC nya mati jadi aku gerah... Lagian ngapain juga aku pamer ke kamu? Hahahaha" ucap Davi dengan tertawa.


"Oh mati ya AC nya.. kamu mau tidur sama aku n Bunda aja? Tapi gelaran di bawah mau?" Tanya Mika.

__ADS_1


"Gak usah Ka.. udah gih sana kamu tidur" ucap Davi ke Mika.


Mika menganggukkan kepalanya. Dan berbalik menuju pintu untuk keluar dari kamar tersebut, diikuti Davi di belakangnya. Tetapi sesaat sebelum membuka pintu, Mika membalikkan badannya, ia kaget ternyata Davi sangat dekat dengan dirinya. Tiba-tiba Mika memeluk Davi dengan erat, sontak membuat Davi kaget hingga wajahnya memerah.


__ADS_2