Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 19


__ADS_3

Masih di ruangan Radit dan kesal nya Radit ke Mika dan Doni.


"Loh saya bilang kan menurut selera kamu Mik.. kenapa malah tanya Doni?.. kenapa tidak sekalian tanya saya hah!?" Kesal Radit ke Mika.


"Maaf pak.. saya takut selera saya tidak sesuai dengan bapak" ucap Mika.


"Mengapa kamu tidak menanyakan langsung ke saya seperti kamu tanya ke Doni?" Ucap Radit dengan nada agak melembut.


Mika bingung harus jawab apa, batinnya sudah kesal tapi tidak bisa dikeluarkan. Hanya satu kata yang keluar dari mulut Mika.. "Maaf". Mika meminta maaf sambil berdiri dan menundukkan kepalanya, lalu duduk kembali membereskan pekerjaannya.


Doni yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Wah sakit kayanya nih orang.. kenapa Radit jadi gila gini sih" gerutu Doni dalam hati.


Makanan yang mereka pesan sudah datang dan dihidangkan oleh Mika. Doni dan Mika langsung memakannya sedangkan Radit malah melirik ke Mika. "Sepertinya dia memang lapar" gumam Radit dalam hati. Tiba-tiba Radit duduk di sofa sebelah Mika.


Spontan Mika menggeser tubuhnya menjauh sedikit dari Radit, dan melirik ke arah Radit. Terlihat wajah Radit yang tampan saat memakan makanannya. "Cakep sih tapi nyebelin!!" Kesal mika dalam hati dan melanjutkan makannya.


Tepat jam 1 siang mereka melakukan meeting, Mika memang sangat bisa diandalkan dalam pekerjaannya. Meeting itu berjalan lancar hingga pukul 16.30. Selesai meeting saat hampir semua orang meninggalkan ruangan dan hanya tersisa Radit, Doni dan Mika, Mika langsung menyalakan ponselnya, tiba-tiba drrrrrrt drrrrrrt getar panggilan masuk di ponsel Mika.


"Permisi pak.." ucap Mika ke Radit dan Doni, dan langsung melesat ke luar ruangan untuk menjawab panggilan telepon dari Davi. Sepintas Radit melihat layar ponsel Mika, di sana terlihat profil picture si penelepon.


"Siapa pria yang menelpon mika?" Gumam Radit dalam hati. Dan melihat mika berlalu keluar ruangan.


"Halo.." sapa Mika.


"Mika... Aku ada di Deket kantor kamu, apa kamu mau aku antar pulang hmm?" Tanya Davi lembut darai seberang sana.


"Maaf ga bisa Yang, aku lembur dan harus ke lokasi acara terbaru perusahaan" jawab Mika lemas, karena sebenarnya ia ingin sekali pulang dan merebahkan badannya.


"Oke.. nanti kalau perlu dijemput bilang ya" ucap Davi dan mereka pun mengakhiri panggilan telepon tersebut.


Mika menundukkan kepalanya dan ingin masuk kembali ke ruangan tersebut tapi tiba-tiba...


Bruuk.. Mika menabrak dada bidang Radit yang ternyata sedari tadi ada di belakangnya. Sepertinya Radit mendengarkan percakapan Mika dan Davi. Wajah Radit memerah menahan emosinya karena mendengar Mika menyebut kata 'yang' kepada seorang pria.


"Aaaw.. maaf" ucap Mika sambil mengelus dahinya, tetapi orang yang ditabraknya tidak bergeming. Mika pun mundur selangkah dan mendongakkan kepalanya. Mika kaget karena melihat Radit dengan wajah seperti marah.


"Maaf pak saya tidak sengaja" ucap mika bergetar. Tetapi Radit tidak menjawabnya malah jalan meninggalkan Mika.

__ADS_1


Doni yang melihat itu pun bingung akan kelakuan sahabat sekaligus atasannya itu.


"Mik.. ayo saya tunggu di mobil kita langsung ke lokasi" ucap Doni yang membuyarkan kebingungan Mika.


"Ba baik pak" jawab Mika.


Di dalam mobil sudah ada Anto driver, Doni di kursi penumpang depan dan Radit di belakang Anto, lalu Mika menyusul dan duduk di belakang Doni tepat di samping Radit. Suasana di dalam mobil hening dan agak horor karena aura emosi masih melekat di Radit.


Sesampainya di lokasi Radit terlihat menjaga jarak dengan Mika, entah apa yang dipikirkan Radit sehingga membuatnya menjadi dingin. Radit hanya mengeluarkan kata-kata seperlunya dari mulutnya. Doni pun bingung, berkali-kali Doni menanyakan keadaannya terapi Radit hanya menganggukkan kepalanya.


" Pak anda tidak apa-apa? Apa anda sakit pak?" Selidik Doni dengan lembut dan sopan, Radit lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya.


"Dia kenapa lagi sih? Kenapa tiba-tiba mood nya jelek gini sih? Apa ada yang salah dengan Mika ya?" Gumam Doni dalam hati.


Tepat jam 10 malam acara tersebut selesai, satu persatu para pengisi acara dan karyawan meninggalkan tempat tersebut. Sekitar jam 11 malam di lokasi tersebut sudah sepi dan hanya menyisakan beberapa karyawan termasuk Mika. Doni dan Radit telah siap-siap meninggalkan lokasi itu.


"Mik.. aku antar pulang ya.." ucap Nathan dari belakang Mika.


Tanpa berpikir lama Mika langsung mengiyakan, karena sudah malam jadi dia agak takut kalau harus naik taksi online. "Iya pak Nathan terimakasih" ucap Mika dengan senyuman.


Radit yang melihatnya dari kejauhan tampak geram, dia mengepalkan tangannya, lalu berjalan cepat ke arah Mika dan meninggalkan Doni begitu saja. Doni bingung dan langsung menyusul Radit.


Sontak Mika dan Nathan kaget, Nathan dengan sopan menundukkan kepalanya.


"Saya pulang dengan pak Nathan saja pak" jawab Mika sopan.


"Iya pak saya akan mengantarkan Mik---" ucap Nathan yang belum selesai karena Radit langsung memotongnya.


"Kamu pulang dengan saya karena tadi pergi bersama saya!!" Perintah Radit ke Mika.


Doni yang mengerti maksud Radit langsung berbicara "Ayo Mik.. pak Nathan duluan ya.. nanti hati-hati di jalan" ucap Doni, yang membuat Nathan malah mematung.


"Permisi pak.. saya pulang dulu" ucap Mika ke Nathan dan dibalas Nathan dengan anggukan. Sepertinya Nathan masih kaget dan mencerna apa yang terjadi.


"Kenapa pak Radit seperti itu?? Apa dia menyukai Mika?" Selidik Nathan.


Radit memasuki mobil dan diikuti oleh Doni dan Mika. Di dalam perjalanan hanya kesunyian dan ketegangan yang muncul, karena suasana hati Radit yang kesal. Setelah sampai di depan rumah Mika, Mika langsung pamit ke semua yang berada di mobil.

__ADS_1


"Makasih banyak pak sudah mengantarnya saya.. mari semuanya saya duluan" pamit Mika.


"Happy weekend Mik.." ucap Doni dengan senyuman, Mika membalas dengan senyuman dan anggukan kepalanya.


Sementara Radit yang sedari tadi diam langsung menatap Mika tajam.


"Kalau saya telpon, kamu harus angkat!!" Ucap Radit penuh penekanan.


Mika bingung dan terdiam sesaat. Hingga mobil itu berlalu. "Ih gila dia mau nyiksa gue lagi!" Gumam Mika sambil menggidik.


Saat di mobil setelah kepergian Mika, doni langsung pindah ke belakang disebelah Radit.


"Lo kenapa sih Dit?" Tanya Doni dengan suara agak keras. Anto yang sedang menyetir hanya mengerutkan keningnya.


Anto sudah tau kedekatan Radit dan Doni dari awal mereka bekerja, jadi sudah biasa Anto mendengar pembicaraan santai antara Radit dan Doni.


"Tau ah... Nanti gue jelasin, sekarang gue pusing" ucap Radit yang malas.


"Ya udah gue nginep di apartemen Lo aja!!" Ucap Doni santai sambil menyenderkan badannya.


"Gak!!! Gue lagi pengen sendiri" tolak Radit.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju apartemen masing-masing.


_________________


Mika yang sudah lelah seharian langsung mandi membersihkan dirinya, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Ia mengecek ponsel miliknya melihat semua notifikasi yang masuk. Tak lama dering handphone menandakan adanya panggilan video masuk.


"Iya.." jawab Mika lemas


"Maaf ya ganggu, kamu baru sampai?" Tanya Davi dari seberang sana.


"Hmm.. capek banget aku.. maaf ya ga bisa balas chat kamu Yang" ucap Mika dengan wajah yang sudah mengantuk.


"Ga papa.. kamu istirahat aja ya.. besok aku telpon lagi oke" ucap Davi lembut.


"Hmm.. bye" pamit Mika dan memutuskan panggilan video itu.

__ADS_1


Mika yang lelah dan mengantuk langsung memejamkan matanya. Tapi tak lama sebuah panggilan video masuk, Mika yang setengah terpejam langsung menerima nya, ia kira Davi yang menelponnya tetapi ternyata.....


__ADS_2