Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 18


__ADS_3

Saat Mika masih menerima panggilan dari Radit.


"Oke kalau begitu, besok jam 8 pagi langsung ke ruangan saya!" Perintah Radit dan langsung memutuskan panggilan telepon tersebut secara sepihak.


Mika bingung dengan kelakuan atasannya itu. Lalu ponsel itu pun kembali berdering, Mika yang masih kesal langsung menerima panggilan telepon tersebut.


"Ya pak, ada lagi yang ingin disampaikan?" Ucap Mika langsung tanpa melihat siapa yang meneleponnya.


"Hahaha... Kamu kenapa?" Tanya Davi diiringi dengan tawanya dari seberang sana.


"Hai.. Yang.. sorry" lirih Mika.


"Kenapa?... Mmm kita VC (video call) ya!!" Ucap Radit yang merubah panggilan telepon tersebut menjadi panggilan video.


Radit langsung tersenyum melihat tingkah Mika yang mengacak-acak rambutnya karena kesal.


"Hei kesal sekali sih?... Mau cerita?" Tanya Davi lembut.


"Bete aku Yang, ih ampun punya atasan nyebelin banget!!" Keluh Mika.


"Sabar ya.." hanya itu yang bisa Davi katakan.


Mika pun menceritakan keluh kesah nya dan begitu pula Davi, tapi mereka juga saling menguatkan satu sama lain. Setelah saling memutuskan panggilan video tersebut, mereka pun beristirahat di kediaman masing-masing.


_______________


Keesokan harinya..


Tepat pukul 8 pagi Mika sudah berada di depan ruangan Radit, entah sejak kapan Radit dan Doni berada di kantor hari ini.


Tok tok tok... Bunyi pintu ruangan Radit yang diketuk Mika dari luar.


"Masuk.." ucap Radit mempersilahkan.


Di dalam ruangan sudah ada Doni yang duduk di sofa sambil merapihkan berkas-berkasnya, dan Radit yang duduk di kursi kebesarannya dan hanya sibuk memandang layar laptopnya, tanpa melihat Mika.


"Permisi pak.. kemarin saya disuruh untuk menemui bapak" ucap Mika sopan.


"Oh iya kamu nanti ikut saya saat launching acara jam 7 malam nanti" perintah Radit.

__ADS_1


"Baik pak, ada lagi pak?" Tanya Mika dengan hati-hati.


"Diam di situ bantu Doni membereskan berkas untuk siang ini, juga untuk meeting dengan para artis pengisi acara jam 1 siang" perintah Radit lagi ke Mika.


"Maaf pak nanti jam 1 siang saya ada meeting dengan PT. Mandala yang akan mengeluarkan produk barunya" ucap Mika.


"Hei...!!" Kesal Radit ke Mika karena merasa dibantah. Wajahnya langsung menengok Mika dengan tatapan tajam.


Doni yang melihat Radit geram langsung ikut bicara ke Mika.


"Mik, minta salah satu tim kamu untuk menggantikan, kamu lebih dibutuhkan di sini" perintah Doni ke Mika agar Radit tak marah.


"Baiklah saya permisi dulu pak" Mika pamit undur diri.


"Cepat balik lagi!!!" Ucap Radit tanpa menoleh ke arah Mika.


Mika hanya menganggukkan kepalanya dan keluar dari ruangan tersebut. "Dasar nyebelin!!!" Gerutu mika dalam hati saat menunggu lift untuk turun ke meja kerjanya.


Sedangkan di ruangan Radit..


"Pak apa kita benar-benar memerlukan Mika?" Selidik Doni ragu, karena takut Radit marah.


"Hmm... Tolong pesankan makanan untuk sarapan 3 orang Don!!" Jawab Radit diiringi perintahnya.


Sementara Mika sedang berbicara kepada timnya tentang apa yang diperintahkan Radit.


"Oke Mik biar gue yang gantiin meeting PT. Mandala, udah tenang aja.. yang pasti sabar ya Mik.." ucap Fina menyemangati Mika.


Mika hanya menganggukkan kepalanya.. dan langsung bergegas menuju ruangan Radit dengan tas lengkapnya. Semua teman Mika di divisi tersebut menatap Mika kasihan, karena harus bersama bos yang menyebalkan itu.


"Kasian Mika... Walaupun pak Radit dan pak Doni ganteng tetep aja mereka mengerikan... Ga kebayang gue perasaan Mika" ucap Alin sambil menggidik ngeri pundaknya dan di anggukan semua orang yang mendengarnya.


Mika sampai di ruangan Radit, dia langsung duduk di dekat Doni. Dengan cekatan dia mengikuti apa yang diperintahkan Radit dan Doni. Tidak lama makanan yang dipesan Doni datang.


"Mika.. kamu sarapan dulu" perintah Radit dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Mika. Mereka makan dengan khidmat. Lalu melanjutkan pekerjaannya lagi. Terlihat wajah Radit yang berseri-seri, Radit sering sekali mencuri pandang ke Mika tanpa mika sadari, tetapi Doni mengetahui itu.


Doni menyipitkan matanya ke arah Radit, saat tatapan Doni dengan tatapan Radit tiba-tiba Radit kaget karena tertangkap basah oleh Doni sedang memperhatikan Mika. Radit kaget dan tersentak dari kursi, membuat gerakan kikuk. Mika melihat Radit yang seperti itu hanya mengerutkan keningnya bingung.


"Kenapa dia seperti itu?? Ini pak Doni dan pak Radit kok liat-liatan gitu?? Apa mereka penyuka sesama jenis?" Gumam Mika dalam hati sambil menggidik ngeri dan mengoyangkan bahunya.

__ADS_1


"Hei apa yang kamu pikirkan hah?? Kenapa melihat saya seperti itu??" Ucap Radit dengan suara yang lantang membuat mata Mika membulat bingung dan kaget.


"Hah? Ti tidak apa-apa pak" jawab Mika panik.


Waktu pun berlalu tidak terasa sudah masuk jam makan siang. Di dalam ruangan Radit mereka bertiga dengan serius bekerja walaupun kadang Radit sering mencuri pandang ke Mika.


"Mik.. tolong pesan makanan untuk makan siang kita" perintah Radit.


"Iya pak.. mau makan apa pak?" Tanya Mika sopan.


"Apa saja yang menurut kamu enak" jawab Radit.


"Mmm tapi pak, saya tidak tau selera bapak.. kalau saya hampir semua makanan itu enak menurut saya" ucap Mika hati-hati.


"Hei cepat lah!!!" Bentak Radit ke Mika.


Mika bingung harus pesan makanan apa, akhirnya ia putuskan untuk menanyakannya ke Doni. Mika menarik ujung jas yang dipakai Doni agar Doni menoleh ke arahnya.


"Pak.. ini mau??" Bisik Mika ke Doni seraya menunjukkan gambar makanan dari ponselnya.


Doni yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya saat melihat gambar Tongseng kambing, lalu Mika menunjukkan gambar lainnya yaitu soto daging, lagi-lagi Doni menggelengkan kepalanya, masih dengan bisik-bisik dan kata-kata isyarat dari Doni. Terakhir Mika menunjukan gambar nasi gila, Doni lalu melirik Mika dan berbisik "apa itu enak" ucap pelan Doni yang hanya terdengar oleh Mika. Lalu mika hanya menjawab dengan jempol tangannya dan senyumannya yang ditunjukkan ke Doni, membuat muka Doni memerah karena jarak mereka yang dekat dan wajah Mika yang cantik. Doni menganggukkan kepalanya sambil tertawa pelan, Mika langsung memesan 3 porsi nasi gila dari sebuah aplikasi pesan antar di ponselnya.


Radit yang memperhatikan mereka mengerutkan dahinya, ia kesal melihat Doni dan Mika saling bisik dan tertawa.


"Hei.. kalian apa-apaan malah bisik-bisik!!" Bentak Radit dan membuat Doni dan Mika kaget.


Doni dan Mika malah saling pandang bingung, melihat itu Radit tambah kesal.


"Jawab saya.. apa yang kalian bicarakan hah?!!" Ucap Radit dengan keras.


"Mika hanya bertanya dan memperlihatkan beberapa menu makanan pak, jadi saya hanya bantu memilihnya" jawab Doni hati-hati.


"Loh saya bilang kan menurut selera kamu Mik.. kenapa malah tanya Doni?.. kenapa tidak sekalian tanya saya hah?" Kesal Radit ke Mika.


"Maaf pak.. saya takut selera saya tidak sesuai dengan bapak" ucap Mika.


______________


Terimakasih untuk semua yang sudah mampir dan membaca tulisan saya yang masih buruk ini.. Maklum pemula 😅 jadi kalau ada salah-salah kata harap dimaklumi ya..

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ya kak minta kritik dan sarannya, juga jangan lupa untuk like dan jadikan novel ini favorit kamu ya agar selalu tahu kapan saya Up lagi..


Jika berkenan tolong Vote novel ini.. terimakasih atas kunjungannya 🙏😊😊😊


__ADS_2