
Saat semua orang bernyanyi lagu happy birthday untuk Leo, Davi menghampiri Mika, dia menyentuh dahi Mika seraya mengelap keringat yang ada di dahi Mika.
"Maaf ya capek ya? Sampai keringatan gini" ucap Davi pelan dan membelai lembut rambut Mika, lalu menggandeng tangannya. Saat itu Mika hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.
Tetapi di ujung pintu masuk taman sudah ada orang yang berdiri tegap, menatap tajam ke arah Mika. Tangannya mengepal, nafasnya tersengal-sengal menahan emosi karena melihat seseorang yang sedang menyentuh wajah Mika seraya mengelap keringat Mika. Tiba-tiba...
"MIKA...!!!!!!!" teriak seseorang dari pintu masuk taman, Ia adalah Radit. Teriakaan itu terdengar begitu emosi.
Semua orang yang berada di sana membelalakkan matanya kaget, tak terkecuali Leo, adik Radit.
Radit berjalan dengan cepat ke arah Mika, Doni sudah mencoba menahan bahu Radit agar tidak melakukan hal-hal yang akan membuatnya menyesal. Tetapi tenaga Radit lebih kuat, ia menepis tangan Doni. Lalu saat di depan Mika, ia menatap Mika dengan tatapan tajam seperti ingin menerkam Mika.
Mika yang kaget dan takut refleks menggenggam tangan Davi kuat, membuat Davi tersadar dan langsung melindungi Mika, menggeser tubuhnya ke depan Mika, hingga Mika tak terlihat oleh Radit dan membuat Davi saling berhadapan dengan Radit. Entah apa yang dipikirkan Radit, ia langsung mendorong Davi kencang dan hampir jatuh ke lantai, tetapi Davi bangkit lagi dan meraih tangan Radit agar melepaskan Mika, tetapi dengan sigap Doni menahannya. Doni menahan tubuh Davi bersama dua orang security restoran, mereka tidak membiarkan Davi menggapai Radit, hingga Radit menjauh dari Davi.
Radit menarik tangan Mika dengan kasar, sehingga Mika agak terseret. Davi berteriak memanggil Mika, tetapi badannya dihadang dan di tahan oleh Doni dan dua security. Untungnya restoran itu memang sengaja di tutup karena adanya party untuk Leo. Jadi di sana hanya para karyawan dan tiga orang security (dua orang memegang Davi dan satu orang memegang Leo).
Davi mengejar Mika, begitu pula Leo tetapi mereka dicegah oleh Doni dan tiga orang security berbadan besar. Davi berteriak memanggil Mika, sedangkan Leo berteriak memanggil Radit.
"Ada apa ini.. siapa orang itu hah??!!" Tanya Davi dengan suara yang keras, seraya memegang kerang kemeja Doni.
"Kak Doni apa yang kak Radit lakukan?? Tolong lepaskan Mika!" pinta Leo ke Doni.
Semua orang yang berada di situ bingung saling tatap. Davi mengamuk saat melihat Mika makin jauh dan tak terlihat. Tetapi tenaganya sia-sia, karena dua orang security berbadan besar itu memegang erat tubuhnya seakan mengunci pergerakannya.
Radit membawa Mika ke lantai dua restoran tersebut dimana ruangan khusus untuk Radit beristirahat.
"Lepaskan saya pak.. lepaskan.. sakit pak" Mika berteriak kesakitan.
Lalu Radit melepaskan tangannya dan berhenti setelah sampai di ruangannya. Ia memutar tubuh Mika dan memeluknya.
"Mik.. apa-apaan kamu dengan bocah itu? Hah???!!" Tanya Radit emosi, dan terus mendekap tubuh Mika hingga Mika terasa sesak.
Mika mendorong tubuh Radit sekuat tenaga agar menjauh darinya, Radit melangkah mendekati Mika, lalu....
Plaaaaak.. Mika menampar wajah Radit.
Tolong menjauh dari saya pak, atau saya akan melaporkan anda ke pihak yang berwajib. Radit mematung saat menerima tamparan dan mendengar kata-kata ancaman dari Mika.
Mika langsung berlari keluar ruangan tersebut dan mencari Davi.
__ADS_1
Davi dengan bantuan Leo dan seluruh teman-temannya berusaha menyingkirkan beberapa security itu, ia berlari menuju Mika yang baru turun dari lantai dua restoran tersebut. Saat melihat Davi Mika langsung memeluknya, dan menangis. Davi langsung membawa Mika pergi dengan mobilnya.
Di dalam mobil Davi tidak berkata sepatah kata pun. Ia hanya menggenggam erat tangan Mika. Davi membawa Mika ke rumahnya, ia tidak membawa Mika ke rumah Fatir karena takut Fatir dan Lena khawatir.
Sesampainya di kediaman Adrian.
Davi telah memarkirkan mobilnya, ia menggendong Mika yang masih shock. Pak Imam, bi Minah dan art lainnya menatap bingung melihat Mika yang menangis di gendongan Davi.
Davi meletakkan Mika di atas ranjang kamarnya, ia menyuruh bi Minah untuk membawakan teh manis hangat untuk Mika.
"Maaf den.. kenapa non Mika?" Tanya bi Minah sopan.
"Mika jatuh bi" alasan Davi ke bi Minah agar semua orang di rumahnya tidak khawatir.
Bi Minah membawakan teh manis hangat dan kotak p3k karena tadi Davi bilang Mika jatuh.
Sesaat setelah Mika di turunkan dibatas ranjang oleh Davi, Mika sudah berhenti menangis, hanya sesekali terdengar suara isakan dari mulutnya.
"Minum dulu ya ini teh manis hangat.." ucap Davi lembut.
Mika meminumnya perlahan, setelah minum teh hangat itu perasaan emosi dan takut Mika mereda. Davi mengusap wajah Mika yang basah penuh air mata dengan handuk kecil lembut yang diambilnya dari kamar mandi.
"Ini sakit?.. aku oleskan obat ya biar cepat hilang sakitnya" ucap Davi yang sedang meniup pelan tangan Mika yang lebam akibat di tarik oleh Radit.
Mika menganggukkan kepalanya pelan, "terimakasih Yang" ucap Mika lirih.
"Mana lagi yang sakit?" Tanya Davi tanpa menoleh ke Mika dan hanya fokus mengoleskan salep ke tangan Mika.
"Ini aja.." lirih Mika yang mengerakkan tangannya pelan.
"Yang aku ga tau dia kenapa, padahal dia cuma atasan aku... Hiks hiks .. aku beneran ga ada apa-apa sama dia Yang tapi dia malah gini ke aku.." lirih Mika dan menangis lagi.
"Yaudah tenang aja.. istirahat ya.. aku temenin kamu di sini.." ucap Davi memeluk dan menenangkan Mika.
Mika tidur di ranjang Davi, dan Davi duduk di kursi samping ranjang dengan terus menggenggam tangan Mika. Matanya menatap dalam wajah Mika, hati Davi sangat marah dengan Radit dan Leo. Davi yang juga sudah lelah akhirnya tertidur di kursi di samping ranjang itu.
_______________
Sementara di restoran x
__ADS_1
Semua karyawan dan teman-teman Leo sudah dipaksa pulang, di sana hanya menyisakan Radit, Leo dan Doni.
"Kak Radit tolong jelasin ke aku ada apa semua ini.. ini hari bahagia aku kak kenapa kau merusaknya!!!" Kesal Leo.
"Sabar Yo.." ucap Doni. Leo yang mendengar ucapan Doni memicingkan matanya.
"Kakak tau Mika adalah cewek yang aku suka!!!" Ucap Leo ke Doni dan Radit.
Mendengar itu Radit langsung berdiri dan emosi.
"Diam kamu.. jangan pernah bermimpi kamu ya!! Mika milik kakak dan tak satu pun orang bisa mengambilnya, baik kamu ataupun bocah itu!" Ancam Radit dan membuat Leo dan Doni membulatkan matanya.
"Dit kayanya Lo udah berlebihan deh.. kasian Mika Dit.." ucap Doni, tapi Radit tidak mau mendengarkannya malah mengusir Doni keluar dari ruangan itu.
Doni dan leo akhirnya pulang ke kediaman masing-masing.
_____________
Leo pulang ke apartemennya, ia mengirim pesan ke Mika.
Leo : "Mik.. kamu ga apa-apa?.. ini aku Leo".
Tak ada balasan dari Mika, dan saat mengirim pesan lagi ternyata nomor Leo sudah di blokir.
Flashback
Davi melihat dan membaca pesan masuk dari Leo, lalu memblokir nomor telepon Leo. Davi sudah minta izin ke Fatir dan Lena bahwa Mika akan menginap di rumahnya.
Pada saat akan mematikan ponsel Mika.
Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt panggilan video masuk, Davi mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di layar.
"Hah.. 'harus diangkat' siapa ini?" Gumam Davi. Karena penasaran Davi menerima panggilan video tersebut. Davi sengaja berada di luar kamar agar Mika yang sedang tidur tidak terganggu.
Radit : "mana Mika??" Tanya Radit angkuh..
______________
Kan kurang ajar si Radit masih aja berani hubungin Mika....
__ADS_1
terimakasih banyak atas kunjungannya jangan lupa tinggalkan jejak like nya ya ka, vote juga novel ini ya ....