Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 20


__ADS_3

Mika yang lelah dan mengantuk langsung memejamkan matanya. Tapi tak lama sebuah panggilan video masuk, Mika yang setengah terpejam langsung menerima nya, ia kira Davi yang menelponnya tetapi ternyata Radit yang melakukan video call.


"Hmm... Kenapa?" Ucap Mika dengan mata tertutup.


"Aku capek banget.. besok lagi yaaa... Hoaaam.." ucap Mika seraya menguap karena mengantuk. Lalu ia taruh ponselnya menyeder di salah satu gulingnya dan menghadap ke wajahnya. "Bicaralah.." seru Mika lagi, tetap dengan mata yang tertutup.


Dan akhirnya Mika pun benar-benar tak sadar karena sudah masuk di alam mimpi. Tapi sipenelpon di seberang sana yaitu Radit hanya diam saja dan tersenyum, ia begitu menikmati memandang wajah cantik Mika yang sedang tertidur. Hingga beberapa menit kemudian Mika merubah posisi tidurnya jadi membelakangi layar ponsel dan hanya rambut Mika saja yang terlihat, akhirnya Radit mengakhiri panggilan video tersebut.


______________


POV. Radit


Setelah sampai di apartemen, Radit langsung mandi membersihkan dirinya, badannya sangat lelah dan pikirannya pun kacau. Ia terus saja memikirkan Mika. Saat sudah di atas ranjang dengan kasur empuknya dia mencoba untuk istirahat dan tidur, tetapi rasa ngantuk tak kunjung menghampirinya.


Pikirannya melayang-layang mengingat beberapa kejadia tentang Mika.


"Apakah si penelepon itu adalah Nathan?? Siapa yang dia panggil sayang??" Gumam Radit sambil memegang ponselnya.


"Sedang apa ya dia apa sudah tidur?? Atau malah sedang asik menelpon Nathan??.... Aaaaargh.. " kesal Radit dengan mengacak-acak rambutnya.


"Sebenarnya aku ini kenapa ya??.. apakah aku sudah jatuh cinta padanya??" Ucap Radit kepada dirinya sendiri.


Lalu entah bisikan hatinya atau rasa ingin tahunya, Radit memberanikan diri mencoba membuat panggilan video ke Mika.


Tuuuut tuuuuut tuuuuut tuuuut tuuuuut... Dan Mika yang setengah sadar dari tidurnya menerima panggilan tersebut.


"Hmm... Kenapa?" Ucap Mika dengan mata tertutup.


"Aku capek banget.. besok lagi yaaa... Hoaaam.." ucap Mika seraya menguap karena mengantuk. Lalu ia taruh ponselnya menyeder di salah satu gulingnya dan menghadap ke wajahnya. "Bicaralah.." seru Mika lagi, tetap dengan mata yang tertutup.


Radit membulatkan matanya, ia melihat wajah Mika yang cantik tanpa make-up sedikit pun (walau Mika tiap ke kantor hanya memakai make-up tipis). Senyum Radit mengembang di wajahnya.


"Cantik sekali dia.. bagaimana bisa aku tidak jatuh hati kepadanya.. mengapa memandangmu seperti ini saja membuatku tenang?" Gumam Radit dalam hati, tapi tak lama Mika pindah posisi tidur dan hanya terlihat rambutnya saja. Radit masih tetap setia memandang layar ponsel miliknya, ia mengusap lembut layar ponselnya seperti sedang mengelus rambut Mika. Dan rasa kantuk itu datang lalu Radit memutuskan panggilan video tersebut.


"aku harap suatu saat aku bisa tidur bersamamu" ucap Radit dan ia pun terlelap.


________________

__ADS_1


Keesokan harinya...


Tok tok tok..


Tok tok tok..


"Mika... Sayang... Bangun sayang.." ucap Lena dari luar kamar Mika.


"Hoaaam.. iya Bun kenapa?" Mika yang keluar dari kamarnya.


"Yu sarapan dulu.. di bawah ada Davi tuh" ucap Lena.


"Aku masih ngantuk bund... Daaa" Pamit Mika untuk melanjutkan tidurnya.


Lalu Lena menuruni tangga berjalan menuju ruang makan. Di sana sudah ada Fatir dan Davi. Davi sedari jam 5.30 pagi sudah datang, karena beberapa hari yang lalu Davi dan Mika sudah berjanji akan lari pagi, tetapi karena kemarin Mika lembur jadi janji mereka batal karena Mika uang tak kunjung bangun, dan akhirnya Davi lari pagi bersama Fatir ayah Mika.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Lena sudah mencoba berkali-kali membangunkan Mika tetapi selalu gagal. Setelah selesai lari pagi Fatir, Davi menuju ruang makan mereka sarapan bersama dengan Lena.


"Yang bisa minta tolong bawakan sarapan ke Mika? Sekalian tolong dibangunkan ya" pinta Lena ke Davi.


Setelah sarapan Fatir pamit untuk mandi membersihkan keringat dari tubuhnya, Lena membantu bi Sumi merapikan meja makan, sedangkan Davi menuju kamar Mika dengan membawa nampan berisi sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi dan segelas teh hangat.


Tok tok tok..


Tak ada jawaban dari dalam kamar Mika. Davi memutuskan langsung masuk kedalam. Terlihat Mika yang masih tertidur pulas dengan selimut yang menutupinya sampai leher. Davi menaruh makanan itu di meja samping tempat tidur.


"Mik.. Mika.." ucap Davi pelan membangunkan Mika, tetapi Mika hanya menggeliat dan merubah posisinya.


Ditatapnya wajah Mika, Davi mengusap lembut puncak kepala Mika. Lalu tanpa sadar Davi mengecup kening Mika.


Cup.. kecupan itu mendarat di kening Mika.


Mika mengerjapkan matanya pelan, dilihatnya wajah Davi yang sangat dekat dengan wajahnya. Davi kaget mukanya langsung memerah.


"Hai Yang.. hooooam" sapa Mika lalu menguap pertanda belum sepenuhnya bangun.


"Ka.. sarapan dulu" ucap Davi dengan membuang mukanya menghadap ke arah lain, menutupi perasaan kagetnya.

__ADS_1


"Aku masih ngantuk Yang.. kamu tidur sini aja juga.." ucap Mika seraya menepuk kasur di sebelahnya, lalu ia melanjutkan tidurnya.


Sontak Davi kaget dan wajahnya memerah. Davi langsung menjauh dari Mika, ia duduk di sofa yang ada di kamar Mika. Karena lelah ia pun tertidur pulas di sofa.


Fatir yang selesai mandi menengok sekeliling rumahnya, ia mencari keberadaan Davi.


"Bun mana si Ayang?" Tanya Fatir ke Lena.


"Tadi bunda suruh antar sarapan ke kamar Mika, tapi belum turun lagi yah" jawab Lena yang masih merapikan dapur bersama bi Sumi.


"Ayah cek dulu ya Bun" pamit Fatir dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Lena.


Tok tok tok..


Ketuk pintu dari luar kamar Mika, tapi tak ada jawaban dari dalam, lalu Fatir membuka pintu kamar Mika dia melihat Mika yang masih tertidur pulas di ranjang kesayangannya sedangkan Davi tertidur di sofa dekat tv di kamar Mika.


"Kayanya capek banget mereka.. ckckck" gumam Fatir dan berjalan keluar kamar menuju ruang tv, lalu memberi tahu situasi di kamar Mika kepada Lena.


Selang beberapa jam kira-kira pukul 10 pagi, Mika terbangun dari tidur panjanya, ia mengerjapkan matanya, menggeliat merenggangkan otot-ototnya. Lalu ia melihat sosok Davi yang sedang terlelap di sofa seberang ranjang kesayangannya.


Mika turun dari ranjangnya mendekati Davi, ia menatap wajah tampan Davi.


"Udah gede aja nih anak" gumamnya, lalu mengelus kepala Davi.


Mika menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi mika bersiap menyantap sarapan yang tadi di bawa oleh Davi.


Davi terbangun dari tidurnya. "Hoaaam... Kok baru dimakan ka?" Tanya Davi sambil mengumpulkan nyawanya.


Mika langsung duduk di samping Davi. "Iya baru selesai mandi aku" ucap Mika dengan mulut penuh makanan.


Mika mendekatkan sendok yang berisi nasi goreng dan sedikit telur ke arah mulut Davi. "Aaa... Aku kebanyakan ini" ucap Mika seraya menyuapi makanan ke mulut Davi.


Davi menerima suapan dari Mika, dan mereka pun makan bersama bergantian dengan Mika yang memegang sendok.


"Maaf ya tadi ga bisa lari pagi.. aku capek banget Yang" ucap Mika sambil terus menyuapi Davi dan menyuap nasi goreng ke mulutnya.


"Ga papa masih ada hari esok.. lagi pula tadi aku lari bareng Ayah" jawab Davi seraya mengunyah makanan di mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2