Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 16


__ADS_3

"Sedang bicara apa mereka, kenapa Mika tersenyum dengan orang itu sih" batin Radit.


"Permisi.." pamit Radit ke Laura dan langsung meninggalkan Laura, ia langsung menuju ke Mika di susul oleh Doni.


"Permisi mba Laura saya tinggal dulu" pamit sopan Doni ke Laura.


Radit menghampiri Nathan dan Mika yang sedang asik berbicara.


"Sore pak.." sapa Nathan ke Radit dan Doni seraya menganggukkan kepalanya.


"Hmm.. bagaimana apa ada kendala?" Tanya Radit ke Nathan dan Mika.


"Tidak pak semua sudah hampir final, sudah 90%" jawab Nathan tegas, dan Radit menganggukkan kepalanya, lalu ia berlalu meninggalkan Nathan dan Mika tanpa permisi.


Setelah beberapa langkah, Radit berhenti dan membalikkan badannya dan berkata agak keras ke arah Mika dengan tatapan matanya yang tajam.


"Hei.. kenapa diam saja di sana.. capatlah!!" teriak Radit ke Mika, Mika pun langsung pamit ke Nathan dan agak berlari menghampiri Radit.


Doni yang melihat atasannya seperti itu hanya menghela nafasnya. Mereka berjalan bersama, tanpa diminta Mika masih menjelaskan dan menunjukan seluk beluk taman itu. Saat mereka akan meninggalkan taman itu, lalu tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, Mika ingin menutup kepalanya menggunakan tas yang ia pegang tapi Radit langsung menarik tangan Mika menuju mobilnya. Doni menyusul dari belakang.


Di dalam mobil Radit langsung mengambil sapu tangan dari sakunya untuk mengeringkan rambut Mika. Doni dan pak supir ( Anto ) membulatkan matanya seakan tak percaya apa yang mereka lihat. Mika pun mematung tiba-tiba karena perlakuan Radit.


"Tidak usah pak terimakasih" tolak Mika sopan dan memundurkan kepalanya agar menjauh dari tangan Radit.


"Hei jalan cepat kenapa kau malah bengong!!!" Ucap Radit ke Anto sang supir dengan nada keras.


Doni hanya diam menatap ke depan jalan. Sedangkan Radit tetap berusaha mengeringkan rambut Mika dan mengacuhkan ucapan Mika yang menolaknya. Akhirnya Mika dengan cepat mengambil sapu tangan itu dari tangan Radit.


"Hei kembalikan.. kenapa kamu suka sekali merampas milik orang lain sih?!" Ucap Radit yang agak keras, membuat Mika kesal mendengarnya.


"Ya ampun pak, saya tidak bermaksud merampas milik orang pak!" Kesal Mika dan mengembalikan sapu tangan tersebut ke tangan Radit.

__ADS_1


"Ini kamu merampasnya" ucap Radit dengan menunjukkan sapu tangannya itu.


Mika yang malas berdebat hanya membuang nafasnya kasar, Doni melirik melihat Radit dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanpa persetujuan Mika, Radit pun mengusap rambut Mika lagi dengan sapu tangan dan mengeringkannya. Mika kaget dan menatap Radit dengan kesal.


"Pak jangan gini, lebih baik bapak mengeringkan rambut dan wajah bapak yang basah!" Kesal Mika seraya menahan tangan Radit yang memegang sapu tangan.


"Kamu MARAH?!!" Bentak Radit ke Mika. Doni dan Mika juga Anto sangat kaget mendengar suara Radit yang naik satu oktaf itu.


"Hah?" Mika yang kaget dan bingung.


Doni yang bingung dengan situasi ini langsung mencoba menengahinya.


"Kita mampir saja ke mini market terdekat untuk membeli sapu tangan atau handuk kecil ya" ucap Doni lembut untuk mencairkan suasana kedua orang yang duduk di belakangnya.


"Maaf Pak habis ini apa bapak akan balik ke kantor lagi atau langsung pulang?" Tanya Mika sopan ke Doni.


"Sepertinya kita langsung pulang saja Mik, pak Raditya juga sudah tak ada jadwal yang mendesak" jawab Doni ke Mika.


"Tidak bisa!! Kita makan malam dulu ini sudah masuk jam makan malam" ucap Radit santai sambil mengirim chat ke Doni.


"Tidak usah pak terimakasih.. saya tidak mau merepotkan" tolak Mika sopan dengan wajah tersenyum.


Radit : Don antar ke restoran xx ... Cari alasan agar dia ikut.


Doni : tapi kalau dia ga mau?


Radit : Lo mengundurkan diri aja!!!


Gleeeek Doni menelan ludah saat membaca chat dari Radit.


"Tidak ada yang direpotkan Mik, santai saja.. lagi pula ini sudah malam dan waktunya makan malam, jadi kamu harus ikut dan tidak boleh ada penolakan!!" ucap Doni tegas dan penuh penekanan.

__ADS_1


"Tapi pak..sa--" ucapan Mika terpotong saat Doni berkata pada Anto untuk ke restoran xx, Anto pun langsung menuju ke tempat yang dimaksud Doni.


Mika melirik ke arah Radit yang asik dengan ponselnya, dia mengerutkan dahinya. "Ini orang!!.. giliran gue ga boleh pegang hp eh dia malah asik main hp.. asem ih.. mentang-mentang direktur" gumam Mika dalam hati.


Mika yang kesal akhirnya memberanikan diri mengambil ponselnya dari tas dan menyalakannya. Seketika riuh bunyi pesan masuk ke ponselnya, Mika pun panik karena banyaknya notifikasi yang masuk di ponselnya dan suaranya sangat mengganggu.


Radit menoleh ke arah Mika dengan wajah dingin dan tatapan mata yang tajam. Mika panik dan langsung mencoba mengubah mode ponselnya jadi mode hening tapi sayangnya ponselnya malah terjatuh di dekat kaki Radit.


"Maaf pak ga sengaja" ucap Mika seraya menunduk mencoba mengambil ponselnya yang terjatuh, dan Radit juga akan mengambil ponsel Mika karena dekat sekali dengan kakinya.


Lalu Duuuuuk ... Ada bunyi keras terdengar.. dan..


"Aduh... Aaaawww" Mika mengeluh sakit di kepalanya dengan mengelus-elus kepalanya yang baru saja tabrakan dengan kepala Radit.


"Aaaww.." ringis Radit. "Kepala kamu keras sekali, sepertinya saya gegar otak ini" ledek Radit ke Mika sambil mengelus kepalanya. Dan dengan santai Radit mengambil ponsel Mika, matanya membulat melihat layar ponsel Mika yang menunjukkan lebih dari seratus notifikasi chat yang belum terbaca, dan lebih dari dua puluh telpon masuk tak terjawab.


"Banyak sekali yang mencoba menghubungi kamu? Apa kamu punya hutang ke beberapa orang?" Ucap Radit dingin dan datar.


Mika kesal mendengarnya terlihat wajahnya yang langsung cemberut. Mika membuang kasar nafasnya.


"Maaf pak bisa tolong kembalikan hp saya?" Pinta Mika dengan sopan dan lembut, karena takut dibilang merampas lagi.


Radit tidak menjawabnya, dia malah sibuk mengetik nomor teleponnya di handphone Mika, dan mencoba membuat panggilan telepon ke nomornya sendiri, lalu ia melihat layar ponsel miliknya, melihat panggilan masuk dari nomor telepon Mika dan tersenyum puas.


Mika yang melihatnya sangat aneh, tanpa pikir panjang ia langsung mengambil ponselnya dari tangan Radit.


"Tuh kamu kebiasaan kan Mik.. main ambil aja, tidak bisa kamu bilang baik-baik hm?" Ucap Radit, dengan tatapan yang sulit diartikan ke arah Mika.


"Maaf pak tapi tadi saya sudah minta baik-baik, eh malah dicuekin" protes Mika. Tapi Radit tidak membalasnya, ia hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Mika. "Yah berantakan dong" kesal Mika seraya merapihkan rambutnya.


Doni yang duduk di depan hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Benar-benar gila si Radit" batin Doni.

__ADS_1


__ADS_2