
Di dalam ruang meeting
Di sana sudah duduk beberapa karyawan, dengan berbagai jabatan, tak terkecuali Mika, Alin dan Fina karena mereka yang sudah di tugaskan dan proyek itu.
Semua orang berdiri dan mata mereka memandang Radit saat masuk ke dalam Ruangan. Radit pun melihat sepintas Mika saat itu, dan Mika pun melihat Radit dan tersenyum ke arah Radit. Mika hanya berlaku sopan karena ia tau Radit berjalan dengan beberapa orang atasan Mika. Tapi berbeda dengan Radit, saat melihat senyum Mika jantungnya seakan lari maraton dan berdetak tak tentu membuatnya sedikit gugup melihat Mika.
Meeting pun dimulai, pertama-tama seseorang memperkenalkan Radit sebagai Direktur yang akan menggantikan direktur yang lama karena sudah risign dengan alasan umurnya yang sudah lanjut. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi dari Mika, lalu semua terlihat fokus saat Mika melakukan presentasinya, kadang terlihat beberapa orang menganggukkan kepala, sepertinya mereka menyukai presentasi dari Mika, dan memahaminya.
waktu pun berjalan tak terasa hingga terlihat pukul 14.15 mereka baru menyelesaikannya. Semua orang yang tadi berada di dalam ruang meeting belum sempat makan siang, mereka hanya memakan makanan ringan yang sudah di sediakan oleh OB kantor.
Sebelum Radit beranjak dari kursinya di ruang meeting, Radit terlihat berbisik ke arah Doni. Lalu Doni menganggukkan kepalanya.
"Semuanya mari kita makan siang bersama, karena ini sudah terlambat waktunya makan siang jadi pak Radit akan mengajak semua yang ada di ruangan ini untuk makan siang bersama sebagai ucapan maaf karena membuat makan siang kalian terlambat."
Semuanya pun tersenyum senang tak terkecuali Mika dan teman-temannya, karena memang perut Mika sudah sangat lapar.
Mereka pun menuju sebuah restoran yang tadi sempat disebutkan oleh Doni. Sesampainya di restoran tersebut mereka duduk bersama, seringkali Radit mencuri pandangannya ke arah Mika, dan itu terlihat oleh Doni dan Alin teman Mika. Tetapi Mika sama sekali tidak peduli Mika hanya sibuk dengan makanannya dan ponselnya.
"Ih nih bocah ngapain sih, banyak banget chat ke aku" gerutu Mika pelan. Karena dia melihat sudah 20 pesan dari Davi, dan tak satu kali pun Mika membalasnya karena tadi handphone nya di matikan saat meeting.
"Mika... itu pak Radit sedang melihat kamu" ucap Alin sambil berbisik pelan ke arah Mika.
"Hah, masa?" jawab Mika tidak percaya seraya melihat ke arah Radit. Mika kaget saat mereka benar-benar saling tatap, tapi dengan cepat Mika menganggukkan kepalanya dan tersenyum sopan lalu melihat ke arah makanannya lagi.
"Ih kaget... kok dia natap aku gitu amat ya aneh, apa aku makannya belepotan kah?" gumam Mika dalam hati.
Saat td saling tatap dengan Mika Radit pun kaget tapi karena dia adalah laki-laki dengan julukan gunung es jadi walaupun saling bertatapan juga tetap saja tatapannya datar.
__ADS_1
"ehmmm.. " deheman Doni yang membuat Radit menoleh ke arah Doni.
"Kenapa?" tanya Radit pelan ke Doni.
"Maaf pak jangan terlalu terlihat pak ga enak dengan karyawan lainnya pak". Ucapan Doni untuk mengingatkan Radit agar berhenti menatap Mika. Dan Radit pun mengikutinya dan berhenti menatap Mika.
Selesainya makan siang bersama, mereka kembali ke masing" ruangan di kantor mereka, dan melanjutkan pekerjaan mereka.
"Mika.... Lo sadar ga sih tadi pak Radit sering ngaliatin lo gitu?" tanya Alin yang mengintrogasi Mika.
"Ga tau ya... ga engeh gue Lin hehehe" jawab Mika cuek.
"Dah Lin kaya ga tau si Mika aja mana berasa dia klo diliatin orang hahahha kecuali di timpuk orang batu dia sadar" celetuk Fina sambil tertawa dan mereka pun tertawa bersama.
Mika memang sangat cuek, karena dari dulu dia sering sekali diperhatikan oleh mata mata lelaki yang ada di sekitarnya jadi Mika sudah terbiasa cuek dan cendrung tidak perduli siapapun yang memperhatikannya saat Mika berada di suatu tempat. Karena dari saat bersekolah dan saat kuliah Mika sangat populer, karena kecantikan dan kepintarannya.
Sementara di ruangan Radit, terlihat Doni yang membaca beberapa berkas di sofa, dan Radit yang sedang sibuk dengan layar laptopnya dan berkas-berkas yang berserakan di mejanya. Tiba-tiba dia menghela nafas panjang dan menyenderkan kepalanya di kursinya sambil tersenyum. Entah kenapa Radit teringat Mika, Radit mengingat senyum Mika ke arahnya.
"Kamu suka dia ya Dit?" tanya Doni dengan muka serius. Saat Doni dan Radit hanya berdua tidak jarang mereka berbicara non formal layaknya teman, karena mereka memang sudah sahabatan sejak SMP.
"Ga kok..." jawab Radit mengelak singkat.
"Serius?" tekan Doni ke Radit agar temannya itu mengaku.
"hmm... ga tau ya Don, cuma entah kenapa aku penasaran saja sama dia... mmm mungkin karena dia cantik atau karena dia cuekin aku..." jawab Radit sambil merenung.
"Iya ya tadi aku juga lihat betapa cueknya dia... apa mungkin karena dia sudah punya pacar kali dit" ucap Doni dan Radit pun mengangguk kepalanya.
__ADS_1
"Coba cari tau dia Don agar rasa penasaran ku hilang" titah Radit ke Doni pun mengiyakannya.
"Tumben nih orang penasaran banget ke cewe, biasanya juga cewe cakep kaya apa pun tetep dicuekin" gumam Doni dalam hati.
Mereka pun mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing hingga tak terasa sudah saatnya jam pulang kantor.
Di jalan depan gedung kantor dimana Mika bekerja terlihat begitu ramai, banyak orang berlalu lalang dan kendaraan pun sudah banyak memenuhi jalan dan sangat padat. Ya ini lah kemacetan ibukota, setiap hari kerja selalu seperti ini hanya saat weekend atau hari libur saja terlihat agak lenggang.
Saat itu Radit dan Doni yang akan pulang dengan mobil sedan mewah milik Radit, di sisi pengemudi ada supir sekaligus bodyguard Radit dan di sisinya ada Doni, Radit pun duduk di kursi penumpang bagian belakang dengan santainya dia melonggarkan dasinya dan menyenderkan kepalanya. Tiba-tiba matanya membulat melihat seseorang di depan mobilnya, ia melihat Mika yang sedang di jemput oleh seseorang dengan mobil sedan mewah berwarna hitam. Tatapan Radit sangat sulit untuk di tebak, saat mobilnya melewati Mika, tatapan Radit pun masih terus menatap Mika hingga tak terlihat lagi.
"Ehmmm ... sabar ya Dit masih dalam pengembangan penyelidikan, mungkin besok aku kasih kabar", ucap Doni memecahkan keheningan di saat itu.
"hmmm.." jawab Radit diselingi anggukan kepala.
Mika pada saat itu dijemput oleh temannya yang bernama Andra, Andra dan Mika bersahabat sejak SMA. Andra memninta Mika untuk membelikan hadiah untuk kekasih Andra yaitu Lilia yang juga sahabat Mika.
"Mika.. pokoknya ini kejutan ya jangan sampai Lilia tau gue mau kasih hadiah ke dia" ucap Andra dengan wajah serius.
"Siiiip..." jawab Mika dengan mengangkat jempol tangannya.
Mereka menuju ke sebuah Mall untuk membeli hadiah kejutan untuk Lilia. Dan setelah selesai mereka pun langsung pulang karena Mika sudah janji dengan bundanya untuk makan malam di rumah.
_________
Sesampainya di kediaman Fatir
"Mik.. thanks ya" ucap Andra yang mengantar mika.
__ADS_1
"Santai aja sih kaya ma siapa aja..." jawab Mika diiringi bedengan senyuman.
Tanpa diketahui oleh Mika dan Andra di seberang rumah Mika ada seseorang yang menunggu dan memperhatikan Mika dengan wajah yang gusar.