Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 15


__ADS_3

Doni yang mendengar perkataan Radit langsung membulatkan matanya. "Lah cuma gitu aja kok ini orang emosi banget" gerutunya dalam hati.


"Sabar pak.." ucap Doni, karena hanya itu yang dapat Doni ucapkan melihat kelakuan Radit yang aneh itu.


"Gak suka gue Don di cuekin gitu sama dia" ucap Radit sambil membuang kasar nafasnya.


"Maaf Dit bukannya gue ga sopan, tapi jangan berlebihan gitu juga Dit, ga enak sama karyawan lainnya. Kan kasian juga Mika kalau Lo kasar gitu" ucap Doni menasehati Radit. Radit hanya terdiam entah apa yang dipikirkannya.


Meeting pun dimulai, Radit yang masih kesal sesekali menatap tajam ke Mika. Mika dan tim nya mulai agak bingung dengan sikap Radit yang dingin. Tetapi saat Mika mulai mempresentasikan proyek terbaru itu Radit sedikit demi sedikit merubah mimik wajah tampannya. Sesekali dia tersenyum menatap Mika yang sedang menjelaskan di depan layar, tidak sedikit yang memperhatikan itu mereka menyangka bahwa Radit menyukai apa yang sudah dipresentasikan oleh Mika dan berarti proyek ini akan berjalan dengan lancar. Tetapi sebenarnya Radit tersenyum hanya karena melihat senyum Mika.


"Gimana pak kalau langsung melihat lokasinya secara langsung?" tanya Mika antusias.


"Oke.. saya akan langsung melihatnya, siapa perwakilan yang akan menemani saya di lokasi?" Tanya Radit tegas.


"Saya pak.. " ucap Alin salah satu anggota Tim dalam proyek yang Mika kerjakan.


"Loh bukan kamu yang melakukan itu? Kan kamu yang mempresentasikannya tadi?" Ucap Radit agak keras seraya menunjuk ke arah Mika.


"Ba baik pak.." jawab Mika setelah melirik seluruh timnya.


"Baiklah setelah makan siang kita berangkat bersama" ucap Radit langsung meninggalkan ruangan tersebut.


Radit dan Doni pun berlalu, dan suasana ruangan tersebut menjadi hiruk pikuk.


"Wah untung aja bukan gue yang pergi bisa mati duduk gue tegang semobil sama pak Radit" ucap Alin sambil mengelus dadanya.


"Sabar ya Mik,.." ucap Fina, Alin, Rian dan Jerry ( mereka adalah tim proyek acara tersebut)


"Huft.. mau gimana lagi" lirih Mika dan Alin langsung mengusap punggung Mika agar Mika bersabar.


__________________


Di dalam perjalanan menuju lokasi acara.

__ADS_1


Doni yang duduk di samping supir (Anto nama driver pribadi Radit), dan Mika duduk berdampingan dengan Radit, hanya ada suasana hening saat itu.


Ting Ting bunyi pesan dari aplikasi WhatsApp di ponsel Mika memecahkan keheningan itu. Mika langsung mengambil ponselnya dari tas, dan sesegera mungkin ingin membalas pesan tersebut, tapi tiba-tiba Radit berbicara dengan sinis.


"Kamu ini suka sekali dengan handphone kamu?" Sinis Radit ditambah tatapannya yang tajam ke Mika.


"Maksudnya pak?" Ucap Mika bingung.Radit hanya diam dan membuang mukanya.


Sedangkan Doni berusaha mencari alasan agar Mika tidak tersinggung. "Maksudnya kamu jangan terlalu sering memainkan handphone kamu Mik" ucap Doni dengan lembut, berusaha agar Mika mengerti.


"Oh maaf pak, jika bapak tak berkenan, saya akan matikan ponsel saya" ucap Mika dengan senyum manisnya. Dan Radit langsung tersenyum senang setelah Mika mematikan ponselnya.


Mika yang merasa bosan diperjalanan, padahal baru setengah perjalanan tetapi karena tempatnya di pinggir kota dan suasana jalan yang macet sepertinya mereka akan sampai sekitar dua jam lagi. Mika mengeluarkan beberapa bungkus permen dari tasnya dan menawarkannya kepada Radit, Doni dan Anto yang sedang fokus menyetir.


"Pak mau permen biar ga ngantuk" ucap Mika seraya memberi permen ke Radit, Doni dan Anto.


"Terimakasih.." jawab Doni dan Anto di depan.


"Kamu kaya anak kecil aja bawa permen di tas" sindir Radit sambil mencoba membuka permen tersebut dan Radit terlihat agak kesesusahan saat membukanya.


"Hei.. kok di ambil!!!" Teriak Radit, sontak Mika dan Doni kaget tetapi untungnya Anto tetap fokus menyetir.


"Ih pak bikin kaget aja, ga saya ambil kok cuma mau bantu bukain aja, nih pak aaaaa" ucap Mika kesal tetapi tanpa sadar Mika malah menyodorkan permen itu ke mulut Radit dengan mempraktekkan mulutnya yang terbuka seraya mengucap huruf A, seperti menyuapi anak kecil. Radit pun langsung memakannya, dan tersenyum senang. "Enak kan?" Ucap mika sambil tersenyum. Radit pun menganggukkan kepalanya.


Melihat itu Doni langsung batuk-batuk, karena permen yang ada di mulut Doni tertelan, ia kaget melihat adegan itu.


Mika pun akhirnya sadar telah melakukan kesalahan. "Duh maaf pak saya tidak bermaksud tidak sopan pak.. maa..--" ucapan Mika terpotong karena Radit pura-pura mengacuhkannya.


"Don kamu ga apa-apa?" Tanya Radit ke Doni, agar Mika berhenti meminta maaf.


"Tidak apa-apa pak.. oh iya ini sudah sampai pak" ucap Doni yang menahan tawanya melihat kikuk Radit. "Ini orang benar-benar udah cinta gila ke Mika" gumam Doni dalam hati karena tidak pernah melihat Radit seperti itu.


Mereka pun turun dan meninjau lokasi acara tersebut, Mika menjelaskan dengan rinci seluruh acara dan persiapannya. Radit dan Doni mengangguk-anggukan kepalanya tanda paham dan setuju dengan apa yang Mika jelaskan. Di sana Radit juga bertemu dengan salah satu model ambassador suatu brand ternama yang akan mengisi acara tersebut, yaitu Laura.

__ADS_1


"Sore.. pak Radit, pak Doni .." sapa agak centil dari Laura si model. Dan menatap sinis Mika, tetapi Mika hanya mengacuhkan sikap Laura.


"Sore.." jawab Radit dan Doni.


Laura memulai pembicaraan dengan Radit dan Doni, dia mengacuhkan Mika dan hanya terlihat berbasa-basi saja dengan Mika. Seseorang dari kejauhan melambaikan tangan ke Mika, seraya memanggil Mika untuk mendekat ke orang tersebut.


"Permisi pak, saya tinggal dulu... Mari semuanya" pamit Mika dan langsung menuju ke arah seseorang yang melalaikan tangannya.


Ia adalah Nathan manager bagian produksi. "Mik.. ini sudah 90% selesai.. mudah-mudahan semua berjalan lancar ya.." ucap Nathan dengan bangga.


"Ya pak semoga semua lancar dan sukses" ucap Mika dengan wajah tersenyum, membuat Nathan salah tingkah karena melihat wajah cantik Mika.


Mika salah satu karyawati dengan banyak pengagum rahasia. Wajah cantiknya, sikap dan sifatnya yang sopan dan baik ke semua orang membuat banyak karyawan kantor yang jatuh hati kepadanya, termasuk Nathan, salah satu manager muda bagian produksi ini. Nathan termasuk seseorang yang tampan dengan badan tinggi dan atletis, ia juga idaman para karyawati karena sikapnya yang ramah.


"Mik.. kapan-kapan bisakah kita makan bareng?" Tanya Nathan sopan.


"Hah?... Bukannya sering pak?" Jawab Mika bingung, karena kenyataannya mereka sering makan bersama saat jam makan siang kantor. Tapi bersama-sama para karyawan lain.


"Hahaha iya ya" ucap Nathan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dari kejauhan ada mata yang tajam memperhatikan mereka, tanpa Mika dan Jerry sadari.


"Sedang bicara apa mereka, kenapa Mika tersenyum dengan orang itu sih" batin Radit.


"Permisi.." pamit Radit ke Laura dan langsung meninggalkan Laura, ia langsung menuju ke Mika di susul oleh Doni.


"Permisi mba Laura saya tinggal dulu" pamit sopan Doni ke Laura.


Radit menghampiri Nathan dan Mika yang sedang asik berbicara.


______________________


**Hai para readers minta dukungannya ya ka.. tolong tinggalkan jejaknya... Minta dukungannya ya agar aku lebih semangat menulisnya...

__ADS_1


silahkan tinggalkan komentar, kritik dan sarannya lalu jangan lupa klik tanda jempol agar aku tahu kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa tekan love dan jadikan novel ini favorit kalian.. terimakasih atas kunjungannya jika berkenan vote karya ini juga ya ka... ❤️❤️❤️**


__ADS_2