Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 10


__ADS_3

Di dalam toko buku tersebut, Mika yang tengah asik memilih dan membaca sepintas buku-buku yang tersusun rapih di toko, dan akhirnya ia menemukan buku yang ia cari, lalu secepatnya ia mengambil buku itu di atas rak toko, tetapi ternyata ada seseorang juga yang mengambilnya dan gerakan tarik menarik beberapa detik pun tak terelakan dan kemudian...


"Kamu!!!" ucap lelaki yang juga mengambil dan menarik buku yang Mika ambil, dengan mata membulat penuh karena kaget.


"Loh??...... pak Radit!" ucap Mika yang kaget dan langsung melepaskan buku yang ia pegang.


"Mmm.. kamu suka buku ini??" selidik Raditya ke Mika.


"Iya pak.. tapi silahkan ambil pak nanti saya cari yang lain saja".. seru Mika.


"Kebetulan ini hanya sisa satu jadi lebih baik kamu aja yang ambil.. saya akan cari lagi nanti.." ucap Radit yang menyodorkan buku tersebut.


"Maaf pak tidak usah terimakasih" tolak sopan Mika ke Radit.


"hmmm... sudah ambil saja" ucap Radit yang sudah agak keras, seraya menyerahkan buku tersebut ke tangan Mika dengan kasar.


Perdebatan mereka pun akhirnya berhenti setelah Radit memberikan buku itu dengan ucapan yang bernada agak keras tadi dan tatapan mata tajam Radit yang membuat Mika takut, dan buku itu akhirnya berakhir di tangan Mika dengan terpaksa, tapi Mika sangat tegang dan takut walaupun sebenarnya ia sangat menginginkan buku tersebut. "Ih apa-apaan sih nih orang nyebelin banget!!" gumam Mika dalam hati.


"Terimakasih pak.. permisi" ucap Mika yang akan pergi mengambil langkah seribu meninggalkan Radit.


Mika pun langsung berbalik badan dan melangkah pergi, tapi baru tiga langkah Mika berjalan, sudah langsung dihentikan oleh tindakan Radit yang mengagetkan Mika.


"Hei tunggu... mau kemana kamu?!!" tanya Radit sambil menarik Hoodie dari sweater yang digunakan Mika.


Saat itu Mika menggunakan sweater hoodie oversize berwarna putih dan celana pendek jauh di atas lututnya, dengan Sling bag putih dan sneakers putih. Sedangkan Radit memakai pakaian casualnya dengan kemeja panjang yang dilipat lengannya sampai siku dan celana jeans panjang juga sneakers putih nya.


Mika yang merasa Hoodie dari sweater nya tertarik akhirnya menghentikan langkahnya dan membalik badannya dengan perasaan yang agak kesal.


Mika membuang kasar nafasnya, dan mencoba tersenyum yang dipaksakan. "Iya Pak.. saya mau muter lagi Pak, mau beli peralatan tulis dan buku lainnya" jawab Mika ke Radit dengan senyum manis yang dipaksakan. Membuat Radit menahan tawanya karena terlihat lucu.

__ADS_1


"Ya sudah sudah sini bareng, saya juga akan membeli peralatan tulis" ucap Radit yang sepertinya tidak ingin dibantah.


"Hah??... ba baiklah..hehehe" kaget Mika dan diiringi tawa kecil yang dipaksakan.


"Duh kenapa sih sial amat sih gue.. kenapa juga bisa ketemu ini orang..huft bikin tegang aja!!" gumam Mika kesal dalam hatinya.


Mereka pun berkeliling dan berbelanja kebutuhan masing-masing dengan sesekali berbicara dan mengobrol untuk mencairkan suasana. Saat di depan rak stationary toko, Mika langsung asik memilih sticky notes dengan bentuk-bentuk lucu sambil bergumam pelan..


"mmm ini lucu, ini juga lucu pilih mana ya?? mmm.." gumam Mika pelan namun masih terdengar oleh Radit yang berdiri di samping Mika.


"Semuanya aja beli.. dari pada kamu bingung" ucap Radit santai.


"Wah yang bener aja pak, itu namanya pemborosan pak.. gak gak.." ucap mika tanpa menoleh ke Radit sambil memonyongkan bibirnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Terlihat menggemaskan di mata Radit dan membuat senyum Radit terlihat dari sudut bibirnya.


"Dari pada bingung kan.. sini saya yang beli semua buat kamu..." ucap Radit yang mencoba mengambil beberapa sticky notes tersebut.


"Eits ... jangan pak" jawab Mika dan langsung mencoba menahan tangan Radit dengan menggenggam tangan Radit.


"Aduh kenapa nih jantungku.. kenapa sih dia tiba-tiba menyentuh dan menggenggam tanganku" gumam Radit dalam hati.


"Nah ini 2 yang lucu... oke bapak yang gambar Gajah aku ambil yang gambar Panda.. oke??" tanya Mika dengan senyumnya yang lebar sambil menaruh sticky notes tersebut di keranjang belanjaan Radit dan di keranjang belanjaannya.


"O.. oke" jawab Radit yang gugup melihat senyum Mika yang membuat gadis itu terlihat sangat cantik, apalagi jarak mereka yang sangat dekat.


"Saya sudah pak.. saya mau ke kasir dulu... apa bapak juga sudah selesai?" tanya Mika sopan.


"Hmm.." jawab Radit diiringi anggukan kepalanya.


Ketika tiba di kasir Radit langsung membayar barang belanjaannya dan belanjaan Mika, padahal Mika sudah mati-matian menolak, tapi Radit lagi-lagi memaksa Mika dengan tatapan matanya yang tajam, dan membuat Mika takut dan terpaksa setuju.

__ADS_1


Saat keluar dari toko buku itu Radit membawakan kantong belanjaan Mika, dan membuat Mika tidak nyaman.


"Maaf pak sini biar saya yang bawakan itu" ucap mika sambil menunjuk ke kantong belanjaan yang Radit bawa.


"Sudah biar saya saja" jawab Radit acuh.


"Tapi pak saya ga enak pak, bapak kan atasan saya masa bapak yang bawa sih".. ucap Mika.


"Mika ini kita bukan lagi di kantor jadi saya juga bukan atasan kamu, lagi pula saya ini belum tua tua amat tau dari tadi kamu manggil saya pak pak aja gak enak tau didengarnya!!" gerutu Radit dengan nada agak naik dan tegas ditambah tatapannya yang tajam ke Mika, membuat hati Mika menciut dan bingung.


Wajah Mika menjadi pucat sesaat setelah ucapan yang menurut Mika keras dari mulut Radit. Mika pun langsung berhenti berjalan seketika setelah mendengar kata-kata Radit.


"Hei kamu ngapain diem di situ?? Kok malah ngelamun sih..ckck..!!" ucap Radit yang melihat Mika diam tertinggal langkahnya oleh Radit.


"Mmm ga pak eh om.. eh... duh aku jadi bingung mau manggil apa!" gumam Mika kesal dan terdengar oleh Radit.


Radit langsung tersenyum mendengar ucapan Mika yang pelan namun jelas di telinganya.


"Hei memangnya kamu pikir usiaku berapa hah?? sembarangan saja kamu manggil aku OM!!" celoteh Radit diiringi dengan tawanya. Mika hanya tersenyum mendengarnya, entah apa yang dipikirkan Mika karena terlihat dari wajahnya Mika sedang berpikir keras karena mendengar ucapan Radit. Radit yang melihat ekspresi wajah Mika pun tertawa dan tanpa sadar dia mengacak rambut Mika dengan mengusap puncak kepala Mika.


"Duh jadi berantakan dong rambutnya nih.." kesal Mika seraya merapikan gulungan rambutnya yang seperti kepalan di kepalanya.


"Makanya itu jangan dikonde kaya nenek nenek aja hahahaha" lanjut Radit tertawa melihat ekspresi Mika.


"Bingung pak harus sebut apa ke bapak?" ucap Mika yang sedang sibuk menggulung rambutnya lagi.


"Mmm coba panggil aku mas aja oke!! lagi pula kita ga beda jauh umurnya kan!! seru Radit yang masih tertawa kecil. "Oh iya kamu habis ini mau kemana?" tanya Radit saat mereka kembali berjalan menelusuri mall tersebut.


*Toko buku ini yang mereka kunjungi itu ada di dalam sebuah Mall jadi jangan kaget ya kalau mereka lagi di dalam Mall.

__ADS_1


"Pulang mas" jawab Mika singkat. Tetapi tiba-tiba terdengar bunyi KRIIIIIYUUUUUUK......


__ADS_2