Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 29


__ADS_3

Setelah selesai pertandingan basket itu selesai, dan tim dari SMA DARMA BAKTI yang memenangkannya. Tiba-tiba dari belakang Ikbal..


"Pak sebentar saya ingin bicara...!!" Ucap seseorang yang menghentikan Ikbal saat akan memasuki Mobilnya. Seseorang tersebut adalah Leo.


"Kenapa Yo?" Tanya Ikbal yang bingung sejak kapan Leo ada di sampingnya.


"Dari mana bapak kenal Mika? Apa hubungan bapak dengannya? Mengapa bapak begitu berani memeluknya?" Tanya Leo bertubi-tubi karena penasaran.


"Hah?.. kenapa kamu ga tanya saja ke Mika?.." Ikbal yang balik bertanya ke Leo. "Ini bocah-bocah tengil pada kenapa sih ke Mika, kok ke Mika juga ga ada sopan santunnya" gumam Ikbal dalam hati. Ikbal duduk menunggu Leo yang sepertinya masih ingin bicara, seraya meminum air mineral dari kemasan botol di tangannya.


"Huuuft.. saya harap bapak bukan saingan saya!" Ucap Leo tegas setelah menghembuskan nafasnya kasar.


Bruuuuur.... Air di mulut Ikbal seketika tersembur dari mulutnya. Ia kaget atas ucapan Leo yang terdengar serius dan bernada mengancam. Belum sempat ia berkata sepatah kata pun, Leo sudah berjalan meninggalkannya..


"Wah dasar bocah stresss... Main ninggalin gue aja belum juga gue ngomong!" Kesal Ikbal seraya berkaca pinggang dan menggelengkan kepalanya.


"Mika Mika selalu aja kamu jadi rebutan" gumam Ikbal dalam hati.


_____________


Persiapan surprise party untuk Leo


Saat ini Leo dan anggota tim basketnya sedang berada di sebuah cafe yang biasa mereka kunjungi, mereka berkumpul dengan alasan merayakan kemenangan tim mereka. Leo tak sedikitpun curiga, bahkan ia lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. Teman satu tim nya ditugaskan oleh Agnes dan Andre untuk mengulur waktu Leo, agar lebih lama di cafe tersebut.


Sedangkan Andre dan para anggota cheerleaders berserta Mika membantu persiapan Andre dan Agnes di salah satu restoran milik Radit. Mika tidak tahu kalau Radit dan Leo adalah kakak dan adik. Andre sudah memberi kabar pada Radit dan Doni tentang suprise party ini. Radit sudah memberi izin untuk mengadakan surprise party di restorannya. Restoran itu sengaja ditutup karena perintah Radit demi ulang tahun Leo.


Radit dan Doni sudah berjanji kepada Andre kalau mereka akan datang, dan saat ini Radit dan Doni sedang dalam perjalanan dari bandara menuju restoran milik Radit dimana diadakannya surprise party untuk Leo.


"Dit kita langsung ke resto aja? Apa ke apartemen dulu?" Tanya Doni.


"Langsung ke resto aja Don, klo pulang dulu keburu males gue pengen tiduran" perintah Radit.


Lalu Anto (driver Radit) langsung menuju ke restoran setelah instruksi dari Doni. Tetapi mereka terjebak macet jadi mungkin mereka sedikit terlambat.

__ADS_1


Sementara di lokasi surprise party untuk Leo persiapan yang di lakukan para tim cheerleaders dibantu dengan Andre dan Mika sudah siap semua. Mereka tinggal menunggu aba-aba yang diberikan oleh Rangga, Fabian, Denis dan juga Davi, agar Leo tidak menaruh curiga.


Sedangkan di cafe Leo bersama timnya sedang asik mengobrol dan tertawa bersama. Tetapi entah apa yang dipikirkan Leo saat itu, Leo malah menanyakan keberadaan Mika lewat Davi. Sontak itu membuat semua yang ada di situ terdiam, sudah bukan rahasia umum lagi kalau Leo menyukai Mika, bahkan Leo terang-terangan meng-upload foto Mika di akun Instagram miliknya.


Leo yang aneh akan sikap Davi yang diam saja seperti membiarkannya menyukai Mika. Semua teman sekolahnya yang mengenal Davi dan Mika menganggap bahwa Mika adalah kekasih Davi. Jadi sangat aneh menurut Leo dan teman-temannya kalau Davi mendiamkan Leo yang menyukai Mika secara terang-terangan.


"Dav.. Mika mana?" Tanya Leo ke Davi, itu membuat suasana menjadi tidak nyaman.


"Lagi ada perlu bentar.." jawab Davi santai, tetapi yang lain sudah tegang dan tak ingin Leo menyulut emosi Davi. Karena saat tadi pak Ikbal memeluk Mika Davi terlihat sangat emosi.


"Eh ada yang mau pesan makanan atau minuman lagi ga nih?" Ucap Rangga mengalihkan pembicaraan antara Leo dan Davi.


"Tadi ngapain pak Ikbal meluk Mika?" Tanya Leo lagi dan itu mulai membuat Davi emosi.


Davi meminum ice coffee latte yang ia pesan tadi dan sudah tersisa setengah di atas meja cafe. Ia meminumnya untuk menghilangkan emosinya yang sudah tersulut Leo.


"Oh.. itu pak Ikbal dulu pernah kenal Mika" jawab Davi santai.


"Udah yuk cabut.. kita pindah tempat aja di sini udah terlalu ramai" ajak Fabian, Denis, Rangga, Leo dan Davi mengiyakannya.


"Ih ganteng-ganteng banget sih"


"Mau satu aja buat temenin aku ih.."


"Hihi mereka kaya boyband ya..."


"Pengen banget diantara mereka"


Itulah beberapa ucapan dari beberapa wanita di cafe tersebut, bahkan manager cafe tersebut sangat senang ada mereka sedari tadi karena pengunjung cafe tersebut tiba-tiba jadi banyak Hahaha.


Tiba-tiba.. seseorang memanggil Davi di depan pintu masuk cafe.


"Davi.." ucap Fatir, yang berjalan bersama teman-temannya.

__ADS_1


"Ayah.." Davi yang langsung menghampiri Fatir dan mencium punggung tangan Fatir.


Leo, Rangga, Denis dan Fabian pun berhenti menunggu Davi. Tatapan mereka bertanya siapa orang paruh baya tersebut.


"Loh Mika mana?" Tanya Fatir yang menatap satu persatu teman-teman Davi.


"Lagi ada perlu dulu Yah.. nanti aku jemput Mika Yah" jawab Davi diiringi dengan senyuman.


"Oke kalo gitu.. Ayah ada perlu dulu ya sama teman-teman Ayah.. nanti kamu pulang hati-hati ya" ucap Fatir pamit, Davi pun mencium punggung tangan Fatir lagi setelah pamit, dan Fatir juga menganggukkan kepalanya ke arah emat pria tampan dibelakang Davi.


"Siapa bro?? Bokap Lo?" Selidik Rangga.


"Bukan Bokapnya Mika.. hehehe" jawab Davi santai..


"Wow anjay Lo manggil Bokapnya Mika Ayah?? Wah udah dapet restu dong Lo!" Ucap Denis antusias, dan membuat Leo kesal lalu menabrak pundak Denis dan Rangga saat berjalan menuju mobilnya.


"Woy ayok katanya mau pindah!!" Teriak Leo ke arah teman-temannya.


Mereka semua menuju mobil masing-masing. Fabian menyuruh mereka ke restoran x tempat surprise party untuk Leo. Leo masih tidak ada curiga, dia hanya kesal dengan sikap Davi.


"Dasar pamer..!!!!" Bukk.. gerutu Leo seraya memukul stir mobil.


__________________


Saat tiba di restoran x


Leo mengikuti Fabian tanpa curiga, Fabian menuju ke taman belakang restoran tersebut. Suasana gelap gulita, ya karena memang saat ini waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Leo mengerutkan keningnya merasa aneh mengapa menuju ke taman gelap ini.


Tiba-tiba... Semua lampu menyala, Agnes membawakan sebuah kue tart dengan lilin menyala di atasnya. Semua bernyanyi lagu happy birthday. Tepuk tangan riuh mengiringi doa Leo sesaat sebelum meniup lilinnya.


Davi menghampiri Mika, membelai rambut dan menggenggam tangan Mika. Leo yang memperhatikannya sangat geram.


Tapi di ujung pintu masuk taman sudah ada orang yang berdiri tegap, menatap tajam ke arah Mika. Tangannya mengepal, nafasnya tersengal-sengal menahan emosi karena melihat seseorang yang sedang menyentuh wajah Mika seraya mengelap keringat Mika. Tiba-tiba...

__ADS_1


"MIKA...!!!!!!!" teriak seseorang dari pintu masuk taman.


__ADS_2