Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 37


__ADS_3

Mika menganggukkan kepalanya. Dan berbalik menuju pintu untuk keluar dari kamar tersebut, diikuti Davi di belakangnya. Tetapi sesaat sebelum membuka pintu, Mika membalikkan badannya, ia kaget ternyata Davi sangat dekat. Tiba-tiba Mika memeluk Davi dengan erat, sontak membuat Davi kaget hingga wajahnya memerah.


"Kenapa?" Tanya Davi lembut, lalu membalas pelukan Mika.


"Makasih ya... " Ucap mika pelan tetapi masih dapat didengar Davi.


Davi tidak menjawabnya, ia memegang kedua pipi Mika dengan tangannya dan menghadapkan wajah Mika ke atas agar ia bisa melihat jelas wajah Mika. Dan Cup... Kecupan lembut mendarat di bibir mungil Mika. Mika kaget dan membulatkan matanya, tetapi ia tidak kesal ataupun marah dengan perlakuan Davi, ia malah memeluk erat Davi dan menyenderkan kepalanya ke dada Davi, lalu Davi membelai lembut rambut Mika.


Tak berapa lama kemudian Mika pergi dari kamar tersebut dan langsung menuju kamar dimana Lena sudah terlelap. Pikirannya melayang-layang entah kemana.


"Kok jantungku ini tidak bisa diajak kompromi sih..." Gumam Mika dalam hati. "Apa aku udah jatuh cinta sama anak kecil itu yah?... Duh kenapa dia memperlakukan aku kaya gitu sih?... Apa dia juga suka sama aku?... Apa gak papa perasan ini?" Pertanyaan-pertanyaan Mika dalam hatinya. Setelah banyak yang ia pikirkan akhirnya membuat ia lelah dan tertidur pulas.


Sedangkan Davi masih belum bisa memejamkan matanya, ia masih memikirkan perbuatannya ke Mika. Ia takut Mika akan marah esok hari. Beberapa lama kemudian ia pun memejamkan matanya karena kelelahan.


_______________


Keesokkan harinya di Stasiun televisi X


Di stasiun televisi tersebut agak heboh dengan berita baru tentang bos atau atasan mereka. Desas desus yang tersebar adalah salah satu direktur mereka ternyata adalah CEO dari PT. Andalas Media. PT. Andalas Media adalah perusahaan yang menaungi stasiun televisi tersebut. Seperti yang diketahui umum bahwa PT. Andalas Media bergerak di berbagai bidang salah satunya adalah di bidang media elektronik.


Di gedung PT. Andalas Media


Ruang meeting sudah dipenuhi oleh para direksi dan pemegang saham mereka berkumpul karena undangan yang disebarkan oleh sekretaris CEO tersebut. Di sana membahas tentang kembalinya Radit sebagai pimpinan mereka. Rapat tersebut berlangsung selama dua jam, setelah itu Radit kembali ke ruangannya didampingi oleh Doni dan Irma sekretaris Radit.


Di dalam ruangan CEO, Radit terlihat tak tenang, ia tampak tidak fokus dengan apa yang ia kerjakan.


"Aaaaargh... Aku bisa gila ini Don!!!!" Ucap Radit dengan kencang.


"Apa yang anda pikirkan pak?" Tanya Doni dengan bahasa formal karena di sana masih ada Irma yang sedang merapikan berkas-berkas yang Radit butuhkan.

__ADS_1


"Huuuuft" Radit menghela nafasnya.


Irma sedikit bingung melihat bosnya yang seperti itu, ia menengok ke arah Doni dan melihat Doni memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya, Irma yang mengerti maksud Doni akhirnya meminta izin untuk pergi dari ruangan tersebut.


"Permisi pak, saya akan merapihkan ini di luar" izin Irma ke Radit.


"Keluarlah dan jangan masuk lagi sebelum aku panggil!" Ucap Radit keras tanpa melihat Irma.


"Don tolong cari Mika, apa yang sedang ia lakukan sekarang?" Perintah Radit.


"Sabar Dit orang suruhan kita belum menemukan lokasi Mika jadi gue suruh dia buat cari dimana pun Mika berada, nanti kalau udah ada kabar gue langsung kasih tau Lo kok Dit.." ucap Doni yang mencoba menenangkan Radit.


Doni memang belum menemukan keberadaan Mika, mungkin karena informasi yang ia miliki tentang Mika hanya sedikit, dan mereka belum punya nomor telepon baru Mika. Dan bila informasi tentang Mika sudah ia dapat ia akan menahan informasi tersebut, agar Radit mau menyelesaikan pekerjaannya dulu, karena terlalu lama Radit meninggalkan jabatannya sebagai CEO. Awalnya Radit hanya ingin mengetahui ketidak beresan salah satu stasiun televisi yang ia naungi itu, tetapi seiring berjalannya waktu Radit malah jatuh hati ke salah satu karyawannya yaitu Mika, dan itu membuat Radit yang harusnya hanya menyelidiki anak perusahaan nya selama satu bulan malah menjadi hampir lima bulan.


_____________


Di kediaman Rahma (nenek Mika)


Saat Mika duduk di halaman belakang rumah Rahma, Davi menghampiri Mika mencoba mencari tahu mengapa Mika menghindar darinya.


"Ka... Aku mau ngomong!" Seru Davi.


"Hmm" Mika hanya menjawab dengan dehemannya tanpa melihat ke arah Davi.


"Kamu kenapa menghindar terus dari aku? Apa aku ada salah? Atau kamu bosen liat aku di sini?" Tanya Davi bertubi-tubi.


"Tidak..." Jawab Mika seraya bangun dari kursi di taman belakang rumah Rahma. Dengan sigap Davi memegang tangan Mika, menahannya agar Mika tidak pergi meninggalkannya.


"Tunggu... Jangan main kabur aja... Aneh banget sih kamu Ka! Coba kasih tahu aku kenapa?" Tanya Davi lagi.

__ADS_1


"Mm...mm gak papa kok" Jawab Mika dengan gugup. Entah kenapa setelah kejadian semalam Mika selalu gugup jika bertatapan langsung dengan Davi.


Davi memegang bahu Mika dan menyuruh Mika untuk duduk kembali di sebelahnya. Lalu ia memegang tangan Mika dengan lembut.


"Ka lihat aku... Aku mohon kamu jangan gini, kalau aku ada salah tolong kasih tau aku, jangan menghindar terus gini, kita tuh kaya lagi berantem! Bahkan Bunda dan Uti sampe tanya ke aku, apa kita lagi musuhan.." lirih Davi.


Sejenak Mika terdiam melihat wajah Davi yang agak sedih, ia juga bingung dengan apa yang ia lakukan.


"Maaf ya Yang, aku gak maksud gitu... Entah kenapa aku gugup kalau Deket kamu.." jujur Mika dengan wajah tertunduk. Entah mengapa Mika selalu tidak bisa berbohong bila berbicara dengan Davi. Sedari kecil Mika selalu berkata jujur dengan Davi, karena ia merasa nyaman bila bersama Davi dan menceritakan apapun kepada Davi.


Davi tersenyum mendengar ucapan Mika, lalu ia membelai lembut puncak kepala Mika.


"Tumben kamu gitu Ka... Apa kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku?" Tanya Davi menggoda, ia sadar Mika seperti itu karena perlakuannya tadi malam.


"Apa kamu juga sama kaya aku Ka sekarang? Apa kamu udah sayang ke aku Ka?" Gumam Davi dalam hati.


"Gak kok... Beneran deh aku ga sembunyiin apa-apa kok..." Ucap Mika seraya menggerakkan tangannya melambai dalam arti tidak.


"Ya kalo gitu jangan menjauh atau menghindar dari aku... Aku gak bisa kalo lihat kamu kaya gitu..." Ucap Davi manja dengan senyuman manis di wajahnya.


Mika tersenyum melihat Davi seperti itu, tanpa sadar ia memeluk Davi dengan erat dan Davi pun membalasnya. Davi juga membelai lembut rambut Mika. Dan sesaat Mika tersadar, ia langsung mencoba mendorong tubuh Davi, tetapi Davi malah mengeratkan pelukannya.


"Ka kamu serius mau tinggal di kota ini dulu?" Tanya Davi serius tanpa melepaskan pelukannya.


...----------------...


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar kritik dan sarannya...


Vote juga ya karyaku ini jika kalian berkenan..

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungannya...


__ADS_2