
"Mika.. i love you.." ucapan Radit yang tiba-tiba, membuat Mika kaget dan membulat matanya.
Mika langsung menoleh ke arah Radit, ia mengerutkan dahinya. "Hah.. apa gue ga salah denger?" Batin Mika.
Radit tertawa kecil melihat reaksi Mika yang hanya diam dan cuma menatap ke arahnya saja.
"Aku serius Mik.. apa kamu ga berasa?" Ucap Radit yang menatap jalan dan fokus menyetir.
Mika hanya diam bingung harus berbuat apa.
"Lusa aku akan pergi ke luar negeri ke kota x mungkin sekitar satu atau dua minggu aku pulang, itu jika lancar. Selama itu tolong angkat jika aku menelepon kamu ya Mik" ucap Radit.
"I..iya.." jawab Mika singkat.
Dan tak lama sampailah di kediaman Fatir tempat tinggal Mika.
"Terimakasih ya pak.. hati-hati di jalan" ucap Mika.
"Mik.. kamu ga ngajak aku mampir?" Sarkas Radit. Mika hanya kaget dan terdiam. "Ya sudah aku pergi dulu ya" pamit Radit dan melambaikan tangan, Mika yang masih mencerna kejadian ini semua hanya diam dan berlalu masuk ke rumahnya.
Saat di dalam rumah ia tidak menemukan keberadaan orang tuanya, menurut bi Sumi kedua orang tua sedang pergi ke acara undangan pernikahan anak dari teman Fatir.
Mika yang lelah dan banyak pikiran langsung masuk ke kamarnya, ia mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas kasurnya.
"Hah.. perasaan kemarin gue happy banget main sama Davi, tapi kenapa hari ini gini banget sih... Pak Radit juga apa-apaan sih.. bikin pusing aja!!!" Kesal Mika.
Karena lelah ia pun tertidur.
______________
Keesokan harinya..
Mika pergi ke kantor seperti biasa, ia mencoba melupakan apa yang terjadi kemarin malam. Kemarin setelah sampai di rumah ia langsung tidur dan lupa untuk menyalakan handphonenya, maka saat ia menghidupkannya kembali banyak sekali notifikasi pesan yang ia terima.
Termasuk pesan dari Davi, dan Radit. Saat waktu senggang di kantor ia membalas pesan dari Davi.
Mika : "maaf Yang kemarin hp aku lowbat terus ketiduran".
Davi : "ga papa.. tenang aja.. yang penting keadaan kamu gimana?"
__ADS_1
Mika : "ya aku gak papa"
Davi : "oke Miss u.."
Mika tertawa kecil melihat pesan Davi. Sedari dulu Davi sering sekali berkata seperti itu (mengatakan kalau 'miss u') jadi sudah biasa dan tak membuat kaget Mika. "Dasar masih aja ga berubah udah dewasa juga" gumam Mika.
Waktunya jam makan siang, Mika dan beberapa teman kerjanya makan di sebuah restoran yang letaknya tak jauh dari kantor Mika.
Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt diiring suara ringtone.
Ponsel Mika yang di taruhnya di atas meja berdering dan bergetar tanda panggilan video masuk. Terlihat nama sipenelpon "Harus diangakat", Mika mengerutkan dahinya, Alin dan Fina yang duduk mengapit Mika juga mengerutkan dahi mereka. Penasaran siapa sipenelpon itu.
Mika melirik kedua temannya ke kanan dan ke kiri.
"Siapa Mik? Kok tulisannya harus diangkat?" Selidik Alin.
"Hehe bukan siapa-siapa" jawab Mika, seraya menyentuh layar ponselnya menekan tanda merah, menolak panggilan video tersebut.
Tetapi panggilan itu terus menerus masuk, dari panggilan video beralih ke panggilan suara, hingga mengganggu acara makan siang Mika dan teman-temannya. Akhirnya dengan berat hati Mika menerima panggilan suara itu.
"Halo.." sapa Mika.
"Kok ga diangkat-angkat!! Kamu ngapain sih?!!!" Ucap Radit dengan nada suara yang keras yang membuat Mika menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Oh yaudah.." Radit yang memutuskan panggilan sepihak.
Mika menatap aneh layar ponselnya..
"Gila sih ini orang langsung main matiin aja.. nyesel gue angkat!" Gerutu Mika pelan tapi masih terdengar oleh Alin dan Fina dan mereka menertawakan Mika.
Mika dan teman-temannya pun tak membahas sipenelpon itu karena terlihat jelas bahwa Mika malas untuk membahasnya, dan mereka meneruskan makan siangnya dan kembali lagi ke kantor.
_______________
Di sekolah Davi..
Saat istirahat Davi dan teman-temannya sedang makan di kantin, tiba-tiba Agnes, Gladis, Alicia, Meri dan Cha-cha menghampiri mereka. Agnes langsung menuju ke Leo menggandeng tangan Leo. Sedangkan Gladis berhambur ke samping Davi, membuat Davi menggeser duduknya ke arah Fabian.
"Yo.. ini siapa? Kok kayanya aku kenal?" Tanya Agnes ke Leo seraya menunjuk sebuah postingan foto yang Leo upload tadi malam.
__ADS_1
Sontak Leo kaget ia membelalakkan matanya melihat layar ponsel Agnes. Gambar yang ditunjukkan Agnes terlihat siluet seorang perempuan berambut panjang tampak samping yang sedang menunduk.
Flashback
Saat di pesta ulang tahun Andre.
Leo berjalan cepat menuju ruang tengah rumah Andre. Ia melihat sosok Mika yang baru keluar dari toilet, Mika menunduk merapihkan pakaiannya, lalu menengok ke kanan dan kiri mencari keberadaan Andre, yang tanpa sadar sudah ada Leo di dekatnya. Sebelum menegur Mika, Leo mengambil gambar Mika sedari tadi saat dia keluar toilet rumah Andre, setelah itu ia menegur Mika.
"Kamu cari siapa?" Tanya Leo ke Mika.
Flashback off
Kemarin Leo memposting foto Mika yang terlihat seperti siluet, karena efek penerangan cahaya lampu di ruang tengah rumah Andre. Leo pikir tidak akan ada yang tau siapa di foto itu karena sangat samar dan tapi masih terlihat mempesona.
Leo langsung meminum air di depannya untuk menghilangkan paniknya, diliriknya satu persatu teman-temannya, dan matanya berhenti saat pandangan matanya bertemu dengan Davi.
"Hehe oh itu gue nemu di internet" jawab Leo asal dan langsung berdiri ingin kembali ke kelasnya.
"Cabut yuk bentar lagi bel" Leo berkata kepada teman-temannya.
Dan mereka semua kembali ke kelas masing-masing. Agnes bersama Gladis pergi ke toilet putri di dekat tangga sekolahnya.
"Dis... Liat deh kayanya gue kenal sama cewe di foto ini ya?" Tanya Agnes penasaran ke Gladis yang mungkin tau siapa perempuan yang di dalam foto tersebut.
"Iya kayanya gue pernah liat kalo dari samping gini.. tapi siapa ya gue lupa" ucap Gladis mencoba mengingat-ingat.
"Kayanya gue tau ini siapa!" Gumam Gladis dalam hati.
Saat di kelas Leo dan Andre duduk sebangku, mereka memang teman satu kelas.
"Wah gila sih Lo Yo... Kok berani Lo posting foto ini di ig Lo!! Kalo yang punya tau atau pacarnya tau wah wah bisa bahaya dah!!" Ucap Andre yang sedang membuka sosial medianya.
"Terus gimana dong?" Tanya Leo bingung.
"Hapus lah dodol!!! Mana like sama komen nya udah banyak banget lagi ah parah Lo" ucap Andre seraya menggelengkan kepalanya.
"Bodo ah... Serah aja orang mau bilang apa!!!" Kesal Leo.
Ting Ting bunyi notifikasi pesan masuk di handphone Davi. Saat Davi melihat ada pesan bergambar masuk. Dilihatnya si pengirim adalah Gladis. Dengan malas Davi membuka pesan itu. Davi langsung berdiri dari kursinya di kelas, tangannya mengepal dan wajahnya terlihat kesal melihat foto yang dikirim Gladis....
__ADS_1
________________
jangan lupa tinggalkan jejak ya ka terimakasih atas kunjungannya...