Cinta Mika

Cinta Mika
Bab 7


__ADS_3

Tanpa diketahui oleh Mika dan Andra di seberang rumah Mika ada seseorang yang menunggu dan memperhatikan Mika dengan wajah yang gusar. Dia adalah Davi dengan tatapan yang sulit diartikan memandang Mika saat keluar dari mobil Andra.


"mmm udah beda lagi sih ka yang antar kamu?"... gumam Davi pelan di kursi pengemudi.


Setelah melihat Mika masuk ke rumah, Davi pun memutuskan untuk kembali pulang ke kediaman keluarga Adrian.


______________


Keesokan harinya.


Di kediaman Adrian, tampak Davi yang sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Di hari pertamanya Davi tidak ingin terlambat jadi ia bangun lebih pagi.


Setelah sarapan Davi langsung menuju sekolahnya diantar oleh pak Imam.


Saat diperjalanan,


Tiiiiiing tiiiiing bunyi pemberitahuan pesan aplikasi di ponsel Davi. Senyum Davi langsung merekah setelah melihat isi pesan di ponselnya.


"Semangaaaaaat.... " pesan yang dikirim oleh Mika, walaupun hanya 1 kata tapi Davi sangat menyukainya.


Davi hanya membacanya tanpa membalasnya.


Sementara Mika yang sedang sarapan sambil fokus ke handphone nya dan mengerutkan alisnya.


"Dih kok cuma di read aja.. asem banget tuh bocah... huft" gumam Mika kesal.


Tiba-tiba Drrrrrrt drrrrrrt drrrrrrt


Mika menelpon Davi karena pesannya yang tidak di balas Davi.


"Halo... yang kok cuma di read sih?" tanya Mika dengan agak membentak Davi.


"Hahahaha kenapa marah??? aku udah di jalan ribet ah balasnya". Jawab Davi dengan diiringi tertawa dari seberang sana.


"Dasar bocah malah ketawa bukannya bilang makasih.." kesal Mika ke Davi dan langsung memutuskan panggilan sepihak.


Davi pun akhirnya membalasnya, dan membuat Mika tersenyum.


"Makasih ya cerewet".. balas Davi melalui pesan singkat di WhatsApp.


Mika siap-siap berangkat ke kantor bersama ayahnya setelah sarapan.


"Bun ayah dan Mika berangkat dulu ya.." ucap Fatir ke Lena di iringi dengan Lena yang mencium punggung tangan Fatir dan pelukan oleh mika ke Lena.


____________


Setibanya di loby kantor Mika, saat Mika menunggu lift bersama dengan karyawan lainnya, tiba-tiba di hebohkan dengan kedatangan Radit dan Doni.


Semua orang langsung menyapa mereka tak terkecuali Mika.


"Pagi.. pak" sapa mika dan karyawan lainnya.


"Pagi.. mik..." jawab Radit dan membuat Mika kaget karena Radit menyebut namanya.


"Oh iya kan kemarin aku meeting sama dia pantes aja dia tau nama aku" gumam Mika dalam hati.

__ADS_1


Radit dan Doni pun langsung berdiri di samping Mika untuk menunggu lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai tujuan masing-masing.


"Maaf pak di sana ada lift khusus untuk bapak" ucap salah seorang security yang berdiri didekat pintu lift tersebut.


"Tidak apa-apa saya ingin naik lift di sini, gapapa kan?" jawab Radit diselingi dengan senyuman.


"Silahkan pak" jawab security tersebut.


Setelah lift terbuka, para karyawan mempersilahkan Radit dan Doni untuk masuk ke dalam lift, dan tak ada yang berani untuk ikut masuk ke dalam lift itu sampai...


"Loh kok pada ga masuk? apa kalian ga takut telat ke ruangan kalian? ... " pertanyaan dan sekaligus perintah dari Radit yang membuat semua karyawan di depan lift itu mematung termasuk Mika. Dan Radit pun menyenggol Doni, dan Doni pun tahu maksud Radit.


"Ayo masuk.." ucap ketus Doni kepada para karyawan tersebut.


Mika pun masih mematung sampai Doni menggilanya.


"Hey Mikayla ayo masuk" ucap Doni sedikit kencang, Mika pun langsung masuk ke dalam lift tersebut.


Satu persatu para karyawan turun dari lift tersebut hingga menyisakan Radit, Doni, Mika dan Irma salah satu karyawan yang ruangan nya 1 lantai dengan Mika.


Ting.... pintu lift terbuka.


"Mari.. pak" sapa Mika dan Irma ke Radit dan Doni.


Radit dan Doni pun hanya menganggukkan kepala mereka.


"Ah gila bikin tegang aja ya Mik pagi-pagi.." ucap Irma sambil mengelus dadanya.


"Hehe iya bikin buruk mood ya.." jawab Mika dan mereka berdua pun tertawa bersama.


________________


tok


tok


tok


Doni mengetuk dari Luar, dan dipersilahkan masuk oleh Radit. Lalu Doni menyerahkan berkas-berkas yang harus diperiksa dan ditandatangani oleh Radit.


"Gimana perkembangannya?" tanya Radit ke Doni.


Doni agak bingung tentang pertanyaan Radit lalu Doni jawab dengan asal,


"Jadi Mikayla Adelia itu anak tunggal, ayahnya bernama Fatir Anwar dan ibunya Lena Vanderas, ibunya itu blasteran Italia makanya wajahnya Mikayla cantik banget dit, ayahnya itu bekerja di Cakra.corp sebagai Manajer operasional tapi juga sekaligus orang kepercayaan Adrian Susanto CEO Cakra.corp. mereka dekat banget katanya." ucap Doni yang menjelaskan tentang Mika.


"hmm...emang siapa yang tanya tentang Mika?" jawab Radit dengan sedikit tersenyum di ujung bibirnya.


"Loh aku kira nanya tentang Mikayla Adelia ternyata bukan toh,.." ucap Doni yang masih agak bingung harus menjelaskan tentang perkembangan proyeknya yang mana.


"hehe terus Mika itu udah punya pacar belum?.. itu yang penting!" ucap Radit dengan melipat tangannya di dada dan menyandarkan kepalanya di kursi.


"Mika itu banyak yang naksir Dit, wajar sih ya kayanya. Dia pintar dan berprestasi loh bahkan kuliah aja dia dapat beasiswa".. lanjut Doni.


"Iya iya terus udah ada belum?" tanya Radit semakin kesal karena Doni belum juga jawab.

__ADS_1


"Sabar pak ini yang paling seru... Mika dari dulu sampai sekarang entah mengapa belum punya pacar.. hehehe" ucap Doni diiringi tertawa ke Radit.


Huuuuft... Radit membuang nafasnya kasar dan sedikit tersenyum.


"Serius Dit kamu mau kejar?" tanya Doni serius ke Radit.


"Mungkin... tapi liat nanti aja deh" jawab Radit dengan senyum anehnya.


___________


Sementara di Sekolah Davi


Saat setelah Davi diperkenalkan oleh walikelasnya ke depan teman kelasnya, dan dipersilahkan duduk di kursi yang kosong, pelajaran pun dimulai dengan hikmat, sampai jam pelajaran pertama yaitu biologi selesai.


"Hai Davi.. gue Rangga" ucap Rangga yang duduk tepat di belakang Davi.


"Hai gue Davi" jawab Davi dengan ramah.


"Lo bisa main basket ga Dav?" tanya Rangga.


"Wah kebetulan gue suka banget basket, tadi baru aja gue mau tanya gimana caranya kalo mau masuk ekskul basket" jawab Davi.


"kebetulan Dav tim gue kurang orang buat tanding lusa sama SMA NUSA BANGSA, gimana kalo nanti pas istirahat Lo di test sama coach dan kapten tim gue?.." tanya Rangga.


"Oke siap" jawab Davi dengan senyumannya.


Tiba-tiba sekelompok siswi menghampiri Davi.


"Hai Davi.. kenalin gue Alicia, ini ChaCha, Gladis, dan Meri.. kita team cheerleaders (pemandu sorak)" ucap Alicia dengan centilnya.


"Salam kenal semuanya" ucap Davi dengan sopan dan tersenyum.


Saat jam istirahat sekolah, Davi dan Rangga menuju ke salah satu ruangan, dalam ruangan tersebut sudah ada beberapa orang.


"Woi cuy... nih udah gue bawa orangnya hehe... " ucap Rangga ke teman-temannya.


"Dav.. ini Denis, Fabian, Andre, dan ini Leo kapten kita" ucap Rangga yang memperkenalkan teman-temannya.


"Hai gue Davi.." ucap Davi seraya mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan.


Merekapun berkenalan dan terlihat langsung cepat akrab.


"Tunggu Lo tau dari mana kalo dia bisa basket atau ga?" tanya Leo ke Rangga.


"hehe dari postur badannya aja hahaha" jawab Rangga ngasal. Dan membuat mereka semua tertawa.


"Bentar kita nunggu coach dulu ya" ucap Leo memandang Davi agak sinis.


"Kayanya gue pernah liat Lo deh, tapi dimana ya" tanya Leo dengan mengerutkan dahinya.


"Dimana ya??" Davi yang bingung.


"Mana murid barunya?" tanya pak Ikbal dari depan pintu ruangan itu. Pak Ikbal adalah coach sekaligus guru olah raga di SMA DARMA BAKTI. Umur pak Ikbal yang masih muda dan wajahnya yang tampan membuat dia banyak disukai para siswa dan siswi SMA tersebut.


"Saya pak, saya Davi.." Davi yang mengangkat tangan kanannya.

__ADS_1


"Oke.. kamu sekarang lawan Rangga dan saya kasih waktu 10 menit, biar saya liat kamu pantas ga menggantikan Tian." ucap pak Ikbal tegas dan mereka menuju lapangan basket yang sudah ramai dengan siswa siswi yang ingin melihat siswa-siswa yang populer karena ketampanannya di SMA DARMA BAKTI.


Priiiiiiiiiiiit..... bunyi peluit ditiup oleh pak Ikbal.


__ADS_2