
Rangga, dan Leo memimpin jalan menuju ke cafe xx yang berada di lantai 1 mall tersebut, sedangkan Davi hanya mengikuti mereka dengan tetap menggandeng tangan Mika. Sesekali Leo menoleh kebelakang mencuri pandang ke Mika. Tapi Mika tidak perduli dan hanya sibuk membalas chat di ponselnya dengan satu tangan, karena tangannya yang satu lagi di genggam erat oleh Davi. Sedangkan Davi agak merasa kurang nyaman dengan tingkah Leo.
Sesampainya di cafe xx, terlihat teman-teman sekolah Davi yang sudah berkumpul. Mereka semua adalah Tim basket dan para cheerleaders ( kecuali Andre yang bukan Tim Basket tapi ia selalu hadir karena ia adalah sahabat Leo dari SMP tetapi kurang suka dengan olahraga basket karena menurutnya terlalu banyak mengeluarkan keringat). Semuanya saling menegur sapa dan saling mengenalkan diri kepada Mika, karena hanya Mika yang bukan murid SMA DARMA BAKTI.
Seseorang gadis cantik menghampiri Leo dan memandang sinis ke Mika (karena tidak sedikit yang melihat Leo sering mencuri pandang ke Mika), dia adalah Agnes. Agnes adalah Lead cheerleaders dan pemuja Leo. Banyak yang mengira bahwa Leo dan Agnes adalah pasangan kekasih tetapi nyatanya Leo tidak pernah menganggap Agnes.
"Ya ampun Leo, kamu kok nonton ga ajak aku sih... malah ajak si Rangga" ucap ketus Agnes.
"Itu ga direncanakan kok" jawab Leo santai, dan berlalu mengacuhkan Agnes, tetapi Agnes tetap menempel ke Leo dengan menggandeng erat lengan Leo. Leo pun tidak menolak gandengan di lengannya dan memilih untuk melanjutkan ngobrol dengan yang lainnya dengan sesekali melirik ke arah Mika.
Di cafe xx juga terdapat meja biliar dan wahana boling. Setelah memesan berbagai macam minuman dan makanan mereka langsung ke area meja biliar. Mereka membagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok cewek vs kelompok cowok masing-masing enam orang. Kelompok cewek terdiri dari Agnes, Alicia, Gladis, ChaCha, Meri juga Mika. Sedangkan kelompok cowok ada Leo, Rangga, Fabian, Denis, Andre dan Davi.
"Mika... Lo bisa main ini kan?!" ucap Alice seraya menunjuk ke meja biliar di depannya. Mika hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
Mereka pun memulai permainan yang aturannya mereka buat sendiri, bagi yang kalah akan meneraktir makanan yang telah mereka pesan. Semua ambil bagian dalam permainan itu. Giliran pertama adalah Agnes, terlihat Agnes sangat lihai dalam permainan bola sodok itu, dengan santai dan fokus dia memasukkan beberapa bola, setelah itu disusul oleh Leo yang tak kalah hebatnya, satu persatu mereka bergantian dalam memasukkan bola dan tak lepas sorak sorai dan tepuk tangan mereka lakukan.
Kini giliran Mika yang menunjukkan kebolehannya, dengan santai dia membungkuk bersiap memasukan salah satu bola dihadapannya, tetapi sesaat di hentikan oleh Davi.
"Bentar dulu ka... " ucap Davi yang langsung membuat Mika kaget menoleh ke Davi. Davi membuka jaketnya dan langsung mengikatkan ke pinggang Mika, karena Mika memakai celana pendek yang jauh dari lututnya sehingga kalau membungkuk akan terlihat lekukan badannya yang sangat indah. Dan itu membuat Davi tak nyaman kalau lelaki lain melihatnya terutama Leo yang sedari tadi selalu memperhatikan Mika.
"Ah makasih yang" ucap Mika dengan senyum manisnya. Itu membuat Leo dan Gladis menatap tidak suka.
Gladis adalah salah satu penggemar Davi di sekolahnya, dari awal masuknya Davi, Gladis selalu mencari-cari alasan untuk bisa dekat dengan Davi.
__ADS_1
Permainan pun selesai dan dimenangkan oleh kelompok cewek. Ya di kelompok cewek hampir semua bisa dibilang lihai dalam permainan bola sodok itu, termasuk Mika, sedangkan kelompok cowok Fabian dan Rangga benar-benar mengacaukannya.
_______________
Di sisi lain Radit dan Doni yang pergi setelah nonton bioskop bersama Leo dan Rangga, memilih untuk pergi ke salah satu Restoran milik Radit. Mereka mengobrol santai sambil memeriksa pembukuan restoran tersebut.
"Dit.... yang kemaren lo omongin itu" ucap Doni penasaran dengan cerita Radit dan Mika.
"Hmmm..." deheman Radit malas, dan hanya tersenyum-senyum sendiri.
"Malah senyum-senyum bukannya jawab.. serius kemarin Lo jalan sama Mika?" selidik Doni penasaran.
Radit pun menceritakan tentang pertemuannya dengan Mika yang secara tidak sengaja dengan Mika kemarin dari awal hingga akhirnya Radit mengantarkan Mika. Doni hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya itu tersenyum-senyum menceritakannya.
"Dit.. Lo ga mikir apa, nanti si Mika bingung kok bisa Lo tau rumahnya dia?" tanya Doni khawatir.
"Ckckck... padahal Lo yang gue kenal orang yang hati-hati Dit kenapa Lo ceroboh gitu sih?" ucap Doni sambil mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
"Yah mau gimana lagi udah terlanjur, nanti deh gue pikirin alasan kalau dia tanya itu" jawab Radit santai. "Tapi tadi di bioskop kayanya gue liat Mika sama cowok deh Don.." Ragu Radit yang menyenderkan tubuhnya di kursi sambil mengingat saat ia melihat sosok Mika di bioskop tadi.
"Mungkin halu kali Lo Dit.. biasa itu kalau orang jatuh cinta mah" ucap Doni santai dan menenangkan hati Radit. Radit hanya menganggukkan kepalanya.
"Duh gue lupa minta nomor hp nya Don, apa Lo cari aja Don ke HRD?" Ucap Radit.
__ADS_1
"Wah jangan dulu deh Dit, nanti dikira Lo menyalahgunakan kekuasaan lagi!" Seru Doni dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iya ya.. Tapi penasaran gue dia lagi apa ya?" ucap Radit yang membuat Doni tertawa.
"Besok juga Lo ketemu, bahkan besok Lo bisa pergi bareng dia... Hahaha Lo pasti lupa ya Dit " ucap Doni yang membuat Radit mengerutkan keningnya.
"Besok kita bakalan cek proyek baru, itu acara yang di pegang Mika sama temen-temennya kan acaranya di salah satu taman ibukota Dit " terang Doni.
"Oh iya gue lupa.." senyum Radit yang langsung mengembang di kedua sudut bibirnya.
______________
Saat acara di cafe xx selesai semua teman Davi pun saling berpamitan untuk pulang, Davi pun langsung menggandeng tangan Mika dan berjalan menuju tempat parkir mobilnya. Saat di parkiran Davi bertemu dengan Leo yang memang tak sengaja mobil mereka terparkir berdampingan.
"Dav.. bentar dong" panggil Leo ke Davi.
"Kenapa Yo?" Jawab Davi dengan agak malas.
"Boleh ga gue ngomong bentar ke Mika? Kan gue belum minta maaf yang bener soal yang waktu itu" ucap Leo menyakinkan Davi.
Davi menengok ke Mika meminta persetujuan Mika.
"Udah lupain aja Yo.. lagi pula kan Lo temennya Davi jadi ga usah ambil pusing hehe.." ucap Mika santai dengan senyumannya.
__ADS_1
Akhirnya Leo pun menyerah dan membiarkan mereka pergi. Padahal saat itu Leo ingin sekali meminta nomor telepon Mika. Leo pun terdiam mematung entah apa yang dipikirkannya.
"Woi sadar Lo Yo itu cewe orang.. ya masa mau Lo gebet" ucap Rangga menyadarkan lamunan Leo.