Cinta Mika

Cinta Mika
BAB 14


__ADS_3

Akhirnya Leo pun menyerah dan membiarkan mereka pergi. Padahal saat itu Leo ingin sekali meminta nomor telepon Mika. Leo pun terdiam mematung entah apa yang dipikirkannya.


"Woi sadar Lo Yo itu cewe orang.. ya masa mau Lo gebet" ucap Rangga menyadarkan lamunan Leo.


"Entah kenapa gue penasaran banget sama Mika, hehe kayanya gue suka banget deh sama dia sejak pertama gue liat dia" ucap Leo sambil masuk kedalam mobilnya dan mulai menyalakan mesin lalu mengemudikan nya menuju apartemennya.


"Wah wah ga bener Lo Yo ntar Davi marah loh.. tadi aja gue liat tatapannya ga lepas dari Mika.. Pantes aja Gladis ga ditengok, orang cewek nya cakep banget. Bahkan seorang Leo aja mendadak ga ada otak hahaha" ucap Rangga dengan entengnya.


"Rese Lo,... masa gue ga ada otak" gerutu Leo.


"Iyalah ga ada otak.. ya masa cewek temen sendiri Lo Pepet terus hahahha.. sumpah Yo gue aja risih liat Lo dari tadi apalagi Agnes sama Davi pasti ubun-ubunnya kebakaran itu hahahha" kenang Rangga dan mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


_____________


Di dalam perjalanan Mika dan Davi banyak diam, Davi yang fokus menyetir sedangkan Mika sibuk chat dengan tim kerjanya karena besok adalah presentasi dan kunjungan kerjanya ke proyek terbaru perusahaan tempat Mika bekerja.


"Ka sorry ya aku bawa kamu ke acara tadi" ucap Davi memecahkan keheningan.


"Ga masalah, justru aku yang minta maaf yang.. kamu pasti kurang nyaman dan malu ya bawa aku" jawab Mika yang sedari tadi memperhatikan Davi kurang nyaman di cafe xx tadi. Padahal Davi kurang nyaman karena Leo yang selalu saja mencuri pandang ke Mika, tetapi Mika mengira bahwa Davi takut teman-temannya mengetahui usia Mika dan itu akan membuat Davi malu.


"Ga lah aku tuh seneng banget justru kalau sama kamu.. " ucap Davi seraya tersenyum melihat ke arah Mika. " Kok kamu mikir gitu sih? Emang aku salah apa gitu? Tanya Davi ke Mika.


"Aku takut kamu malu karena jalan ma orang tua hahaha apalagi dari tadi temen-temen kamu tanya aku sekolah dimana" kenang Mika dengan wajah cemberut.


Davi yang gemas pun langsung menarik pipi Mika. "Ga kok kamu sama mereka kaya seumur malah keliatan lebih cute kamu kok" ucap Davi dengan senyumannya. Memang benar yang dikatakan Davi, jika Mika memakai baju diluar pakaian kerjanya terlihat seperti seorang siswi atau gadis remaja tidak terlihat bahwa usianya sudah 23 tahun.


"Hahahaha wah bisa terbang nih aku kamu gombalin" ucap Mika tertawa terbahak-bahak dan membuat Davi ikut tertawa. Davi mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan langsung mengantarkan Mika ke kediaman Fatir.


Sesampainya di kediaman Fatir, Mika langsung mengajak Davi masuk untuk sekedar mampir, tapi Davi menolak karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.

__ADS_1


"Aku langsung pulang aja ya ka.. salam buat ayah sama bunda ya.. nanti sampai rumah aku kasih kabar" pamit Davi ke Mika.


"Oke hati-hati ya.. jangan ngebut" ucap mika, dan tidak lama Davi langsung mengemudikan mobilnya menuju kediamannya.


________________


Mika sedang sarapan dan bersiap berangkat ke kantornya tiba-tiba..


Ting Ting bunyi pesan yang ada di aplikasi WhatsApp di ponselnya.


Davi : Semangat hari Senin.. semangat ya kerjanya.. aku juga bakalan semangat sekolahnya 😆 (emo tertawa)


Mika : okay 😆


Mika menuju ke kantornya bersama ayahnya Fatir, karena tiap hari Senin Fatir berangkat lebih awal jadi bisa pergi bersama dengan Mika yang setiap waktu berangkat lebih awal.


"Makasih ya yah" ucap Mika seraya mencium punggung tangan Fatir.


Saat Mika keluar dari mobil Fatir, Mika langsung melambaikan tangannya ke arah Fatir dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.


Sudah banyak sekali orang-orang menunggu lift untuk mengantarkan mereka ke lantai tujuan mereka masing-masing. Mika asik bermain game di ponselnya untuk menghilangkan jenuh menunggu antrian untuk naik lift. Radit pun berjalan menuju pintu lift bersama Doni dan beberapa karyawan lainnya. Semua langsung mengucapkan salam ke Radit termasuk Mika.


"Pagi pak.." ucap hampir semua karyawan termasuk Mika, tetapi Mika tidak melihat ke arah Radit dia hanya mengikuti apa yang sekitarnya lakukan dan masih tetap fokus dengan gamenya.


Radit mengerutkan dahinya, melirik sinis ke Mika. "Kok dia cuekin aku gini, sibuk ngapain sih sama ponselnya itu" gumam Radit dalam hati.


Doni yang melihat Radit seperti itu langsung berdehem agak keras agar Mika menoleh ke arah Radit.


"Ehmmm.." deheman Doni yang membuat semua karyawan terdiam dan suasana langsung hening. Tetapi Mika tetap tidak menghiraukannya, membuat Radit semakin kesal.

__ADS_1


Dengan kesal Radit yang tadinya berdiri di depan lift karyawan biasa, dia berjalan untuk pindah ke lift khusus yang berada di pojok gedung. Saat berjalan secara sengaja dia menyenggol lengan Mika sehingga ponsel Mika terjatuh. Semua karyawan yang ada di situ melihat kejadian tersebut dan semua hanya diam bingung.


"Duh.." lirih Mika dan mengambil ponselnya, lalu ia mendongakkan kepalanya menatap Radit dengan wajah bingung.


"Mmm kalau ada kerusakan silahkan hubungi sekertaris saya" ucap Radit dingin dan berlalu.


"Sorry Mik.. kalo ada apa-apa hubungi saya ya" ucap Doni pelan menghampiri Mika.


"Tidak apa-apa pak.. terimakasih" ucap Mika tersenyum. Dan mengecek ponselnya yang hanya tergores saja.


Tidak lama pintu lift terbuka, Mika dan karyawan lainnya langsung segera masuk kedalam. Beberapa orang membicarakan Radit dan bertanya ke Mika khawatir.


"Serem banget sih tuh orang, kamu ga apa-apa Mik?" Khawatir seseorang karyawan.


"Ga kok gapapa hehe" jawab Mika.


Saat sampai di meja kerjanya Mika langsung merapikan berkas-berkas yang akan di pakainya untuk meeting nanti. Mika tidak ambil pusing dengan kelakuan Radit tadi, Mika hanya berpikir mungkin Radit buru-buru sehingga tak sengaja menyenggol tangannya.


_____________


Sementara di ruangan Radit, Doni yang bingung akan sikap kasar Radit ke Mika, tetapi enggan untuk bertanya karena dia tahu kalau atasannya itu tidak dalam suasana hati yang bagus.


"Ini berkas-berkas yang dikirim untuk meeting jam 10 nanti pak" ucap Doni seraya menyerahkan beberapa map ke Radit.


Radit tidak menggubris perkataan Doni, dia hanya sibuk dengan pikirannya sendiri. "Harusnya gue injek tuh handphone biar dia nengok ke gue!!!" Kesal Radit mengingat kejadian yang baru terjadi.


Doni yang mendengar perkataan Radit langsung membulatkan matanya. "Lah cuma gitu aja kok ini orang emosi banget" gerutunya dalam hati.


"Sabar pak.." ucap Doni, karena hanya itu yang dapat Doni ucapkan melihat kelakuan Radit yang aneh itu.

__ADS_1


"Gak suka gue Don di cuekin gitu sama dia" ucap Radit sambil membuang kasar nafasnya....


__ADS_2