
Pov normal.
Saat ini Yohan sedang berada di ruang meeting perusahaannya. Dia sekarang sedang mengadakan meeting mingguan bersama seluruh kepala bagian yang menangani perusahaannya.
Tapi sepertinya dia tidak fokus dengan apa yang di sampaikan karyawannya. Dia sedang senyum senyum sendiri mengingat tingkah menggemaskan Wonyoung belakangan ini.
Seungwoo yang melihat tingkah atasannya sekaligus temannya ini sedang aneh mengambil kesimpulan untuk menunda rapat ini selama 30 menit.
"Kau sedang tidak waras ya?" Tanya Seungwoo setelah semua karyawan keluar dari ruangan.
"Hah? Kenapa rupanya? Ada yang salah?" Tanya Yohan tanpa tahu salahnya.
"Dari tadi kau hanya senyum senyum sendiri. Tidak fokus dengan materi. Biasanya kau selalu fokus. Kemana Yohan datar dan gila kerja ini?"
"Benarkah? Aku hanya senang saja. Kau tau kan hyung kalau aku tak tahan melihat makhluk menggemaskan." Ucap Yohan. Kini dia menatap mata temannya ini.
"Lalu?"
"Belakangan ini Wonyoung sangat menggemaskan. Karena aku tak tahan setiap ada kesempatan aku makan dia." Jelas Yohan membuat Seungwoo tak percaya.
"Jadi... maksudmu... kau sudah melakukan itu dengannya? Dan bukan hanya sekali?" Tanya Seungwoo. Sungguh dia tak percaya kalau Yohan akan melakukan itu pada Wonyoung secepat ini.
Dia tau kalau pria yang sudah menikah sulit untuk menahan hasrat. Tapi melihat Yohan begitu sabar dan selalu menjaga jarak dengan Wonyoung. Dia pikir paling tidak Yohan bisa menunggu sampai dia lulus. Tapi itu semua tidak bisa menjamin hasrat itu.
"Ya. Sudah dua minggu sejak kami melakukannya pertama kali. Ternyata benar kau bilang. Menahan itu sangat sulit. Sudah sekali melakukan saja kurasa tidak cukup memenuhi hasratku yang selama ini tertahan." Jelas Yohan membuat Seungwoo membelalakan matanya.
"Wah ternyata. Pria datar ini. Salah, mantan pria datar ini sudah melakukannya. Kukira kau akan menahannya sampai dia lulus kuliah. Ternyata... wah..."
"Kenapa kau berpikir seperti itu? Aku juga pria normal. Wajar saja aku melakukannya. Apa lagi dengan istri sendiri." Ucap Yohan. Memangnya dia pria yang memiliki kelainan. Dia saja sudah berkali kali hampir memecahkan tembok pembatas.
"Iyalah. Tapi gimana kalau Wonyoung hamil?" Tanya Seongwoo. Sekarang dia maklum dengan temannya ini.
"Kenapa rupanya? Dia sudah menikah. Memiliki suami. Wajar saja dia hamil."
"Bukan itu maksudku. Dia kan masih kuliah. Gimana nasib kuliahnya?" Mendudukkan tubuhnya di hadapan Yohan.
"Ya itu bisa diatur. Lagian ibu juga udah kasih kode." Ucap Yohan menaikkan alisnya sebelah.
"Kalau gitu sih aku juga nggak bisa ikut campur."
"Oh ya. Gimana kabar si Eunbi? Kata tuan Kwon sekarang dia sedang hamil. Hyung kok nggak kasih tau aku sih?" Ucap Yohan sambil berdiri.
"Yah baik. Maaf nggak kasih tau. Aku tau kau lagi sibuk ngurusin dua perusahaan sekaligus. Kandungannya sudah jalan 4 minggu." Jelas Seungwoo. Dari sorot matanya terlihat bahagia disana.
"Oke baiklah. Ku harap semua baik dan aku bisa menyusul menjadi calon ayah. Hahaha.." canda Yohan.
__ADS_1
"Ya semoga. Okelah kita sambung rapat tadi. Aku minta kamu harus fokus ya." Ucap Seungwoo lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi yang lain.
Mereka pun melanjutkan meetingnya dengan Yohan banyak mengeritik dan mulai emosi karena kurangnya kinerja. Menurutnya semua karyawan harus bisa menangani masalah bagaimanapun. Itu resiko seorang karyawan.
Karyawan yang mendengar Yohan marah marah sangat ketakutan. Sudah cukup menghadapi atasan yang datar dan dingin dan sekarang harus melihatnya marah seperti ini. Seungwoo sudah tau kalau ini akan terjadi.
"Bekerja begini saja tidak becus! Bagaimana nanti akan menghadapi klien baru ini?! Pokoknya..." ucapnya terpotong.
Tibatiba ada suara panggilan ponsel terdengar. Semua yang ada disana saling menatap setelah mendengarnya.
"Siapa yang tidak mematikan ponsel saat rapat?!" Ucapnya meninggi. Semua hanya terdiam melihat satu sama lain.
"Tuan. Ponsel anda berdering." Ucap Seungwoo memecahkan keheningan.
Yohan yang sadar ponselnya berdering langsung melihat ponselnya yang diatas meja. Tertulis sayangku♡♡ dia langsung mengangkatnya di tempat itu.
"Halo sayang~~~ Ada apa? Apa kau merindukanku??" Ucap Yohan yang sekarang sedang tersenyum.
Karyawannya yang tadi ketakutan sekarang menatap Yohan kebingungan. Seorang Kim Yohan sedang bertingkah layaknya seperti orang pacaran?
"Kan sudah ku bilang aku akan menjemput."
"......"
Dia masih tersenyum. Belum menyadari para karyawannya kini sedang menatapnya. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah karyawan yang sedang melihatnya kebingungan.
"Kenapa kalian menatap seperti itu?" Ucapnya menaikkan satu alisnya.
"Pokok nya saya tidak mau tau kalian harus bisa menanganinya lebih baik lagi. Seminggu lagi akan saya periksa. Baiklah rapat selesai." Lanjutnya lagi.
"Di depan istri sangat lembut. Tapi di depan karyawan sangat menakutkan." Ucap Seungwoo setelah para karyawan keluar ruangan.
"Aku hanya mau mereka menjadi lebih baik. Itu juga demi kebaikan mereka." Ucap Yohan membereskan berkasnya.
"Ya aku mengerti."
Mereka pun keluar ruangan.
"Hyung aku keluar sebentar ya. Setelah itu aku akan pergi ke perusahaan ayah." Ucap Yohan menyerahkan berkas tadi.
"Baiklah. Hati hati ya."
Yohan pun keluar menyusul istrinya yang katanya pergi ke Mall.
☆☆☆☆
__ADS_1
"Hey.. suami mu itu sangat memanjakan mu ya?" Ucap Hara sambil memakan eskrimnya.
"Yah bisa dibilang begitu. Tapi kebanyakan dia yang bertingkah manja padaku." Ucap Wonyoung yang duduk di depan Hara. Sekarang mereka berada di salah satu restoran cepat saji.
"Benarkah? Wah aku jadi tak sabar melihat ekspresi lain dari pak Yohan."
Tiba tiba ponsel Wonyoung berbunyi. Wonyoung pun mengangkat telponnya.
"Halo? Kamu dimana?" Tanyanya pada seseorang disebrang telpon.
"........"
"Oh disini!!" ucap Wonyoung melambaikan tangan kepada seseorang. Setelah mematikan ponselnya. Ada seseorang yang menghampiri mereka dan duduk di sebelah Wonyoung.
"Maaf ya sayang tadi jalannya macet." Ucap Yohan sambil mengusap pucuk kepala Wonyoung.
Hara yang sedari tadi melihat ke akraban mereka hanya terdiam. Selama Yohan menjadi wali kelas mereka, Yohan tak pernah memperlihatkan sifat seperti itu.
"Oh ada Hara juga ya.." ucap Yohan.
"I..iya pak." Hara sedikit gugup sekarang.
"Sudah mau pulang ya. Tunggu sebentar ya, saya belikan sesuatu." Ucap Yohan beranjak meninggalkan mereka.
"Wah kamu beruntung banget sih Wonyoung.." Ucap Hara setelah Yohan menghilang dari pandangan mereka.
"Apaan sih. Dia juga manusia biasa tau." balas Wonyoung.
"Hmm berarti tinggal menunggu aku. Sekarang aku harus gencar mencari pacar." seru Hara dengan lantang.
"Eh kok tiba tiba bilang begitu?"
"Ya aku kan iri melihat mu begitu romantis dengan pak Yohan. Aku juga mau dong kayak kamu." ucap Hara sedikit nyengir.
"Haha... Semoga dapat yang terbaik ya. Kamu juga lumayan loh. Manis manis gitu." Ucap Wonyoung sedikit menyenangkan temannya itu.
"Benarkah? Terima kasih."
Kemudian Yohan datang membawa beberapa makanan untuk Hara bawa pulang. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing masing.
☆☆☆☆
Maaf typo bertebaran.
Jangan lupa like dan komennya~~
__ADS_1