Cinta pertama Wonyoung

Cinta pertama Wonyoung
Bagian 36


__ADS_3

Hola!!! 🤗🤗


Apa kabar kalian?? Nggak mau banyak cincau lagi. Pokoknya besok aku update lagi.


Selamat membaca!! 😉😉


Pagi ini Yohan sudah terlihat rapi. Hari ini dia akan datang ke perusahaannya dan juga perusahaan ayahnya. Dia ingin menyelesaikan pekerjaannya hari ini juga. Karena sesuai rencananya dia dan Wonyoung akan pergi honeymoon.


Ini jam 07.20 sekitar sepuluh menit lagi Seungwoo akan datang menjemputnya. Sekarang Wonyoung masih tertidur pulas. Tidak tahu kenapa belakangan ini Wonyoung bangun siang. Dan dia selalu merengek tidak mau mengerjakan apapun saat Yohan memintanya memasak.


Yohan berjalan menuju kamarnya. Dia melihat Wonyoung masih berada dibalik selimut. Bukan mau membangunkan Yohan hanya ingin mencium kening Wonyoung. Tapi setelah selesai Wonyoung malah terbangun.


"Hmm oppa mau kemana? Pagi-pagi begini udah rapi?" Tanya Wonyoung dengan suara seraknya.


"Maaf ya sayang. Aku ganggu kamu tidur ya?" Bukannya menjawab Yohan malah bertanya.


"Nggak kok. Ini oppa mau kemana?" Sekarang Wonyoung sudah dalam posisi duduk.


"Mau ke kantor. Kerjaan aku banyak jadi harus pergi pagi." Ucap Yohan sambil mengusap pipi Wonyoung lembut.


"Ya udah. Maaf ya aku nggak masak." Kini tangan Wonyoung memegang tangan Yohan yang mengusap pipinya.


"Nggak masalah kok, aku ngerti. Oh ya, tadi Seungwoo hyung bilang udah mau sampai." Ucap Yohan sambil melihat arlojinya.


"Aku pergi dulu ya." Saat Yohan mau berdiri tangannya ditahan Wonyoung.


"Oppa. Aku mau ngomong sesuatu." Ucap Wonyoung.


"Apa?" Yohan kembali duduk dipinggir kasur.


"Sebenarnya aku mau bilang--" tiba-tiba ponsel Yohan berdering. Yohan pun mengangkatnya.


"Halo?"


"......."


"Oh udah sampai. Ya udah ini aku keluar. Tunggu sebentar ya." Yohan memutuskan panggilannya.


"Nanti aja ya ngomongnya. Aku buru-buru soalnya." Ucap Yohan sambil mengusap kepala Wonyoung.


"Aku pergi ya." Wonyoung hanya mengangguk. Setelah itu Yohan benar-benar pergi.


Dan kali ini gagal lagi. Sebenarnya sudah berkali-kali Wonyoung mencoba untuk mengatakannya. Tapi selalu gagal. Ada saja halangan yang membuatnya gagal mengatakannya.

__ADS_1


Waktu itu saat sarapan setelah pulang dari rumah Eunbi dan Seungwoo. Awalnya lancar saat Wonyoung rasa sudah mendapatkan momennya dia akan bicara. Tapi saat ingin mulai bicara dia merasa mual. Dan saat itu berakhirlah mereka dengan suasana panik.


Lalu, saat Yohan mencoba memasakkan makan siang untuk Wonyoung. Dia juga ingin mengatakannya. Tapi saat momen sudah mendukung malah masakan Yohan gosong. Memang sih setelah selesai masak Yohan tanya lagi. Tapi Wonyoungnya sudah badmood.


Yah pokoknya ada beberapa kali lagi yang susah dijelaskan. Sampai sekarang Wonyoung belum menyatakan perasaannya. Dan Yohan juga belum menyatakan apapun pada Wonyoung. Kan bikin mood Wonyoung menurun terus. Sampai Wonyoung pernah berpikir kalau dirinya akan diceraikan setelah melahirkan dan Yohan akan menikah dengan perempuan lain. Ya ampun ada-ada aja pikirannya.


Dan sekarang Wonyoung memutuskan untuk bangun dan siap-siap. Dia juga sudah merasa lapar. Dia tidak mau merepotkan Yohan lagi. Dia mau masak hari ini.


☆☆☆☆


"Kau beneran mau ke dua perusahaan sekaligus?" Tanya Seungwoo begitu Yohan menaiki mobil.


"Iya. Aku ada rencana selama seminggu nanti aku mau liburan bareng Wonyoung. Jadi aku mau menyelesaikan semua ini dalam dua minggu." Ucap Yohan. Dia sekarang lagi membuka tab kerja miliknya.


"Oh kirain kenapa. Lagian kan bisa aja kau tinggal dulu. Itu juga nggak terlalu mendesak kan." Ucap Seungwoo sambil fokus mengemudi.


"Nggak bisa hyung. Kali ini klien kita itu susah ditanganin. Lagian aku nggak mau kepikiran soal kerjaan lagi. Biar siap sekalian." Jelas Yohan.


"Terserah sih."


"Oh ya hyung. Rencana ini aku belum bilang sama Wonyoung. Jadi aku ingatkan hyung jangan bilang sama Eunbi. Oke." Ucap Yohan seperti memberi peringatan.


"Ya ampun. Kau ini anggap aku apa? Udah berapa lama aku kerja sama kau? Kok kau begitu sih?" Ucap Seungwoo tak terima.


"Iya bawel. Gitu aja pun. Aku juga pernah kasih kejutan kali. Udah tenang aja."


"Bagus." Yohan pun melanjutkan kegiatannya dan Seungwoo masih fokus mengemudi.


☆☆☆☆


Sekarang ini Wonyoung sedang bersama Eunbi di sebuah kafe dekat rumah Eunbi. Wonyoung sengaja bertemu dekat rumah Eunbi karena takut Eunbi kelelahan.


Mereka sudah memesan minuman dan beberapa camilan. Sesama bumil mereka tahu kalau sekarang mereka tidak bisa lepas dengan cemilan. Alasan Wonyoung bertemu Eunbi saat ini karena dia ingin curhat tentang masalahnya. Bukan masalah besar sih, tapi itu cukup mengganggu untuknya.


"Oh ya Won. Tadi kamu bilang mau cerita. mau cerita apa?" tanya Eunbi yang baru saja teringat dan beralih menatap Wonyoung.


"Eonni. Aku mau menyatakan perasaanku pada oppa." ucap Wonyoung yakin. Dia berharap Eunbi akan membantunya.


"Oppa? Maksud kamu Yohan?"


"Iya."


"Wah selamat ya. Kamu udah menyadari perasaanmu." Eunbi sudah tau kalau mereka berdua itu dijodohkan. Dan Wonyoung belum menyukai Yohan. Eunbi tau dari Seungwoo karena Yohan bercerita pada suaminya itu.

__ADS_1


"Makasih Eonni." Wonyoung tersipu malu.


"Jadi udah kamu nyatain atau belum?" kini Eunbi serius. Dulu saat dirinya menyatakan cinta pada Seungwoo selalu terhalang. Jadi dia tidak mau itu terjadi pada Wonyoung.


"Itu masalahnya. Aku udah berkali-kali mau mengatakannya. Tapi selalu ada kendala. Dan oppa itu pun juga belum menyatakan apapun. Eonni, bagaimana kalau oppa menceraikan aku setelah aku melahirkan? Aku nggak mau jadi janda diusia aku sekarang." ucap Wonyoung dengan nada meweknya.


"Hush. Jangan berpikir seperti itu. Yohan nggak mungkin seperti itu. Walaupun memang orangnya menyebalkan. Tapi aku yakin Yohan nggak akan seperti itu." Ucap Eunbi menenangkan Wonyoung.


"Jadi bagaimana Eonni. Jujur aku takut kalau kenyataannya oppa nggak mencintaiku... huhuhuhuhu..." Yah Wonyoung mulai menangis.


Eunbi menjadi panik. Wonyoung tidak bisa menangis disini. Banyak orang yang menatap kearah mereka. Eunbi juga bingung mau berkata apa. Terpaksa Eunbi menengkan Wonyoung dulu. Hari ini Wonyoung tidak bisa diajak bicara. Moodnya sedang tidak bagus.


"Udah dong jangan menangis. Kita udah dilihatin orang nih." Wonyoung malah menangis semakin kuat menangis. Wonyoung menangis sampai Seungwoo dan Yohan datang untuk menjemput.


☆☆☆☆


"Jadi kamu tadi menangis karena apa?" tanya Yohan. Saat ini mereka sudah berada di apartement.


"Nggak tau. Lagi mau nangis aja. Aku juga heran kenapa." ucap Wonyoung bohong.


"Jangan sering-sering menangis begitu dong sayang. Nggak baik untuk kesehatan kamu. Itu juga bisa berdampak pada bayi kita. Kamu nggak mau kan bayi kita ikutan sedih karena ibu nya menangis terus." Yohan memeluk Wonyoung yang sedang duduk dipinggir tempat tidur.


"Iya deh aku kurangi. Tapi oppa, oppa nggak ada hal yang mau di bicarakan sama aku?" Wonyoung sengaja bertanya seperti itu agar Yohan mengerti.


"Hm? Bicara tentang apa? Nggak ada kok." Apasih yang Wonyoung harap dari suami yang tidak peka itu.


"Ya udah kalau nggak ada. Aku mau tidur aja." ucap Wonyoung ketus. Dia melepaskan dirinya dari pelukan Yohan dan segera berbaring.


Yohan bingung dengan sikap Wonyoung sekarang. Biasanya Wonyoung akan bermanja-manja dulu sebelum tidur. Tapi kenapa jadi begini.


"Kamu yakin nggak ada masalah?" tanya Yohan lembut.


"Nggak." Wonyoung semakin ketus.


"Yakin?" Yohan mendekat pada Wonyoung dan memeluknya dari belakang.


Yohan sudah bertanya begitu tapi Wonyoung tetap diam tidak menjawabnya. Yohan semakin bingung. Yohan tau sekarang Wonyoung sedang merajuk. Tapi apa masalahnya? Dari tadi pagi baik-baik aja kok. Tadi juga pas jemput juga baik-baik aja.


"Kalau misalnya aku punya salah maafin aku ya." ucap Yohan lagi. Dia tidak mau bertengkar sebelum rencana liburannya.


"Udah aku bilang kalau aku tuh nggak marah. Udah ah ayo tidur." ucap Yohan kemudian memeluknya. Dengan memeluk Yohan dia harap Yohan tidak bertanya lagi.


Dan benar, Yohan tidak bertanya lagi. Mereka pun tidur sambil berpelukan. Wonyoung harap dia bisa mengungkapkan perasaanya sebelum terjadi masalah yang serius.

__ADS_1


☆☆☆☆


__ADS_2