Cinta pertama Wonyoung

Cinta pertama Wonyoung
Bagian 35


__ADS_3

Holaaaaaa...... 🤗🤗🤗


Sepertinya dalam waktu dekat kisah Yohan dan Wonyoung bakal berakhir... 😢😢😢


Yah bukan sengaja mau tamatin karena hal lain.. ya karena ceritanya hanya membahas sampai Wonyoung menyatakan perasaannya pada Yohan sang suami...


Sambil nunggu cerita ini terbit lagi kalian bisa kok baca cerita aku satu lagi. Bagi yang belom baca ini nih aku kasih tau judulnya...



Oke. Selamat membaca..... 🤗🤗


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yohan tersenyum lebar saat Seungwoo membuka pintu. Seungwoo bingung harus marah atau senang(?). Yang jelas Yohan mengganggu akhir minggunya.


"Ada apa? Kenapa kalian datang?" ucap Seungwoo dengan wajah datarnya.


"Hyung. Kau nggak kasih kami masuk nih?" ucap Yohan melihat sekeliling rumah. Seunggwo tinggal di komplek perumahan biasa tapi cukup elit.


"Hmm masuklah." akhirnya mereka masuk ke dalam tanpa merasakan udara dingin lagi.


"Ada apa?" kini mereka sudah berada diruang tamu.

__ADS_1


"Sebelumnya maaf hyung. Jadi gini......"


#flashback_on


"Oppa..."


"Hm?" balas Yohan. Dia masih memejamkan matanya.


"Ayo kita ke rumah Eunbi Eonni." ucapan Wonyoung membuat Yohan sontak membuka mata dan langsung melihat jam yang berada di samping tempat tidur mereka.


"Ini masih terlalu pagi sayang. Baru jam segini." ucap Yohan sambil menunjukkan jam digital yang dilihatnya tadi. Sudah menunjukkan pukul 05.35. Mereka sudah terduduk sekarang.


"Yah tapi aku maunya sekarang.... Lagian ini juga bukan maunya aku aja. Anak kita juga maunya sekarang..." rengek Wonyoung.


"Tapi mereka masih tidur jam segini. Lagian nggak sopan kalau datang ke rumah orang pagi-pagi begini. Apalagi ini akhir pekan sayang. Aku nggak enak sama Hyung itu." jelas Yohan hati-hati. Yohan takut Wonyoung semakin menangis.


"Nggak mau tau. Pokoknya harus sekarang. Eunbi Eonni juga nggak keberatan kok. Dulu Eonni itu bilang datang kapan aja kalau ada perlu. Dan aku mau sekarang oppa....." Wonyoung masih kekeh pada keinginannya.


Yohan menghela nafasnya berat. Memang berat kalau mau menjadi seorang ibu. Tapi lebih berat lagi menjadi seorang ayah yang harus mengikuti keinginan anaknya walau tidak masuk akal begini.


"Oke. Oke sayang. Kita kesana sekarang." ucap Yohan. Wonyoung langsung tersenyum ceria dan pergi untuk bersiap. Yohan hanya menggelengkan kepalanya.


#flashback_off


"Jadi gitu hyung. Maaf ya." ucap Yohan setelah selesai menceritakan alasannya datang dipagi buta ini.


"Hahahaha.... Okelah.. Kalian nggak perlu pasang wajah merasa bersalah begitu. Kami juga pernah alami kejadian yang lebih parah dari ini. Kan Eunbi juga mengandung, jadi aku mengerti." saat itu juga pasutri muda itu langsung tersenyum cerah.


"Sebentar ya. Tadi Eunbi masih tidur. Aku bangunkan dulu." saat hendak berdiri tiba-tiba Eunbi keluar dengan muka bantalnya sambil bicara.


"Siapa yang datang oppa?" begitu dia melihat Wonyoung dia langsung tersenyum dan menghampiri Wonyoung.


"Wonyoung..... Ada apa datang kesini? Pagi-pagi lagi. Apa Yohan berlaku kasar padamu?" ucapnya tanpa henti.


"Hey apa maksudmu bicara seperti itu? Apa kau pernah melihatku memukuli perempuan? Wonyoung bisa salah paham padaku karena ucapanmu itu." ucap Yohan tak terima.


"Siapa yang peduli?" ucap Eunbi remeh.


"Aku yang peduli eonni." ucap Wonyoung tiba-tiba.


"Hah?" semuanya menatap Wonyoung sekarang.


"Aku peduli. Jadi mulai sekarang hati-hati kalau bicara tentang oppa, ya eonni?" Yohan merasa senang. Akhirnya ada seseorang yang membelanya.

__ADS_1


"Haha.. Lagian kamu juga jangan keterlaluan sayang. Kamu kan sedang hamil. Jadi jangan begitu. Aku nggak mau nanti anak kita mirip Yohan karena kamu benci dia." ucap Seungwoo.


Eunbi hanya diam menatap Wonyoung dan Yohan. Ya sudah saatnya dia memaafkan Yohan. Dia tahu Yohan juga melakukan itu dulu karena melindungi temannya.


"Iya. Mulai sekarang aku berusaha untuk memaafkan Yohan. Yohan maafkan aku juga ya karena sudah kelewatan selama ini." akhirnya Eunbi meminta maaf pada Yohan.


"Yah aku nggak masalah kok. Aku tahu kau kesal padaku. Dan aku mau berterima kasih karena kau telah baik pada Wonyoung." oke sesi maaf maafan kali ini sungguh indah dimata Wonyoung. Mungkin ini alasannya Wonyoung mau ke rumah Eunbi.


Tapi apapun alasannya Wonyoung merasa senang. setelah puas melihat suaminya berbaikkan dengan Eunbi dia merasa lega. Dia juga merasa mengantuk.


"Oppa. Ayo pulang." ucap Wonyoung setelah selesai menguap.


"Pulang? Baru datang kok mau pulang?" tanya Eunbi. Padahal baru saja dia merasa senang karena Wonyoung datang.


"Iya eonni. Aku mengantuk lagi." ucap Wonyoung sambil mengucek matanya.


"Tapi kamu tadi mau kesini, kok udah mau pulang?" Yohan merangkul istrinya itu sambil merapihkan rambutnya.


"Nggak tau. Pokoknya mau pulang..." oke sekarang Wonyoung sudah merengek.


"Oke-oke. Hyung, eunbi. Kami pulang ya. Maaf juga sudah mengganggu." pamit Yohan yang sudah berdiri sambil merangkul Wonyoung.


"Eonni maaf ya sudah mengganggu. Terima kasih karena udah mau maafin oppa." Wonyoung melepas tangan Yohan dan memeluk Eunbi.


"Iya-iya.. Kalian baik-baik ya... Semua itu pertama buat kalian. Jadi wajar kalau ada yang nggak cocok." ucap Eunbi sambil mengusap punggung Wonyoung.


"Hmm iya eonni." Wonyoung pun melepaskan pelukannya.


"Kalian hati-hati ya dijalan." Kali ini Seungwoo yang bersuara.


"Iya hyung. Kami pulang dulu ya. Nggak perlu diantar keluar. Kalian lanjutkan aja tidurnya." setelah mengucapkan itu Yohan mengajak Wonyoung keluar.


"Oppa." ucap Eunbi setelah Yohan dan Eonyoung keluar.


"Hm?"


"Kayaknya aku tau alasan Wonyoung kesini." ucap Eunbi menatap suaminya itu.


"Apa?" Lalu Eunbi tersenyum.


"Dia mau kalau aku nggak musuhan lagi sama Yohan." ucap Eunbi lalu dia tertawa.


"Hahahaha... kamu serius?"

__ADS_1


"Iya." Dan mereka berdua tertawa lepas. Memang ada-ada saja keinginan ibu hamil.


☆☆☆☆


__ADS_2