Cinta pertama Wonyoung

Cinta pertama Wonyoung
Bagian 2


__ADS_3

Wonyoung POV


"Kamu Jang wonyoung kan?"tanyanya begitu sampai di hadapan kami.


" Iya pak. Ada apa ya pak?" kataku melihat dia duduk dihadapan kami.


"Kamu juara 1 umum kan di sekolah ini? Ada yang mau saya tanyakan. Setelah makan nanti kamu keruangan guru ya. Kalau begitu saya pamit. Silahkan lanjut makannya." ucapnya begitu saja dan belalu meninggalkan meja kami.


"Kan Wonyoung. aku bilang apa. bapak itu tampan sekali lohh.. aku aja tadi sempat berhenti bernafas tau." kata Hara histeris.


"Biasa aja kali ra." ucapku nggak habis pikir.


"Iyalah.. yang udah tiap hari liat cowok tampan. Oh ya. si Hangyul kemana? kok kamu jarang ceritain dia sih?"tanya Hara tiba-tiba.


"Hmm.. Dia belakangan ini sibuk. Kan dia udah semester dua. Jadi dia sibuk dengan urusan kuliahnya."jelasku sambil menyeruput es jeruk.


"Iyanya? Berarti jadi juga dong dia kuliah diluar Negeri?"


"Iya. Itukan emang cita-citanya. Aku sebagai sahabat ya harus dukung dong."


"Kamu yakin kalau dia anggap kamu sebagai sahabatnya doang? Aku rasa dia nganggap lebih tuh."kata Hara melihat ku dengan tatapan menyelidik.


"Yakinlah. Lagian dia bilang ada orang yang dia suka kok."jawabku yakin.


"Okelah kalau pendapatmu begitu. Tapi, sebagai teman kamu aku sarani kalau kamu nggak suka dia, kamu jangan terlalu dekat sama dia."kata Hara dan langsung meninggalkanku.


"Ya! Kenapa rupanya kalau aku dekat dengannya. Kami sudah lama berteman."ucapku mengejar Hara.


☆☆☆☆


Setalah mengetahui kalau pak yohan sedang membutuhkanku aku langsung datang ke ruang guru dan menghampiri meja pak yohan. Aku melihatnya sedang berbicara ramah kepada bu Han. Apakah memang seperti itu sifatnya? pikirku.


"Permisi pak. Apa yang ingin bapak tanyakan?" tanyaku begitu sampai ke mejanya. Aku tak memperdulikan bu Han yang sedang bicara.


"Oh iya. Tunggu sebentar ya." katanya dengan melihatku sekilas dan lanjut bicara dengan bu Han. "Bu. Nanti saya tanyakan lebih lanjut ya. Saya ada urusan."katanya sambil tersenyum ramah. Sungguh seseorang sedang tebar pesona. Aku tak tahan melihatnya.


"Wonyoung."panggilnya. Ya, aku tidak menyahut melainkan sedang menggerutu sendiri melihat dia sedang tebar pesona.

__ADS_1


"Wonyoung." panggilnya lagi yang menyadarkanku.


"Ya pak?" ucapku kaget.


"Apa yang sedang kau ocehkan?" tanyanya yang mengetahui aku sedikit bersuara.


"Ah. Tidak ada pak. Apa yang ingin bapak tanyakan?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.


Dia mulai bertanya mulai materi apa saja yang di ajarkan dan menggunakan metode seperti apa. Aku hanya menjawab seadanya saja. Dan dia tiba2 menanyakan umurku. Aku terkejut mendengarnya. Untuk apa dia mengetahui umurku.


"Wonyoung. Kok kamu diam saja? Berapa umurmu?"tanyanya lagi.


"Kenapa bapak ingin tau?" tanyaku curiga.


"Tidak ada apa2. Saya hanya penasaran. Ya sudah kalau kamu tidak mau menjawab."jelasnya lalu memandang ke arah komputernya.


"U..umur saya 18 tahun pak."ucapku gagap.


"Owh. Ya sudah. Kamu kembalilah ke kelas. Terima kasih sudah membantu saya." katanya dengan wajah datarnya.


Hah. tadi dengan bu Han tersenyum manis nggak penting. Sama muridnya aja pelit banget kasih senyum. Dasar batu es.


☆☆☆☆


Begitu sampai rumah aku terkejut melihat mobil mewah yang terparkir di halaman rumahku. Siapa yang datang? Buru-buru aku memasuki rumah. Kulihat di ruang tamu sudah ramai. Ada mama, papa, dan sepasang suami istri. Siapa mereka ya? Sampai papa pun sudah pulang. Harusnya kan papa pulang seminggu lagi.


"Aku pulang ma.. pa..."ucapku langsung masuk ke arah ruang tamu.


"Akhirnya pulang juga kamu. Kenalkan mereka adalah teman papa. Pak Kim dan istrinya Ibu Kim."kata papa memperkenalkan temannya.


"Halo. Saya Wonyoung. Pak Kim dan Ibu Kim. Senang berkenalan dengan kalian." ucapku sambil membungkuk hormat.


"Ah iya. senang berkenalan dengan mu nak. Tapi panggil Ayah dan ibu saja ya." kata Pak Kim.


"Baiklah Ayah, Ibu."ucapku sambil duduk di samping mama.


"Yasudah kamu ganti bajulah dengan baju pergi." ucap mama.

__ADS_1


"Emangnya kita akan pergi kemana ma?" tanya ku heran.


"Sudah kamu ganti aja dulu."suruh papa.


"Baiklah pa. Wonyoung permisi dulu Ayah, Ibu." ucapku sambil membungkuk hormat.


"Ya ampun. Anak nya sopan sekali ya Ayah." kata Ibu kim.


Aku langsung pergi berlalu meninggalkan mereka tanpa peduli ucapan Ibu Kim. Kenapa papa tiba2 pulang cepat? Terus akan pergi kemana lagi aku nanti? Aku malas sekali keluar rumah. Kalau tau tadi aku menginap di rumah Hara saja.


Setelah selesai aku langsung keruang tamu. Dan terlihat seorang pemuda yang memunggungiku. Aku tidak tau itu siapa. Tapi sepertinya anak Pak Kim. Tapi kemana Pak Kim dan Ibu Kim apa sudah pergi? Aku langsung menghampiri mereka dan betapa terkejutnya aku melihat pemuda itu. Sangking terkejutnya aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Mama yang melihatku melongo langsung tertawa dan berbicara.


"Hahaha.. Wonyoung kamu kenapa melongo seperti itu nak? Apakah dia terlalu tampan?"tanya mama yang diikuti suara tawa semua orang termasuk pemuda itu.


"Sudah ma. Nanti Wonyoung kita malu ma." ucap papa yang tersenyum kearahku.


Apa semua ini? Kenapa pak yohan ada sini? Ada urusan apa dia kesini? Lagian mama kok ngomong kayak gitu sih? Bikin malu saja. Terus kenapa dia menatap aku seperti itu. Kulihat dia tersenyum licik seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi sih?


"Wonyoung. Kamu akan papa nikahkan dengan nak Yohan. Papa harap kamu bisa lebih dekat dengannya. Kamu mengerti?" tanya papa memastikan. Dan aku masih diam sebentar untuk mencerna semua ini.


"Apa pa? Kenapa tiba-tiba begini sih pa?"ucapku protes. Dan dia melihatku tersenyum tipis.


"Sudah! Nanti lagi kita bahas ini. Sekarang kamu pergi dengan nak Yohan. Anggap saja masa perkenalan." ucap papa langsung pergi.


"Nak Yohan. Maklum ya papanya Wonyoung kalau marah emang seperti itu, langsung pergi." ucap mama yang tak enak dengannya.


"Tak masalah Tante." ucapnya dengan tenang. Bagaimana dia bisa setenang ini?


"Ya sudah. Wonyoung. Kamu pergi dengan nak Yohan ya. Nanti kita bicara lagi. Jangan terlalu lama ya pulangnya nak Yohan" kata mama langsung pergi meninggalkanku tanpa menjelaskan apa-apa.


"Baik tante."jawabnya sambil tersenyum.


Aku terdiam. Bagaimana ini bisa terjadi. Aku masih 18 tahun dan aku belum lulus sekolah. Disaat seperti ini aku harus menikah dengannya. Bagaimana mungkin. Aku sudah curiga dengannya sejak tadi di sekolah. Aku sudah tidak tau lagi bagaimana nasibku nantinya.


☆☆☆☆


Jangan lupa like dan komennya ya~~

__ADS_1


Maaf ya kalau nama karakternya seperti familiar. Karena author kpopers. Harap maklum ya.😁


__ADS_2