
Di Kafe Hyeongjoon.
"Hyung. Kapan kau menemuiku? Aku sudah rindu sekali dengan mu." ucap Hyeongjoon dengan seseorang sebrang sana.
"......"
"Benar ya. Jangan janji mulu dong.." rengeknya.
"......"
"Okelah. Nanti aku ajak Seongwoo hyung. Oke, bye." Hyeongjoon pun mematikan ponselnya.
"Apa katanya?" tanya Seongwoo. Ya sekarang Seongwoo sedang di Kafe Hyeongjoon.
"Dia setuju kok."
"Tapi kau datang ke kantor pun bisa sih." saran Seongwoo.
"Aku tau kalian sibuk. Jadi aku nggak mau ganggu kalian." Hyeongjoon sungguh mengerti keadaan mereka sekarang. Apa lagi Yohan sekarang sudah menikah. Hanya dirinya yang jomblo.
"Kalau kau kesepian kenapa tidak cari pacar aja? Dengan wajahmu itu kau bisa cari pacar." ucap Seongwoo menyeruput minumannya.
"Kalau bicara emang mudah hyung. Kau tau aku gimana kan? Apa lagi aku sekarang sibuk mengurus Kafe ini." Sekarang Hyeongjoon posisi duduk menghadap Seongwoo.
"Yah maaf. Ya sudah cepat selesaikan pekerjaanmu. Aku jemput Eunbi dulu lalu kembali lagi ke sini." ucap Seongwoo menghabiskan minumannya dan berlalu pergi.
☆☆☆☆
"Sayang~" panggil Yohan pada istrinya.
"Ya?" jawab Wonyoung. Kini Wonyoung sedang mempersiapkan bahan makanan. Kemarin dia meminta Hara untuk datang dan Yohan mengizinkannya.
"Kamu masih ingat Hyeongjoon kan?" tanya Yohan setelah duduk di meja makan.
"Hmm. Kenapa?" tanya Wonyoung yang masih sibuk sendiri.
"Dia katanya mau datang ke rumah. Udah lama juga kami nggak ketemu." ucap Yohan memperhatikan istrinya yang sibuk sendiri.
"Dia datang sendiri?"
"Katanya dia bareng Seongwoo hyung. Pasti hyung itu bawa Eunbi juga." tebak Yohan.
"Boleh sih. Tapi teman ku bagaimana? Dia udah bilang loh.." menatap Yohan.
"Ya udah. Suruh aja datang. Mereka juga pasti nggak keberatan deh." balas Yohan dengan menatap Wonyoung.
"Baiklah. Tapi kamu bantu aku masak ya. Biar capat." ucap Wonyoung menghampiri Yohan dan menarik tangannya agar bangkit dari duduknya.
"Boleh. Tapi cium dulu sini." ucap Yohan menunjuk bibirnya. Wonyoung malu melihat tingkah suaminya itu. Dia masih belum terbiasa dengan kebiasaan Yohan.
"Muach." Wonyoung mengecup singkat.
"Ah... Kurang. Lagi!" protes Yohan.
Wonyoung kembali menempelkan bibirnya ke bibir Yohan agak lama. Saat Wonyoung ingin menarik diri tiba tiba tangan Yohan meraih leher belakang Wonyoung. Dan terjadilah ciuman panas antara suami istri ini.
"Sudah! Nanti kamu keterusan." ucap Wonyoung setelah berhasil melepaskan diri.
__ADS_1
"Keterusan gimana?" tanya Yohan sedikit menggoda sambil mengusap bibirnya dengan ibu jarinya.
"Udah dong. Ayo bantu aku. Nanti keburu malam loh.." Wonyoung kembali ke arah kulkas dan di ikuti Yohan.
"Hahahaha... Kamu ini sungguh bikin aku gemas. Apa kita suruh saja mereka tak jadi datang?" tanya Yohan memeluk Wonyoung dari belakang.
"Ih... Lepasin. Kamu ini ada aja. Aku nggak enak sama Hara. Kami udah janji dari jauh hari tau." mencoba melepaskan pelukan Yohan.
"Iya iya. Sini aku bantu." Yohan melepaskan pelukannya dan mengambil bahan yang diperlukan.
Mereka memasak bebagai jenis makanan. Merak menata makanan di atas meja. Tak terasa hari sudah sore. Selesai masak mereka mandi dan bersiap siap.
Setelah selesai tamu mereka pun datang. Di mulai dari Hara dan rombongan Seongwoo. Mereka pun masuk keruang tamu. Seongwoo dan istrinya duduk bersebelahan. Hyeongjoon duduk di hadapan Seongwoo dan Hara masih berdiri di samping Wonyoung. Yohan masih dikamar.
"Wonyoung. Kok rame banget yang datang? Bukannya kamu hanya undang aku?" tanya Hara menghampiri Wonyoung yang menyambut mereka.
"Iya. Tadi mereka kasih kabar mau datang. Nggak papa ya. Sekalian juga." jawab Wonyoung sedikit berbisik.
"Ini siapa Wonyoung?" tanya Eunbi yang melihat mereka berbisik.
"Ah ini teman aku eonni. Semuanya kenalin ini teman aku. Namanya Hara." ucap Wonyoung memperkenalkan temannya itu.
"Halo. Nama saya Lee Hara." membungkuk hormat.
"Salam kenal Hara. Saya Eunbi dan ini suami saya Seongwoo. Dan itu Hyeongjoon teman suami saya dan Yohan." kata Eunbi menunjuk mereka satu persatu.
"Halo. Salam kenal. Saya Hyeongjoon." ucap Hyeongjoon berdiri dan membungkuk hormat.
"Kan udah kenal ini. Hara duduk gih biar aku siapin minumannya." ucap Wonyoung menunjuk sofa kosong disebelah Hyeongjoon.
Hara pun duduk di sebelah Hyeongjoon. Sebelum duduk dia tersenyum canggung pada Hyeongjoon. Hyeongjoon juga membalas senyum pada Hara.
"Wah rame ya." kata Yohan setelah duduk disofa antara Hyeongjoon dan Seongwoo.
"Hara. Nggak masalahkan gabung dengan mereka?" tanya Yohan pada Hara yang masih terlihat canggung.
"Iya pak. Saya tak masalah kok." jawab Hara dengan senyum di wajahnya. Saat itu Hyeongjoon melihat ke arah Hara.
Manis juga teman Wonyoung ini. ucap Hyeongjoon dalam hati.
"Baguslah."
"Permisi saya bantu Wonyoung dulu ya pak." ucap Hara bangkit dari duduknya.
"Oh baiklah."
Hara pun menghampiri Wonyoung di dapur.
"Wonyoung. Yang disebelah ku tadi beneran teman pak Yohan?" tanya Hara membantu menyusun gelas.
"Iya. Tapi kata Seongwoo oppa awalnya dia itu temannya sebelum kerja dengan Yohan." Jelas Wonyoung.
"Owh begitu..."
Mereka membawa nampan berisi minuman dan camilan ke ruang tamu. Hyeongjoon melihat Hara kesusahan membawa nampan minuman dengan cekatan mengambil nampan tersebut. Sontak membuat Hara terkejut.
"Sudah. Biar aku saja." Ucap Hyeongjoon setelah mengambil nampan.
__ADS_1
"Eh! Terima kasih." Kata Hara yang menyusun minuman di atas meja.
Seongwoo yang melihat tingkah Hyeongjoon langsung berbisik ke istrinya.
"Sayang. Kamu lihat Hyeongjoon deh. Sepertinya dia udah dapat target." Ucap Seongwoo ketelinga Eunbi.
"Eh benarkah? Bagus dong." Balas Eunbi sambil tersenyum.
"Hey. Kalian berbisik apa itu?" Ucap Yohan yang mendengar suara berbisik.
"Nggak ada kok. Kau salah dengar kali." Ucap Seongwoo mengambil minumannya.
"Terserah. Yaudah kalian duduk lah. Sayang sini dong duduknya." Ucap Yohan menepuk tangan sofanya. Wonyoung pun menurut dan mendekati Yohan.
"Kami para perempuan ke dalam dulu ya. Biasa... Kalian taulah. Sekalian aku mau lebih dekat dengan Hara." Ucap Eunbi menatap Hara dan Wonyoung.
"Ya udah. Terserah kalian." Ucap Yohan melihat Wonyoung bersemangat.
"Jangan bahas yang aneh-aneh ya." Ucap Seongwoo pada istrinya. Eunbi hanya mengangguk menatap Seongwoo.
Para perempuan pun pergi ke kamar Wonyoung. Walau dia sudah dikamar Yohan, tapi terkadang mereka memakai kamar itu.
Tinggallah para pria di ruang tamu. Mereka diam sebentar dan saling menatap. Untuk sejenak mereka tidak ada topik pembicaraan sampai Yohan membuka suara.
"Kenapa kau ingin sekali bertemu dengan ku?" Tanya Yohan mencubit pipi Hyeongjoon. Hyeongjoon membiarkan Yohan karena sudah biasa.
"Sudah lama kita tak bertemu. Kali ini main game yuk. Hyung masih ada kan ps nya?" Tanya Hyeongjoon dengan bersemangat.
"Oke. Mumpung mereka sibuk sendiri. Ayo hyung." Ajak Yohan dan beranjak dari duduknya.
Mereka masuk ke kamar Yohan dan bermain ps. Mereka sibuk mengisi kegiatannya sampai waktu makan malam.
Wonyoung dan 2 yang lainnya keluar dari kamar. Wonyoung melihat suaminya tak berada di ruang tamu pergi menuju kamar Yohan. Dilihatnya suaminya itu bermain ps dan 2 temannya itu.
"Sayang makan yuk." menghampiri Yohan.
"Iya sebentar lagi ya." ucap Yohan mengelus pucuk kepala Wonyoung sekilas.
"Oppa. Berhenti atau aku tinggal pulang." ancam Eunbi pada Seongwoo. Mendengar istrinya mengancam dia pun meletakkan stick ps Yohan dan bangkit memeluk istrinya itu.
"Iya iya ayo makan." ajak Seongwoo keluar.
Hara menunggu yang lain sudah duduk di meja makan melihat Eunbi dan suaminya keluar kamar.
"Hara. Maaf ya lama. Tapi kita harus nunggu yang lain nih." ucap Eunbi setelah duduk berdampingan dengan suaminya.
"Iya Eonni. Hara nggak masalah kok." ucap Hara sambil tersenyum.
Dikamar Yohan, Yohan dan Hyeojoon masih sibuk bermain. Sebenarnya Hyeongjoon sudah merasa tak enak dengan Wonyoung. Tapi Yohan masih memaksa bermain karena tinggal babak akhir.
"Yohanssi!" ucap Wonyoung dengan nada tinggi. Yohan dan Hyeongjoon terkejut mendengarnya. Yohan tau sekarang Wonyoung marah langsung melempar stick psnya sembarang dan berdiri.
"Ayo makan. Hyeongjoon juga ayo." setelah mengucapkan itu Wonyoung langsung keluar dan diikuti Wonyoung dan Hyeongjoon.
Baru kali ini Hyeongjoon melihat Wonyoung marah. Biasanya Wonyoung terlihat ramah dan lembut. Tapi yang dilihatnya sekarang seperti ingin memakan orang. Sungguh menakutkan pikirnya.
Mereka pun makan malam dengan makanan yang dimasak Wonyoung dan Yohan sore tadi. Mereka berbincang bincang seperti biasa.
__ADS_1
☆☆☆☆