
"Wonyoung karena kamu masih sekolah, kalau di ajak Yohan 'itu' harus pakai pengaman ya"bisik eunbi sambil tersenyum kearahku. Dan aku hanya mengangguk.
Aku berpikir keras. 'itu'? Apa yang di maksud eonni? Aku sungguh tak mengerti.
Setelah beberapa jam akhirnya acaranya selesai juga. Aku lega akhirnya bisa istirahat juga. Kami langsung menuju hotel yang sudah dipesan. Dan tentunya aku satu kamar dengan Pak Yohan.
Dalam kamar kami hanya saling diam. Pak Yohan langsung masuk ke kamar mandi. Aku menunggu sambil duduk di pinggir ranjang. Aku sangat lelah karena tamu yang sangat banyak. Tadi aja tidak mengundang temanku. Kalau sampai di undang bisa tepar aku.
Tak lama kemudian Pak Yohan keluar dari kamar mandi. Memakai kaos biru lengan panjang dan celana pendek selutut warna hitam. Jalan kearahku sambil mengeringkan rambutnya.
"Kamu mandilah. Pasti capek seharian ini." kata Pak Yohan lembut.
"Baiklah."ucapku langsung berdiri. Tapi aku terdiam sebentar.
"Kenapa?" tanyanya heran melihatku terdiam.
Dengan masih membelakangi Pak Yohan. Aku beranikan diri bicara. "Pak. Bisa bukakan risleting baju saya? Saya tidak sampai pak."ucapku malu. Mau tak mau harus minta tolong kalau tidah mau sampai kapan aku di dalam.
Pak yohan yang masih terdiam langsung menghampiri aku. "Ah. Iya ten.. tentu."ucapnya gugup.
Aku bisa merasakan kalau Pak Yohan sangat gugup saat membuka risleting bajuku. Setelah selesai aku langsung berlari dengan punggungku yang terekspos jelas membuat pak Yohan mematung.
"Kenapa lama sekali dia mandi. Aku jadi tidak tenang. Apa dia kesusahan membuka baju? Ah! Apa yang aku pikirkan. Tolong tenangkan hati mu."kata Yohan dengan dirinya sendiri.
Sebenarnya dari mulai acara Yohan banyak diam karena menahan dirinya setelah melihat Wonyoung begitu cantik dimatanya. Sekarang aja Yohan lagi bertarung melawan hawa nafsunya agar tidak lepas kendali. Walaupun sudah menikah, Yohan masih memikirkan perasaan Wonyoung. Tapi dia tidak tau kedepannya seperti apa. Yang jelas dia sekarang mati-matian menahannya.
Aku keluar dari kamar mandi setelah berendam dan keramas. Aku melihat Pak Yohan duduk bersandar di atas ranjang sedang memainkan handphonenya. Aku bingung dimana aku tidur kalau dia disitu. Akan sangat canggung kalau aku naik ke ranjang.
Dia melihat kearahku dengan tatapan yang aku tidak mengerti. Aku berjalan ke arahnya.
"Pak. Dimana ya saya tidur?"tanyaku menghentikannya melihatku.
"Hah? Hmmm tidur saja disini. Diranjang ini." katanya gugup sambil menunjuk ranjang.
__ADS_1
"Baiklah."kataku menghampirinya.
'Astaga.. Apa dia sedang merayu ku? Kenapa rambutnya tidak dikeringkan dulu? Lihat bajunya yang tipis itu. Aku tau kalau dia tidak pakai bra. Bisa-bisa aku khilaf kalau begini.' ucap Yohan dalam hati.
Aku merasa lelah sekali. Aku tadi tidak bawa baju ganti. Dan mama hanya memberikan baju tidur tipis begini karena buru-buru nggak sempat milih. Dan tidak mungkin pakai bra yang berkeringat tadi.
Aku membelakangi Pak Yohan. Karena aku tau dia lagi lihatin aku. Sumpah aku malu banget pakai baju tipis kayak gini.
"Wonyoung. Kamu udah tidur."
Astaga. Kenapa harus nanya sih di situasi canggung ini.
"Hmm.. Belum pak." jawabku seadanya.
"Wonyoung.... Boleh saya peluk kamu?" tanya Pak Yohan. Aku tahu kalau pak Yohan sangat gugup sekarang. Kenapa minta macam-macam sih.
"Hmm.. Boleh kok pak."
Tak lama setelah aku jawab pak Yohan mendekat kearahku aku merasakan nafas pak Yohan hangat kearah tengkuk ku. Dan dia mulai memelukku.
"Kamu... kalau ku ajak 'itu' kamu keberatan nggak?" tanyanya hati-hati.
Aku bingung mau jawab apa. Belum sempat ku jawab pak Yohan membalikkan tubuhku ke arahnya. Dia menatap mataku lama. Terus turun, dan menatap bibir ku. Aku sangat takut sekarang. Gimana ini.
Pak Yohan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku syok melihatnya dan langsung menutup mata rapat-rapat. Mungkin Pak Yohan tertawa melihatku. Tapi aku tidak peduli. Semakin lama semakin dekat. Aku bisa merasakan nafas hangatnya mengenai wajahku. Dan menyatulah bibir kami.
Pertama dia hanya mengecup bibirku, kemudian ******* bibirku dengan lembut. Aku hanya diam tidak menolak dan tidak membalas. Cukup lama dia menciumku dan dia berhenti sambil menutup mata berkata.
"Hanya itu yang bisa aku lakukan. Sekarang tidurlah." katanya sambil memelukku.
Yang tadinya aku ketakutan sekarang aku sangat lega. Tapi ciuman pertamaku telah hilang. Dasar es batu seenaknya saja.
☆☆☆☆
__ADS_1
Paginya kami siap-siap pulang kerumah. Kata Pak Yohan kami akan tinggal di apartemennya. Katanya lebih enak tinggal sendiri dari pada bareng orang tua.
Sekarang aku sudah bisa bangun lebih pagi. Untungnya pak Yohan belum bangun. Aku langsung masuk kamar mandi dan bersiap. Dan tentunya mandi. Takutnya nanti mama marah kalau sampai tahu.
Setelah mandi aku melihat Pak Yohan masih tertidur pulas. Apa tadi malam pak Yohan tidak tidur? Kenapa belum bangun juga.
Ya. Tebakkan Wonyoung sangat tepat. Dia tidur hampir jam 4. Yohan benar-benar tidak bisa tidur. Bagaimana bisa? Dihadapannya ada seorang gadis imut yang tengah memakai baju tipis tanpa bra dan rambut basah yang harum. Walaupun Yohan merasa terganggu dengan perempuan karena ribetnya. Tapi dia juga pria normal. Apalagi dia cuma bisa menciumnya saja. Untung saja dia bisa mengendalikannya.
"Pak Yohan. Mau sampai kapan tidurnya? Nanti kesiangan pak." ucapku sedikit berteriak.
"Pak! Nanti kena macet loh kalau belum bangun." ucapku lagi mengenggerakkan tubuh pak Yohan.
Tiba-tiba Pak Yohan menarik lenganku dan aku pun terjatuh di pelukan Pak yohan.
"Ih.. Pak. Bangun nanti kesiangan loh." kataku yang masih dipeluk pak Yohan.
"Sebentar lagi ya. Masih ngantuk."kata pak Yohan yang semakin mengeratkan pelukannya.
Aku hanya diam saja mendapat perlakuan seperti itu. "Emangnya pak Yohan tidur jam berapa, kok masih ngantuk?"
"Kalau nggak salah jam 4. Tapi kayaknya kamu udah mandi ya?" katanya sambil mencium pundakku.
"Ihh.. Pak Yohan apaan sih. Lepas nggak. Nanti saya gelitikin nih." ancamku biar Pak Yohan bangun. Aku takut mama dan yang lain pada nungguin kami.
"Ehh... Iya-iya." sambil melepaskan pelukannya.
"Cepat mandi sana. Nanti mama dan yang lain nungguin loh."ucapku sambil beres-beres pakaian.
Pak Yohan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah siap kami langaung turun menuju lobby. Dan tentunya mama papa ayah dan ibu juga sudah menunggu kami. Mama langsung menghampiriku begitu melihatku. Mama melihat seluruh tubuhku. Dan kemudian dia merasa lega. Pak Yohan yang melihat mama langsung pura-pura memasukkan barang kedalam mobil.
☆☆☆☆
Maaf Typo bertebaran. 🙏🙏
__ADS_1