Cinta pertama Wonyoung

Cinta pertama Wonyoung
Bagian 3


__ADS_3

Pov Wonyoung


Dia yang melihatku sedang melongo, dia langsung bersuara. "Kamu kok bengong aja. Ayo pergi." ajaknya dengan mengulurkan tangannya.


Kulihat tangannya. Untuk apa dia mengulurkan tangannya?


"Nggak usah sok dekat pak. Saya ini murid bapak. Tak sopan jika saya melakukan itu." kataku sambil berlalu meninggalkannya.


"Apa dia tidak tau kalau barusan sikapnya tidak sopan?"


Kami jalan-jalan menggunakan mobil mewahnya. Tak kusangka kalau dia yang punya mobil ini. Aku kira dia orang sederhana. Kuliah di Amerika pun pasti pakai Beasiswa. Siapa sangka kalau dia orang kaya. Tapi aku tadi belum tanya ke papa kenapa aku dinikahkan sekarang. Aku tanya dia kira-kira dia tau nggak ya.


"Pak..."ucapku ragu.


"Ya? Ada apa?" katanya masih mengemudikan mobil.


"Kenapa saya dinikahkan dengan bapak secepat ini?"tanyaku tanpa melihat ke arahnya.


"Oh. Itu karena saya disuruh nikah tapi saya belum punya pasangan. Jadinya Ayah dan Ibu jodohkan saya dengan anak temannya. Eh ternyata anak temannya itu kamu." jelasnya dengan wajah datarnya.


"Kenapa harus dengan saya? Memangnya bapak tidak bisa cari pacar? Atau Anak yang lain gitu." ucapku tidak terima.


"Yah mana saya tau. Kata papa kamu keluarga kami sudah banyak membantu kalian. Jadi papa kamu yang menawarkan diri untuk menjodohkan kamu dengan saya."jelasnya dengannya muka tanpa berdosa. Sungguh aku tak suka wajah itu.


Aku hanya diam. Malas aku menanyakan lebih dengannya dan melihat wajahnya itu. Setelah lama terdiam kami sampai di salah satu Mall ternama di kota ini. Dia mengajakku menonton, menanyakan hobiku, menanyakan apa yang kusuka. Dan semua itu dengan wajah datarnya. Kenapa wajahnya seperti itu didepanku. Coba di depan yang lain. Kalau memang tidak suka dengan pernikahan ini kenapa dia seperti ini pada ku. Kalau tidak mau ya tolak saja.


Setelah menonton dia mengajakku ke salah satu kafe. Katanya dia mau menghampiri temannya sekalian minum denganku. Aku hanya ikut saja. Sampai disalah satu kafe Pak Yohan menyapa temannya. Dia lebih pendek dari Pak Yohan dan sepertinya lebih muda juga. Aku kira dia adiknya karena sangking dekatnya. Pak Yohan menyuruhku duduk disalah satu meja kafe. Sedangkan dia malah mengobrol dengan temannya meninggalkan aku sendiri. Tapi ya tak masalah.


"Eh hyung. Siapa gadis cantik itu? Kok nggak dikenalkan denganku?" tanya hyeongjun.


"Dia yang waktu itu aku ceritakan dengan mu."ucap Yohan santai.


"Kenalkan dong. Aku kan juga ingin kenal dengan kakak ipar ku. Hehe.."kata hyeongjun dengan tawanya.


"Okelah. Tapi suruh pegawaimu bawakan aku kopi seperti biasa dan... tunggu sebentar aku tanya dia mau apa."ucap Yohan menghampiri Wonyoung.


"Kamu mau minum apa?"tanyanya begitu sampai dan langsung duduk.

__ADS_1


"Ah saya strowberry milk shake dengan banyak krim ya pak."jawabku dengan semangat.


"Kamu nggak takut gemuk?"


"Nggak pak. Malah saya ingin lebih berisi tapi segini-segini aja badan saya." jelasku. Dan untuk apa aku menjelaskan yang tidak penting.


"Okelah. Hyeongjun. Sini."panggilnya pada temannya.


"Ada apa hyung?"


"Kami pesan strowberry milkshake pake krim yang banyak dan cappuchino. Dan kuenya kamu bawain aja yang paling laris."katanya dan diangguki oleh temannya itu. Setelah pergi dan bicara pada pegawainya, teman pak Yohan kembali ke meja kami dan duduk di samping pak Yohan, yang kebetulan aku duduk di hadapan mereka.


"Oh ya Wonyoung kenalin ini teman aku nama nya Hyeongjun. Dan Hyeongjun kenalin ini Wonyoung." ucap pak Yohan.


"Halo Wonyoung. Aku Hyeongjun."katanya sambil tersenyum.


"Ya halo juga. Saya Wonyoung."ucapku tersenyum tanpa sengaja aku melihat kearah Pak Yohan dan aku melihat pak Yohan melihatku sinis.


"Mungkin aku lebih tua dari mu tapi jangan panggil Oppa nanti aku di gorok hyung ini. Hahaha."ucapnya sambil tertawa. "Jadi panggil Hyeongjunssi aja ya." sambungnya dengan melihat Pak Yohan.


"Kamu masih sekolah ya? Semester berapa?" tanya hyeongjun polos.


"Hmm saya.."kataku ragu dengan melihat Pak Yohan yang sedang menyeruput minumannya.


"Ya? Kenapa? Jangan takut. Walau hyung ini cuek tapi dia nggak gampang marah kok."kata hyeongjun karena melihatku agak gugup.


"Hmm saya masih sekolah SMA hyeongjunssi." kataku langsung menunduk. Mungkin akan ditertawakan. Ah bodo amat dah.


"Owh masih SMA.... Tunggu. Apa?! SMA? Hyung! kau yakin?" katanya yang tak percaya.


"Hmm." jawab Pak Yohan singkat.


"Astaga.... Hahahahaha...... Aku nggak habis pikir.. hahahahaha..." langsung pecah suara tawa hyeongjun yang dari tadi tertahan.


Sumpah malu banget aku diliatin orang. Ketika Hyeongjun tertawa semua orang melihat kearah kami. Rasanya aku mau tenggelam aja.


"Sudah. Malu di liatin orang."kata pak Yohan yang melihatku dengan menunduk.

__ADS_1


"Hahahahaha... okelah. haha. Maafkan aku Wonyoung. Lucu sekali.."ucapnya yang mengusap ujung matanya yang sepertinya ada airmata.


☆☆☆☆


Disisi lain Hara dan teman-teman gosipnya pergi ke salah satu Mall yang ternama. Dan tanpa sengaja dia melihat Wonyoung jalan dengan seorang laki-laki tinggi dan Hara yakin laki-laki itu pastinya sangatlah tampan.


"Eh itu bukannya Wonyoung?" kata Hara pada salah satu temannya. Dan temannya yang lain melihatnya.


"Iya ya. Bareng siapa tuh dia? Sama cowok loh.. Bukannya Wonyoung udah sama kakak kelas?" tanyanya pada Hara.


"Dia sama kakak kelas itu cuma temenan kali. Mungkin itu pacar barunya." jelas Hara pada temannya.


"Tapi kok kayaknya aku kenal ya sama cowok itu? Iya nggak ra." tanya salah satu temannya.


"Ha? Masa sih Pak Yohan? Nggak mungkinlah.. Besok aku tanya Wonyoung aja lah." ucap hara berlalu pergi dengan teman-temannya.


Wonyoung nggak tahu kalau Hara melihat dia jalan bareng Yohan.


☆☆☆☆


POV Yohan


Seminggu sebelum Yohan mengajar di sekolah Wonyoung.


"Bu. Jangan paksa Yohan dong bu. Yohan belum mau nikah sekarang bu. Yohan masih mau sendiri."kata Yohan protes sejak tau dia mau di jodohkan dengan anak teman Ayahnya.


"Makanya kamu punya pacar dong sayang. Teman-teman kamu sudah pada nikah dan sudah punya anak. Mau sampai kapan kamu sendiri terus. Ibu sudah tua. Dan Ibu mau cucu Yohan." jelas Ibunya. Pada saat itu ayahnya Yohan masih mengurus bisnis di luar negeri dan belum kembali.


Ya alasan Yohan di paksa karena dia anak tunggal di keluarganya. Kalau ada kakak nya satu saja mungkin dia tidak seperti ini. Dan dia belum tau dengan siapa dia di jodohkan.


"Besok ayah kamu pulang dan kasih tau bagaimana calon istri kamu. Jangan kemana-mana kamu sebelum ayah kamu pulang."ucap ibunya yang berlalu saja dari hadapannya.


"Hahhhh... kok gini banget sih nasib ku."sesal Yohan.


☆☆☆☆


Jangan lupa like dan komennya~~~

__ADS_1


__ADS_2