Cinta pertama Wonyoung

Cinta pertama Wonyoung
Bagian 34


__ADS_3

"Hyung. Kali ini aku sendiri yang nyetir. Hyung pulang naik taksi dari sini aja." ucap Yohan saat mereka dilift. Tentu saja ada Wonyoung bersama mereka.


"Baiklah kalau itu mau mu."


Mereka sekarang sudah keluar dari lift dan menuju lobi. Mobil Yohan memang sudah dikeluarkan dari tadi. Seungwoo yang minta salah satu satpam untuk mengeluarkannya.


Saat melewati lobi Wonyoung melihat Hangyul yang sedang duduk sambil menatap ponselnya. Wonyoung menghentikan langkahnya. Berhentinya Wonyoung membuat Yohan menatap istrinya itu dan mengikuti arah pandangnya.


"Itu si bocah tengil kenapa bisa disini?" tanya Yohan. Wonyoung menoleh pada Yohan dan mengangkat kedua bahunya.


Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju Hangyul berada. Hangyul yang merasa dihampiri menoleh kearah Yohan dan Wonyoung lalu dia pun berdiri. Dia tersenyum. Hanya pada Wonyoung, tidak pada Yohan. Menatapnya saja malas apalagi tersenyum padanya pikir Hangyul.


"Kenapa kau bisa disini?" Tanya Wonyoung begitu sampai dihadapan Hangyul.


"Aku mau menjemput kakak ku." Balas Hangyul.


"Kau juga kok bisa disini?" Lanjut Hangyul.


"Oh aku kesini ada urusan sebentar. Ah ini perusahaan suami aku gyul." Ucap Wonyoung meraih lengan suaminya itu. Yohan masih diam melihat reaksi Hangyul.


Hangyul menatap tangan Wonyoung yang ditautkan dengan lengan Yohan. Lalu dia menatap wajah Wonyoung yang berseri. Dan berganti menatap Yohan yang menatapnya sinis.


"Kakak kau yang mana?"


"Hah?" Lamunan Hangyul buyar saat Wonyoung bertanya padanya.


"Oh itu...." belum sempat Hangyul menjawab ada seseorang yang memanggil namanya.


"Hangyul!" Teriak perempuan itu.


Mereka bertiga menoleh ke asal suara. Dari jauh Haneul berlari ke arah Hangyul.


"Maaf telat." Ucap Haneul begitu sampai dihadapan mereka.


"Oh ada pak Yohan sama Wonyoung juga." Lanjut Haneul menatap Yohan dan Wonyoung.


"Nona Lee? Dia ini..?" Kali ini Yohan yang bersuara.


"Oh ini adik saya pak. Bapak kenal?"


"Yah dibilang kenal juga nggak..." ucap Yohan sambil melirik kearah Wonyoung


Pantas saja tadi Wonyoung merasa Haneul mirip dengan seseorang. Siapa sangka kalau Hangyul itu adik dari Haneul. Selama berteman dengan Hangyul Wonyoung belum pernah bertemu dengan kakak-kakak Hangyul. Karena mereka sudah tinggal sendiri. Wonyoung hanya mengenal orang tua Hangyul.


"Wonyoung temen aku yang sering aku ceritain." Hangyul yang menjawab.


Ya kemarin Hangyul sempat cerita tentang dirinya yang menyukai temannya. Tapi perasaan itu tak kesampaian karena temannya sudah menikah.


Siapa sangka teman yang dimaksud Hangyul itu Wonyoung, istri bosnya. Padahal baru tadi Haneul membuat masalah pada istri bosnya itu. Dan sekarang dia mengetahui adiknya berteman dengan istri bosnya.

__ADS_1


Seungwoo yang menunggu Yohan didepan dari tadi menghampiri mereka. Seungwoo merasa lama sekali Yohan menyusulnya. Terpaksa Seungwoo menghampirinya. Sebenarnya dia ingin pulang duluan. Tapi tidak mungkin juga karena bosnya belum pulang.


"Ada masalah apa?" Tanya Seungwoo.


"Nggak ada kok. Ya udah, kami pulang duluan." Ucap Yohan.


"Kami duluan ya gyul, eonni." Mereka pun berjalan keluar setelah pamit kepada adik kakak itu.


"Tadi ada masalah apa lagi?" Tanya Seungwoo setelah Wonyoung masuk mobil.


"Nggak ada hyung. Cuma ada informasi baru aja. Udah ya. Kami pulang. Kasihan Wonyoung pasti capek dia." Ucap Yohan lalu menepuk bahu kanan Seungwoo.


"Okelah. Kalian hati-hati ya." Yohan hanya mengangguk lalu masuk kedalam mobil.


☆☆☆☆


"Gimana kelasnya?" Tanya Yohan saat Wonyoung masuk ke kamar. Wonyoung baru selesai mengikuti kelas onlinenya dikamar sebelah yang sebelumnya menjadi kamar Wonyoung.


"Lancar kok. Karena minggu pertama jadi belum ada penugasan. Mungkin mulai minggu depan." Kini Wonyoyng sudah menaiki ranjang dan duduk disebelah Yohan.


"Oppa lagi apa?" Tanya Wonyoung karena melihat Yohan yang sibuk dengan ponselnya. Dengan cepat Yohan menyembunyikan ponselnya dari pandangan Wonyoung.


"Ah nggak ada. Yuk kita tidur udah malam. Nggak baik kalau kamu tidur lebih larut lagi." Yohan menarik Wonyoung dalam pelukannya dan mengajaknya berbaring.


"Oppa." Jari telunjuk Wonyoung tengah sibuk mengusak dada Yohan.


"Besokkan hari sabtu... Jadi... bolehkan kita......" ucapan Wonyoung terputus.


Yohan membuka matanya dan menoleh pada wajah Wonyoung. Yohan menampakkan senyum smirknya.


"Ke--kenapa?" Wonyoung tidak tau apa yang ada dipikiran Yohan sekarang.


"Kok kenapa? Seharusnya aku yang tanya. Kenapa kalau besok hari sabtu?" Yohan menaikkan sebelah alisnya.


"Apa yang sebenarnya oppa pikirkan? Aku nggak mau bilang yang oppa pikirkan itu tau?!" Protes Wonyoung. Sekarang Wonyoung tau, Yohan mesum sudah kembali.


"Apa? Apa yang aku pikirkan rupanya? Kok kamu marah gitu." Yohan masih menggoda Wonyoung.


"Tau ah! Oppa pikirannya mesum mulu." Wonyoung membalikkan tubuhnya berbaring membelakangi Yohan.


"Iya deh. Kenapa? Tadi kamu mau bilang apa?" Ucap Yohan lalu memeluk Wonyoung dari belakang. Wonyoung hanya diam saja. Tidak menjawab ucapan dan perbuatan Yohan.


Merasa tidak mendapat jawaban Yohan mulai jahil menciumi pundak Wonyoung dari belakang. Wonyoung yang tadinya berpura-pura tidur kini membuka matanya karena merasa risih.


"Aku tau kamu belum tidur. Jadi bilang kamu mau apa? Hm?" Ucap Yohan yang masih menciumi pundak dan bahu istrinya itu.


Wonyoung membalikkan tubuhnya menghentikan kegiatan yang baru saja dilakukan Yohan. Perempuan yang jauh lebih muda dari Yohan itu menatapnya. Yohan tentu saja tersenyum mendapat tatapan dari istri imutnya itu.


"Kenapa? Hm?" Suara Yohan terdengar lembut.

__ADS_1


"Aku itu tadi cuma mau bilang kalau besok sabtu jadi kita bisa kan kerumah Eunbi Eonni?" Ucapan Wonyoung membuat senyuman Yohan seketika luntur.


"Jadi kamu cuma mau bilang itu?" Suara Yohan terdengar tidak suka.


"Iya."


"Kamu tadi mau meminta kerumah si Eunbi dengan cara imut begitu?" Yohan kira Wonyoung akan meminta hal yang iya-iya padanya. Ternyata realita itu sungguh menyakitkan.


"Kenapa? Memangnya nggak boleh ya?" Ucap Wonyoung sambil memasang wajah polosnya yang imut itu. Dengan mata bulat berbinar itu. Dengan bibirnya yang penuh berwarna merah muda itu. Akh! Kalau beginikan Yohan tidak bisa marah.


"Nggak kok. Boleh. Siapa yang bilang nggak boleh?" Ucap Yohan lalu memeluk Wonyoung gemas.


"Assaa!! Makasih ya oppa." Wonyoung membalas pelukan Yohan.


"Ya udah. Sekarang kita tidur dulu. Masalah itu besok aja bahasnya." Yohan melepaskan pelukannya dan merapikan helaian rambut Wonyoung.


"Hm. Selamat tidur oppa." Ucap Wonyoung sambil tersenyum.


"Selamat tidur wony~." Ucap Yohan membalas senyum Wonyoung kemudian memeluk istrinya itu sampai tertidur.


☆☆☆☆


Tingtong! Tingtong!


Terdengar suara bel dikediaman Seungwoo. Padahal ini masih pagi sekali. Ini hari sabtu, hari weekend. Dia masih mau tidur sambil pelukan sama Eunbi.


"Oppa. Bukakan pintunya. Aku masih ngantuk nih." ucap Eunbi tanpa membuka matanya.


Dengan malas Seungwoo bangun dan berjalan ke arah ruang tamu. Dia melihat kearah jam. Pukul 06.12?


"Siapa sih yang datang? Nggak sopan banget." ucap Seungwoo masih enggan membuka pintu.


Tingtong! Tingtong! Tingtong!


Suara bel itu kembali terdengar lagi. Kali ini ditekan dengan tidak sabaran. Seungwoo segera membukakan pintu. Betapa terkejutnya Seungwoo melihat siapa yang datang.


"Kalian!" ucap Seungwoo terkejut.


☆☆☆☆


Hola!!! 🤗🤗🤗


Maaf baru update sekarang.... 🙏🙏


Yah karena apalagi kalau bukan masalah akunya sendiri... Elah maksudnya karena aku tuh mahasiswa tingkat akhir sibuk ngurus ini itu. Jadi baru sempat sekarang updatenya.


Pokoknya sebagai permintaan maaf aku bakal update lagi besok..... Yeayyy!! 🎉🎉


Terima kasih udah setia nungguin fanfic nggak jelas ini.... 😁😁

__ADS_1


__ADS_2