
**Halo gaes!! Aku penasaran nih. Apa kalian suka sama cerita ini? Aku lihat respon dari kalian masih sedikit. 😓😓 Mungkin akunya kali ya yg kurang usaha. Tapi doakan yang terbaik ya👍
Kalau kalian suka tolong kasih komen dan likenya dong~~ Karena saran kalian memberikan semangat buat aku untuk melanjutkan cerita ini**.
Terus jangan lupa share ke teman kalian ya. Biar cerita aku ini bisa sedikit dikenal orang dan semakin lama semakin terkenal gitu... Hehehe 🤣
Kalau kalian merespon pesan aku ini, nanti di episode berikutnya aku bakal masukin 5 foto Wonyoung. Dari yang imut, cantik, dan juga seksi 😘.
Buruan komen ya. Selamat membaca. 🤗🤗
☆
☆
☆
☆
☆
☆
"Kamu.... hm. Kamu tadi panggil aku apa?" pertanyaan Yohan membuat Wonyoung mengangkat kepalanya dan menatap Yohan.
"Jadi dari tadi kamu belum sadar?" tanya Wonyoung tak percaya.
"Iya. Tadi aku malah mengira aku tuh halusinasi tau."
"Ihh sebel deh. Aku dari kemarin udah capek mikirin nama panggilan apa yang bagus. Malah kamunya nggak peka. Udah deh awas aku mau turun." ucap Wonyoung mau turun dari pangkuan Yohan tapi ditahan oleh Yohan.
"Eh! Tunggu dulu dong. Gitu aja ngambek. Jangan ngambek dong. Habis pulang ini aku mau langsung ke kantor. Yah walau masih 10 jam lagi. Tapi kan kamu pasti tidur di pesawat." ucap Yohan meletakkan kepala Wonyong di lehernya. Wonyoung masih duduk di pangkuannya.
"Kamu kenapa tiba-tiba buat nama panggilan?" tanya Yohan. Kini dia menyandarkan punggungnya pada sofa.
"Hmm baru teringat aja kalau aku nggak ada nama panggilan buat kamu. Kalau panggil nama kan nggak sopan. Apalagi kamu jauh lebih tua dari aku." ucap Wonyoung. Dia menutup matanya.
Mereka terdiam. Sepertinya mereka menikmati waktu seperti ini. Yohan pun mengelus-elus kepala Wonyoung dengan lembut dan sesekali mencium aroma rambut Wonyoung.
Drrrt Drrrtt Drrrrttt
"Eh Seungwoo hyung udah telpon nih. Ayo kita berangkat." ajak Yohan.
"Hey.. Ayo bangun. Nanti kita terlambat loh." ucap Yohan menepuk bahu Wonyoung pelan.
"Nggak mau. Kalau takut terlambat gendong aja aku kayak gini. Pokoknya aku nggak mau lepasin." Wonyoung semakin mengeratkan pelukannya pada Yohan.
"Hahhh.. Ya udah. Terserah kamu aja." ucap Yohan lalu berdiri dengan Wonyoung masih menempel padanya.
__ADS_1
Yohan agak kesusahan saat berdiri. Dia mengambil tas dompetnya yang berisi pasport mereka berdua. Yohan pun berjalan kearah pintu dan keluar kamar.
Semua tamu hotel yang berada di lobi menatap Yohan sedang menggendong Wonyoung seperti anak koala. Yohan tersenyum sesekali menatap Wonyoung seperti terpaksa menutup matanya. Seperti nya dia malu pikir Yohan. Tapi itu membuatnya gemas.
Yohan mencubit bokong Wonyoung membuat Wonyoung tersentak dan menatap Yohan tak percaya. Yohan tidak memperdulikannya melanjutkan langkahnya.
Terlihat Seungwoo sudah menunggu di depan dengan mobil terparkir. Begitu Yohan keluar Seungwoo menatap pasangan itu dengan tatapan heran. Apa yang terjadi pikirnya sampai mereka harus dalam posisi seperti itu.
"Hey. Apa yang terjadi?" tanya Seungwoo pada Yohan begitu sampai dihadapannya.
"Ah ini?" Tangan Yohan menahan bokong Wonyoung. Matanya menatap Wonyoung lalu menatap Seungwoo.
"Ada anak manja tadi. Jadi begini." ucap Yohan lalu tersenyum sambil menatap Wonyoung yang memejamkan matanya.
Seungwoo hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. Di bukakannya pintu mobil. Yohan memasukkan Wonyoung terlebih dahulu baru. Setelah memastikan mereka masuk Seungwoo pun masuk ke dalam mobil duduk di sebelah kemudi. Mereka pun pergi menuju bandara.
☆☆☆☆
Mereka akhirnya sampai juga di Korea Selatan. Negara mereka. Selama perjalanan memang benar kata Yohan kalau Wonyoung itu tidur. Yohan mengantar Wonyoung terlebih dahulu. Tentunya Seungwoo yang membawa mobilnya.
"Kamu nggak masalahkan tinggal di rumah sendirian?" tanya Yohan sebelum Wonyoung turun.
"Iya. Oppa selesaikan aja dulu kerjaannya. Lagian aku ada kelas online hari ini. Masa lupa kalau aku udah kuliah." ucap Wonyoung mengelus tangan Yohan yang sedari tadi memegang wajahnya.
"Hmm ya udah deh. Wony baik-baik ya. Terus jangan terlalu capek. Oke?" ucap Yohan kemudian mengecup bibir Wonyoung singkat. Sungguh Seungwoo sangat jengah melihat pasangan muda itu.
"Iya Wony. Masa kamu ada nama panggilan aku nggak?" ucap Yohan. Wonyoung hanya mengangguk. Lalu Wonyoung keluar dari mobil dan memasuki apartemen mereka.
"Wony??" ucap Seungwoo kemudian mendapat tatapan tak suka dari Yohan.
"Kenapa? Masalah buat hyung?" ucap Yohan tak suka. Dia tak suka di ejek seperti itu.
"Hahaha... Ternyata seorang Yohan bisa bucin juga ya." ucap Seungwoo kemudian melajukan mobilnya.
"Hyung. Lebih baik sekarang hyung jelasin proyek baru kita." kali ini Yohan berekspresi serius. Seperti Yohan yang dulu gila kerja.
"Baik tuan." ucap Seungwo lalu menjelaskan detail proyek baru mereka.
Sekarang mereka menuju kantor Yohan. Ya, perusahaan Yohan. Perusahaan mebel miliknya. Kemarin dia sibuk mengurusi perusahaan ayahnya. Sekarang dia harus mengurus perusahaan yang dibangunnya itu.
Begitu sampai mereka di sambut oleh beberapa manajer yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Yohan turun dari mobil saat Seungwoo membukakan pintunya. Mereka berjalan masuk dipimpin oleh Yohan dan diikuti oleh para manejer tadi.
"Sekretaris Han, tadi sudah beritahukan kalau kita akan mengadakan rapat?" Kalau sudah di perusahaan Yohan akan memanggil Seungwoo seperti itu. Lain cerita kalau mereka hanya berdua.
"Sudah tuan. Mereka sekarang sudah berkumpul di ruang rapat." Ucapan Seungwoo hanya di respon dengan anggukan saja oleh Yohan.
Yohan memasuki ruang rapat yang sudah ada beberapa orang kepercayaannya. Termasuk designer yang sangat dipercayanya. Mereka terlihat dekat. Sampai para pegawai mengira kalau mereka memiliki hubungan spesial.
Yohan duduk di kursi kebanggaannya di susul oleh manejer yang mengikutinya tadi. Seungwoo hanya berdiri di samping Yohan. Memang kebiasaannya begitu.
__ADS_1
(Apa gk capek ya habis pulang langsung kerja rodi begitu? Dasar Yohan sandisk.)
"Bagaimana pendapat kalian? Apa ada usulan yang menarik?" ucap Yohan menatap semua karyawannya yang ada di sana.
"Begini pak. Saya ada beberapa ide menarik. Tapi saya akan menunjukkan salah satunya." ucap designer cantik itu yang duduk di sebelah kanan Yohan.
Designer cantik itu pun menjelaskan idenya pada Yohan secara mendetail. Nama perempuan itu Lee Haneul. Perempuan yang berusia 2 tahun lebih muda dari Yohan itu memang memiliki perasaan lebih pada Yohan. Tapi Yohan tidak menanggapi itu walau dia tau. Karena Yohan memang begitu.
Memang soal pernikahannya itu belum banyak yang tau. Dia sendiri memang belum mau memberitahukannya pada karyawannya. Baru beberapa karyawan dari kantor ayahnya saja yang tau tentang pernikahannya. Rencananya Yohan mau mengadakan konferensi pers gitu. Tapi blom sempat aja.
Yah jadinya si Haneul itu belom tau kalau sebenarnya Yohan itu udah beristri.
"Begitu pak. Bagaimana menurut bapak?" tanya Haneul sambil tersenyum begitu selesai menjelaskan idenya.
"Hmm lumayan. Kita coba dulu yang kamu bilang tadi. Untuk segi biaya ide kamu itu cukup menguntungkan karena sedikit biaya yang harus kita keluarkan. Tapi kamu harus bisa memastikan apakah klien kita suka." jelas Yohan.
"Baik pak."
"Dan kalau misalnya ada yang kurang kamu harus diskusikan dengan para manajer disini. Kalau ada masalah kamu langsung lapor ke Sekretaris Han. Baiklah. Rapat hari ini selesai." ucap Yohan kemudian keluar dari ruangan itu diikuti oleh Seungwoo.
"Tumben kau menyuruhnya lapor padaku? Biasanya kau langsung menyuruhnya berhadapan denganmu." ucap Seungwoo begitu mereka sampai keruangan Yohan.
"Hyungkan tau kalau si Haneul suka padaku."
"Terus? Kan kau juga tau tapi kau biasa aja tuh." ucap Seungwoo yang duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Gini ya hyung. Aku sekarang udah nikah. Nanti kalau si Haneul ntah kesambet apa, terus berusaha deketin aku terus Wonyku tiba-tiba datang nantikan bisa salah paham hyung." ucapan Yohan membuat Seungwoo tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahahahaha...... Kau ini... Sepertinya kau terlalu banya menonton drama." ucap Seungwoo kemudian Yohan duduk di sofa dekat Seungwoo.
"Ya kan lebih baik waspada dari pada terjadi kesalahan." ucap Yohan yang menyenderkan punggunya ke sofa empuk itu.
"Emang kau bucin ya. Hahaha.." masih aja Seungwoo tertawa.
"Kau nggak ada rencana pulang hyung? Eunbi sendirian tuh di rumah." ucap Yohan mengalihkan topik pembicaraan.
"Oh ya! Hampir aja lupa." ucap Seungwoo kemudian melihat ponselnya.
"Cepat pulang sana hyung. Nanti nggak di kasih tidur kelonan lagi." ucap Yohan sambil terkekeh.
"Udah ya aku pulang dulu. Nanti kau bisa pulang sendirikan?" ucap Seungwoo.
"Udah pulang aja sana. Untuk apa mikirin laki-laki dewasa ini. Urus aja tuh bini di rumah." ucap Yohan.
"Oh ya bawa aja mobil tadi. Mobil aku masih ada kok di parkiran bawah."ucap Yohan lagi sedikit teriak karena Seungwoo langsung berlari keluar ruangan.
"Bucin teriak bucin." gumam Yohan sedikit terkekeh.
☆☆☆☆
__ADS_1