Cinta pertama Wonyoung

Cinta pertama Wonyoung
Bagian 5


__ADS_3

Pov. Wonyoung


"Jang Wonyoung! Mau sampai kapan kamu bangun siang terus?!"teriak mama. Ntah untuk apa mama teriak-teriak padahal sudah di kamarku.


"Ih ma. Ini masih jam 06.10. Masih bisa tidur lagi ma."ucapku malas sambil menarik selimut lagi.


"Astaga. Kamu bulan depan udah mau nikah loh."kata mama sambil membuka kain horden yang menutupi jendela kamarku.


Ya. Sudah satu bulan sejak aku bertemu dengan Pak Yohan. Dan sudah empat kali kami jalan bareng.


#Flashback on


Setelah hari pertama jalan saat mengunjungi kafe teman Pak Yohan, Besoknya aku di tanya-tanya sama Hara. Dan aku berbohong pada Hara. Aku bilang aja kalau itu bukan aku. Untungnya Hara percaya.


Selama kami jalan Pak Yohan mengajakku makan, jalan ketaman, kerumahnya bertemu ibunya, dan berkunjung kerumah temannya lagi. Nama temannya Han Seungwoo. Lebih tua beberapa tahun darinya. Dan juga dengan istrinya Eunbi eonni.


Selama di rumah teman Pak Yohan, Eunbi eonni mengobrol dengan ku menganggapku seperti adiknya sendiri. Walau usia kami terpaut jauh. Tapi kami sangat akrab sampai-sampai Pak Yohan dan temannya heran melihat kami begitu akrab padahal kami baru kenal. Kami mengobrol tanpa memperdulikan mereka.


"Kenapa istri mu sangat berbeda saat melihatku? Begitu dia melihat Wonyoung langsung berubah dari biasanya." ucap Yohan.


"Hahaha... Mungkin dia butuh teman ngobrol. Melihat Wonyoung yang ramah langsung semangat dia." jelas Seong woo.


"Oh ya. Kau belum cerita kenapa tiba-tiba berkencan dengan perempuan. Bukankah dulu kau bilang tidak mau berurusan dengan perempuan?" tanya Seongwoo.


"Ah itu. Aku di jodohkan ayah dengannya. Dia anak teman ayah. Aku saja sangat terkejut saat mengetahui umurnya." jelas yohan.


"Kalau aku lihat dia sepertinya sedang kuliah." kata Seungwoo yang melihat Wonyoung.


"Hahaha.. Hanya terlihat seperti itu." jawab Yohan dengan tawanya.


"Memangnya berapa umurnya?"tanya Seongwoo yang mengernyitkan dahinya.


"Dia 10 tahun di bawah ku." jawab Yohan.


"Hah?! Kalau 10 tahun berarti 18 dong. Dan masih sekolah? Gila juga orang tuanya kasih izin nikah sama mu." ucapnya yang sangat terkejut setelah mengetahui umurnya Wonyoung.


"Itulah yang aku rasakan saat pertama kali tau. Tapi melihat sikapnya yang terlihat dewasa dan anggun, tidak membuatnya terlihat seperti anak SMA." ucap Yohan bangga.


"Ohhh.... Kayaknya Yohan yang anti perempuan ini sudah suka nih sama anak SMA. Hahahaha..." ejek Seungwoo.


"Enggak ah. Belum. Tapi nggak tau kedepannya gimana."


"Yaudah jalani aja dulu."


Disisi lain aku yang sedang mengobrol dengan Eunbi eonni. Eonni itu banyak bertanya padaku dan aku pun banyak bertanya padanya.

__ADS_1


"Kamu ada hubungan apa sama Yohan? Kok bisa bareng dia?" kata Eunbi eonni menatap Yohan tak suka.


"Hmm kami sekarang sedang berkencan." jawabku ragu. Tak mungkin aku bilang kalau kami segera menikah.


"Berkencan? Kok kamu mau sama dia? Kamu diancam ya?" tanya Eunbi eonni tak percaya.


"Hahaha.. nggak kok eonni. Sebenarnya kami dijodohkan." astaga. Aku keceplosan. Pasti Eonni mikir yang tidak-tidak.


"Owh... kalau itu alasannya aku percaya. Karena Yohan itu paling males dekat atau berurusan sama perempuan. Aku aja nggak terlalu suka dengannya sejak dia mempengaruhi Seungwoo Oppa untuk menjauh dariku."jelas Eunbi.


"Pantas saja eonni tak suka dengan Pak Yohan."kataku sambil tersenyum.


"Kenapa kamu manggil dia Pak Yohan?" tanya Eunbi penasaran.


"Ah.. Karena.. Pak Yohan adalah wali kelasku eonni."jawabku sambil menunduk.


"Loh. Kapan dia mengajar? Setauku dia pemilik perusahaan di tempat Seungwoo oppa kerja. Dan pewaris tunggal di keluarganya. Untuk apa dia mengajar?"ujar Eunbi.


"Kalau itu Wonyoung kurang tau eonni."jawabku seadanya. Aku aja baru tau kalau dia sekaya itu. Bukan perusahaan ayahnya saja. Tapi perusahaannya juga ada.


Setelah sore kami pun pamit pulang kerumah masing-masing.


#Flashback off


☆☆☆☆


Aku juga nggak mau nikah secepat ini. Ahh! Kenapa nasibku begini? Ini semua salah papa yang menawarkan bukan bertanya pada anak nya dulu. Ih! Bikin kesal saja.


Aku pun bersiap-siap berangkat kesekolah. Sejak mama tau aku di jodohkan. Mama selalu memastikan kalau aku mandi sebelum berangkat kesekolah. Kalau tidak pasti diseret ke kamar mandi dan di mandikan mama. Mau nggak mau aku harus mandi sebelum di mandikan.


Setelah sarapan aku langsung keluar dan melihat mobil mewah yang aku kenal sedang terparkir di halaman rumahku.


Aku hampiri mobil itu. Dan keluarlah Pak Yohan.


"Aku antar kamu ya. Lagian searah."ucapnya menghampiriku.


"Mending nggak usah pak. Nanti gimana kata anak yang lain pak. Jadi bahan gosip saya." ucapku yang tak merubah keinginannya. Di bukakannya pintu mobil. Pertanda aku disuruh masuk.


"Masuk. Nggak ada yang berani. Nanti kamu saya turuni agak jauh dari sekolah."


"Hmm yaudah deh pak." akhirnya aku tak bisa menolak. Pak Yohan orangnya lebih tegas dari papa. Walaupun pakai nada yang lembut, tapi dia tidak mau di tolak.


Selama di jalan seperti biasa kami hanya diam saja tanpa bicara. Aku masih sangat canggung berada di dekatnya.


"Kamu harus lulus tahun ini ya. Saya nggak mau nunggu kamu lagi." katanya membuka percakapan.

__ADS_1


"Tenang aja pak. Lagian saya mau kuliah cepat dan lulus cepat." kataku spontan.


"Baguslah." ucapnya. Dan langsung kami diam seribu bahasa.


"Tapi pak. Bapak nggak larang saya kuliah kan?" tanya ku ragu.


"Untuk apa saya larang kamu. Itu hidup kamu. ya terserah kamu. Tapi kamu nggak keluar kota atau keluar negeri kan??" tanyanya.


"Nggak kok pak. Saya mau kuliah di kota ini aja." jawabku cepat. Dan pak Yohan hanya mengangguk.


☆☆☆☆


Sampainya di sekolah kami seperti guru dan murid seperti biasanya. Hara yang biasanya kepo sama aku dan nanya-nanya terus. Dari kemarin Hara udah tidak nanya yang macam-macam lagi.


"Wonyoung. Bantu aku belajar dong. kan minggu depan ulangan."pinta Hara.


"Males ah. Kamu kalau belajar nggak serius. Capek aku ngajarinnya."


"Yaudah deh aku minta tolong yang lain aja." kata Hara melangkah pergi.


Aku masih belum tau perasaan ku pada pak Yohan. Memang sekarang aku udah ngakui kalau pak Yohan tampan. Tapi aku belum tau perasaanku mengarah kemana.


Pak Yohan orangnya lembut, kadang hangat dan kadang dingin kayak es batu. Tapi dia baik kepadaku, kepada mama dan papa. Ibu ayahnya juga sangat baik padaku. Sekarang ini aku masih mau menjalaninya dulu.


☆☆☆☆


Sebulan kemudian kami sedang mempersiapkan pernikahanku. Acara diadakan sabtu dan minggu. Tamu undangannya dari pihakku hanya keluarga terdekatku, seperti nenek, para sepupuku, paman, bibi, dan mama papa.


Dari keluarganya semua juga hadir. Teman-temannya juga hadir. Dari yang aku kenal sampai yang tidak aku kenal semua diundang.


Acara pernikahan pun dimulai. Rasanya sangat cepat bagiku. Dalam dua bulan aku menikah dengan wali kelasku sendiri. Tentu saja kami tidak memberi tahu pihak sekolah. Bisa di keluarkan aku dari sekolah.


Para tamu undangan bilang aku sangat cantik hari ini. Tapi pak Yohan hanya diam saja saat melihatku. Dari tadi belum ada bicara denganku. Sungguh menyebalkan.


Akhirnya orang yang aku kenal datang juga. Seungwoo oppa dengan Eunbi eonni datang bersama hyeongjun. Eunbi eonni sangat cantik dan sangat cocok dengan Seungwoo oppa.


"Wonyoung-a... Kamu sangat cantik hari ini." kata Eunbi eonni berbarengan dengan hyeongjun. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Seungwoo oppa tengah berbisik dengan pak Yohan. Apa yang mereka bisikkan sehingga wajah pak Yohan memerah?


Selama Seungwoo oppa berbisik dengan pak Yohan. Eonni menarikku dan berbisik kepadaku.


"Wonyoung karena kamu masih sekolah, kalau di ajak Yohan 'itu' harus pakai pengaman ya"bisik eunbi sambil tersenyum kearahku.


Aku berpikir keras. 'itu'? Apa yang di maksud eonni? Aku sungguh tak mengerti.


☆☆☆☆

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya~~


__ADS_2