Cinta Satu Malam CEO Tampan

Cinta Satu Malam CEO Tampan
kado


__ADS_3

Siang ini Ailin bergegas pulang dari kantor, karna terlalu asik mengobrol dengan klien, Ailin sampai lupa menjemput Zico di paud.


Beruntung baby sister Zico cekatan dalam mengurusi bocah pintar itu, walaupun tak ada jemputan, dia membawa Zico pulang menggunakan ojek yang sering mangkal dan lalu lalang didepan paud.


Kurang lebih 20 menit perjalanan, akhirnya Ailin sampai dirumah, pandangan-nya langsung menyisir sekeliling, mencari keberadaan bocah nakal yang sekarang pasti sedang ngambek karna tak dijemput.


"Zico, mommy pulang." seru Ailin sambil masih terus mencari keberadaan sang putra.


Ailin bergerak menaiki anak tangga, berharap kalau Zico ada didalam kamarnya.


Namun pandangan-nya nampak mengangkap sebuah sosok lain, wanita cantik dalam balutan dress merah jambu berdiri tepat didepan kamarnya.


Ailin mendekat, sambil matanya tak henti memuji kecantikan wanita yang kini ada didepan matanya. "Maaf, mau cari siapa?." tanya gadis itu sopan.


Wanita yang ada didepan-nya segera berbalik, menatap Ailin dengan tatapan yang tak mampu di utarakan dengan kata-kata.

__ADS_1


"Saya cari istri nya Leon, apa itu kamu?." tanya wanita itu.


Mendengar pertanyaan seperti itu, Ailin terdiam sejenak, dilihat dari penampilan-nya, wanita yang kini berdiri di depan-nya bukanlah wanita biasa.


Apa lagi sampai berani mencoba membuka kamarnya tanpa izin.


Ailin menggelengkan kepalanya beberapa kali, "Tidak, saya bukan istrinya pak Leon, memangnya ada perlu apa anda dengan istrinya pak Leon?." tanya Ailin mencoba mengorek sedikit identitas wanita yang kini ada didepan-nya.


"Saya hanya ingin memberikan hadiah ini pada istrinya Leon, kalau nanti anda bertemu dengan istrinya, tolong berikan ini padanya. Dari Jemitha." ucap wanita itu sambil memberikan sebuah kotak pada Ailin kemudian melenggang pergi dari tempat itu.


Jemitha?, rasanya nama itu tak begitu asing, pernah ia dengar di suatu tempat, tapi dimana?.


Gadis itu kembali ke lantai dasar untuk mencari keberadaan sang putra. Menyisir sampai pelosok ruangan, namun tak seorangpun yang ia temui, bahkan pelayan yang jumlahnya puluhan pun tak ada yang kelihatan.


"Aku haus." gumam gadis itu, hanya mengitari sebagian kecil rumah saja sudah membuatnya kecapean. Bayangkan saja, rumah dua lantai yang luasnya lebih luas dari pada lapangan bola.

__ADS_1


Ailin berjalan pelan kearah dapur, lalu mengambil segelas air yang ada diatas meja makan.


Pendengaran-nya menangkap sebuah suara, suara riuh dari halaman belakang. Gadis itu mendekat untuk mengecek keributan yang sedang terjadi.


Nampak Zico dan beberapa pelayan sedang bernang, ada juga kumpulan pelayan yang sedang piknik ditaman yang brrada tepat di samping kolam renang.


Pantas dari tadi tak ada satupun orang yang ia temui,ternyata semuanya sedang bersantai dihalaman belakang.


"Mommy." sebuah seruan terdengar dari arah kolam.


Zico nampak sangat senang, mengapung diatas kolam dengan beberapa pelayan yang sibuk menjaganya.


Ailin perlahan mendekat. "Zico udah yuk bernangnya, kasian tuh mbak-mbak nya udah pada kedinginan." bujuk Ailin pada sang putra.


Senang melihat Zico tersenyum, Ailin bisa bernafas lega, melihat Zico senang membuatnya turut bahagia.

__ADS_1



Maaf ya kalau author jarang up, maaf juga kalau ceritanya makin monoton. Author akan berusaha lagi untuk menghidupkan cerita ini.


__ADS_2