
Setelah mengantarkan berkas pada Leon, Ailin berangkat lagi untuk menjemput Zico di paud, menurut kabar dari baby sisternya, hari ini Zico pulang lebih awal dari hari biasa, karna ada beberapa urusan yang harus diselesaikan guru paud nya.
Alhasil, baru pukul setengah sebelas, Ailin harus segera meluncur untuk menjemput sang putra.
Jarak dari kantor ke paudnya Zico tak begitu jauh, hanya butuh waktu kurang lebih 10 menit perjalanan untuk bisa sampai ketempat tujuan.
Sesampainya didepan paud, nampak Zico menghampiri sambil sedikit berlari, digandengan sang suster, tersirat sebuah kebahagiaan dari wajah bocah kecil itu.
Setelah beberapa hari izin tak masuk karna alasan sakit, Zico terlihat senang setelah bertemu guru dan teman-teman-nya.
"Bagaimana tadi dikelas?, Zico suka ketemu temen lagi?." tanya Ailin pada sang putra, saat bocah kecil itu sudah masuk kedalam mobil bersama sang baby sister.
Mendapatkan pertanyaan dari sang ibunda, Zico mengangguk antusias, "Iya, Dico suka." sahut bocah itu sambil tersenyum senang.
__ADS_1
Mobilpun kembali melaju, cuaca siang ini cerah ceria, mentari terik tanpa awan menghiasi langit kota metropolotan yang sibuk, hawa panasnya mampu membuat siapapun enggan beraktivitas diluar ruangan, mungkin sebab itulah, jalanan nampak sedikit lenggang, berbeda dari hari-hari sebelumnya yang selalu pada dengan kendaraan.
Hari ini Ailin tak ada niatan mampir kemanapun, ia ingin cepat sampai kerumah untuk menanyai Liam perihal siapa wanita bernama Jemitha itu.
Mungkin kalian sudah muak dengan nama Jemitha, Jemitha lagi Jemitha lagi, apa tak ada wanita yang lebih menarik untuk dibahas selain Jemitha?.
Ya Ailin sempat merasa kan hal yang sama, bosan mencari kebenaran tentang Jemitha, kalaupun wanita itu memang benar pacarnya Leon, ya biarkan saja, Ailin tak ingin urus campur dalam kehidupan pribadi sang suami.
Hal itu tentu membuat Ailin geram dan sedikit penasaran, sebenarnya sihir apa yang telah Jemitha pergunakan untuk membutakan penglihatan para pegawai Leon.
Membuatnya menjadi wanita paling dipuja bahkan disamakan seperti layaknya bidadari tak bersayap oleh semua orang.
Padahal hari itu saat kali pertamanya melihat Jemitha, Jemitha tak punya banyak keistimewaan, memang benar lekuk tubuhnya lebih unggul dari wanita kebanyakan, tapi menurutnya Jemutha bukan wanita tercantik seantero nusantara. Masih ada langit diatas langit.
__ADS_1
Lagipun sikap Jemitha padanya dulu tak begitu berkesan, Jemitha hanya bagaikan wanita angkuh yang gila harta seperti penjerat pria kaya pada umumnya.
…
Setelah parjalanan yang tak begitu panjang namun cukup menguras tenaga, Ailin akhirnya sampai dirumah, langkahnya langsung tertuju pada rumah bagian belakang, tempat dimana Liam tinggal.
Liam sebenarnya tinggal diapartemen, namun bila suasana hatinya sedang kurang baik seperti sekarang, Liam sering kali menginap dirumah sang kakak.
Ailin melangkah sendirian, melewati rimbun-nya beberapa pohon mangga yang ditanam disamping rumah. Sedangkan Zico langsung dibawa masuk sang suster untuk digantikan pakaian.
Cukup lama Ailin berjalan disamping rumah, tak lama, akhirnya langkah gadis itu terhenti didepan sebuah pintu.
Bisa dibilang pintu itu adalah pintu yang menghubungkan rumah dan halaman belakang, sebenarnya untuk bisa sampai ketempat Liam bisa juga ditempuh melalui jalur rumah, namun karna rumahnya terlalu luas dan jalan-nya berbelit-belit, jauh lebih mudah melewati jalanan samping rumah ini.
__ADS_1