
Singkat cerita, kini Ailin sudah sampai didepan kamar sang adik ipar, diketuknya pintu beberapa kali, hingga pria tampan itu keluar dari dalam kamar.
"Ada apa?." tanya Liam saat mendapati Ailin.
"Kita harus bicara." sahut gadis itu sambil menarik lengan sang adik, membawanya ketempat yang nyaman untuk berbincang santai.
Singkatnya, keduanya kini sudah sampai dihalaman belakang yang dekat dengan kolam bernang, keduanya duduk sambil memperhatikan Zico yang sedang mewarnai bersama sang suster.
"Hal penting apa yang ingin kau bicarakan?." tanya Liam membuka pembicaraan, dari wajahnya tergurat sebuah rasa penasaran dan ingin tahu yang besar.
"Kau tahu tentang wanita bernama Jemitha?." tanya Ailin pelan, dengan lembut mencoba menerobos pertahanan Liam, membuat pria itu tak bisa mengelak.
Jantung Liam berdebar tak karuan, bagaimana selanjutnya?, mungkinkah ia akan jadi santapan makan siang sang kakak hari ini jika memberi tahu rahasia terbesar Leon pada seseorang?. "Tidak, aku tidak tahu apa-apa." sahut Liam sedikit terbata. Membuat siapapun paham kalau pria itu sekarang sedang berbohong.
"Jangan bohong lagi, ayolah, kakak mu juga sudah memberi tahuku cerita singkatnya." sahut Ailin mencoba meyakinkan.
Setelah mendapatkan jawaban itu, Liam menunduk untuk sejenak berpikir, kalau Leon saja sudah menceritakan-nya, itu artinya masalah prihal Jemitha sudah bukan masalah besar jika orang banyak mengetahuinya.
"Mmmm baiklah." sahut Liam sambil menghembuskan nafas pasrah.
Untuk beberapa saat, Liam terdiam sambil berpikir, dari mana ia harus mulai bercerita?, kisah antara Jemitha dan Leon sangat panjang dan cukup berbelit-belit, kalau diceritakan dari awal mulanya, mungkin butuh waktu sampai sore nanti untuk mengungkapkan skenario yang jelas.
"Jadi begini, suatu hari ada 3 sahabat, satu laki-laki dan dua perempuan. Singkatnya ketiga sahabat itu mulai menaruh rasa satu sama lain, hingga pada akhirnya timbulah cinta segitiga diantara mereka."
__ADS_1
"Kalau 3 sahabat itu adalah Leon dan Jemitha, lalu satu wanita lagi siapa?." tanya Ailin, ternyata masalah Jemitha begitu panjang, banyak tokoh yang terlibat akan membuat Ailin sulit mencari jalan keluar.
Ia tak mau jika karyawan Leon terus membencinya karna membandingkan-nya dengan Jemitha.
"Ya gadis itu bernama Sisil, dari smp, kak Leon, Sisil dan Jemitha sudah bersahabat, sangking akrabnya mereka sudah seperti saudara kandung."
Dari sini Ailin mulai paham dan mengerti alur kisah cinta segi tiga itu, Sisil adalah cinta pertama Leon, namun karna Jemitha juga mencintai pria itu, pasti terjadi sebuah tragedi yang membuat Leon sangat benci dengan Jemitha, padahal seperti yang dikatakan Liam, mereka bersahabat layaknya saudara.
"Lalu apa yang terjadi?, dan kemana wanita bernama Sisil itu pergi?."
"Kurang lebih 5 tahunan lalu, Jemitha itu kaya bikin rencana sama komplotan penculik buat nyulik Sisil, dan kak Leon tuh tau rencana jahatnya Jemitha, terus kak Leon ikutin sampe ke sebuah gudang yang jauh banget dari rumah warga, disana kak Leon liat tuh gimana yang dilakukan Jemitha ke Sisil, Sisil ditembak beberapa kali, terus dikubur gak jauh dari gudang, tapi karna kak Leon sendirian, sedangkan lawan-nya begitu banyak dan bawa senjata semua, kak Leon gak berani tuh, terus dia pulang dan langsung lapor polisi."
"Terus gimana langjutan-nya?." tanya Ailin lagi.
'Mungkinkah beberapa bulan diluar negri itu adalah saat aku kehilangan keperawananku olehnya?.' batin Ailin mencoba menebak.
Ailin terdiam, jadi begitu ceritanya, 5 tahun ini pasti begitu sulit, apalagi sekarang Jemitha masih berkeliaran diluaran sana, pasti Leon masih menyimpan dendam yang sangat besar pada wanita itu, secara Jemitha sudah membunuh cinta pertamanya.
Dan mungkin dia ingin membunuh istrinya Leon juga, yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya. Beruntung saat bertemu Jemitha dulu, Ailin tak mengaku kalau ia adalah istrinya Leon.
Kalau tidak, mungkin sekarang ia sudah mati dipanggang, atau mungkin bernasib sama seperti Sisil.
"Lalu dari mana foto ini berasal?." tanya Ailin sambil mengasongkan sebuah foto yang nampak lecek, ya, itu adalah foto yang diberikan Jemitha dulu, foto yang menampilkan kemesraan ranjang antara dirinya dan Leon.
__ADS_1
Liam meraih foto itu sambil berkerut kening. "Foto ini hanya setingan, sebenarnya tak terjadi apapun diantara mereka." sahut Liam sambil mengikik pelan, rasanya geli sendiri saat melihat foto itu, trik jaman dulu agar bisa menikah tanpa cinta.
Yaitu berpura-pura hamil.
"Dulu Jemitha juga menyebarkan foto itu pada media, hingga karir kak Leon sempat redup beberapa saat, kak Leon juga dituntut untuk bertanggung jawab karna telah mengambil keperawanan Jemitha, namun saat itu kak Leon tak kehabisan ide, ia meminta Jemitha untuk melakukan tes keperawanan disalah satu rumah sakit, dan kita semua tahu apa hasilnya."
"Jemitha masih perawan?." sahut Ailin.
Liam mengangguk sebagai jawaban.
Ya ampun, karna cinta, pandangan mata jadi buta, segala hal akan dilakukan, sampai berani menjebak seorang pria dalam jebakan ranjang, rasanya memalukan. Berbanding terbalik dengan Ailin, keperawanan yang tak ia harapkan untuk hilang malah diambil tanpa sepengetahuan-nya.
Takdir ini sungguh konyol.
"Apa kau cemburu pada Jemitha?, tenang saja, kau orang pertama yang sudah mengambil kepejakaan kak Leon, jadi tenang saja."
Mendengar itu Ailin seketika membolakan matanya, menatap Liam dengan tatapan nanar yang nampak ganas.
"Yang kubilangkan betul, apa yang salah dengan ucapanku tadi?." sahut Liam, namun melihat raut wajah Ailin yang nampaknya semakin marah membuat nyali Liam ciut.
Perlahan pria itu bangkit kemudian perlahan masuk kedalam rumah, meninggalkan Ailin yang sedang sangat marah.
Tak terima dikatai cemburu oleh sang adik ipar.
__ADS_1