Cinta Satu Malam CEO Tampan

Cinta Satu Malam CEO Tampan
bakat Ailin


__ADS_3

Tak butuh waktu lama untuk berdandan, Ailin kini sudah siap, penampilan-nya begitu anggun, dres merah jambu yang diberikan Leon waktu di mansion dulu melekat indah pada tubuh sintalnya.


Dres merah jambu itu seakan menjadi pakaian pavoritnya. Terlebih waktu Ailin tinggal di luar negri dulu, udaranya selalu dingin, jadi kebanyakan pakaian yang Ailin punya adalah pakaian-pakaian tebal dan mantel-mantel hangat. Berbanding terbalik dengan keadaan Indonesia yang panas.


Jadi hanya dres merah jambu itu saja yang bisa Ailin pakai, saat cuaca sedang terik-teriknya seperti hari ini.


Setelah puas berlenggak lenggok memperhatikan tubuh indahnya didepan cermin, Ailin beralih pada rak yang biasa di pakai Leon untuk menyimpan berkas-berkasnya.


Netra bening gadis itu mulai menilik sekeliling, mencari berkas ber map hijau yang dipinta Leon.


Tak butuh waktu lama untuk mencari, map warna hijau itupun berhasil diketemukan, berada tepat dirak paling atas. Mungkin Leon sengaja menyimpan-nya disana agar tak sulit untuk dicari.


Setelah map itu ia temukan, Ailin segera mengambilnya lalu membawanya kelanti bawah, Gadis itu singgah terlebih dahulu kedapur untuk memberi tahu supirnya kalau ia akan pergi.



Waktu baru menunjukan pukul 10.00 pagi, perjalanan yang singkat itupun berakhir, hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit untuk sampai ke kantornya Leon.


Ailin segera masuk kedalam gedung perkantoran. Tatapan orang-orang masih sama seperti kali pertama Ailin datang kesana, bisik-bisik masih terdengar dan mengiang dalam telinga.


Mengapa mereka semua tak lupa dengan kejadian beberapa hari lalu itu?, Ailin lelah kalau terus digunjing layaknya ia benar orang yang bersalah dalam hal ini.


Bertemu dengan Leon saja tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Apalagi sampai menikahinya.

__ADS_1


Bahkan wanita bernama Jemitha saja ia tak tahu dari mana asal usulnya. Lalu mengapa harus Ailin yang disalahkan?, kenapa tidak Leon saja?.


Kali ini Ailin tak menyapa satupun orang yang ada disana, gadis itu bertingkah seolah-olah tak mendengar hujatan semua orang. Ia bertingkah seperti yang para karyawan Leon mau, yaitu bersikap angkuh dan egois.


Ailin terlanjur sakit hati dengan perlakuan karyawan Leon beberapa waktu yang lalu, yang memperlakukan-nya seperti wanita pelac*ur.


Kini Ailin sudah sampai didepan pintu ruangan Leon, tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, Ailin bergegas masuk dengan raut wajah sebal.


Mengingat wajah-wajah jutek karyawan suaminya tadi membuat Ailin mual. Kalau wajah tak cantik setidanya bersikap sopan dengan hati yang baik.


"Nah berkasmu." ucap Ailin sambil melemparkan berkas ber map hijau itu keatas meja sang suami, membuat Leon kaget lalu menatap wajah istrinya yang terlihat kesal dengan tatapan bingung.


"Ada masalah apa?, apa tadi pagi kau tak makan sampai kenyang?." tanya Leon sambil menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya tak henti menatap ekspresi Ailin yang kesal.


"Sekarang aku tak mau bohong lagi, semua karyawanmu sama saja, mereka masih merundungku walaupun dua wanita yang menjadi propokator sudah kau pecat." adu Ailin pada suaminya, gadis itu kemudian duduk diatas kursi yang berada tepat didepan meja Leon.


"Tenang dulu, aku tak mungkin memecat semua karyawan yang sudah kupilih dengan teliti, mereka karyawan paling rajin, kalau aku harus memecat semuanya, apa jadinya dengan perusahaan ini nantinya?." ucap Leon bingbang, apa yang harus ia lakukan sekarang.


Ia bukan tuhan yang bisa membolak balikan hati manusia, membuat orang-orang sayang pada Ailin akan sangat sulit.


"Aku tak menyuruhmu untuk memecat mereka, aku hanya ingin tahu siapa wanita bernama Jemitha itu?, agar aku bisa meluruskan semua masalahnya." ucap Ailin mencoba menjebak Leon dalam ucapan-nya.


Ia sungguh penasaran sampai rela membuat drama seperti sebelum-sebelumnya. Memperbesar hal sepele agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terus bermunculan dalam benaknya.

__ADS_1


"Kenapa harus wanita sialan itu?." tanya Leon mengerti dengan jalur pembicaraan istrinya.


Ailin berpikir sejenak. "Karna aku dituduh merebutmu dari wanita bernama Jemitha itu. Padahal bukan aku yang ngabet ingin menikah." sahut Ailin sambil memutar bola matanya jengkel.


"Tanyakan saja pada Liam." sahut pria itu singkat kemudian kembali fokus pada pekerjaan-nya.


Ailin terdiam, usahanya berujung sia-sia. "Tadi pagi aku sudah bertanya padanya, tapi Liam tetap tak menjawab." sahut Ailin tak terima, masa ia drama seapik ini tak membuahkan hasil apapun.


"Diam!, aku sedang mencoba untuk fokus disini, coba saja tanya Liam lagi seperti kau menanyaiku dengan pertanyaan jebakanmu. Kau kan ratu drama." sahut Leon.


Ailin terdiam, otaknya sedikit loding beberapa saat. "Kau benar juga, akukan ratu drama, kenapa aku bisa lupa dengan bakat manakjubkanku itu." ucap Ailin sambil tertawa geli. Kalau Leon sudah mengakui bakat Ailin, itu artinya Ailin sudah lulus menjadi ratu drama sungguhan.



Hallo semua, author mohon jangan salpok sama bakat Ailin. Jangan hujat Ailin ya, udah cukup Ailin dihujat di novel aja ok.


Kenapa author bikin Ailin jadi ratu drama?.


Awal mula Ailin bisa ketemu Leon kan karna dramanya, pura-pura minta tolong kalau Zico anaknya lagi sakit, padahlkan Zico sehat-sehat. Kalau bacanya teliti pasti tahu part itu.


Karna itulah author coba bikin karakter Ailin jadi karakter nyeleneh, menghibur, humoris, tapi punya otak cerdas.


Author konfirmasi duluan takut Ailin dihujat seperti Aletaa di novel Istri bayaran sang ceo.

__ADS_1


Kan Ailin lulusan universitas luar negri, masa iya Ailin bodoh.


Mungkin itu aja yang mau author sampaikan. Kalau ada pertanyaan lain bisa masukin pertanyaan-nya kalian ke kolom komentar, pasti author akan jawab walaupun keluar dari zona pembahasan.


__ADS_2