Cinta Seorang Pengganti

Cinta Seorang Pengganti
Skin to skin contact


__ADS_3

Author POV.


Di kamar yang diterangi cahaya temaram.


Gadis pengganti itu tampak bergetar, ia menggigil dibalik selimut tebal yang membungkus tubuhnya.


Bibir Kayla bergetar, matanya terpejam guna menetralisir demam yang ia derita saat ini. Gadis itu memang sedang tidak enak badan sejak siang tadi, namun malam ini ia benar-benar merasa demam bahkan sampai menggigil.


Dev yang kebetulan masuk ke kamar guna mengambil pakaian tidurnya, ia baru saja dari meja kerjanya guna menyelesaikan materi ajar untuk besok. Lelaki itu terkejut saat mendapati istri bayarannya itu tampak tidak baik-baik saja sekarang.


"Kayla?" Gumam Dev saat mendekati Kayla yang masih terpejam.


Ia meraba kening dan leher gadis itu, "Kayla, Kayla.... Kau mendengarku? Hei, kau demam. Kayla bangunlah ini aku!"


Kayla membuka mata, ia menatap suaminya dengan mata menyipit, "Bang Dev? Aku demam, bisakah kau belikan aku obat? Aku sudah tidak kuat," ucap Kayla masih bergetar.


Dev meraba lagi kening gadis itu, panas suhu tubuh Kayla benar-benar tinggi. Ia mengangguk, "Aku ada persediaan obat, kenapa tidak bilang jika kau tidak enak badan. Tunggulah sebentar."


Kayla mengangguk lalu ia memejamkan matanya lagi sambil menarik selimut itu rapat-rapat menutupi tubuhnya yang kian menggigil.


Tidak lama berselang, Dev datang dengan obat penurun demam sekaligus air hangat dan handuk kecil untuk kompres. Lelaki itu memberi kompres hangat pada kening gadis itu dengan telaten.


Kayla menurut saja perintah Dev yang membantunya duduk untuk minum obat, lalu gadis itu kembali meringkuk dalam selimut dan kembali menggigil.

__ADS_1


Dev melihat itu menjadi khawatir sendiri, sebab sudah lebih dari setengah jam ia menunggu namun demam Kayla tidak juga turun. Tanpa berpikir lama Dev membuka baju atasannya hingga bertelanjang dada, ia menyingkap selimut yang menutupi tubuh menggigil Kayla lalu dengan berani membuka pula pakaian gadis itu hingga hanya tersisa dalaman saja.


Ia melakukan metode skin to skin contacts, entah apa itu efektif atau tidak jika dilakukan pada orang dewasa, Dev tidak tahu hanya. Untuk sekarang ia melakukan itu agar Kayla bisa membaik dengan memindahkan panas tubuh gadis itu ke tubuhnya yang bersuhu lebih rendah.


Tanpa basa basi Dev ikut berbaring dan memeluk Kayla dalam selimut tipis yang ia ganti dengan yang baru dari lemari, membiarkan tubuhnya menyatu dengan gadis itu agar Kayla membaik.


Benar saja, lima belas menit kemudian gadis itu berhenti menggigil, panas tubuhnya berangsur menurun. Kayla bisa terlelap dalam dekapannya yang mulai sadar atas apa yang telah ia lakukan.


Dev memandang wajah Kayla dari dekat, sangat dekat. Deru napas hangat gadis itu bahkan menerpa wajahnya yang menampilkan senyum tipis, kagum pada kecantikan yang dimiliki oleh istrinya yang imut itu.


Meski suhu tubuh Kayla sudah turun namun Dev tidak merubah posisi sedikit pun. Ia sibuk mengagumi satu persatu bagian dari wajah gadis itu. Memainkan bulu mata lentik yang dimiliki Kayla, mengelus lembut pipi yang mulai berkeringat itu, lalu tangannya beranjak ke bibir pucat yang tidak kehilangan pesona.


Bibir yang tidak terlalu tipis, bibir yang menyatakan cinta padanya secara berulang hampir sebulan ini. Bibir yang selalu menggodanya dengan kecupan-kecupan tanpa permisi, Dev tersenyum dengan dada yang bergetar seperti menahan sesuatu.


Dev tidak ingin momen ini berlalu begitu saja, ia tidak bergerak sama sekali, pikirannya sudah kemana-mana. Apa yang sebenarnya terjadi pada perasaannya? Apa ia mulai menyukai gadis pengganti itu sekarang?


Tanpa sadar ia mendekatkan bibirnya pada bibir Kayla, ia kecup lembut bibir gadis yang telah tertidur itu. Hanya mengecup namun lama, lama sekali hingga dada Dev terasa ingin meledak atas sensasi perasaan yang tercipta setelahnya.


Dadanya terasa sesak menahan sebuah gejolak rasa, rasa yang ingin mencicipi lebih dalam akan kecantikan istrinya itu. Dev membelai pipi dan rambut cantik Kayla, senyum di bibirnya tidak pernah lepas sejak tadi.


Lalu matanya beralih pada dada gadis itu yang menempel ke dadanya, pemandangan yang sungguh membuat sesak kejantanannya tanpa izin lebih dulu. Dada yang ranum, tertutup bra namun masih terlihat melimpah karena ukuran yang montok dan berisi.


"Oh ****!!!" umpat Dev dalam hati. Ia mengerang menahan kerasnya pusaka yang mulai meronta di bawah sana.

__ADS_1


Biar bagaimanapun ia adalah pria normal, posisi seperti ini begitu menyiksa hawa nafsunya. Gejolak hasrat tiba-tiba saja muncul, tangannya bergerak menangkap dada kenyal milik Kayla, mer*m*snya pelan.


Berdosakah ia melakukan ini pikir Dev yang seolah mengambil kesempatan. Ia benar-benar ingin gila sekarang. Kayla benar-benar menggoda imannya. Tanpa permisi ia kecup kedua puncak dada istrinya dengan perasaan membuncah inginkan lebih dan lebih. Ingin sekali ia menghisap puncak gunung montok itu seperti anak kecil, namun Dev tidak punya keberanian melakukan itu sedang Kayla dalam keadaan tidak baik.


Kayla menggeliat namun tidak sampai membuka mata, lalu gadis itu terdiam lagi. Dev tersenyum miring, istrinya begitu polos sekarang meski agresif jika terbangun. Jika Kayla selalu memberi kode izin untuk akses pada tubuh ini yang mana selalu ia tolak selama ini.


Dev bukan menolak, ia hanya belum siap menyakiti gadis sebaik Kayla jika perasaan yang tercipta hanya perasaan sesaat saja, ia tidak ingin melampiaskan nafsu saja tanpa melibatkan perasaan yang ia kira masih milik Nika.


Namun dengan posisi tubuh seperti ini, menatap wajah Kayla yang membuat hatinya bergetar, Dev mulai berpikir bahwa ia juga telah jatuh pada sosok pengganti tunangannya yang lari dari pernikahan ini. Mungkin saja ia mulai menyukai Kayla saat ini, atau mungkin telah lama namun ia enggan mengakuinya.


Senyum manis Dev kembali mengembang, ia belai lagi wajah istrinya itu, ia kecup bibir Kayla lagi dan lagi, dan itu berulang hingga menit demi menit berlalu, perlahan jam menunjukkan pukul dini hari, meski ia menahan hasrat yang kian membara jika matanya melihat dada yang semakin malam semakin menggodanya.


Namun ia tahan demi Kayla yang mulai membaik dari demamnya, "Awas kau tidak akan ku lepas lagi setelah ini," desis Dev merasa gemas karena tidak bisa berbuat lebih, dengan perasaan berbunga Dev peluk dan dekap erat gadis itu hingga pagi menyapa.


Namun saat matanya terbuka oleh silaunya mentari yang menyapa lewat gorden jendela yang dibuka hingga hangat sinarnya menyentuh kulit dan wajahnya, ia melihat sekeliling tidak ada Kayla di sana.


Dev mendudukkan diri, lalu bangkit dari ranjang. Pikirannya hanya satu, kemana istrinya pergi?


Langkahnya terhenti saat menatap sosok gadis yang ia dekap sepanjang malam tadi sedang membelakanginya seperti sedang memasak. Senyumnya mengembang, ia berjalan mendekat lalu tanpa permisi ia peluk Kayla dari belakang. Yang mana membuat gadis itu terkejut.


"Bang Dev?"


Dev tidak menyahut, ia sibuk menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kayla yang wangi habis mandi, rambut yang diikat tinggi membuat Dev bebas mengakses kecantikan leher mulus istrinya itu.

__ADS_1


Dev menikmati setiap detak jantungnya yang berdegup kencang saat ia memeluk Kayla, darahnya berdesir, kupu-kupu seolah sedang menggelitik perutnya, ia tahu itu bukan perasaan biasa. Mungkin saja ia mulai jatuh pada pesona sang pengganti.


__ADS_2